Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 19


__ADS_3

Sekitar jam 2 pagi saat Daff ingin melaksanakan sholat tahajjud, tiba-tiba perutnya terasa bergejolak, sehingga membuat Daff buru-buru ke kamar mandi.


Difa yang mendengar suara Daff, langsung terbangun dari tidurnya dan menyusul Daff ke kamar mandi.


" Astagfirullah !! Mas kenapa ? " tanya Difa khawatir saat melihat Daff terduduk lemas di lantai kamar mandi disertai dengan wajah pucatnya.


" Lemes " kata Daff pelan, disertai dengan keringat yang membasahi wajahnya, sehingga membuat Adifa benar-benar khawatir melihat Daff dengan keadaan seperti itu.


" Ya Allah Mas, hiks....hikss jangan kayak gini Difa takut hiks...hiks " kata Difa ketakutan.


" Saya nggak papa, paling cuman masuk angin " kata Daff lemah, namun berusahah terlihat kuat.


" Jangan nangis, ayoo antar saya ke kamar " kata Daff, sehingga membuat Adifa kembali memapah tubuh suaminya kearah tempat tidur.


" Aku telepon dokter yaa " kata Difa, namun langsung dicegah oleh Daff.


" Saya nggak papa " kata Daff.


" Tap... " kata Difa terhenti karena ucapan Daff.


" Elus-elus aja Dif " kata Daff sambil menarik tangan Difa kearah perutnya.


" Nahhhh lebih nyaman begini " kata Daff saat Difa mulai mengelus perutnya.


" Mas kita ke rumah sakit aja gimana ? " kata Difa.


" Nggak usah, saya nggak papa " kata Daff dengan mata terpejam.


" Aku takut " kata Difa berkaca-kaca.


" Nggak ada yang perlu ditakutin, kita punya Allah sayang " kata Daff sambil menarik tangan Difa agar berbaring disampingnya.


" Saya cuman masuk angin, gara-gara tidurnya nggak dipeluk ayang " kata Daff yang masih terdengar lemah.

__ADS_1


" Masih sempet-sempetnya yaa bercanda " kata Difa, namun langsung memeluk Daff begitu erat.


Kresokan harinya, setelah sarapan Daff kembali mual dan segerah berlari ke kamar mandi yang diikuti oleh Difa dari belakang.


" Mass buka pintunyaa " teriak Difa sambil mengetuk pintu kamar mandi.


" Hueeeekkk "


" Massss ihhhh bukaaa " teriak Difa ketika mendengar suara Daff.


Cklek!!!!


" Saya nggak papa " kata Daff ketika membuka pintu kamar mandi dan mendapati Difa berdiri disana.


" Ayoo ke dokter " kata Difa, namun lagi-lagi Daff menolak dengan alasan dirinya baik-baik aja.


" Baik-baik aja gimana ? Mas muntah-muntah dari semalam dan Mas masih mau bilang baik-baik ajaa ? !!! " kata Difa.


" Saya cuman masuk angin " kata Daff.


" Mas Khadafi buka !!!! " teriak Difa.


" Mas !!!! " teriak Difa sambil terus mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


Saat melihat pintu kamar mandi mulai terbuka, Difa yang sebelumnya ingin protes dengan sikap Daff langsung tidak jadi, ketika melihat suaminya berjalan sempoyangan kearahnya dan langsung memeluknya.


" Lemes banget Difa " kata Daff saat Difa memapah dirinya ke tempat tidur.


" Kenapa di kunci segala sih kamar mandinya ? " kata Difa sambil mengusap kepala Daff.


" Takut kamu nggak nafsu makan kalau liat saya muntah kayak tadi " kata Daff, sehingga membuat Difa speechles mendengar ucapan suaminya.


" Maksud kamu aku bakalan jijik gituh ? " kata Difa yang diangguki oleh Daff.

__ADS_1


" Mas, aku ini istri kamu kalau kamu lupa " kata Difa kesal, karena Daff memiliki pemikiran seperti itu terhadap dirinya.


" Maaf dehh, Dif jangan berisik dulu ya. Saya mau tidur" kata Daff lemah, sehingga membuat Difa terdiam sambil menatap wajah pucat suaminya.


Saat melihat Daff mulai tertidur, Difa berinisiatif untuk menelpon Ila.


" Barangakali Mas Khadafi mau diajak ke Dokter kalau di bujuk sama Mama Papa " gumam Ila sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Ila.


" Assalamualaikum Ma " kata Difa saat teleponnya sudah tersambung.


" Walaikumsalam, kenapa sayang ? " kata Ila.


" Ma, Mas Khadafi sakit tapi nggak mau ke Dokter. Difa khawatir banget siapa tau kalau sama Mama, Mas Khadafi lebih nurut " kata Difa.


" Astagfirullah, Daff sakit apa Nak ? "


" Dari kemarin mual sama muntah-muntah terus Maa, Difa takut " kata Difa.


" Kamu tenang yaa sayang yaa, Mama sama Papa segerah kesana, Assalamualaikum "


Afkar yang ingin ke pesantren heran melihat istrinya gelisah, sehingga langsung menghampiri Ila.


" Kenapa Ma ? " tanya Afkar.


" Barusan Difa telepon, katanya Daff sakit " kata Ila, sehingga membuat Afkar langsung panik.


" Sakit ? sakit apa ? " kata Daff yang juga ikut khawatir, namun berusahah mengontrolnya agar istrinya bisa lebih tenang.


" Kata Difa sih mual sama muntah-muntah Pa, yaudahh buruan kita kesana takutnya Daff kenapa-napa " kata Ila.


" Mual ? ehhh tunggu dulu dehh Ma " kata Afkar, sehingga membuat Ila menatap heran kearah suaminya.


" Kayaknya Daff ngidam dehh, Mama ingat nggak pas Mama hamil dulu, kan Papa juga mual-mual sama muntah terus terusan juga " kata Afkar, sehingga membuat Ila kembali mengingat masa-masa kehamilannya dulu.

__ADS_1


" Mending kita langsung cek aja Pa, takutnya Daff beneran sakit bukan ngidam " kata Ila yang langsung diangguki Afkar.


" Tapi Papa sih yakin kalau bentar lagi kita bakal punya cucu " kata Afkar sambil senyum-senyum sendiri membayangkan kalau menantunya benar-benar sedang hamil.


__ADS_2