Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 9


__ADS_3

" AKU CEMBURU MUHAMMAD AL-KHADAFI ! AKU CEMBURU " kata Difa sedikit berteriak, kemudian menyandarkan dirinya di sandaran mobil. Difa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Sakit Om, hati aku sakit !! nggak tau kenapa aku nggak suka kalau ada orang yang suka sama Om. Apalagi orang itu jauh lebih cantik dari aku " kata Difa yang masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Om nggak suka kan sama dia ? " tanya Adifa yang pipinya sudah dibanjiri air mata sambil menatap Daff, sehingga membuat Daff langsung menarik Adifa kedalam pelukannya.


" Om jawab !! " kata Adifa sambil mendongak menatap Daff, sehingga membuat Daff menatap wajah istrinya tanpa melepas pelukannya.


" Yaa pasti sukalah, orang cantik banget " kata Adifa sambil melepaskan pelukannya dari Daff, namun langsung ditahan oleh Daff.


" Kamu lebih cantik " kata Daff.


" Kamu cantik banget, sampai rasanya aku nggak rela orang-orang liat kecantikan kamu " kata Daff sambil menatap lembut kearah istrinya.


Difa yang mendengar ucapan Daff, tiba-tiba pipinya memerah, matanya berusahah untuk tidak membalas tatapa suaminya dan berusahah untuk menahan senyumnya.


" Kata Dilan cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri. Masa Istrinya Al-Khadafi tidak percaya diri sih ? Kamu itu cantik Difa " kata Daff sambil membenarkan jilbab istrinya, kemudian mengecup kening Adifa.


" Aku sayang Om " kata Difa sambil memeluk Daff, sehingga membuat Daff kaget dengan penuturan Difa yang tiba-tiba.


" Lebih sayang saya atau Lutfi ? " goda Daff, sehingga membuat Adifa mendongak menatapnya.


" Om Khadafi, Lutfi nggak ada apa-apanya dibanding Om " kata Adifa sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daff.


" Saya lebih sayang kamu Difa " kata Daff sambil membalas pelukan Adifa.


" Om jangan tinggalin aku yaa " Kata Difa dengan mata berkaca-kaca.


" Heyyy, kok ngomong gitu ? " kata Daff sambil mengangkat dagu Difa.


" Gak papa, aku nggak mau Om ninggalin aku " kata Difa, sehingga membuat Daff mengangguk.

__ADS_1


" Saya nggak bakal ninggalin kamu Difa " kata Daff sambil tersenyum menatap Difa.


*******


Malam harinya setelah Daff pulang dari masjid, dirinya kaget ketika melihat Adifa meringkuk kesakitan sambil memegangi perutnya.


" Astagfirullah, Adifa kamu kenapa ? " tanya Daff yang langsung menghampiri Adifa.


" Shhhh perutku sakit Om " kata Adifa sambil meringis kesakitan.


" Kamu ada penyakit magh ? apa belum makan ? " tanya Daff khawatir, sehingga membuat Adifa menggelengkan kepalanya.


" Terus kenapa sakit ? kamu salah makan ? " tanya Daff.


" Aku lagi haid Om " kata Adifa, sehingga membuat Daff mengangguk, Kepanikannya sedikit berkurang.


" Sakit banget yaa ? " kata Daff sambil mengelus perut Adifa, sehingga membuat Difa mengangguk.


" Duhhh jangan bikin saya panik dong Dif, saya nggak tau harus ngapain " kata Daff bingung, namun tetap setia mengelus perut rata istrinya.


" Mau dibeliin apa biar perutnya enakan ? " tanya Daff.


" Nggak mau apa-apaaa " rengek Difa.


" Yaa sudah biar saya bacakan mantra " kata Daff tiba-tiba sambil menyentuh dahi Difa sambil memejamkan mata, mulutnya berkomat-kamit tidak jelas membuat Difa langsung terdiam.


" Om kok kayak dukun sih ? " kata Difa tiba-tiba.


" Dulu sempat sih" kata Daff sambil terkekeh, sehingga membuat Difa menatap suaminya aneh.


" Saya tau saya tampan, tapi jangan liat saya seperti itu , nanti kamu tidak bisa tidur karena terbayang wajah tampan saya " kata Daff percaya diri, sehingga membuat Difa langsung memutar kedua bola matanya malas. Kenapa suaminya ini pede sekali ?

__ADS_1


" Iya, iya. Tampan sekali " akui Difa dengan mengubah tidurnya menjadi telentang sambil memandang langit-langit kamarnya.


Daff tersenyum tipis melihat wajah istrinya. Daff akui bahwa wajah istrinya ini begitu menggemaskan.


" Kamu juga cantik. Sangat cantik " bisik Daff tepat ditelinga Difa, kemudian ikut berbaring disamping istrinya.


" Apaansih bikin orang malu ajaa " kata Difa sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daff.


" Om " panggil Difa yang hanya dijawab deheman oleh Daff.


" Jangan terlalu dekat dengan santri Om yang tadi pagi itu " Kata Difa, sehingga membuat Daff berhenti mengelus rambut panjang istrinya.


" Saya selalu menjaga jarak dengan mereka Adifa " kata Daff.


" Tapi dengan satu itu jaga jaraknya di double yaa, aku nggak suka sama dia " kata Difa.


" Kita nggak boleh menilai orang seperti itu Difa " kata Daff.


" Issshhh nggak gitu, aku cuman nggak mau kamu akrab sama santriwati kamu itu. Janji yaa " kata Difa, namun tak ada tanggapan apapun dari Daff, sehingga membuat Adifa melepaskan pelukannya dari Daff dengan kasar lalu ingin beranjak dari ranjang.


" Heyyy mau kemana ? " kata Daff panik sambil menarik lengan Daff.


" Kamu nggak janji sama aku, aku mau pulang kerumah Abi aja " kata Adifa kesal.


.


" Oke, okeee. Aku janji, jangan pergi yaaa " kata Daff sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


" Janji yaa ? " kata Difa sambil mendongak menatap wajah tampan suaminya.


" Janji " kata Daff sambil mengecup dahi Difa lembut.

__ADS_1


" Ternyata benar kata Papa, wanita PMS ituu singa betina yang menjelma menjadi perempuan " batin Daff.


__ADS_2