Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 23


__ADS_3

" Wahhh harus di turutin ituu, Papa nggak mau yaa cucu Papa ileran. Ayoo Papa antar pulang " kata Afkar yang diangguki oleh Daff.


" Okedehhh, ehhh bentar Papa ijin dulu sama pujaan hati Papa " kata Afkar sambil mengirimkan pesan singkat pada Ila.


" Alay bener nih bapak - bapak " kata Afkar sambil terkekeh.


" Iri bilang bosss, Ehhh tapi sebelum itu kita mending balik kerumah Daff, liat baju kamu yang masih berlumuran darah bisa-bisa Difa shock. Sekalian ku jujur ke Mama kamu " timpal Afkar yang tak terbantahkan, sehingga membuat Daff mau tak mau harus mengiyakan keinginan Afkar.


" Sebaiknya hubungi Difa, bilang kamu agak terlambat " timpal Afkar.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mobil Afkar sudah terparkir rapi dihalaman rumahnya.


" Ayo " kata Afkar sambil menoleh kearah Afkar.


" Apa gak bisa ditunda dulu Pa ? Kasian Mama " kata Daff.


" Daff kamu mau buat Mama kamu tambah kecewa ? Mama pasti sedih tapi lebih sedih lagi jika kami sebagai orang tua tidak tau apa-apa " kata Afkar tegas.


" Tapi " kata Daff terpotong oleh ucapan Afkar.


" Nggak ada tapi-tapian Daff " kata Afkar yang langsung turu dari mobi, sehingga membuat Daff langsung menyusul Afkar pasrah.


Tepat saat Ila membuka pintu, Ila langsung terperanjat ketika melihat darah dibaju Afkar dan juga Daff.


" Astagfirullah, apa yg terjadi ? Kalian Papa sam Daff kecelakaan ? " kata Ila berkaca-kaca sambil memeriksa keadaan Afkar dan Daff secara bergantian.


" Heiiii tenang yaaa, kita nggak papa sayang " kata Afkar yang langsung memegang bahu Ila.


" Nggak papa gimana ? trus ini darah apa ? " kata Ila panik.


" Kita masuk dulu ya, biar Daff yang jelasin " kata Afkar yang langsung menarik istrinya masuk dan diikuti oleg Daff yang dari tadi hanya terdiam.


" Jadi apa yang sebenarnya terjadi ? " kata Ila khawatir sambil memandang keduanya secara bergantian.


Melihat Daff yang masih saja diam, Afkar menghembuskan nafasnya kasar sambil memberikan amplop hasil pemeriksaan Daff ke Ila.


" Ini apa Pa ? Kata Ila sambil menerima amplop itu dengan tangan yang bergetar.


" Surat medis ? " kata Ila ketika melihat logo rumah sakit dalam amplop tersebut.


" Buka aja Sayang " kata Afkar sambil berpi dah posisi kesamping istrinya.


Saat Ila membuka amplop tersebut dan membacanya Ila tidak dapat lagi menahan air matanya sambil menatap Daff yang sedafi tafi diam.


" Kalian mau prank Mama ? " kata Ila dengan air mata yang terus mengalir.


" Maafin Daff Ma " kata Daff sambil menunduk.


" Mama nggak butuh maaf kamu Daff, yang Mama butuh kamu bilang ini nggak bener. Ayolahh kalian jangan bercanda ini nggak lucu sama sekali " kata Ila.

__ADS_1


" Pa, ini nggak bener kan ? " kata Ila beralih menatap suaminya, sehingga membuat Afkar menggeleng.


" Papa juga baru tau tadi Ma, saat papa nggak sengaja liat Daff muntah darah dan Papa langsung bawa ke rumah sakit, dan itulah hasilnya " kata Afkar.


" Mama nggak usah khawatir, Daff pasti sembuh kok. Dulu aja Daff bisa lewatin semuamya masa kali ini nggak bisa " timpal Afkar.


" Kali ini ? Maksud Papa apa ? " kata Ila.


" Sebenarnya anak ini sudah mengidap leukimia satu tahun yang lalu pas masih d Kairo tanpa sepengetahuan kita Ma dan waktu itu sudah dinyatakan sembuh tapi sel kankernya muncul kembali " kata Afkar, sehingga membuat Ila langsung menatap putranya.


" Maafin Daff mah " kata Daff tak sanggup menatap Ila.


" Daff kamu udah nggak anggap Mama ? " kata Ila dengan suara yang nergetar.


" Nggak gitu Ma, Daff cuman nggak mau Mama khawatir " kata Daff yang langsung menggenggam tangan Ila yamg langsung ditepis oleh Ila.


" Mama ngerasa nggak berguna buat kamu Daff, Mama lecewa sama kamu " kata Ila yang langsung berdiri, namun saat ingin berjalan tiba-tiba Ila langsung tak sadrkan diri.


" Mama !!! " kata Daff, sehingga membuat Afkar langsung menahan tubuh istrinya dan langsung membawanya ke kamar yang diikuti oleh Daff.


