
Keesokan paginya, berhubung hari ini hari minggu Daff memutuskan untuk mengajak istrinya kerumah orang tuanya.
" Dif, kerumah Mama Papa yokk " ajak Daff sambil menghampiri Adifa yang tengah menonton film kartun.
" Ayokkk aku juga kangen banget sama Mama " kata Difa semangat.
" Yaudah siap-siap dulu, saya panasin mobil dulu " kata Daff, sehingga membuat Adifa segerah berlarih kearah kamarnya.
" Jangan lari-lari Difaaa " peringat Daff.
" Udah siap ? " tanya Daff ketika melihat Difa berjalan menghampirinya.
" Udah " kata Difa yang langsung masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan Daff hanya diam tidak seperti biasanya, sehingga membuat Adifa bingung.
" Om mikirin apa sih ? " kata Difa bingung.
" Sedang memikirkan cara buat nyari masalah sama kamu, soalnya kalau tenang-tenang aja kayak ada yang kurang gitu " kata Daff santai.
" Dasar anehh, orang tuhh mau hubungannya ademm ayemm. Lahhh ini sibuk mau nyari masalah " kata Adifa kesal.
" Kalau nggak ada masalah mana seru " gumam Daff yang masih terdengar di telinga Adifa.
" Isshhh kamu sebenarnya Ustadz beneran atau Ustadz KW sih ? " kata Adifa.
" Yaaa beneran lahh " timpal Daff.
" Issshhh nyebelin " kata Adifa sambil turun Dari mobil setelah Afkar memarkirkan mobilnya dihalaman orang tuanya.
" Assalamualaikum " kata Daff dan Difa bersamaan.
" Walaikumsalam " kata Afkar sambil membuka pintu rumahnya.
" Ehhh anak mantu Papa rupanya, ayoo masuk " kata Afkar, sehingga membuat Daff dan Difa menyalimi tangan Afkar.
" Mama mana Pa ? " tanya Difa.
" Ada di dapur " kata Afkar.
__ADS_1
" Yaudah kalau gitu, Difa samperin Mama yaa Pa " kata Difa yang diangguki Afkar.
" Kenapa sih ? " kata Daff memperhatikan Papanya yang terlihat lesuh.
" Apaansih lagi diem juga " timpal Afkar.
" Lemeesss banget, tipes Pakkk ? " kata daff sambil duduk disamping Afkar.
" Belum di suruh makan sama ayang " kata Afkar, sehingga membuat Daff terkekeh.
" Buset dahhh, btw bisnis lancar Paa ? " tanya Daff.
" Bisnis yang mana nih ? " tanya Daff.
" Sombong amat " kata Daff sambil melirik Afkar.
" Yaaa emang bener, bisnis mana yang ditanyain ? " kata Afkar santai.
" Bisnis yang pesugihan itu " kata Daff, sehingga membuat Difa yang mendengarnya kaget.
" Pesugihan ? " kata Difa sambil menatap Ila.
" Maksudnya cabang kantor Papanya Daff yang disini sayang, Mama juga heran kenapa nyebutnya pesugihan " kata Ila.
" Yaaa nggaklah sayang, Astagfirullah " kata Ila.
" Emang masih jaman pesugihan ? tuyull dong " timpal Afkar.
" Astagaaa Pak, istigfar " kata Daff.
" Yaaa lagian kamu nanya pesugihan mulu " kata Afkar.
" Cape banget sama keluarga ini " kata Daff pura-pura tertekan.
" Lahhh apalagi saya, mental saya sudah keganggu, semenjak ada kamu " kata Afkar.
" Napa jadi aku ? Bapak tuhhh nyari gara-gara terusss " kata Daff tidak terima.
" Kalau berantem pakai pisau coba, jangan adu mulut terusss " timpal Ila yang sudah pusing mendengar suami dan anaknya, sehingga membuat Daff dan Afkar langsung terdiam, sehingga membuat Difa terkekeh.
__ADS_1
" Mereka tuhh kalau ketemu yaa gitu Dif, adaaa aja yang di debatin " kata Ila.
" Lucu yaaa Ma " kata Difa terkekeh.
" Yaudah yukkk samperin mereka, kuenya udah jadi " kata Ila yang diangguki oleh Difa.
" Kok kalian berdua nggak makan ? " tanya Ila heran melihat anak dan suaminya hanya diam sambil memandangi kue tersebut.
" Maunya di suapin sama ayang " kata Afkar dan Daff bersamaan.
" Allahuakbar, anak sama Bapak kompak banget yaa " kata Ila sambil menggelengkan kepalanya, sehingga membuat Afkar dan Daff saling pandang. Sementara Difa berusahah menahan tawanya melihat keakrapan suami dan mertuanya.
" GBL...GBL...GBL " kata Daff tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari Afkar.
" Gelora bung karno ? " tanya Afkar heran.
" Itumahh GBK, mon maapp " kata Daff.
" Terus GBL apaan ? " tanya Afkar penasaran.
" Ganteng Banget Lohhhh " kata Daff sambil terkekeh.
" Owwhh yaa jelaslahh Afkar Pradipta gitulohhh " kata Afkar percaya diri.
" Dihhh nyesel Daff muji Papa " kata Daff.
" Brantem mulu. Mama tanya dehh, kalau diauruh milih Papa apa..." kata Ila terpotong oleh ucapan Daff.
" Papa lahh " potong Daff.
" Mama belum selesai ngomong lohh " kata Ila.
" Pokoknya Papa " kata Daff sambil memeluk Afkar manja.
" Nihh bocah kesambet apaan ? " kata Afkar menatap heran anaknya yang masih memeluknya.
" Drama lagi nihhh " bisik Ila kearah Difa, sehingga membuat Difa menatap heran kearah Ila.
" Biasanya kalau udah debat panjang, ujung-ujungnya bakal ada drama, udahh ahhh mending kamu ikut Mama ajaa " kata Ila sambil menarik tangan Difa.
__ADS_1
" Mereka memang sedekat itu yaa Ma ? " tanya Difa saat Ila membawanya ke taman belakang.
" Dari kecil Daff memang selalu dekat sama Papanya, bahkan Daff lebih lengket ke Mas Afkar daripada Mama " kata Ila.