Tuanku, I Love you

Tuanku, I Love you
Pesan Ancaman


__ADS_3

Praaanggg..


"Astaghfirullah!!" Seru Aisyah terkejut.


Sebuah foto jatuh ke lantai. Aisyah yang sedang bersih-bersih rumah mendadak khawatir.


"Ada apa ini ya Allah.. semoga gak terjadi hal apapun.." monolognya


Aisyah membersihkan bekas kaca bingkai yang pecah berceceran sambil menetralkan pikirannya.


***


Namira masih ada dikampusnya sedang menunggu mata pelajaran terakhir.


Dan seketika hatinya mendadak tidak enak. perasaan itu kembali muncul. Untuk menetralkan hatinya dia minum air yang sudah ia pesan.


Tiba-tiba.. praaanggg..


Gelas yang dia pegang jatuh ke lantai.


"Astaghfirullah!" Seru Namira panik


"Nam, lu kenapa?" Tanya Widya panik


Namira masih syok, dia tidak menjawab pertanyaan Widya.


"Perasaan apa ini ya allah.." gumam Namira pada diri sendiri.


Widya melihat Namira tiba-tiba panik, langsung menenangkan Nami agar hatinya tenang.


"Nam, Lo tenang jangan panik.. tarik nafas dulu"


Namira mengambil nafas dalam-dalam agar hatinya tenang. Akhirnya dia bisa tenang semula lalu membereskan pecahan gelas yang pecah.


"Gw bantu ya Nam,"


Namira mengangguk, Widya membantu Namira membersihkan pecahan gelas tersebut.


"Awhhss" Mungkin Namira terlalu fokus tanpa sadar pecahan gelas tersebut mengenai tangannya hingga terluka mengeluarkan darah.


"Nam Lo gpp?.. ya ampunn tangan Lo berdarah" ujar Widya panik


"Gpp ko Wid.. cuma luka kecil aja.. ayo bersihin"


"Yaudah.. abis itu kita ke UKS ya buat obatin luka Lo"


Mereka berdua bergegas membersihkan pecahan gelas tersebut agar tidak mengenai orang lain.


***


Abraham sedang menatap gedung-gedung pencakar langit yang terpampang jelas lewat jendelanya.


Dengan sebatang rokok ditangan, dia menghembuskan nafas yang penuh dengan asap rokoknya.


Tok.. tok.. tok


Mendengar suara ketukan tersebut, Abraham mengalihkan perhatiannya ke pintu depan.


"Permisi tuan, anak kecil tadi sudah saya taruh ditempat Tuan inginkan" ujar Toni


Ternyata orang itu Toni.


"Baik, kamu boleh pergi"


"Baik tuan.. oiya tuan, rencana selanjutnya seperti apa? Apa perlu kita memberi kabar kepada keluarga mereka karna anak ini diculik?"


Abraham masih asik dengan rokoknya.


"Huftt.. itu urusan saya, biar saya langsung yang turun tangan"


"Baik tuan, kalo tuan ingin bantuan saya akan saya laksanakan.. kalo gitu saya permisi"


Toni meninggalkan ruangan bosnya.


Dan kini Abraham sedang menatap foto seorang gadis yang dia incar, Sambil senyum menyeringai.


"Kamu akan jadi milikku" ujar Abraham


***


Namira dan Widya kini sedang menuju UKS.


"Tangan Lo gapapa kan Nam? Sakit gak?"


"Udah ngga kok"


Diperjalanan menuju UKS tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghalangi jalan mereka.


"Hehh! Bisa minggir gak? Kita berdua mau lewat!" ujar Widya sewot.


Pemuda itu menatap Namira dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.


"Hehh Lo tuli ya? Minggir!" Bentak Widya


Pemuda itu tersadar "ouh ya" lalu melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.


Widya yang kesal malah tambah kesal melihat pemuda itu pergi tanpa meminta maaf karna menghalangi jalan.


"Hihh siapa si tuh orang, gak jelas banget" Widya sewot


"Udah udah.. ayok ke UKS"


Widya dan Namira sudah ada diruang UKS.. dan Widya mulai mengobati luka yg ada ditangan Namira.


"Naaahhh udah selesai"


"Makasih ya Wid.."

