Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 5


__ADS_3

" Ikhlas nggak nih ? " tanya Daff lagi.


" Ikhlas " kata Adifa kesal.


" Ikhlas kok mukanya kayak gitu " kata Daff.


" Ikhlas Ustadz Al-Khadafi " kata Adifa sambil memaksakan senyumnya.


" Ikhlas itu mudah diucapkan, namun sulit buat dilakukan " kata Daff.


" Ustadz nyindir aku ? " tanya Adifa kesal.


" Aku nggak nyindir siapa-siapa, emangnya kamu merasa kesindir dengan ucapan saya ? " kata Daff santai.


" Nyebelin " gumam Adifa kesal.


" Kalau nggak merasa nggak usah kesal gitu dong " kata Daff sambil menyendokkan nasi goreng tersebut ke mulutnya.


" Oiyyaa hari ini saya ada jadwal ngajar, ka..." kata Daff terpotong oleh ucapan Adifa.


" Terus aku ditinggal ? " tanya Adifa.


" Kenapa ? nggak mau ditinggal yaa ? " goda Daff sambil menaik turunkan alisnya.


" Issshhh terserah, yaudah pergi aja sanaaa " kata Adifa kesal sambil berjalan kearah kamar meninggalkan Daff.


" Dasar ABG baru digituin udah ngambek " gumam Daff menyelesaikan makannya kemudian menyusul Adifa.


" Assalamualaikum " kata Daff sambil masuk kedalam kamar, namun tak mendapat jawaban apapun dari Adifa.


" Khemm sesungguhnya orang yang paling pelit itu adalah orang yang ketika mendengar salam namun tidak dijawab dan " kata Daff terhenti karena Adifa langsung menjawab salamnya.


" Walaikumsalam " kata Adifa sedikit judes.


Melihat ekspresi Adifa, Daff langsung berjalan menghampiri Adifa, kemudian mengadahkan tangannya dibawah wajah Adifa seperti sedang menampung sesuatu.


" Ngapain sih ? " kesal Adifa.


" Saya sedang menampung kecantikan istri saya yang sedang berjatuhan. Kata orang, kalau pagi-pagi udah marah-marah ntar cantiknya luntur. Daripada lunturnya kebuang percuma mending saya tampung " kata Daff santai, kemudian seolah memasukkan sesuatu kedalam saku kemejanya.


" Hmmm karena marah-marah cantik kamu jadi berkurang 25% " kata Daff serius.


" Masa sihh ? " tanya Adifa polos.


" Ngaca aja kalau nggak percaya " kata Daff, sehingga membuat Adifa buru-buru berjalan kearah meja rias.

__ADS_1


" Tuhhh bagian pipinya kayak ada kerutan tuhh, sebenarnya umur kamu berapa sih ? " kata Daff sambil memperhatikan Adifa.


" 18 tahun " kata Adifa.


" Hahhh 18 tahun ? sekarang malah keliatan 25 tahun lohh. ihhh ngeri juga yaaa kalau pagi-pagi udah marah-marah " kata Daff pura-pura kaget, sehingga membuat Adifa berlari kearah Daff sambil merogoh saku kemeja Daff seolah mengambil sesuatu, kamudian segerah mengusapkan ke wajahnya.


" Gimana udah balik lagi kan ? " tanya Adifa cemas.


" Coba sini saya liat dulu " kata Daff sambil memegang kedua pipi Adifa seolah memeriksa sesuatu.


" Kayakanya belum sepenuhnya balik dehh " kata Daff.


" Terus gimana ? " tanya Adifa panik.


" Bentar " kata Daff sambil mendaratkan kecupan singkat di bibir Adifa, sehingga membuat tubuh Adifa seketika menegang.


" Nahh udah balik lagi, malahan cantiknya nambah 50% sekarang " kata Daff sambil merapikan jilbab Adifa.


" Ustadz ngapain ? " tanya Adifa sambil menyentuh bibirnya.


" Menambah kecantikan kamu " kata Daff santai.


" Emang iyaa ? " kata Adifa, sehingga membuat Daff mengangguk yakin.


" Udahhh ahhh keburu siang, kamu ikut aku yaa " kata Daff berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Jawab dulu, Ustadz bohong kan ? " tanya Adifa lagi.


" Yaudah yukk nanti kamu bisa ngobrol sama Mama dirumah " kata Daff sambil menarik tangan Adifa.


" Dasar Ustadz mesum " cibir Adifa.


" Mesum dari mananya ? kamu kan istri saya. Bahkan saya boleh melakukan yang lebih dari itu. Ohhh atau kamu udah siap ? " kata Daff sambil menghentikan langkahnya.


" Enggakk!! okeee okeee ayo kita berangkat sekarang " kata Adifa sambil berjalan mendahului Daff, sehingga membuat Daff terkekeh.


" Ihhhhhh ngeselin banget sihh!! seenak jidatnya nodain bibir aku yang masih suci ini " batin Adifa kesal.


" Silahkan " kata Daff sambil membukakan pintu mobil untuk Adifa.


" Lebay " kata Adifa kesal, namun Daff malah merasa lucu melihat ekspresi kesal istrinya.


" Kamu udah lulus sekolah kan ? " tanya Daff.


" Belum " jawab Adifa.

__ADS_1


" Loh bukannya udah lulus ya ? " tanya Daff lagi.


" Baru abis ujian, tapi belum pengunguman kelulusan " jawab Adifa yang diangguki oleh Daff.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit kini Daff sudah berada di halaman rumahnya.


" Ayo " kata Daff sambil menggandeng tangan Adifa.


" Assalamualaikum " kata Daff ketika melihat mamanya menyiram tanaman.


" Walaikumsalam "


" Nihh Daff bawain mantu Mama " kata Daff sambil menyalimi tangan Ila yang diikuti oleh Adifa.


" Masya Allah, ayo masuk " kata Ila sambil menggandeng tangan Adifa.


" Papa mana Ma ? " tanya Daff.


" Papa udah berangkat ke pesantren Daff " kata Ila.


" Ooo yaudah kalau gitu, Daff juga berangkat yaa Maaa " kata Daff sambil menyalimi tangan Ila.


" Istri nggak nganter suami kedepan ? " sindir Daff, sehingga membuat Adifa berusahah menahan kesal, sementara Ila hanya menggelengkan kepalanya.


" Ma, Difa nganter Ustadz kedepan dulu yaa " kata Difa sopan.


" Iyaa sayang " kata Ila.


" Suami pergi dulu yaa Istri " kata Daff.


" Apasihh geli banget dengernya " kata Adifa kesal.


" Teruss maunya apa ? sayang ? " kata Daff.


" Apaan banget sihh " kata Adifa sambil membalikkan badannya.


" Adifa Ashalina !! " panggil Daff ketika melihat istrinya ingin berjalan masuk.


" Apa lagi sih ? " tanya Adifa kesal.


" Kok nggak salim ? " kata Daff sambil mengulurkan tangannya kearah Adifa.


" Ishhhh ribet banget sih !!! " kesal Adifa, namun tetap melakukannya.


" Gitu dong, itu baru istrinya suami " kata Daff, dirinya tau istrinya kesal, namun justru Daff senang melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2