
" AKU CEMBURU MUHAMMAD AL-KHADAFI ! AKU CEMBURU " kata Difa sedikit berteriak, kemudian menyandarkan dirinya di sandaran mobil. Difa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Sakit Om, hati aku sakit !! nggak tau kenapa aku nggak suka kalau ada orang yang suka sama Om. Apalagi orang itu jauh lebih cantik dari aku " kata Difa yang masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Om nggak suka kan sama dia ? " tanya Adifa yang pipinya sudah dibanjiri air mata sambil menatap Daff, sehingga membuat Daff langsung menarik Adifa kedalam pelukannya.
" Om jawab !! " kata Adifa sambil mendongak menatap Daff, sehingga membuat Daff menatap wajah istrinya tanpa melepas pelukannya.
" Yaa pasti sukalah, orang cantik banget " kata Adifa sambil melepaskan pelukannya dari Daff, namun langsung ditahan oleh Daff.
" Kamu lebih cantik " kata Daff.
" Kamu cantik banget, sampai rasanya aku nggak rela orang-orang liat kecantikan kamu " kata Daff sambil menatap lembut kearah istrinya.
Difa yang mendengar ucapan Daff, tiba-tiba pipinya memerah, matanya berusahah untuk tidak membalas tatapa suaminya dan berusahah untuk menahan senyumnya.
" Kata Dilan cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri. Masa Istrinya Al-Khadafi tidak percaya diri sih ? Kamu itu cantik Difa " kata Daff sambil membenarkan jilbab istrinya, kemudian mengecup kening Adifa.
" Aku sayang Om " kata Difa sambil memeluk Daff, sehingga membuat Daff kaget dengan penuturan Difa yang tiba-tiba.
" Lebih sayang saya atau Lutfi ? " goda Daff, sehingga membuat Adifa mendongak menatapnya.
" Om Khadafi, Lutfi nggak ada apa-apanya dibanding Om " kata Adifa sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daff.
" Saya lebih sayang kamu Difa " kata Daff sambil membalas pelukan Adifa.
" Om jangan tinggalin aku yaa " Kata Difa dengan mata berkaca-kaca.
" Heyyy, kok ngomong gitu ? " kata Daff sambil mengangkat dagu Difa.
" Gak papa, aku nggak mau Om ninggalin aku " kata Difa, sehingga membuat Daff mengangguk.
__ADS_1
" Saya nggak bakal ninggalin kamu Difa " kata Daff sambil tersenyum menatap Difa.
*******
Malam harinya setelah Daff pulang dari masjid, dirinya kaget ketika melihat Adifa meringkuk kesakitan sambil memegangi perutnya.
" Astagfirullah, Adifa kamu kenapa ? " tanya Daff yang langsung menghampiri Adifa.
" Shhhh perutku sakit Om " kata Adifa sambil meringis kesakitan.
" Kamu ada penyakit magh ? apa belum makan ? " tanya Daff khawatir, sehingga membuat Adifa menggelengkan kepalanya.
" Terus kenapa sakit ? kamu salah makan ? " tanya Daff.
" Aku lagi haid Om " kata Adifa, sehingga membuat Daff mengangguk, Kepanikannya sedikit berkurang.
" Sakit banget yaa ? " kata Daff sambil mengelus perut Adifa, sehingga membuat Difa mengangguk.
" Duhhh jangan bikin saya panik dong Dif, saya nggak tau harus ngapain " kata Daff bingung, namun tetap setia mengelus perut rata istrinya.
" Mau dibeliin apa biar perutnya enakan ? " tanya Daff.
" Nggak mau apa-apaaa " rengek Difa.
" Yaa sudah biar saya bacakan mantra " kata Daff tiba-tiba sambil menyentuh dahi Difa sambil memejamkan mata, mulutnya berkomat-kamit tidak jelas membuat Difa langsung terdiam.
" Om kok kayak dukun sih ? " kata Difa tiba-tiba.
" Dulu sempat sih" kata Daff sambil terkekeh, sehingga membuat Difa menatap suaminya aneh.
" Saya tau saya tampan, tapi jangan liat saya seperti itu , nanti kamu tidak bisa tidur karena terbayang wajah tampan saya " kata Daff percaya diri, sehingga membuat Difa langsung memutar kedua bola matanya malas. Kenapa suaminya ini pede sekali ?
__ADS_1
" Iya, iya. Tampan sekali " akui Difa dengan mengubah tidurnya menjadi telentang sambil memandang langit-langit kamarnya.
Daff tersenyum tipis melihat wajah istrinya. Daff akui bahwa wajah istrinya ini begitu menggemaskan.
" Kamu juga cantik. Sangat cantik " bisik Daff tepat ditelinga Difa, kemudian ikut berbaring disamping istrinya.
" Apaansih bikin orang malu ajaa " kata Difa sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daff.
" Om " panggil Difa yang hanya dijawab deheman oleh Daff.
" Jangan terlalu dekat dengan santri Om yang tadi pagi itu " Kata Difa, sehingga membuat Daff berhenti mengelus rambut panjang istrinya.
" Saya selalu menjaga jarak dengan mereka Adifa " kata Daff.
" Tapi dengan satu itu jaga jaraknya di double yaa, aku nggak suka sama dia " kata Difa.
" Kita nggak boleh menilai orang seperti itu Difa " kata Daff.
" Issshhh nggak gitu, aku cuman nggak mau kamu akrab sama santriwati kamu itu. Janji yaa " kata Difa, namun tak ada tanggapan apapun dari Daff, sehingga membuat Adifa melepaskan pelukannya dari Daff dengan kasar lalu ingin beranjak dari ranjang.
" Heyyy mau kemana ? " kata Daff panik sambil menarik lengan Daff.
" Kamu nggak janji sama aku, aku mau pulang kerumah Abi aja " kata Adifa kesal.
.
" Oke, okeee. Aku janji, jangan pergi yaaa " kata Daff sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
" Janji yaa ? " kata Difa sambil mendongak menatap wajah tampan suaminya.
" Janji " kata Daff sambil mengecup dahi Difa lembut.
__ADS_1
" Ternyata benar kata Papa, wanita PMS ituu singa betina yang menjelma menjadi perempuan " batin Daff.