Ustadz Al-Khadafi

Ustadz Al-Khadafi
Episode 10


__ADS_3

Keesokan paginya, berhubung hari ini hari minggu Daff memutuskan untuk mengajak istrinya kerumah orang tuanya.


" Dif, kerumah Mama Papa yokk " ajak Daff sambil menghampiri Adifa yang tengah menonton film kartun.


" Ayokkk aku juga kangen banget sama Mama " kata Difa semangat.


" Yaudah siap-siap dulu, saya panasin mobil dulu " kata Daff, sehingga membuat Adifa segerah berlarih kearah kamarnya.


" Jangan lari-lari Difaaa " peringat Daff.


" Udah siap ? " tanya Daff ketika melihat Difa berjalan menghampirinya.


" Udah " kata Difa yang langsung masuk kedalam mobil.


Selama perjalanan Daff hanya diam tidak seperti biasanya, sehingga membuat Adifa bingung.


" Om mikirin apa sih ? " kata Difa bingung.


" Sedang memikirkan cara buat nyari masalah sama kamu, soalnya kalau tenang-tenang aja kayak ada yang kurang gitu " kata Daff santai.


" Dasar anehh, orang tuhh mau hubungannya ademm ayemm. Lahhh ini sibuk mau nyari masalah " kata Adifa kesal.


" Kalau nggak ada masalah mana seru " gumam Daff yang masih terdengar di telinga Adifa.


" Isshhh kamu sebenarnya Ustadz beneran atau Ustadz KW sih ? " kata Adifa.


" Yaaa beneran lahh " timpal Daff.


" Issshhh nyebelin " kata Adifa sambil turun Dari mobil setelah Afkar memarkirkan mobilnya dihalaman orang tuanya.


" Assalamualaikum " kata Daff dan Difa bersamaan.


" Walaikumsalam " kata Afkar sambil membuka pintu rumahnya.


" Ehhh anak mantu Papa rupanya, ayoo masuk " kata Afkar, sehingga membuat Daff dan Difa menyalimi tangan Afkar.


" Mama mana Pa ? " tanya Difa.


" Ada di dapur " kata Afkar.

__ADS_1


" Yaudah kalau gitu, Difa samperin Mama yaa Pa " kata Difa yang diangguki Afkar.


" Kenapa sih ? " kata Daff memperhatikan Papanya yang terlihat lesuh.


" Apaansih lagi diem juga " timpal Afkar.


" Lemeesss banget, tipes Pakkk ? " kata daff sambil duduk disamping Afkar.


" Belum di suruh makan sama ayang " kata Afkar, sehingga membuat Daff terkekeh.


" Buset dahhh, btw bisnis lancar Paa ? " tanya Daff.


" Bisnis yang mana nih ? " tanya Daff.


" Sombong amat " kata Daff sambil melirik Afkar.


" Yaaa emang bener, bisnis mana yang ditanyain ? " kata Afkar santai.


" Bisnis yang pesugihan itu " kata Daff, sehingga membuat Difa yang mendengarnya kaget.


" Pesugihan ? " kata Difa sambil menatap Ila.


" Maksudnya cabang kantor Papanya Daff yang disini sayang, Mama juga heran kenapa nyebutnya pesugihan " kata Ila.


" Yaaa nggaklah sayang, Astagfirullah " kata Ila.


" Emang masih jaman pesugihan ? tuyull dong " timpal Afkar.


" Astagaaa Pak, istigfar " kata Daff.


" Yaaa lagian kamu nanya pesugihan mulu " kata Afkar.


" Cape banget sama keluarga ini " kata Daff pura-pura tertekan.


" Lahhh apalagi saya, mental saya sudah keganggu, semenjak ada kamu " kata Afkar.


" Napa jadi aku ? Bapak tuhhh nyari gara-gara terusss " kata Daff tidak terima.


" Kalau berantem pakai pisau coba, jangan adu mulut terusss " timpal Ila yang sudah pusing mendengar suami dan anaknya, sehingga membuat Daff dan Afkar langsung terdiam, sehingga membuat Difa terkekeh.

__ADS_1


" Mereka tuhh kalau ketemu yaa gitu Dif, adaaa aja yang di debatin " kata Ila.


" Lucu yaaa Ma " kata Difa terkekeh.


" Yaudah yukkk samperin mereka, kuenya udah jadi " kata Ila yang diangguki oleh Difa.


" Kok kalian berdua nggak makan ? " tanya Ila heran melihat anak dan suaminya hanya diam sambil memandangi kue tersebut.


" Maunya di suapin sama ayang " kata Afkar dan Daff bersamaan.


" Allahuakbar, anak sama Bapak kompak banget yaa " kata Ila sambil menggelengkan kepalanya, sehingga membuat Afkar dan Daff saling pandang. Sementara Difa berusahah menahan tawanya melihat keakrapan suami dan mertuanya.


" GBL...GBL...GBL " kata Daff tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari Afkar.


" Gelora bung karno ? " tanya Afkar heran.


" Itumahh GBK, mon maapp " kata Daff.


" Terus GBL apaan ? " tanya Afkar penasaran.


" Ganteng Banget Lohhhh " kata Daff sambil terkekeh.


" Owwhh yaa jelaslahh Afkar Pradipta gitulohhh " kata Afkar percaya diri.


" Dihhh nyesel Daff muji Papa " kata Daff.


" Brantem mulu. Mama tanya dehh, kalau diauruh milih Papa apa..." kata Ila terpotong oleh ucapan Daff.


" Papa lahh " potong Daff.


" Mama belum selesai ngomong lohh " kata Ila.


" Pokoknya Papa " kata Daff sambil memeluk Afkar manja.


" Nihh bocah kesambet apaan ? " kata Afkar menatap heran anaknya yang masih memeluknya.


" Drama lagi nihhh " bisik Ila kearah Difa, sehingga membuat Difa menatap heran kearah Ila.


" Biasanya kalau udah debat panjang, ujung-ujungnya bakal ada drama, udahh ahhh mending kamu ikut Mama ajaa " kata Ila sambil menarik tangan Difa.

__ADS_1


" Mereka memang sedekat itu yaa Ma ? " tanya Difa saat Ila membawanya ke taman belakang.


" Dari kecil Daff memang selalu dekat sama Papanya, bahkan Daff lebih lengket ke Mas Afkar daripada Mama " kata Ila.


__ADS_2