Ustadz Penyejuk Hati

Ustadz Penyejuk Hati
Umma Yang Baik


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat berjamaah di Mesjid Pesantren Pak Kiai dan Ustad Sidiq kembali ke rumah. Karena memang rumah Pak Kiai yang terletak di kawasan Pesantren membuatnya mudah untuk bolak-balik.


Aroma masakan yang tercium harum langsung menggetarkan perut Ustad Sidiq.


Dengan mempercepat langkahnya Ustad sidiq membuka pintu rumah.


"Assalamualaikum"


Ucap Ustad Sidiq saat masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Pak Kiai dari belakang.


"Waalaikumsalam"


Ucap Dira langsung menerima uluran tangan sang suami untuk segera menciumnya dan beralih mencium tangan Pak Kiai.


"Sudah pada pulang ya. Ayo kita makan siang, hari ini yang masak Dira loh"


Ucap Umma dengan tersenyum menatap Dira.


"Bukan. Dira cuma bantuin motong-motong sayuran saja Mas"


Ucap Dira menatap Ustad Sidiq.


"Heheh yang benar? Yasudah ayo Mas tidak sabar mau mencicipi masakan istri Mas ini"


Ucap Ustad Sidiq merangkul pundak Dira berjalan luan ke depan.


Pak Kiai dan Umma tersenyum menatap anak dan menantunya tersebut.


Ustad Sidiq makan dengan lahapnya karena memang ini adalah makanan kesukaannya. Di tambah sang istri yang turut andil dalam memasaknya membuat selera makan Ustad muda tersebut meningkat dua kali lipat.


"Masyaallah,, Alhamdulillah enak sekali"


Ucap Ustad Sidiq memuji masakan Umma dan istrinya.


"Alhamdulillah.. Besok-besok Dira sudah bisa itu masakinnya di rumah untuk Mas Sidiq iya kan nak?"


Ucap Umma dengan tersenyum hangat.


"Ehh,, he,,he,,he,, Iya Umma Insyaallah"


Jawab Dira dengan senyum yang di paksakan.


'Gimana mau masakin motong bawang aja mataku sampe berair, itu lagi masak rendang bumbunya banyak banget mana aku ingat,, Ahh sudahlah nanti minta resep ulang saja aku catat biar tidak lupa'


Selesai makan siang bersama Ustad Sidiq dan Pak Kiai kembali ke Pesantren untuk melanjutkan kegiatannya mengajar para santri.


Sedangkan Dira tengah membantu Umma membersihkan meja makan dan lanjut mencuci piring.


"Khmm.. Umma"


Ucap Dira malu-malu.


"Iya nak ada apa?"


"Umma, Dira minta resep masakan Umma tadi ya. Biar Dira catat saja takutnya Dira lupa nanti, Ummakan tahu kalau Dira tidak bisa masak"


Ucap Dira dengan memegang ponselnya.


"Oowhh begitu,, Yasudah ayo kita duduk di ruang santai saja biar lebih enak"


Ucap Umma sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Iya Umma"


Dira menyusul dengan berjalan di belakang Umma.


Umma duduk di bawah dengan berselonjorkan kakinya. Dira mengikut duduk di samping Umma.


"Catatnya mau pakai buku atau bagaimana?"


Ucap Umma yang tidak melihat Dira memegang buku dan pena.


"Dira cacat di ponsel saja Umma"


Dengan menunjukkan note nya kepada Umma.


"Owwhh yasudah catatlah bumbu untuk rendangnya.


Pertama-tama siapin bumbunya. Banyaknya bumbu tergantung dari berapa banyak ayam yang akan di masak.


Lanjut bumbu halusnya ada cabe, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, laos, serai, dan kelapa gongseng.


"Kelapa gongseng itu apa Umma?"


Potong Dira menatap Umma.


"Kelapa gongseng itu isi kelapa yang sudah di parut lalu di gongseng kering sampe kuning keemasan lalu di giling sampai halus hingga keluar minyaknya"


Ucap Umma dengan pelan.


'Aduuhh ribet banget sih, ini nih yang buat aku gak tertarik dunia perdapuran, ribet!'


