Ustadz Penyejuk Hati

Ustadz Penyejuk Hati
Kepulangan kak Razak


__ADS_3

Seminggu pun berlalu dengan cepat.


Hari ini Kak Razak akan pulang. Dira pun bersiap-siap menuju Bandara untuk menjemput kedatangan kakak tersayangnya yang sudah sangat Dira rindukan.


Sesampainya di Bandara, Dira sudah mendengar infoice bahwa pesawat dari Medan telah mendarat. Yah. Kak Razak harus transit dulu ke Medan baru menuju Pekanbaru.


Dengan segera Dira menuju arah kedatangan.


Dan benar saja tidak lama menunggu Dira melihat Kak Razak yang berjalan di antara para penumpang yang baru landing.


Dira melambaikan tangannya ke arah Kak Razak yang sudah tersenyum menatap Dira.


Hap..


Dira langsung memeluk Kak Razak.


"Kaak.. Rinduu"


Ucap Dira manja seraya memeluk Kak Razak


"Ini Kakak uda pulang kan"


Jawabnya sambil mengacak rambut Dira.


"Ckk.. Kan jadi berantakan"


Ucap Dira kesal dengan kembali merapikan rambutnya.


Kak Razak hanya terkekeh melihat Dira yang sudah bersungut-sungut.


"Oiyah ini ada titipan Galih juga"


"Mana kak?"


"Entar di rumah aja. Yuk balek. Rindu Ayah Ibu neh"


Kak Razak lantas menarik tangan Dira berjalan menuju parkiran.


Sesampainnya di pekarangan rumah sudah tercium aroma masakan Ibu yang sangat menggugah selera.


"Hmm... Wanginya pasti Ibu masak makanan kesukaan Kakak ne"


Ucap Dira yang mulai membuka pintu karena memang sengaja tidak di kunci.


"Assalamualaikum Ayaahh, Ibbuu Kak Razak uda pulang neee"


"Waalaikumsalam Nak. Iya Ayah dan Ibu dengar kok. Gak perlu teriak gitu"


Ucap Ayah sambil mengusap kepala Dira yang hanya cengengesan saja menimpali perkataan Ayah.


"Ayah apa kabar? Sehat kan?"


Ucap Kak Razak sembari mencium tangan Ayah dan memeluknya.


"Alhamdulillah Ayah sehat"


"Anak Ibu uda datang yaaa,,"


Ucap Ibu yang baru datang dari arah belakang dan langsung memeluk Kak Razak.


"Uuhh rindunya Ibu sama mu Naakk.. Kamu kamu sehat kan Nak? Kok tambah hitaman anak Ibu"


Ucap Ibu sambil memeriksa tubuh Kak Razak dari wajah sampai ke badannya.


"Alhamdulillah sehat Bu. Ibu sehat kan?"


Ucap Kak Razak dengan senyum mengembangnya.


"Alhamdulillah sehat nak.. Ayukk langsung makan Ibu uda masakin makanan kesukaan kamu semur ayam plus sambal gorengnya"


Seraya menarik Kak Razak ke arah meja makan.


"Kan kan kaannn,,, Kalo Kak Razak uda pulang Ibu pasti lupa sama Dira"


Ucap Dira dengan cemberut.


"Ya Allah anak Ibu. Gak mungkin lupa lah naak. Sini ayo makan juga"


Ucap Ibu sembari menarik tubuh Dira ke arah meja makan.


Inilah yang selalu terjadi jika Kak Razak kembali ke rumah. Kehebohan kakak beradik itu yang membuat suasana rumah terasa hidup.


Ckleek..


"Kaaakk.... "

__ADS_1


"Ya Allah Dek. Kalau masuk itu ketuk dulu pintunya Kakak kan jadi kaget. Gimana kalau Kakak sedang tidak pakai baju tadi"


Sungut Kak Razak yang di balas cengiran oleh Dira.


"Hhehehe,, Iya Kak sorry tadi lupa. Kaaakk mana titipan Mas Galih?


Seraya menengadahkan tangan kanannya ke depan Razak.


Razak pun beranjak menuju tasnya yang teronggok di sudut kamar.


"Ini Dek"


Menyerahkan sebuah kotak kecil bersampul ping.


"Isinya apa'an ya akak?"


Seraya menatap dan menggoncang kotak bersampul ping tersebut"


"Ga tau, bukak aja sendiri. Udah sana Kakak mau lanjut tidur"


Sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah pintu.


"Kaakk... Lupa ya. Oleh-oleh buat Dira mana?"


Dengan cengiran tanpa dosanya.


"Itu ambil aja sendiri"


Sambil menunjuk ke atas meja yang terdapat sebuah papper bag.


"Yeeayee.. Makasih Kak"


Dira segera menggambil papper bag tersebut dan mengintip isi di dalamnya.


"Hmm.. Dah sana-sana Kakak mau tidur ne"


Ucap Kak Razak kembali mengibas-ngibaskan tangannya.


