Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 3


__ADS_3

" Saya terima nikahnya Adifa Ashalina binti Ahmad Muammar dengan mas kawin tersebut tunai " kata Daff.


" Sah ! " kata semua orang yang menghadiri akad nikah mereka.


Sementara itu Adifa hanya menatap kesal kearah Daff, bisa-bisanya dia menikah di usia yang masih terbilang masih muda, mana usia mereka terbilang jauh.


" Mimpi apa aku bisa nikah sama om om kayak dia " batin Adifa.


Setelah itu Daff menyematkan sebuah cincin di jari manis Adifa, begitupun dengan sebaliknya.


Daff yang melihat kekesalan Adifa langsung menyodorkan tangannya, sehingga membuat Adifa langsung mencium tangan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya, setelah itu Daff menaruh telapak tangannya dikepala Adifa dan membacakan doa setelah menikah.


" Jadi istri yang solehah yaa " bisik Daff.


Belum sempat Adifa protes, namun Daff segera mencium kening Adifa, sehingga membuat badan Adifa kaku setelah mendapat perlakuan tersebut dari Daff.


Malam harinya setelah kedua orang tuanya pulang, kini Daff berjalan kekamar Adifa.


Ceklek!!


" Assalamualaikum " kata Daff.


" Walaikumsalam " jawab Adifa sambil menatap malas kearah Daff.


" Kamu kenapa ? " tanya Daff heran.


" Nggak papa " jawab Adifa yang diangguki oleh Daff.


" Saya pinjam kamar mandinya yaa " kata Daff yang hanya dibalas deheman oleh Adifa.


" Hufffttt kenapa tiba-tiba deg-degan gini sih ? " gumam Adifa.

__ADS_1


" Nggak mungkin aku ada kelainan jantung kan ? " kata Adifa sambil menyentuh dadanya bertepatan dengan keluarnya Daff dengan menggunakan kaos polos dan celana pendek, kemudian naik keatas kasur disamping Adifa.


" Mau ngapain ? " tanya Adifa waspada ketika melihat Daff naik keatas kasur, sehingga membuat Daff mengangkat salah satu alisnya.


Belum sempat Daff berbicara, namun Adifa langsung menutup seluruh bagian tubuhnya dengan selimut, sehingga membuat Daff terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


Adifa yang tidak mendengar suara Daff selama beberapa menit, mulai mengintip di balik selimutnya, sehingga membuat pandangan mereka bertemu.


" Aihhh kenapa bisa pas gini sih " batin Adifa sambil mengalihkan pandangannya.


" Kamu nggak gerah ? " tanya Daff yang masih duduk memandangi Adifa, kemudian beralih ingin menarik selimut tersebut.


" Ustadz mau ngapain ? jangan bilang Ustadz mau macam-macam !! " kata Adifa bangkit sambil memegang erat selimutnya.


" Macam-macam gimana sih ? kamu itu istri saya dan saya berhak melakukan apapun terhadap kamu " kata Daff datar, sehingga membuat Adifa ketakutan.


" Tapi kamu tenang saja, saya tidak akan menyentuh kamu kalau kamu memang belum siap " timpal Daff.


" Iya " kata Daff kemudian berbaring sambil memejamkan matanya, sehingga membuat Adifa memandang kagum ketika melihat wajah Daff.


" Masya Allah, pantas saja orang-orang tanpa sadar memotong tangannya ketika melihat ketampanan Nabi Yusuf, melihat ketampanan Ustadz Khadafi saja sudah memabukkan begini " batin Adifa.


" Saya tau saya tampan, tapi nggak usah segitunya juga kali mandangnya " kata Daff yang tiba-tiba membuka matanya, sehingga membuat Adifa kaget plus salting.


" Apaansih narsis banget " kata Adifa.


" Saya bicara fakta Adifa Ashalina " kata Daff.


" Fakta apanya Ustadz Al-Khadafi !! kalau Ustadz memang merasa tampan terus kenapa mau menerima perjodohan ini ? itu artinya nggak ada wanita yang mau sama Ustadz kan ? " tuduh Adifa, sehingga membuat Daff mengubah posisinya menjadi duduk sambil bersandar dikepala ranjang.


" Saya akui kalau saya memang susah cari pasangan " kata Daff, sehingga membuat Adifa kaget mendengarnya.

__ADS_1


" Hahhh muka setampan ini susah cari pasangan ? apa jangan-jangan dia ada kelainan ? " batin Adifa.


" Saya susah cari pasangan karena para wanita selalu suka sama saya karena saya ganteng, padahal saya sekali-kali ingin ditaksir karena usaha saya sendiri. Karena saya soleh, karena saya pintar, anak pengusaha terkenal, atau apapun lahh ituu " kata Daff, sehingga membuat Adifa bingung.


" Yaaa saya tau ganteng saya ini bukan ganteng standar yaa, karena ganteng saya ini sudah termasuk ganteng kronis. Dimana ganteng kronis adalah ganteng stadium tingkat akhir dan saya sudah menjadi musuh besar bagi kaum lelaki, kalau saya lagi jalan nihh yaaa pasti ada aja satu cowok yang bilang ganteng banget sih !! dengan nada sinis pula ngomongnya " lanjut Afkar kepedean.


" Hahhh ? ini benar Ustadz Khadafi yang kemarin ngobrol sama aku dengan nada dingin ? kok malah kayak gini ? " batin Adifa sambil menatap aneh kearah Daff.


" Kok Ustadz berubah ? " tanya Adifa bingung.


" Berubah gimana ? lebih baik kamu istirahat " kata Daff yang diangguki oleh Adifa.


" Kamu tidur pakai jilbab ? " tanya Daff ketika melihat Adifa merebahkan tubuhnya disamping Daff.


" Iyaaa " kata Adifa ketus.


" Yaudah " kata Daff yang ingin mematikan lampu.


" Jangan dimatikan Ustadz " cegah Adifa.


" Kenapa ? "


" Sayaa harus waspada dengan Ustadz, siapa yang jamin Ustadz tidak akan melakukan apa-apa kepada saya " kata Adifa.


" Okee fine " kata Daff yang mulai merebahkan dirinya disamping Adifa.


" Ini batasannya, jangan sampai Ustadz melewati batas ini !! Awas aja kalau kaki atau tangan Ustadz melintasi batasan ini akan aku gigit sampai berdarah " ancam Adifa sambil meletakkan bantal di tengah-tengah mereka.


" Terserah kamu " kata Daff yang mulai memejamkan matanya.


Meski pernikahannya tidak didasari oleh cinta, namun Daff berusaha menerima Adifa sebagai istrinya, karena baginya pernikahan hanya sekali seumur hidup, berbeda halnya dengan Adifa menurutnya pernikahannya dengan Daff tidak akan panjang, karena pernikahan ini tidak berdasarkan cinta melainkan melalui perjodohan konyol yang dilakukan Abinya.

__ADS_1


__ADS_2