
Setelah mengunjungi rumah kedua orang tuanya, Daff tiba-tiba mendapat telepon dari Papanya untuk membantu sepupunya mengurus cabang perusahaan di luar kota.
" Kamu nggak papa aku tinggal ? " tanya Daff memastikan.
" Nggak papa, lagian kan aku nginap sama Abi " kata Difa yang diangguki oleh Daff.
" Kalau ada apa-apa langsung telepon yaa " kata Daff.
" Iyaaa, bawel banget sih Om " kata Difa.
" Biarin yang penting ganteng " kata Daff dengan percaua dirinya.
" Nggak nyambung " kata Difa.
" Yaudah setelah sholat isya saya antar ke rumah Abi dulu " kata Daff yang diangguki oleh Difa.
" Bi, saya pergi bentar yaa titip Difa dulu " kata Daff setelah mengantar istrinya ke rumah mertuanya yang tidak jauh dari rumahnya.
" Kamu kayak siapa aja, kamu tenang aja Difa aman disini " kata Kyai Ammar.
" Yaudah kalau gitu saya pamit Bi, assalamualaikum " kata Daff sambil menyalimi tangan Kyai Ammar.
" Walaikumsalam "
Sementara Adifa mengantar suaminya sampai depan mobil.
" Aku jalan dulu yaa, kalau ada apa-apa langsung telepon " kata Daff sambil mengulurkan tangannya kearah Difa.
" Assalamualaikum " kata Daff yang langsung memasuki mobilnya, sementara Adifa memandang mobil Daff dengan tatapan kecewa.
__ADS_1
" Walaikumsalam " gumam Adifa lesuh, kemudian berjalan masuk menuju kamarnya.
" Kok Om Khadafi nggak cium aku dulu sihh ? apa lupa yaaa ? " kata Adifa kesal.
" Ihhhh nyebelin " kesal Adifa sambil meninju bantal guling miliknya.
" Om beneran sayang nggak sih sama aku ? " gumam Adifa.
" Ahhhh udahlah, ngapain sihh pikirin om-om tua ituu !! dia aja belum tentu mikirin aku " kata Adifa sambil uring-uringan diatas kasur.
Setelah beberapa menit berguling-guling tidak jelas diatas kasur, tiba-tiba ponsel Adifa berdering pertanda ada panggilan masuk, sehingga membuat Difa segerah mengambil ponselnya berharap orang yang menelpon adalah suaminya, namun saat melihat nama di layar tersebut membuat Adifa kecewa.
" Assalamualaikum Adifa "
" Walaikumsalam, kenapa Fi ? " tanya Adifa heran ketika Lutfi menelponnya.
" Mmm nggak papa sihh, aku cuman mau mastiin sesuatu aja "
" Kamu beneran udah nikah sama pria tua yang waktu di taman itu ? "
" Iyaaa " Kata Difa kesal ketika mendengar Lutfi memanggil suamimya Pria tua.
" Aku turut prihatin atas perjodohan itu, pria tua itu nggak pantas buat kamu Difa. Apa kamu butuh bantuan aku buat lepas dari dia ? " tanya Lutfi, sehingga membuat Adifa kaget mendengarnya.
" Aku ada ide supaya kamu bisa lepas dari laki-laki tua itu " timpal Lutfi, sehingga membuat Adifa terlihat berfikir. Ada rasa kesal dengan ucapan Lutfi ketika memanggil suaminya dengan pria tua, namun Adifa tak munafik di usia yang masih muda dirinya juga masih ingin bebas seperti teman-temannya yang lain.
" Difaaa kamu dengerin aku kan ? "
" Ehhh iyaaa denger kok, tapi gimana caranya ? " tanya Adifa ragu.
__ADS_1
" Serahin aja ke aku Dif, aku bakalan bantu kamu "
" Mmm okeee, makasih Lutfi " kata Adifa.
Setelah mengakhiri percakapannya dengan Lutfi, Adifa nampak gelisah. Adifa akui dirinya mulai jatuh cinta pada Daff, namun sebagai remaja yang baru lulus SMA dirinya masih mau bebas tanpa ada embel-embel istri yang melekat pada dirinya.
" Padahal aku pernah bilang ke Om Khadafi, kalau dia nggak boleh ninggalin aku. Ahhhh pasti dia ngertilahhh aku kan baru lulus SMA dan masih labil " batin Adifa.
Baru saja Adifa ingin memejamkan matanya, namun matanya tidak bisa diajak kompromi sama sekali. Dirinya tidak bisa tidur karena biasanya ada Daff yang selalu ada di sisinya dan bahkan sampai sekarang suaminya itu sama sekali belum mengabarinya.
" Issshhhh kayaknya aku jatuh cinta beneran dehh sama Om Khadafi " gumam Adifa sambil mengubah posisinya menjadi duduk.
" Okeee kalau Om nelepon aku dalam waktu lima menit, aku akan batalin rencana Lutfi buat bebasin aku dari Om, makanya buruan telepon akuu Ommm " kata Adifa sambil memperhatikan ponselnya yang sedari tadi sudah berada di genggamannya.
" Okeee, karena aku baik aku kasih waktu lagi 15 menit, buruan Om mumpung aku masih baik " kata Difa setelah lima menit berlalu.
" 30 menit dehhh Om " kata Difa lagi setelah 15 menit berlalu.
" Omm ini kesempatan terakhir nih yaaa, Difa kasih kesempatan 1 jam nihh " kata Adifa lagi.
" Huffftttt Om jahat banget sihh, okeee jangan salahin Difa kalau Difa menerima tawaran Lutfi " kata Adifa kesal karena Daff tidak menghubunginya sama sekali.
Adifa mulai berbaring kembali sambil menarik selimut dan berusahah memejamkan matanya. Otaknya sudah menghitung bebek namun saat hitungan dua puluh, Adifa kembali duduk.
" Ihhhh kok wajah Om Khadafi muter-muter di otak aku terus sihhh !! aku kan lagi ngitungin bebek !! " kata Adifa kesal dengan dirinya sendiri.
" Kayaknya aku butuh Aqua biar bisa fokus. Si Om Khadafi pakai pelet apasih sampai bikin aku kayak gini !! " kata Difa sambil mengambil air yang ada di kamarnya.
" Om, Difa kangen tapi Om nggak hubungin aku sama sekali makanya Difa nggak jadi kangen. Om jangan nyesel yaa kalau Difa terima bantuan Lutfi " batin Difa sambil memandang foto pernikahannya dengan Daff yang berada di kamarnya.
__ADS_1
" Okeee aku harus tidur " gumam Difa sambil memejamkan matanya.