Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 1


__ADS_3

Di pagi yang cerah disebuah pondok, terutama di bagian asrama putri mereka dihebohkan ketika mendengar bahwa pesantren mereka kedatangan seorang Ustadz baru yang rumornya sangat tampan.


" Ehhh dengar-dengar katanya Ustadz itu anak dari pemilik pesantren ini lohh "


" Anak Ustadz Afkar ? wahhh kalau memang benar anak Ustadz Afkar nggak usah diragukan lagi ketampanannya. Ustadz Afkar aja yang sudah berumur masih kelihatan tampan "


" Bener banget tuhhh, jadi gak sabar buat diajarin sama Ustadz tampan itu "


Seperti itulahh kira-kira percakapan para santriwati yang sangat antusias.


Sementara ditempat Daff, Daff baru saja turun dari kamarnya menghampiri Papa dan Mamanya yang tengah sarapan.


Yaaa setelah orang tuanya meninggal Afkar memutuskan untuk tinggal di Bogor sesuai dari pesan Abinya, sedangkan Akhtar tetap di Makassar untuk mengurus semua bisnis yang ada disana.


" Lohhh Daff bukannya ini pertama kalinya kamu ngajar ? " kata Afkar yang heran melihat anaknya yang masih mengenakan pakaian santai.


" Papa gimana sih, anak kita baru kemarin lo balik dari Mesir masa iyaaa langsung ngajar. Anaknya capek lo Paa " kata Ila sambil mengambil sarapan untuk suaminya.


" Nggak papa kok Ma, lagian jadwal Daff jam 10:30 jadi siap-siapnya ntar aja " kata Daff yang diangguki oleh Afkar.


Setelah sarapan Afkar berpamitan ke pesantren, sedangkan Daff tengah asik membaca buku di ruang keluarga.


" Lohhh Daff itu kaki kamu kenapa ? " kata Ila saat melihat kaki anaknya sedikit memar.


" Ahhhh nggak papa kok Ma, ini nggak sengaja nabrak pintu heheheh " kata Daff jujur.


" Aissshhh kamu ini bener-bener mirip Papa kamu, kalau mau ditiru tiru saja IQ nya jangan cerobohnya. sini Mama liat " omel Ila, sehingga membuat Daff terkekeh.


" Mama kayak lagi ngomelin anak kecil aja, Daff udah 24 tahun lohh sekrang Ma " kata Daff.


" Hehhhh mau umur kamu 30 tahun, 50 tahun, 60 tahun, kamu tetap anak kecilnya Mama " kata Ila.


" Lain kali hati-hati !!! " kata Ila setelah melihat luka anaknya yang tidak seberapa itu.


" Siap Bunda ratuu, Daff siap-siap dulu yaa Ma bentar lagi jam 10 nihhh. Nggak lucu dong kalau Daff terlambat dihari pertama ngajar " kata Daff yang diangguki oleh Ila.


Setelah bersiap-siap Daff berjalan kearah pesantren yang hanya terletak disamping rumahnya, namun saat memasuki kawasan santriwati, para santriwati banyak dibuat istigfar olehnya karena melihat ketampanan Daff.


" Astagfirullah, sina mataa heii " kata salah satu santriwati sambil menepuk bahu temannya.


" Ahhh ini dia kelasnya " gumam Daff sambil memasuki kelas tersebut.


" Asaalamualaikum " kata Daff sambil berjalan masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


" Walaikumsalam Ustadz " jawab santriwati serempak.


" Sebelum kita mulai, ketua kelas silahkan pimpin doa " kata Daff tegas.


" Okeee sekarang keluarkan buku matematika kalian " kata Daff setelah berdoa bersama.


" Ustadz kita kan belum saling mengenal, ada baiknya kalau Ustadz perkenalan dulu " kata Zahrah selaku ketua kelas yang diangguki oleh santriwati lainnya.


" Baiklah, perkenalkan nama saya Muhammad Al-Khadafi, saya selaku guru Matematika kalian. Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan, sebelum kita masuk ke pelajaran " kata Daff.


" Hahhh perkenalan macam apa itu ? " batin Zahrah.


" Saya Ustadz " kata salah satu santriwati yang mengacungkan tangannya.


" Ya silahkan " kata Daff.


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Regina Ustadz, biasa dipanggil Rere. Pertanyaan saya apakah Ustadz sudah punya calon istri ? " tanya Rere antusias.


" Astagfirullah Re " bisik Zahrah pada teman sebangkunya.


