
Seorang pelayan datang ke ruangan kerja tuan besarnya dengan nafas yang terengah-engah menyerahkan secarik kertas pada tuan besarnya dengan tangan gemetar.
Tuan besar Erik pun membaca tulisan yang berderet di kertas tersebut,matanya membulat sempurna saat membaca tulisan tersebut,dia lalu meremas kertas tersebut dan berteriak sekencang-kencangnya hingga membuat seisi istana seolah bergoyang karena gempa tektonik.
"AZALEA.........."teriaknya.
Beliau marah dan kecewa karena putri kesayangannya kabur di saat menjelang hari pertunangannya.
Ayah...maafkan Lea,lea masih ingin mengejar cita-cita Lea menjadi seorang guru Lea ingin setidaknya memperbaiki moral anak bangsa meski itu hanya segelintir saja yang bisa Lea lakukan,Lea belum mau menikah dengan pangeran Thom,maafkan Lea ayah Lea sangat menyangi ayah. (putri mu Azalea).
Begitulah isi surat yang di tulis Azalea untuk Ayahnya.
Azalea memicingkan matanya dan tersenyum saat mendengar ayahnya berteriak hingga mengguncangkan seluruh istana,dia masih bisa mendengar suara sang ayah karena dia masih berada di sekitar istana dan melarikan diri dari pintu belakang istana.
Azalea berlari dan keluar dari istana dia berlari untuk mengejar cita-citanya,sedangkan tuan besar Erik pusing sendiri memikirkan bagaimana caranya berbicara dengan keluarga besar Thom karena putri yang seharusnya mereka pertemukan malam ini dengan calon suaminya malah kabur dari istana dan memilih menjadi guru.
Ibu Mega yang mendengar teriakan suaminya langsung berlari ke ruang kerja suaminya bersama kedua kakak Azalea. Yaitu Bryan dan Helga.
"Ayah...ada apa?"tanya mereka.
"Lea kabur...anak itu benar-benar dia lebih memilih menjadi guru dari pada kehormatan sebagai bangsawan"tuan Erik geram.
Kak Bryan membaca surat yang sudah di remas oleh ayahnya dia membaca isi surat itu,dan mengahela nafasnya dalam.
"Ayah bagaimana kalau Lea kita gantikan saja"saran Bryan.
"Maksud mu?"
"Ayah kan mempunyai satu putri lagi masih ada Helga ayah,biar Helga saja yang menggantikan Lea bertunangan dengan pangeran Thom"
Ayah terlihat berfikir apa saran anak laki-lakinya ini bisa di terima atau tidak oleh keluarga Thom karena yang di inginkan keluarga Thom adalah putri bungsunya bukan putri kedua mereka.
__ADS_1
Tapi ayah berfikir kembali barang kali keluarga Thom akan menerima ini,dia lalu mencoba saran Bryan.
"Baiklah Helga bersiaplah untuk nanti malam kau akan menggantikan posisi adik mu berdampingan dengan pangeran Thom"ayah yang masih kesal dengan Azalea tak ingin di bantah ucapannya hingga Helga pun hanya menurut saja.
Di sisi lain.
Azalea berlari dan menaiki sebuah bus kota,dia bebas dari istana yang mengekangnya saat ini walau dia tahu ayahnya tidak akan tinggal diam dan pasti mencarinya untuk di bawa masuk ke istana lagi,tapi dia tetap akan mengejar mimpinya sebagai seorang guru.
Lea duduk menghadap kaca bus tersebut melihat pemandangan di luar sana,besok dia mendapatkan panggilan menjadi guru magang di sebuah sekolah SMA swasta,dirinya sangat senang bisa mengejar walau cita-citanya ini tidak di restui ayahnya tapi ayahanya tidak pernah mencegahnya meraih pendidikan sebagai guru.
Beberapa murid SMA menaiki bus,Azalea melihat jam di pergelangan tangannya.
"Ini belum waktunya pulang sekolah kenapa mereka keluyuran disini"gumamnya.
Ketiga murud laki-laki itu tertawa dan bercanda dan mereka pun menghisap rokok yang di himpit.oleh kedua jari mereka.
Lea geram melihat itu mulutnya gatal ingin menegur mereka.
Ketiga anak SMA itu melihat sinis ke arah Lea kemudian mereka tertwa berbarengan.
