
" Astagfirullah Rayyan !! ini jawaban kamu nggak ada yang benar sama sekali, kamu nggak perhatikan ketika saya menjelaskan ? " kata Daff sambil menatap santri yang bernama Rayyan.
" Karena sesungguhnya, kebenaran itu hanya milik Allah, Ustadz " kata Rayyan yang sontak mengundang tawa teman sekelasnya.
" Ini juga si Ahmad, kenapa lembar jawaban kamu kosong ? " tanya Daff.
" Iya Ustadz kayak hati saya setelah di tinggalkan dia " kata santri yang bernama Ahmad dan lagi-lagi membuat teman sekelasnya tertawa.
" Cukup !! khusus buat Rayyan dan Ahmad besok pagi sebelum jam pelajaran di mulai, silahkan menghadap ke ruangan saya dan hafalkan surah Al-kahfi " kata Daff tegas.
" Bukannya di keluarin dari kelas Ustadz ? " tanya Rayyan panik.
" Iyaa biasanya Ustadz atau Ustdzah lain begitu " timpal Ahmad.
" Ooo tentu tidak, kalau saya keluarin kalian dari kelas saya, nanti kalian yang rugi. Karena tidak mendapat materi yang akan saya sampaikan hari ini " kata Daff.
" Yaudah hukum bersihin toilet atau hormat di lapangan aja Ustadz " kata Rayyan yang diangguki oleh Ahmad.
" Keputusan saya sudah bulat !! bahkan hukuman yang saya berikan itu tidak pantas untuk disebut hukuman, karena manfaatnya itu besar dan nggak akan bikin kalian rugi " kata Daff, sehingga membuat Rayyan dan Ahmad pasrah.
" Nggak lagi dehh bikin ulah kalau yang ngajar Ustadz Khadafi " gumam Rayyan.
" Sama, kirain bakal dikeluarin dari kelas sama kayak Ustadz dan Ustadzah lainnya, ehhh ternyata anak Ustadz Afkar levelnya beda " timpal Ahmad yang duduk tepat dibelakang Rayyan.
Setelah bell berbunyi Daff segerah mengakhiri kegiatannya dengan para muridnya dengan menutup pembelajaran, setelah itu dirinya memutuskan untuk keruangan Afkar.
" Assalamualaikum " kata Daff sambil membuka ruangan Afkar.
" Walaikumsalam "
" Lohh kok..." kata Daff heran ketika melihat Istri dan Mamanya juga ada disana.
__ADS_1
" Ini Mama abis ngenalin Difa kepada para pengurus pesantren kalau dia mantu Mama " kata Ila yang diangguki oleh Daff.
" Capek banget " kata Daff yang langsung duduk disamping Difa sambil menyenderkan kepalanya dibahu milik istrinya.
" Halah orang kayak kamu bisa capek juga ? " kata Afkar.
" Daff juga manusia Pah " kata Daff.
" Lahh yang bilang kamu Monyet siapa ? " timpal Afkar.
" Tuhh Papa yang bilang " kata Daff.
" Kamu ini ngelawan teruss yaa " kata Afkar.
" Papa yang mulai, lagian kalau Daff Monyet Papa juga lah, orang Daff anak Papa " kata Daff santai, sehingga membuat Afkar berdiri dari duduknya, kemudian menarik telinga anaknya.
" Mah, lihat anakmu melawan terus bisanya " adu Afkar pada Ila yang sedari tadi hanya menonton perdebatan anak dan suaminya, begitupun dengan Difa yang duduk disamping Daff.
" Dihh, beraninya ngaduh ke Mama. Papa nggak gentle " Kata Daff sambil mengusap telinganya yang memerah akibat tarikan Papanya.
" Sayang pulang yuk " ajak Daff pada Difa.
" Emang udah selesai ? " tanya Difa yang diangguki oleh Daff.
" Yaudah ayoo " kata Difa.
" Pa, Ma, Daff sama Difa balik duluan yaa. Capek banget nihh " kata Daff.
" Masa baru ngajar satu kelas udah capek ? LEMAHHH.." ejek Afkar.
" Dihh serius Pah, nggak tau belakangan ini Daff gampang banget lelahnya " kata Daff.
__ADS_1
" Yaudahh pulang sono, jangan sampai pingsan disini " kata Afkar, sehingga membuat Difa dan Daff menyalimi tangan Afkar dan Ila.
Saat berjalan di koridor pesantren, banyak sekali tatapan kagum para santriwati melihat Daff. Bahkan banyak santriwati yang secara terang-terangan memuji Ustadznya itu.
" Astagfirullah, kalian sadar dong Ustadz Khadafi udah punya istri tauu " tegur salah satu santriwati pada temannya yang terang-terangan memuji Daff.
" Apaansih, kan bisa jadi istri keduanya " kata salah satu santriwati, sehingga membuat Adifa sedikit kesal dan langsung menarik tangan Daff agar buru-buru keluar dari kawasan santriwati.
" Kenapa ? buru-buru amat " tanya Daff saat mereka sudah berada didalam mobil.
" Aku cantik nggak ? tapi para santriwati itu jauh lebih cantik " kata Difa kesal sambil memalingkan wajahnya dari Daff.
" Yang mana ? " tanya Daff heran.
" Yang tadi dipesantren !! yang muji-muji kamu. Ustadz Khadafi ganteng banget ! mau dehh jadi istri kedua !! kayak gitu !!! " kata Difa sambil menirukan gaya mereka berbicara.
" Saya nggak liat dan nggak dengar sama sekali " kata Daff.
" Ihhhh, Mas kemana aja sih ? orang jelas-jelas mereka muji-muji kamu, bahkan didepan aku lohh !! " kata Difa sambil memberenggut kesal.
" Saya nggak perhatiin Adifa, karena saya liatnya cuman kamu " kata Daff yang memang tidak mendengar kehebohan santrinya saat memuja dirinya.
" Gombal " kata Difa yang berusahah menahan senyumnya.
" Beneran sayang " kata Daff sambil tersenyum manis kearah Difa.
" Apaansih, buruan jalan !! " sungut Difa kesal.
" Dihh nggak usah nyolot dong, kamu cemburu ? " kata Daff sambil menyentil dahi Difa, sehingga membuat Difa kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
" Mas, aku ini lagi kesel malah dianiaya " kata Difa sambil mengusap jidatnya.
__ADS_1
" Dianiaya elahh bahasamu Dif, orang nih jari cuman nempel " timpal Daff.
" Ahhh bodoamat, mending aku tidur " kata Difa yang langsung memejamkan matanya.