"Owh gitu, lanjut Umma"


"Lanjut yah, masukan ayam kampung yang sudah di cuci bersih ke dalam kuali lalu masukkan bumbu halusnya tadi tambahkan garam, gula dan penyedap rasa, di aduk rata, tambahkan daun jeruk dan daun salam, lalu masak hingga air ayamnya menyusut. Lalu masukkan santannya tidak usah di tambah air lagi karena ayamnya sudah hampir masak.


Ucap Umma dengan lembut.


"Umma, kenapa minyaknya terakhir sih?"


"Iya nak, agar warna masakannya cantik, dan rasa gurihnya juga lebih terasa nikmat"


"Oowhh begitu ya Umma?"


"Iya nak, biasanya cara masak seperti ini sering di pakai di rumah makan besar"


"Oowhh,, Makasih ya Umma sudah mengajari Dira"


Ucap Dira memeluk Umma sayang.


"Iya nak, Oiyah apa Mas Sidiq memperlakukanmu dengan baik?"


Ucap Umma menatap wajah Dira.


"Baik Umma, Mas Sidiq sangat baik terhadap Dira, Mas Sidiq juga membimbing Dira dalam segala hal"


Ucap Dira jujur.


"Syukurlah bila seperti itu, bila Mas Sidiq memperlakukan mu tidak baik segera beri tahu Umma yah, biar Umma tarik telinganya"


Ucap Umma dengan senyuman hangatnya.


"Heheh iya Umma. Hmm,,, Umma?"

__ADS_1


"Iya nak ada apa?"


'Hmmm aku cerita tidak ya sama Umma tentang perasaanku yang belum bisa mencintai Mas Sidiq??'


"Ehh,, Tidak apa-apa Umma"


Ucap Dira dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Maaf ya nak, Umma tidak melihat mu Sholat tadi apa kamu sedang berhalangan?"


"Iya Umma"


Jawab Dira cepat yang di balas anggukan kepala oleh Umma.


Dira dan Umma pun melanjutkan bercerita tentang diri Umma yang dulu juga tidak bisa masak sama seperti Dira namun karena rajin berlatih akhirnya bisa sehebat sekarang.


Dira sangat senang sekali mendengarkan Umma bercerita tentang masa mudanya yang belajar di pondok pesantren.


Umma adalah lulusan salah satu pondok pesantren yang terdapat di daerah Jawa Tengah.


Umma juga hafizah tiga puluh juz. Umma sering sekali mengikuti lomba-lomba hapalan ayat suci Al-Qur'an hingga di sanalah Umma dan Abi bertemu. Abi langsung mendatangi keluarga Umma yang berada di Jawa Tengah untuk langsung mengkhitbah Umma.


Sungguh Dira sangat senang sekali mendengarkan cerita Umma .


Lanjut Umma juga bercerita tentang masa kecil Mas Sidiq yang nakal. Maklum saja namanya anak laki-laki kan tapi dengan didikan yang keras dari Abi dan Umma akhirnya jadilah Mas Sidiq yang sekarang penuh kesabaran dan berlemah lembut dalam setiap ucapannya.


Sungguh Dira merasa sanggat tidak ada apa-apanya di dalam keluarga ini. Bahkan mengaji saja Dira masih sering salah-salah.


"Assalamualaikum"


Ucap Ustad Sidiq saat sudah di dalam rumah.


"Waalaikumsalam"


Jawab Dira dan Umma serentak dari dalam.


"Waahh sepertinya ada yang asyik sekali bercerita sampai-sampai salam Mas dari luar tidak ada yang menjawab.


"Astagfirullahal adzim,, Rasanya Umma tidak mendengarnya"


Ucap Umma dengan senyum kikuknya.


"Iyalah gak dengar, ceritanya seru sekali"


Ucap Ustad Sidiq dengen tersenyum jahil.


Sedangkan Dira hanya diam saja memandang interaksi antara Umma dan Ustad Sidiq yang terdengar sangat akrab sekali.


"Kalau begitu kami pamit pulang Umma"


Ucap Mas Sidiq mencium tangan Umma di ikuti oleh Dira dari belakang.


"Besok kesini lagi ya nak, ikut Umma datang ke Kajian rutin di Pesantren"


Ucap Umma menatap wajah Dira.


"Iya Umma Insyaallah besok Dira kesini lagi"


Jawab Dira dengan memeluk sayang Umma.


"Ya sudah hati-hati di jalan ya nak"

__ADS_1


Ucap Umma menatap anak dan menantunya tersebut bergantian.


__ADS_2