Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 24


__ADS_3

Ketika mobil Afkar sudah mulai menjauh, baru Daff baerjalan masuk menuju rumahnya.


Namun baru saja Daff ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka menampilkan Difa yang berdiri dengan mata sembabnya dan langsung memeluk Daff


" Heiii kenapa sayang " tanya Daff panik sambil membawa Difa masuk menuju sofa.


" Hiks.... hikss Mas Daf hiks " kata Difa sesegukan dan masih berada dipelukan Daff.


" Heii ada apa sayang ? Ada yang sakit ? " kata Daff sambil memegang kedua bahu Difa, sehingga membuat Difa menggeleng pelan.


" Hiks Difa mimpi kalau Mas bakal ninggalin Difa sama dedek bayi hiks " kata Difa sambil memeluk Daff kembali.


" Husstttt itu cuman mimpi sayang, udah yaa buktinya saya masih disini " kata Daff sambil mengusap punggung Difa.


" Mas janji kan nggak bakal ninggalin Difa " kata Difa sambil mendongak menatap Daff, sehingga membuat Daff mengangguk.


" Mas janji kan nemenin Difa lahiran nanti ? " kata Difa yang entah kenapa firasatnya mengatakan bahwa Daff akan pergi jauh meninggalkannya.


" Iya sayang, Mas janji " kata Daff walaupun dirinya sendiri merasa ragu.


" Oiyaaa, katanya tadi ngidam liat badut hmm " tanya Daff mengalibkan pembicaraan.


" Nggak jadi, hmmm tapi Difa mau ngidam yang kedua, boleh ? " kata Difa sambil menatap Daff.


" Sebut sayang, sebut " kata Daff.


" Akhir-akhir ini Difa nggak pernah posting buat instagram, makanya sekarang Difa mau posting sesuatu yang keren dan baguss gitu nggak ngebosenin " kata Difa sambil menatap Daff sambil tersenyum, sehingga membuat perasaan Daff tak karuan.


" Terus ? " tanya Daff sambil mengangkat salah satu alisnya.


" Kamu tolong ya jadi gembel di pinggir jalan, sambil bilang saya jablay. Nanti Difa rekam terus upload di instagram " kata Difa, sehingga membuat Daff melototkan matanya.

__ADS_1


" Mas bisa kan ? " kata Difa dengan puppy eyesnya.


" Sayang masa kamu tega sih, sama wajah ganteng suamimu ini. Muka speak pangeran begini mana cocok jadi gembel sayang " kata Daff.


" Bisa kok, biar Difa dandanin pasti mirip " kata Difa antusias.


" Huffftttt yaudah demi dedek bayi " kata Daff.


" Oke Difa ambil alat-alatnya dulu ya Mas " kata Difa sambil berlari menuju kamarnya.


" Jangan lari sayang " kata Daff, sehingga membuat Difa berbalik kearahnya dan tersenyum.


Saat Difa mengambil peralatan makeup nya Daff mengambil ponselnya " Oke google, olshop yang jual urat malu dimana ? Kata Daff.


" Huffftt si google katanya orang pintar tapi jawabannya malah ngaco " gumam Daff sambil meletakkan ponselnya ketika melihat Difa sudah berada didepannya disertai dengan senyum manisnya.


" Sayang ngidamnya yang lain aja ya " kata Daff.


" Ehhh nggak gitu sayang, Yaudah iya ayo lakukan Mas ikhlas kok " kata Daff pasrah.


" Yang bener ? " kata Difa yang langsung diangguki oleh Daff.


" Okee yang pertama Mas ganti pakai baju ini " kata Difa sambil memberikan Daff baju kaos yang sudah ia lubangi.


" Oke langkah selanjutnya biar tangan Difa yang beraksi " kata Difa sambil memoleskan makeup di wajah Daff.


" Wahhhhh keren mirip gembel beneran, akhirnya Difa bisa liat muka mas Daff versi jelek yeayyyyy " kata Difa sambil bertepuk tangan layaknya anak kecil.


" Ayooo Mas kita ke pinggir jalan " kata Difa yang langsung menarik tangan Daff, sehingga membuat Daff pasrah.


Namun baru saja berada di depan pintu tiba-tiba Difa menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" Kenapa ? " tanya Daff heran.


" Nggak jadi dehhh, dede bayinya tiba-tiba nggak mood, Mas ganti baju lagi dehhh " kata Difa sehingga membuat Daff bernafas legah.


" Wahhhh anaknya Abi Daff perhatian bener dehh, nggak mau liat Abinya susah semoga Allah mengizinkan kita bertemu ya Nak " kata Daff sambil berjalan kembali menghampiri Difa setelah membersihkan dirinya.


" Massss " rengek Difa pada Daff.


" Iya kenapa hm ? Perutnya sakit ? " tanya Daff sambil mengelus perut Difa yang masih terlihat rata.


" Difa pengen tidur sama kerbau " kata Difa, sehingga membuat Daff menelan salivanya.


" Mulai " batin Daff.


" Tidur sama kerbau ? " tanya Daff yang langsung diangguki oleh Difa.


" Iya pengen dipeluk sambil dicium-cium " kata Difa, sehingga membuat mulut Daff terbuka.


" Gak ada yang lain ? " tanya Daff.


" Ada sih, Difa pengen daging harimau " kata Difa santai yang lagi-lagi membuat membuat mata Daff membelalak.


" Daging harimau ? Mana bisa, yang ada sayditerkam duluan " batin Daff


" Mana bisa sayang, yang lain aja ya cantik " kata Daff, sehingga membuat Difa mengerucutkan bibirnya.


" Yaudah kalau gitu besok Difa mau mandi di got belakang rumah aja " kata Difa, sehingga membuat Daff mengusap wajahnya kasar.


" Ohhhhh atau....., " kata Difa terhenti lalu menatap suaminya sambil tersenyum penuh arti dan terlihat seperti sedang menyusun rencana.


Huhuhuh gimana-gimana lanjut lagi nggak nih ? Oiyyaa guys jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya judulnya " I'm Not Aneisha " dijamin seru dan bakal berbeda dari karya author yang lain. Jangan lupa mampir yaa. Oiya jangan lupa like and comment ya supaya author tambah semangat buat up part-part selanjutnya.....

__ADS_1


__ADS_2