
Ketika mobil Afkar sudah mulai menjauh, baru Daff baerjalan masuk menuju rumahnya.
Namun baru saja Daff ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka menampilkan Difa yang berdiri dengan mata sembabnya dan langsung memeluk Daff
" Heiii kenapa sayang " tanya Daff panik sambil membawa Difa masuk menuju sofa.
" Hiks.... hikss Mas Daf hiks " kata Difa sesegukan dan masih berada dipelukan Daff.
" Heii ada apa sayang ? Ada yang sakit ? " kata Daff sambil memegang kedua bahu Difa, sehingga membuat Difa menggeleng pelan.
" Hiks Difa mimpi kalau Mas bakal ninggalin Difa sama dedek bayi hiks " kata Difa sambil memeluk Daff kembali.
" Husstttt itu cuman mimpi sayang, udah yaa buktinya saya masih disini " kata Daff sambil mengusap punggung Difa.
" Mas janji kan nggak bakal ninggalin Difa " kata Difa sambil mendongak menatap Daff, sehingga membuat Daff mengangguk.
" Mas janji kan nemenin Difa lahiran nanti ? " kata Difa yang entah kenapa firasatnya mengatakan bahwa Daff akan pergi jauh meninggalkannya.
" Iya sayang, Mas janji " kata Daff walaupun dirinya sendiri merasa ragu.
" Oiyaaa, katanya tadi ngidam liat badut hmm " tanya Daff mengalibkan pembicaraan.
" Nggak jadi, hmmm tapi Difa mau ngidam yang kedua, boleh ? " kata Difa sambil menatap Daff.
" Sebut sayang, sebut " kata Daff.
" Akhir-akhir ini Difa nggak pernah posting buat instagram, makanya sekarang Difa mau posting sesuatu yang keren dan baguss gitu nggak ngebosenin " kata Difa sambil menatap Daff sambil tersenyum, sehingga membuat perasaan Daff tak karuan.
" Terus ? " tanya Daff sambil mengangkat salah satu alisnya.
" Kamu tolong ya jadi gembel di pinggir jalan, sambil bilang saya jablay. Nanti Difa rekam terus upload di instagram " kata Difa, sehingga membuat Daff melototkan matanya.
__ADS_1
" Mas bisa kan ? " kata Difa dengan puppy eyesnya.
" Sayang masa kamu tega sih, sama wajah ganteng suamimu ini. Muka speak pangeran begini mana cocok jadi gembel sayang " kata Daff.
" Bisa kok, biar Difa dandanin pasti mirip " kata Difa antusias.
" Huffftttt yaudah demi dedek bayi " kata Daff.
" Oke Difa ambil alat-alatnya dulu ya Mas " kata Difa sambil berlari menuju kamarnya.
" Jangan lari sayang " kata Daff, sehingga membuat Difa berbalik kearahnya dan tersenyum.
Saat Difa mengambil peralatan makeup nya Daff mengambil ponselnya " Oke google, olshop yang jual urat malu dimana ? Kata Daff.
" Huffftt si google katanya orang pintar tapi jawabannya malah ngaco " gumam Daff sambil meletakkan ponselnya ketika melihat Difa sudah berada didepannya disertai dengan senyum manisnya.
" Sayang ngidamnya yang lain aja ya " kata Daff.
" Ehhh nggak gitu sayang, Yaudah iya ayo lakukan Mas ikhlas kok " kata Daff pasrah.
" Yang bener ? " kata Difa yang langsung diangguki oleh Daff.
" Okee yang pertama Mas ganti pakai baju ini " kata Difa sambil memberikan Daff baju kaos yang sudah ia lubangi.
" Oke langkah selanjutnya biar tangan Difa yang beraksi " kata Difa sambil memoleskan makeup di wajah Daff.
" Wahhhhh keren mirip gembel beneran, akhirnya Difa bisa liat muka mas Daff versi jelek yeayyyyy " kata Difa sambil bertepuk tangan layaknya anak kecil.
" Ayooo Mas kita ke pinggir jalan " kata Difa yang langsung menarik tangan Daff, sehingga membuat Daff pasrah.
Namun baru saja berada di depan pintu tiba-tiba Difa menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Kenapa ? " tanya Daff heran.
" Nggak jadi dehhh, dede bayinya tiba-tiba nggak mood, Mas ganti baju lagi dehhh " kata Difa sehingga membuat Daff bernafas legah.
" Wahhhh anaknya Abi Daff perhatian bener dehh, nggak mau liat Abinya susah semoga Allah mengizinkan kita bertemu ya Nak " kata Daff sambil berjalan kembali menghampiri Difa setelah membersihkan dirinya.
" Massss " rengek Difa pada Daff.
" Iya kenapa hm ? Perutnya sakit ? " tanya Daff sambil mengelus perut Difa yang masih terlihat rata.
" Difa pengen tidur sama kerbau " kata Difa, sehingga membuat Daff menelan salivanya.
" Mulai " batin Daff.
" Tidur sama kerbau ? " tanya Daff yang langsung diangguki oleh Difa.
" Iya pengen dipeluk sambil dicium-cium " kata Difa, sehingga membuat mulut Daff terbuka.
" Gak ada yang lain ? " tanya Daff.
" Ada sih, Difa pengen daging harimau " kata Difa santai yang lagi-lagi membuat membuat mata Daff membelalak.
" Daging harimau ? Mana bisa, yang ada sayditerkam duluan " batin Daff
" Mana bisa sayang, yang lain aja ya cantik " kata Daff, sehingga membuat Difa mengerucutkan bibirnya.
" Yaudah kalau gitu besok Difa mau mandi di got belakang rumah aja " kata Difa, sehingga membuat Daff mengusap wajahnya kasar.
" Ohhhhh atau....., " kata Difa terhenti lalu menatap suaminya sambil tersenyum penuh arti dan terlihat seperti sedang menyusun rencana.
Huhuhuh gimana-gimana lanjut lagi nggak nih ? Oiyyaa guys jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya judulnya " I'm Not Aneisha " dijamin seru dan bakal berbeda dari karya author yang lain. Jangan lupa mampir yaa. Oiya jangan lupa like and comment ya supaya author tambah semangat buat up part-part selanjutnya.....
__ADS_1