" Skip, saya tidak menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi. Saya rasa perkenalan sudah cukup dan untuk menghargai waktu kita masuk ke pelajaran " kata Daff datar.


Baru saja Daff ingin menulis di papan tulis, namun terhenti karena suara ketukan pintu.


" Walaikumsalam " kata Daff datar.


" Maaf Ustadz, saya terlambat " kata santriwati tersebut gemetar ketakutan.


" Kenapa bisa terlambat ? " tanya Daff lagi, namun terdengar mengintimidasi.


" Kalau aku di posisi itu udah nangis kejer Ra, serem banget Ustadznya " bisik Rere pada Zahrah.


" Husssttt, jangan berisik " bisik Zahrah.


" Sa....saya sakit peru Ustadz " kata santriwati tersebut berkaca-kaca.


" Heiiii kenapa menangis Dek ? Apa aku semenyeramkan itu ? " batin Daff heran.


" Siapa nama kamu ? " tanya Daff.


" Nur Afni Ustadz " kata santriwati tersebut sambil terus menunduk.


" Yasudah Afni silahkan duduk " kata Daff sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Kalian paham ? " tanya Daff setelah menjelaskan panjang lebar di papan tulis.


" Paham Ustadz " teriak santriwati serentak.


" Bagus, kamu yang terlambat tadi silahkan kerjaan soal ini di papan tulis " tunjuk Daff sambil menuliskan sebuah soal dipapan tulis, sehingga membuat Afni berjalan ke papan tulis dengan menunduk.


" Silahkan " kata Daff sambil berjalan kearah kursinya, sehingga membuat Afni mengambil spidol kemudian mulai mengerjakan soal yang diberikan oleh Daff.


" Sudah selesai Ustadz " kata Afni sambil berkaca-kaca, sehingga membuat Daff kembali heran dengan sikap anak didiknya tersebut.


" Apa dia nggak bisa jawab soalnya ? " batin Daff sambil beralih memeriksa jawaban Afni di papan tulis.


" Jawabannya benar, ahhh apa benar saya semenakutkan itu ? " batin Daff.


" Jawabannya benar, silahkan duduk kembali " kata Daff, sehingga membuat Afni kembali berjalan kearah bangkunya dengan keadaan menunduk.


" Untuk membuktikan kalian benar paham atau tidak, silahkan kerjaan soal latihan dihalaman 24 dan untuk kamu saya bebas tugaskan karena telah menjawab soal saya dengan benar " kata Daff sambil menunjuk Afni.


" Nanti ketua kelas silahkan kumpulkan tugasnya di ruangan Ustadz, meja saya disamping meja Ustadz Azzam. okeee saya rasa cukup sekian pertemuan kita kali ini. Assalamualaikum " kata Daff sambil berjalan keluar kelas.


" walaikumsalam "


" Alhamdulillah ya Allah, kirain Ustadz ganteng jadi semangat belajar lahhh ini tegang banget ya Allah " kata salah satu santriwati.


" Iyaaa setuju, beda banget sama cara ngajarnya Ustadz Afkar. Ustadz Afkar mahh humoris ini tegang banget " timpal Rere.


" Hussstttt, kalian ini nggak baik tau bicarain kejelekan orang lain. Ingat dosa!! lagian kan cara orang ngajar beda-beda " kata Zahrah.


" Ya tapikan Ustadz Khadafi anaknya Ustadz Afkar, harusnyaa ada samanya lahh " kata Rere.


" Yaa ampun Re, udahlahhh mending nih tugas dikerjain " kata Zahrah.


Sementara ditempat Daff, Daff sedang keruangan Papanya, karena memang sudah tidak ada jadwal.


" Assalamualaikum "


" Walaikumsalam, wahhh wahhh Papa nggak nyangka lo Daff baru hari pertama ngajar udah mendapatkan penghargaan sebagai Ustadz galak " kata Afkar ketika tadi mendengar bisik-bisik para santri dan santriwati mengenai putranya.


" Masa sih Pa ? " kata Daff heran.


" Jangan galak-galak Daff, biasanya kalau suasana kelas tegang pelajarannya susah masuk " nasihat Afkar.


" Daff nggak merasah galak loh Pa, ehhh tapi tadi memang ada santriwati yang hampir nangis sih " kata Daff ketika mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


" Papa spechles loh dengarnya Daff, apa karena kelamaan di Mesir kali yaa ? " kata Afkar heran, karena menurutnya anaknya itu lebih banyak humornya.


__ADS_2