
" Om, Difa kangen tapi Om nggak hubungin aku sama sekali makanya Difa nggak jadi kangen. Om jangan nyesel yaa kalau Difa terima bantuan Lutfi " batin Difa sambil memandang foto pernikahannya dengan Daff yang berada di kamarnya.
" Okeee aku harus tidur " gumam Difa sambil memejamkan matanya.
Sementara di tempat Daff, dirinya sangat sibuk dengan tumpukan berkas di depannya, Namun tiba-tiba Daff menghentikan sejenak aktifitasnya karena teringat dengan istrinya, sehingga membuat Daff mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di meja.
" Telepon nggak yaa ? ahhh udah jam segini palingan udah tidur. Udahlahh lanjut lagi ajaa supaya cepat selesai dan bisa pulang cepat " gumam Daff sambil meletakkan kembali ponselnya.
Keesokan harinya, saat Kyai Ammar ke mesjid untuk sholat dzuhur, Adifa memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
Baru saja Difa ingin membuka pintu rumahnya, namun terhenti ketika panggilan seseorang yang memanggil namanya.
" Lutfi ? " kata Difa sambil berbalik menatap laki-laki itu yang baru turun dari motornya.
" Ngapain kesini ? " tanya Difa was-was ketika melihat Lutfi berjalan kearahnya.
" Buat bebasin kamu dari laki-laki tua itu " kata Lutfi.
" Namanya Ustadz Khadafi " kata Adifa kesal mendengar panggilan Lutfi kepada suaminya.
" Iyaaa maksudnya itu " kata Lutfi.
" Caranya ? " tanya Adifa.
" Bahasnya di dalam aja Dif " kata Lutfi, sehingga membuat Adifa terlihat berfikir.
" Duhhh gimana nihh, didalam kan nggak ada orang, Kalau Abi tau pasti marah " batin Adifa.
" Aku nggak bakalan apa-apain kamu kok " kata Lutfi seakan tau kekawatiran gadis didepannya.
" Okee " kata Adifa sambil membuka pintunya mempersilahkan Lutfi untuk masuk.
__ADS_1
Namun baru saja Lutfi mendudukkan dirinya diatas kursi, Daff tiba-tiba masuk dan menatap tajam kedua orang itu, sehingga membuat Adifa maupun Lutfi kaget dan langsung berdiri.
" Apa yang kalian lakukan ? " kata Daff penuh penekanan.
" JAWAB !!! " bentak Daff, sehingga membuat Adifa tersentak kaget.
" Sa...saya hanya ingin memberi tahu anda bahwa kami memiliki hubungan " kata Lutfi gugup sambil menggenggam tangan Adifa, sehingga membuat Adifa kaget dengan tindakan Lutfi.
Daff yang melihat tersebut langsung menarik tangan Adifa, sehingga membuat genggaman keduanya terlepas.
" Jaga tangan kamu !!! " kata Daff sambil menatap tajam Lutfi.
" Ck !! lelaki tua seperti anda seharusnya tau diri kalau Adifa nggak pantas buat anda " kata Lutfi, sehingga membuat Daff tidak bisa lagi menahan emosinya dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Lutfi dan menyebabkan ujung bibir Lutfi mengeluarkan darah.
" Om udahhh " kata Adifa yang langsung menahan tangan Daff saat Daff kembali melayangkan tangannya kearah Lutfi, sehingga membuat Daff mengalihkan pandangannya kearah Adifa dan menatap tajam gadis tersebut. Hal itu membuat Adifa langsung melepaskan tangannya dari lengan Daff.
" KELUAR !!! " kata Daff pada Lutfi.
" Satu hal yang harus anda tau kalau Adifa tengah mengandung anak saya, jadi saya harap lepaskan dia " kata Lutfi, sehingga membuat Adifa kaget.
" Apa kamu lupa malam panjang kita waktu itu sayang ? " kata Lutfi dengan wajah yang menjijikkan.
Baru saja Adifa ingin menimpali ucapan Lutfi, namun terpotong oleh ucapan Daff.
" CUKUP !!!! " bentak Daff sambil beralih menatap Lutfi.
" KAMU KELUAR SEKARANG !!!! " kata Daff sambil menarik tangan Lutfi keluar dari rumahnya kemudian menutup pintu dengan keras, sehingga membuat Adifa kaget.
" Om " lirih Adifa, namun Daff melewatinya begitu saja tanpa melirik sedikitpun kearah Adifa, sehingga membuat Adifa segerah menyusul Daff ke kamar.
" Om " panggil Adifa saat memasuki kamar, namun tak mendapat tanggapan apapun dari Daff.
__ADS_1
" Apa suara aku kekecilan ? " batin Adifa sambil berjalan kearah Daff dan mendudukkan dirinya disamping Daff.
Difa kembali terdiam dan menatap lekat wajah suaminya, dari samping bisa terlihat dengan jelas rahang kokoh milik laki-laki itu.
Adifa jarang memperhatikan Daff, sebelumnya dirinya tidak pernah melihat ekspresi marah milik suaminya itu, melihat kemarahan Daff tadi membuat Adifa benar-benar bungkam. Ia seperti melihat orang lain di dalam laki-laki itu.
" Om, maaf " cicit Adifa berkaca-kaca sambil memegang lengan Daff, namun langsung di tepis oleh Daff.
" Berapa kali saya harus bilang Adifa !! saya ini bukan Om kamu ! " bentak Daff, sehingga membuat air mata Difa keluar begitu saja.
Mendengar isakan kecil dari Difa, membuat Daff beralih menatap kearah Difa, sehingga pandangan keduanya bertemu.
" Yang dikatakan Lutfi nggak bener Om, Difa nggak pernah hiks..." kata Adifa yang tak bisa melanjutkan kata-katanya.
" Maaf hiks...hikss " lirih Adifa, namun belum mendapat tanggapan apapun dari Daff.
" Ustadz maaf " kata Difa sekali lagi.
Karena tidak mendapat tanggapan apapun dari Daff, membuat Adifa langsung menghapus air matanya dan menarik nafasnya dalam.
" Ini semua juga salah Ustadz " kata Adifa terhenti, sehingga membuat Daff kembali menatap Adifa.
" Iyaaa ini semua salah Ustadz, kenapa Ustadz nggak nelpon Difa kemarin ? kenapa Ustadz nggak ngabarin Difa sama sekali ? waktu nunggu telepon dari Ustadz tiba-tiba Lutfi nelepon, katanya dia punya cara supaya aku bisa lepas dari Ustadz, karena Ustadz nggak hubungin Difa, jadi Difa terima tawaran Lutfi " kata Difa, sehingga membuat Daff kaget.
" Tapi aku nggak tau cara Lutfi ternyata seperti tadi. Ustadz Difa bener-bener nggak ada apa-apa sama Lutfi hikss..hikss jangan diemin Difa hikss..hikss. Difa nggak hamil Uatadz hikss...hikss " lanjut Adifa.
" Saya tau " kata Daff datar.
" Ustadz percaya ? " tanya Difa sambil menatap Daff.
" Mana mungkin kamu hamil, sementara kamu lagi haid. Saya tidak bodoh Adifa " kata Daff yang masih terdengar datar, sehingga membuat Adifa sedikit lega.
__ADS_1
" Makasih karena sudah percaya " kata Difa yang kembali memeggang lengan Daff, namun lagi-lagi langsung di tepis oleh Daff.
" Pernikahan bukan hal main-main Adifa !! tapi kalau memang kamu ingin lepas dari saya silahkan bicara sama Abi " kata Daff datar sambil berlalu ke kamar mandi.