__ADS_1


"Iya sama-sama Nam, yuk gw anter ke kelas Lo, bentar lagi mau dimulaikan kelas terakhirnya"


***


Melihat jam sudah menunjukan pukul 2 siang ada perasaan was-was dihati Aisyah. biasanya putra bungsunya selalu pulang jam 12 dan dia juga tau kalo anaknya pulang jam segitu gak pernah lewat. Kalaupun pergi main pasti minta ijin dulu.


Akhirnya Aisyah menelpon suaminya Ahmad untuk menanyakan apakah Nanda anaknya sudah pulang sekolah apa belum.


Tutt.. tutt.. tutt...


"Halo Bu, Assalamu'alaikum"


"Waalaikumussalam pak"


"Ada apa Bu telpon?"


"Gini pak, ini udah jam 2 ko Nanda belum pulang ya pak.. coba bapak cari kesekolahnya pak sebentar takutnya Nanda belum pulang.. ibu khawatir pak dia kenapa-kenapa"


"Apa? Nanda belum pulang? Mungkin main kali Bu sama temen-temennya" terdengar suara khawatir Ahmad saat di telpon.


"Kalo dia main sebelum pulang sekolah, pasti dia ijin ibu dulu pak, ganti baju dulu.. ini nggak sama sekali.. coba bapak cek kesekolah pak tanyain gurunya"


"Iya juga sih, Yaudah.. bapak ijin dulu sebentar buat ke sekolah Nanda.. ibu jangan khawatir, berdoa aja biar Nanda gapapa"


"Yaudah pak, ibu tutup dulu.. wassalamu'alaikum"


"Waalaikumussalam"


***


Ahmad ijin kerja sebentar untuk mencari anak bungsunya. Menurut istrinya, Nanda belum pulang kerumah padahal udah jam 2 siang biasanya jam 12 udah ada di rumah.


Dia mencari guru yang mengajar dikelas Nanda dan ketemu sama salah satu gurunya, tanpa basa-basi langsung menghadap ke guru tersebut.


"Assalamu'alaikum Bu"


Guru tersebut menoleh kearah Ahmad "waalaikumussalam pak, ada yang bisa saya bantu?" Ujarnya ramah.


"Gini Bu, saya orang tua dari Nanda Maulana kelas 2A.. saya mau tanya anak saya udah pulang belum ya?"


"Kelas 2A? Kebetulan anak-anak kelas 1-3 itu udah pulang semua pak sejak pukul 12 siang.. yang tersisa hanya kelas 5-6 aja yang masuk siang"


"Hah? Yang bener Bu? Boleh antarkan saya ke wali kelas 2A Bu? Apa ibu kenal?"


"Iya pak saya kenal, mari saya antarkan"


Ahmad dan guru tersebut menuju ruang guru.


"Nah itu pak orangnya (menunjuk salah satu guru yg sudah berumur), mari pak saya permisi dulu"


"Iya Bu.. makasih ya udah bantu saya"


Guru tersebut pergi meninggalkan Ahmad di ruang guru.


"Permisi Bu, apakah ibu walikelas 2A?"


"Gini Bu, saya orang tua dari Nanda Maulana.. kebetulan anak saya belum pulang udh jam 2 belum sampai rumah.. takutnya masih ada disekolah ini Bu"


Guru tersebut diam sejenak "Nanda Maulana? Ouh si Nanda.. udah pulang pak dari tadi.."


Mendengar jawaban wali kelas anaknya tersebut seketika langsung lemas "udah pulang Bu? Kira-kira anak saya dimana ya? Udah jam segini belum pulang" ujar Ahmad panik


Guru tersebut mencoba menenangkan Ahmad agar gak panik dan bertindak gegabah "Bapak tenang dulu.. coba Bapak cek dulu kerumah teman-temannya siapa tau dia sedang main"


Ahmad menghela nafas dan mengangguk "baik Bu saya akan periksa dirumah teman-teman nya siapa tau anak saya ada sama mereka"


"Iya pak, saya juga akan membantu lewat guru-guru siapa tau ada yg melihat Nanda"


"Iya Bu terima kasih, Kalo gitu saya permisi dulu"


Ahmad keluar ruang guru dengan perasaan campur aduk. Dia menelpon istrinya dengan perasaan gusar. Dia juga khawatir anaknya kenapa-kenapa.