" Daff tolong ambil minyak kayu putih di lavi itu Nak " kata Afkar sehingga membuat Daff langsung memberikannya pada Afkar dan beralih menggenggam tangan Ila.


" engghhh "


" Ma " kata Daff ketika mendengar suara Ila.


Ila yang melihat Daff menggenggam tangannya langsung menariknya kembali dan membuang muka.


" Pergi Daff !!! " kata Ila yang masih terus memalingkan wajahnya dari Daff sambil memghapus air matanya.


" Ma jangan kayak gini kasian Daff " kata Afkar duduk disamping kiri Ila.


" Dia udah nggak nganggap kita orang tuanya Pa, jadi biarkan dia pergi buktinya dia bisa sembuh tanpa melibatkan kita " kata Ila, sehingga membuat Daff langsung beralih mencium kedua kaki Ila.


" Hiksss maafin Daff hiks Mama maafin Daff. Daff tetap anak Mama Ila hiks Daff salah Maa hiks maafin Daff " kata Daff sambil terus mencium kedua kaki Ila, sehingga membuat Ila terbangun dan langsung menarik Daff kepelukannya.


" Hikss kamu jahat banget sama Mama, Mama kecewa sama pola pikir kamu Daff, tapi semua itu tertutupi karena Mama lebih sayang sama kamu hiksss " kata Ila sesegukan.


" Maafin Daff Ma hiks "


Afkar yang melihat hal tersebut tak kuasa menahan tangisnya, hatinya sama hancurnya dengan sang istri tapi dia berusaha kuat.


" Kamu harus sembuh, kamu nggak boleh tinggalin Mama ya sayang " kata Ila sambil menangkup kedua pipi Daff.


" Daff pasti sembuh Ma, pasti " kata Daff sambil menghapus air mata Ila yang tidak berhenti keluar.


" Difa udah tau ? " tanya Ila, sehingga membuat Daff menggeleng lemah.


" Difa lagi hamil Ma, Daff takut akan berpengaruh ke janinnya " kata Daff, sehingga membuat Ila mengangguk mengerti.

__ADS_1


" Jangan ada lagi yang Daff sembunyikan dari Mama ya sayang, kalau sampai Mama tau Mama bakal marah banget sama kamu " kata Ila, sehingga membuat Daff mengangguk.


" Kita lewati sama-sama ya sayang " kata Ila


" Makasih Maaa " kata Daff yang langsung memeluk Ila.


" Khemm, Daff lu nggak balik brooo " kata Afkar.


" Papa ngusir anak Mama ? " kata Ila sambil menatap tajam suaminya.


" Ehhhh nggak gitu Ma, tuh si mantu tadi nelpon katanya ngidam " kata Afkar.


" Astagfirullah, Daff hampir lupa " kata Daff panik.


" Mama, Daff pamit ya " kata Daff beralih menatap Ila.


" Kamu disini aja ya sayang sama Mama, biar Difa dijemput Papa. Kamu tinggal sama Mama ya Nak " kata Ila khawatir.


" Mamaku sayang Daff nggak papa, lihat ini anakmu masih seger kalau Daff kenapa-napa pasti sudah dirawat inap " kata Daff.


" Tap " kata Ila terpotong oleh ucapan Daff.


" Maa tiap hari kan Daff kesini, ngajar di pesantren juga. Mama bisa pantau kondisi Daff tiap hari " kata Daff.


" Hufffttt, tapi pulangnya diantar Papa. Nggak ada penolakan " kata Ila yang langsung diangguki oleh Daff.


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit kini mobil Afkar sudah terparkir dihalaman rumah Daff.


" Udah sana keluar, Papa langsung pulang aja ogah banget kalau Difa tiba-tiba minta Papa juga jadi badut " kata Afkar bergidik ngeri.


" Yaudah Papa hati-hati ya baliknya " kata Xaff sambil menghembuskan nafasnya pelan.


" Jangan kecapean Daff, Papa nggak mau kamu kenapa-napa Boy " kata Afkar sambil menatap Putranya penuh arti.


" Daff nggak papa Pah, Papa nggak usah khawatir Daff pasti sembuh " kata Daff walaupun dirinya sendiri tidak yakin.


" Hufffttt, kalau ada apa-apa hibungin Papa ye Jaenuddin " kata Afkar yang membuat Daff terkekeh mendengar panggilan sayang dari Papahnya itu.


" Siap Pa, Assalalamualaikum " kata Daff sambil menyalimi tangan Afkar sambil turun dadi mobil milik Afkar.


" Walaikumsalam "


Ketika mobil Afkar sudah mulai menjauh, baru Daff baerjalan masuk menuju rumahnya.

__ADS_1


Huhuhu masih ada yang nungguin kelanjutannya gak nih ? Wkwkwk sorry ya guys akhir-akhir ini memang gk sempat buka apk ini. Kalaut viewersnya memang masih ada Author bakal lanju sampai selesai..


__ADS_2