"Iya iyaa Dira keluar"


"Tunggu!"


"Apa lagi Kak? Tapi di suruh keluar?


"Hmmm...


Blaaammm....


Suara pintu yang di tutup paksa oleh Dira.


"Allahu Robbi, neh bocah. Kalau bukan Adek kandung uda Ku pites palanya"


Kesal Razak melihat tingkah Dira. Lantas melanjutkan kembali tidurnya.


Di dalam kamar Dira langung membuka kotak bersampul ping tersebut.


Dira tersenyum senang melihat isinya. Dan segera meraih ponsel yang berada di atas nakas.


"Hallo.. Assalamualaikum Mas"


Ucap Dira senang saat panggilan videonya langsung tersambung.


"Wa'alaikumsalam sayang"


Jawab Galih di seberang sana yang masih menggunakan pakaian lorengnya.


"Ini titipannya uda sama Dira. Makasih ya Mas bagus banget"


Ucap Dira senang sambil menunjukkan ke depan layar ponsel.


"Iyaa,, Kamu suka gak?"


"Suka banget.. Makasih sayangnya akuuh"


"Syukurlah kalo suka. Mas senang dengarnya. Kalo suka di pakek ya. Biar samaan sama Mas nih"


Sambil menunjukkan jam di pergelangan tangannya.


"Waahh couple ya Mas jamnya. Iyaa Dira janji bakalan pakai jamnya"


Ucap Dira dengan senyum merekah di bibirnya.


"Maass kapan pulang? Dira kangen tauu"


"Iya sayang, bulan depan Mas cutinya. Bulan ini kan uda Kak Razak yang ambil cuti luan"

__ADS_1


"Hmmm... Iya deh Maass"


"Mas mau lanjut dinas dulu ya, Assalamualaikum"


"Iya Mas semangat. Wa'alaikumsalam"


Setelah panggilan berakhir Dira pun melanjutkan rebahannya sambil nonton drakor favoritnya.


Tok.. tokk...


Ckleekkk...


"Lagi apa sayang?"


Tanya Ibu setelah masuk ke dalam kamar Dira.


"Biasa Bu nonton drakor"


Ucap Dira tanpa menoleh kepada Ibu.


"Uda sholat zuhur belum?


"Bentar lagi Bu"


"Kok bentar lagi sih? Ini waktunya uda mau habis malahan nonton pula. Sholat dulu nontonnya bisa di sambung nanti kan"


Ucap Ibu menatap Dira.


"Iya Bu iyaa ne Dira sholat"


Sambil beranjak dari baringnya dan langsung menuju kamar mandi.


Sangat penting bagi orang tua mengingatkan anak mereka untuk menjalankan ibadah sholat.


Sebagai mana sebuah hadits yang menegaskan bahwa sholat menjadi pembeda antara seorang muslim dengan orang kafir. "Perjanjian antara kami dengan orang kafir adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkan sholat maka ia telah kafir." (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Siang telah berganti malam. Dimana bulan mulai menampakan sinarnya mengantikan sang matahari yang menyinari bumi.


Seorang gadis cantik telah bersiap-siap dengan penampilannya yang sedikit terbuka. Yah, dialah Dira. Sebuah dress selutut yang menampakan lengan putih dan kaki mulusnya.


"Deeekkk, masih lama gak?"


Teriak Kak Razak dari bawah.


"Iyaa sebentar lagi Kaakk"


Menyahuti dengan kepala yang menoleh keluar pintu.


Dira lanjut memoles lipstik merah muda di bibirnya dan menyemprotkan parfum ke baju.


Tsstt.. Tsstth....


"Hmmm wangii... Okeh uda perfek"


Ucap Dira langsung turun ke bawah.


"Ayoo Kak, Dira uda selesai"


Ucap Dira berdiri di belakang Kak Razak.


"Ckk.. Lama betul Dek.


Ya Allah,, Ganti baju kamu gak. Ini apa nampak-nampakin ketek gini ha?"


Sungut Kak Razak saat melihat penampilan Dira.


"Ckk.. Apa lah Kakak ne, uda perfek juga. Ayook lah ntar keburu malam"


"Gak gakk.. Gak mau Kakak bawa kalo kamu pakai baju begini. Buruan ganti kalau mau pergi"


"Duuhh.. Udah, gini aja gapapa kak"


Ucap Dira setelah meraih sweaternya yang tergeletak di sofa.


"Lain kali kalo beli baju tu jangan yang kurang bahan gitu dek. Kakak ga suka ya kalo kamu keluar pakaiannya kaya gitu"


'Dah kaaaann,, Mulai lagi neee'


"Ckk.. Iya kak iyaaa,,, Hayuuukkk jalan"


Ucap Dira sembari menarik tangan Kak Razak keluar rumah.


Karena rencananya mereka akan pergi menonton bioskop.

__ADS_1


__ADS_2