"Halo Bu, assalamu'alaikum"


"Waalaikumussalam pak, gimana Nanda masih ada di sekolah?"


"Kata wali kelas Nanda sudah pulang dari jam 12 siang Bu"


"Ya Allah.. terus kemana Nanda paaaakkk!!"  Ujar Aisyah panik


"Ibu tenang dulu.. Bapak akan cari ke rumah temannya siapa tau ada.. Ibu jangan lupa kabarin Ayu juga, siapa tau Nanda sama Kakaknya"


"Iya Pak, Ibu akan kabarin Ayu.."


"Yaudah Bapak tutup dulu ya.. berdoa supaya Nanda gak kenapa-kenapa"


"Iya Pak.. hati-hati ya"


Tuttt..


Ahmad mematikan telponnya dan langsung menuju kerumah teman-teman anaknya.


***


Aisyah mendapat kabar dari suaminya jika Nanda anaknya sudah pulang dari 2 jam yang lalu mendadak langsung lemas. Dia mencemaskan anaknya.


Lalu gak lama Aisyah menelpon anak sulungnya siapa tau Nanda dijemput oleh Kakaknya.


Tuttt.. tutt.. tutt..


"Halo Bu, assalamu'alaikum.. ada apa?" Tanya Namira di telpon.


"Waalaikumussalam Yu, tadi kamu jemput adikmu gak?"


"Ngga Bu, aku kan masih di kampus"


Mendengar jawaban anak sulungnya kembali syok. Seketika Aisyah menangis.

__ADS_1


"I-ibu kenapa? Kok nangis? Emang adek kenapa?"


" Adekmu Yu.. adek mu belum pulang dari 2 jam yang lalu.. seharusnya jam 12 udah di rumah.. tadi bapakmu udah ke sekolah ternyata adikmu udah pulang.. ibu khawatir yu.. takut Nanda kenapa-kenapa.. Nanda masih kecil" jelas Aisyah sambil menangis


"Hah?? Yang bener Bu? Ibu jangan bercanda!!"


"Bener yu.. Bapak kamu sekarang lagi nyari ke rumah teman-teman adikmu"


"Yaudah ibu tenang dulu, nanti Ayu bantu cari oke.."


"Iya Nak.. ibu juga mau nyari di sekitar rumah.. udah dulu ya"


Aisyah mematikan telponnya dan langsung mengambil hijab untuk mencari anak bungsunya.


***


Jam kuliah sudah selesai, kini Namira sedang menunggu Widya keluar kelas di sebuah taman yang ada dikampusnya.


Tiba-tiba ada nama ibunya menelpon ke ponselnya


"Ibu?"


Tut..


"Halo Bu, assalamu'alaikum.. ada apa?"


(Adegan telpon ada dibagian ibunya ya.. silahkan scroll)


Namira syok mendapat kabar dari ibunya bahwa adiknya belum pulang kerumah. Apa yang dia takutkan kini terjadi.


"Ya Allah lindungilah adik hamba dimanapun dia berada" batin Nahda berdoa


Widya sudah menyelesaikan kuliahnya. kini menuju taman untuk ketemu Namira sahabatnya. Widya menatap raut muka Namira dari jauh seperti terjadi sesuatu. Widya dengan cepat menghampiri Namira.


"Nam, Lo kenapa?" Tanya Widya hati-hati


Namira menoleh kearah Widya. Lalu menarik Widya untuk duduk disampingnya.


"Ada apa si? Ko muka Lo tegang gitu?"


"Adek gw.. adek gw.."


"Adek Lo kenapa? Kalo ngomong yang jelas jangan setengah-setengah"


"Adek gw belum pulang kerumah dari 2 jam yang lalu"


"Lah ko bisa? Emang seharusnya adek Lo pulang jam berapa?


