Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 18


__ADS_3

" Mas, aku ini lagi kesel malah dianiaya " kata Difa sambil mengusap jidatnya.


" Dianiaya elahh bahasamu Dif, orang nih jari cuman nempel " timpal Daff.


" Ahhh bodoamat, mending aku tidur " kata Difa yang langsung memejamkan matanya.


" Oiyaaa Mas, cara kamu bicara ke Papa Afkar itu nggak sopan tau ihh " kata Difa saat Daff mulai menjalankan mobilnya.


" Itu cuman saya lakukan kalau hanya sama keluarga Dif " kata Daff.


" Tetep nggak sopan Mas, kamu kan Ustadz " timpal Difa.


" Saya sangat menghormati Papa sebagai orang tua saya Adifa, dan bagi orang yang belum terlalu mengenal kami mungkin mereka akan mengira bahwa saya anak yang kurang ajar ke Papa makanya saya hanya akan berbicara santai seperti itu jika hanya dalam lingkup keluarga dekat. Waktu pulang dari Mesir saya juga sudah mulai merubah cara bicara saya, tapi Papa malah marah katanya saya seperti bukan putranya sendiri " kata Daff yang diangguki oleh Adifa.


" Papa tuhh beda sama yang lain yaa " kata Difa.


" Hmmm Papa Afkar itu cuman ada satu di dunia " kata Daff bangga.


" Oiyyyaa Dif, kamu itu beruntung banget yaa punya saya " celetuk Daff.


" Biasanya orang-orang tuh ngomongnya aku beruntung banget dehh punya kamu, lahh ini malah menyombongkan diri sendiri " kata Difa jengah.


" Dengerin yaa !! cowok itu nggak harus ganteng, tapi saya ganteng. Cowok nggak harus bisa masak, tapi saya bisa masak. Cowok nggak harus humoris, tapi saya humoris. Cowok nggak harus perhatian, tapi saya perhatian. Cowok nggak harus sholeh, ehhhh menurut saya harus sihh. Oiyyaaa satu lagi, cowok nggak harus saya, tapi kamu dapatnya malah saya, dijadiin suami pula tuhh " kata Daff.


" Bumi ini terdiri dari 204 negara, 6 benua, 6 miliar manusia, dan kamu bisa dapetin saya. Masya Allah sekali hidupmu Dif. Pokoknya keberuntungan sangat memihak ke kamu " timpal Daff.


" Kok kamu diem aja ? " tanya Daff sambil melirik Difa.


" Terus aku harus apa ? salto ? " kata Difa kesal.

__ADS_1


" Bikin dedek bayi, biar enak " kata Daff, sehingga membuat Difa langsung menatap tajam kearah Daff.


" Mas !!! "


" Ya lagian kamu diem aja, sejak kapan kamu jadi anaknya Limbad " kata Daff.


" Jujur itu nggak lucu, lagian kan kesempurnaan hanya milik Allah " ketus Difa.


" Oke-okee " kata Daff sambil membungkam mulutnya.


Setelah memarkirkan mobilnya Daff maupun Difa langsung turun dari mobil, namun baru saja Daff ingin melangkahkan kakinya ponselnya tiba-tiba bergetar pertanda ada pesan masuk.


" Siapa ? " tanya Difa penasaran.


" Ahhh bukan apa-apa " kata Daff yang langsung mengantongi ponselnya.


" Ohhh " kata Difa yang langsung mendahului Daff masuk kedalam rumah, sehingga membuat Daff langsung menyusul Difa masuk kedalam kamar.


" Kenapa sayang ? " tanya Difa penasaran.


" Nggak papa sayang " balas Daff, sehingga membuat Adifa merona.


" Acieeee pipinya merah cieee hahaha " ejek Daff, sehingga membuat Adifa kesal.


" Ihhhhh Mas Khadafi !!! " kata Difa sambil melemparkan bantal kearah Daff, sehingga membuat Daff segerah menghindar.


" Dosa lohh kayak gitu sama suami " kata Daff.


" Makanya jangan bikin Difa kesell " kata Difa.

__ADS_1


" Saya suka liat muka kesel kamu, imut imut gimana gitu kayak sapi " kata Daff.


" Maaaasssssss " teriak Adifa menggelegar.


" Kenapa sayang ? " tanya Daff sambil mendekati Difa dengan mata mengerling menggoda istrinya yang tengah merajuk.


" Malam ini tidur di luar !! " kata Difa kesal.


" Nggak mau, jangan dong sayang. Maafin yah ya ya. Bercanda, kamu cantik kok biarpun lagi marah-marah kayak gini " kata Daff sambil ikut berbaring disamping Difa.


" Bodo amat " kata Difa yang terlanjur kesal, kemudian merubah posisinya memunggungi Daff.


" Yahhh ngambek beneran " kata Daff yang langsung menggeser badannya dan memeluk pinggang ramping Difa dengan sangat kencang. Daff terus mendusel-dusel wajahnya di lehar Difa, sehingga membuat Difa benar-benar tidak nyaman.


" Mas jangan kenceng-kenceng peluknya ihhh " kata Difa sambil meronta dipelukan Daff.


" Jangan ngambek " kata Daff yang semakin mengeratkan pelukannya.


" Yaa awas ihhh kamunya aku nggak bisa nafas Mas !! " kata Adifa, sehingga membuat Daff langsung membalikkan badan Difa dan terlihat wajah kesalnya yang sedang menahan amarah karena ulahnya.


" Mas aku pengen tidur jangan di ganggu terus dong " kata Difa dengan mata yang sudah menyipit menandakan bahwa dirinya benar-benar mengantuk.


" Yaa jangan dipunggungi dong suaminya, dosa tau, dipeluk kek " kata Daff sambil membuka hijab yang dikenakan Difa, kemudian Daff menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya.


" Yaa Mas jangan bikin kesel makanya " kata Daff.


" Iya dehhh maaf, nggak lagi " kata Daff sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V lalu mengecup gemas pipi istrinya.


" Hmm yaudah aku mau tidur " kata Difa yang mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara keduanya. Difa yang benar-benar mengantuk siang itu langsung tertidur dengan memeluk Daff, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Sedangkan Daff memeluk erat pinggang ramping istrinya, mengecup lembut puncak kepala Difa sebelum menyusul sang istri kealam mimpi sambil meletakkan dagunya di puncak kepala istrinya.


__ADS_2