"Kak...mending kakak urus urusan kakak sendiri ya...jangan urusin kami"ucap salah satu anak laki-laki tersebut.
"Bukan begitu...sebaiknya kan kalian sekolah,hargai jerih payah orang tua kalian karena mencari uang susah payah tapi kalian malah begini sekolah bolos bila mereka tahu bagaimana kecewanya mereka"ucap Lea panjang lebar yang tidak di dengar sama sekali oleh ketiga anak itu.
"Itu pemikiran orang miskin kak...ortu kami itu kaya raya bagi mereka sekolah hanya formalitas setelah kami lulus sudah ada jaminan untuk masa depan kami,tak perlu bersusah payah belajar karena masa depan kami sudah gemilang"
"Huft...gemilang gimana bila kalian saja tak menghargai bagaimana belajar dan berprestasi di sekolah,ckckck anak orang kaya memang lebih sulit memperbaiki moral kalian karena semua hanya di nilai dengan uang kasihan kalian pasti hanya di manjakan dengan uang tapi perhatian orang tua kalian pasti tak pernah kalian dapatkan"
"Ck...sudah ya kak jangan cari masalah dengan kami atau kakak malah akan menyesal"
Saat sedamg berdebat tiba-tiba ada dua orang berandalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Wah...ada anak-anak orang kaya nih..."ucap kedua orang berandal.
Ketiga anak itu tak terlihat takut mereka malah seperti terlihat menantang Lea hanya memperhatikan saja.
Salah satu diantara mereka menodongkan sebuah pisau kecil kepada salah satu anak laki-laki yang ada disana.
Lea hanya diam saja terus memperhatikan perselisihan itu para beramdal itu meminta paksa uang dari mereka,mereka tak memberikannya dan menantang balik para berandal itu.
Dan akhirnya mereka memilih turun dan.menyeselsaikan urusan mereka di luar bus,Lea pun ikut turun dia tak ingin terjadi sesuatu pada mereka.
Lea melihat mereka di sebuah taman melawan dua orang bersenjata tajam salah satunya sudah menjatuhkan salah satu anak SMA itu dan mulai akan menghujam dengan pisau tapi terhenti ketika Lea melemparkan tas ranselnya ke arahnya hingga berandal itu terpental menjauh dari tubuh anak SMA itu.
"Lepaskan mereka,mereka hanya anak sekolah tak punya uang banyak"teriak Lea.
"Ooo jadi kamu yang mau menggantikan merrka begitu?"berandal itu mendekat pada Lea dengan tatapan sinis.
Lea pun tak terlihat takut mengahadapi berandalan seperti mereka,saat salah satu dari berandalan mendekati Lea dan mengacungkan pisau ke arah Lea tanpa segan lagi Lea langsung menendang pisau tersebut hingga patah dan menysul menendang wajah berandalan itu hingga tersungkur ke tanah.
Hal itu membuat teman berandalan itu gemetar ketakutan karena membayangkan bagaimana kuatnya tendangan Lea karena sanggunp mematahkan pusau dan lengsung menjatuhkan kawannya hanya dengan sekali tendangan saja.
Teman berandalan itu lari pontang panting meninggalkan temannya yang pingsan,dan ketiga anak SMA itu hanya bengong melihat Lea.
"Badannya kecil,tampangnya culun karena kaca mata tebal tapi...nggak nyangka dia sangat kuat"ucap salah satu dari mereka takjub.
"Kak...siapa kakak sebenarnya?"tanya mereka.
"Aku...hemmmm bilang nggak ya aku ini siapa...ck.sudahlah kalian tak perlu tahu sebaikanya besok kalian sekolah yang benar dan tidak membolos lagi"Lea berlalu dari hadapan mereka.
Mereka mengejar Lea,mereka meminta di latih agar bisa seperti Lea,Lea tak mau melatih mereka dan pergi meninggalkan mereka bertiga ditaman.
Azalea meski seorang putri bangsawan dirinya bukanlah putri biasa ayahnya menyewa pelatih bela diri sejak dirinya masih berusia dini itu di lakukan agar Lea bisa menjaga dirinya sendiri bila sedang di luaran dan tak di kawal oleh pengawal.
__ADS_1
Bersambung.