Namira narik nafas panjang untuk menjelaskan secara rinci pada Widya "adek gw seharusnya pulang jam 12, tapi kaya ibu gw Nanda belum pulang ke rumah, gak biasanya dia begitu, kalo pun dia main kerumah temannya pasti pulang dulu, ganti baju sama minta ijin buat main.. tadi bapa gw juga udah ke sekolah Nanda ternyata Nanda emang udah pulang dan sekarang lagi nyusurin ke rumah temen-temen adek gw.. gimana dong Wid.. gw gak mau adek gw kenapa-kenapa" ujar Namira panik


Widya tau sekarang Namira sedang panik dan syok, dia mencoba untuk menenangkan sahabatnya "Udah lo tenang dulu.. siapa tau dia lagi main sama temen-temen nya, mungkin lupa buat ijin, Lo jangan berburuk sangka dulu ya.. Lo harus yakin adek Lo baik2 aja"


Namira mengangguk "ya Lo bener.. tapi apa mungkin ini berhubungan sama perasaan yang gak enak ya, yang pernah gw rasain sebelumnya?"


Widya bingung "hah? Maksud Lo? His jangan ngomong sembarang.. buang jauh-jauh perasaan Lo itu.. pasti adek Lo baik-baik aja"


Namira mengangguk dan terdiam sejenak untuk menetralkan hatinya.


Tiba-tiba ada sebuah pesan chat masuk di ponsel Namira.


"Apa itu? Dari siapa?"


"Gak tau.. nomor gak dikenali"


"Coba buka.. siapa tau itu penting"


Namira langsung membuka dan membaca isi pesan tersebut. alangkah terkejutnya Namira setelah membaca pesan tersebut. tangannya seketika lemas.


Widya yang melihat gelagat aneh Namira langsung merampas hp Namira dan membaca pesan dari orang gak dikenal itu. Reaksi Widya jg sama dia mendadak syok setelah membaca pesan tersebut.


Isi pesannya seperti ini :


+6287377******


Hai cantik.. kaget ya adiknya hilang..


Pasti kamu syok ya.. Adikmu tidak hilang, sebenernya ada bersamaku..


Jika ingin adikmu selamat, bawakan uang sebesar 1 milyar untuk menebus adikmu atau kalo gak mampu bayar harus mau jadi pelayan pribadiku.


Akanku beri waktu 1 Minggu untuk mengumpulkan dana tersebut. Datang ke alamat ini seorang diri dan jangan beritahu siapapun termasuk orangtuamu jika tidak ingin adikmu kehilangan nyawanya.


"Ya ampunn apaa ini.. 1 milyar? Pelayan pribadi? Udah gila ni orang" ujar Widya murka


"Wid.. adik gw diculik hiks.. gw harus apa?!! Heuheu" ujar Namira frustasi


"Kita lapor polisi!"


"Jangan!! Jangan lapor polisi.. gw takut adek gw nanti dibunuh Ama penculik itu"


Namira terus menangis frustasi dia gak bisa apa-apa untuk menyelamatkan adiknya. widya yang tau perasaan Namira saat ini langsung memeluknya untuk memberikan ketenangan dan kekuatan "Lo harus tenang.. gw bakal bantu Lo buat nyelamatin adek Lo, gw akan cari cara supaya adek Lo selamat"


Namira masih menangis "gw hiks.. gw Kaka yang buruk hiks.. disaat adek gw butuh pertolongan, gw gak bisa apa-apa hiks"


"Apa gw langsung kesana aja? Gw jadi pelayan pribadinya buat nyelamatin adek gw?"


Widya kaget mendengar ucapan gila sahabatnya "LO GILAA! Jangan gegabah.. apalagi Lo mau jadi pelayan pribadi dia, gw gak setuju.. gw gak mau Lo kenapa-kenapa.. apalagi Lo kesana sendirian!"


"Ya terus gw harus gimana!!" Teriak Namira frustasi "gw miskin! Gw gak mungkin bisa ngumpulin uang 1 M dalam seminggu" lanjutnya sambil menangis.


"Makanya Lo tenang dulu.. gw bakal bantu Lo oke!.. udah tenang" ujar Widya sambil memeluk Namira yg frustasi.


Namira kini sangat tidak berdaya. otak dan pikirannya seakan tidak berfungsi. dia bingung, gak tau gimana caranya supaya adiknya selamat.


Walaupun adiknya rese, nyebelin tapi dia sangat menyayangi adiknya. yang jadi masalahnya sekarang, dirinya gak tau harus ngomong apa sama kedua orang tuanya. Otak Namira se akan buntu sekarang.


"Gw harus gimana?" Batin Namira bingung.

__ADS_1


__ADS_2