
Kedua orang itu masih berada di satu kamar yang sangat pengap, bahkan saat ini keringat bercucuran di wajah Rio hingga membasahi baju yang dia kenakan saat ini.
Azalea sengaja tidak menyalakan kipas anginnya karena dia ingin menghukum anak didiknya ini.
"Hueh... kenapa kau tidak nyalakan kipas anginnya sih?! " ucap Rio sewot.
Azalea hanya tersenyum tipis saja melihat anak didiknya ini merasa tersiksa.
"Kau pasti tidak terbiasa hidup susah ya... biasanya kamar mu pasti sejuk karena AC di kamar mu, sama seperti ku sih aku juga baru kali ini merasakan keadaan seperti ini hihi" Azalea mentertawakan dirinya sendiri.
Rio hanya cemberut saja saat Azalea meledek nya.
"Hei... apa yang kau bicarakan dengan ayah ku hingga dia tidak mengeluarkan mu dari sekolah?! " Rio tetap sewot.
Pluk.
Azalea memukul kepala Rio dengan botol air mineral kosong.
"Aw... kau ini?! " Rio menatap tajam pada Azalea dan Azalea pun menatap tajam pada Rio.
"Bicara yang sopan dengan orang tua" Azalea santai.
Rio memalingkan wajahnya kearah lain dan mengibas-ngibaskan tangannya agar ada angin yang bisa membuat sejuk dirinya.
"Kau sangat ingin tahu apa yang kami bicarakan? " tanya Azalea.
Rio masih cemberut dan manyun.
"Yakin kau tidak akan terkejut setelah mendengar nya? " tanya Azalea lagi tapi membuat Rio semakin penasaran.
Azalea dapat menebak Rio begitu penasaran dengan jawaban Azalea dan Azalea semakin senang menggodanya.
"Ayah mu meminta ku menjadi istrinya dan kau akan menjadi anak tiri ku hahaha" Azalea tertawa puas karena wajah Rio langsung merah karena marah dengan pernyataan itu.
"Bagaimana calon anak tiri ku? " bisik Azalea menggoda.
Azalea tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai anak didiknya ini.
"Hei... apa kau ini semurahan itu, asal kau tahu ibu tak akan membiarkan mu menjadi madunya" Rio marah.
"Hemmm ibu mu tak akan tahu kalau pernikahan ini tidak di publikasikan" ucap Azalea santai.
"Kau mau menjadi istri simpan?! dasar wanita murahan" maki Rio dan dia pun langsung keluar dari kamar yang pengkap dan panas tersebut.
Azalea tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai Rio.
"Dasar anak labil, mana mau aku jadi istri simpan dasar bodoh" gumam Azalea.
"Itulah hukuman karena berani menyusup ke sarang ku, heuh kita liat sampai mana kau akan terus menentang ku" ucap Azalea yang melihat kepergian Rio dari kamarnya.
...🦚🦚🦚...
Ke esok anda harinya.
Di sekolah terpajang sebuah foto di mading sekolah yang bertajuk.
__ADS_1
WANITA ****** YANG MENYAMAR SEBAGAI GURU, JANGAN KALIAN PERCAYA PADANYA.
dan di bawah tulisan tersebut terlihat foto Azalea yang memakai kaos bertali spageti dan celana pendek ketat sedang berduaan dengan seorang pemuda yang wajahnya di blur di kamarnya.
Azalea yang baru saja datang dan sedang berjalan dari gerbang sekolah langsung mendapatkan tatapan sinis dari para muridnya.
Pak Erwin yang melihat mading yang sedang di kerumuni oleh para siswa pu terlihat marah.
Sial siapa yang berani melakukan ini pada Lea ku.
Pak Erwin langsung merobek foto dan berita di mading tersebut karena kesal.
"Siapa yang berani menyebarkan fitnah seperti ini" teriak pak Erwin pada semua siswa dan siswi yang ada di depan mading.
Azalea yang baru saja tiba melihat kerumunan muridnya dan melihat kilat kemarahan di mata pak Erwin.
"Apa yang terjadi pagi-pagi begini? " gumam Azalea saat melihat kemarahan di mata pak Erwin.
Bahkan semua siswa dan siswinya saat ini mencibir nya dan melihat sinis ke arah Azalea.
Saat melihat kedatangan Azalea pak Erwin langsung menghampiri Azalea dan menarik. tangannya membawa nya ke ruang guru dan para murid yang ada di lapangan pun langsung berdesas desus tentang Azalea kembali.
"Pak Erwin ada apa sebenarnya kenapa anda terlihat sangat marah? " tanya Azalea saat tangannya di gandeng oleh pak Erwin menuju ruang guru.
sesampainya di ruang guru pak Erwin langsung melemparkan foto yang dia ambil dari mading ke atas meja.
Azalea terbelalak saat melihat foto tersebut, itu bukan rekayasa itu foto dia semalam dengan Rio hanya saja wajah Rio di blur.
"Bisa anda jelaskan ini bu? " tanya pak Erwin tegas.
Azalea hanya menghela nafas nya dalam Bu Silvi dan para guru yang lain pun melihat foto itu mereka berfikiran kali foto itu adalah hasil. rekayasa dan editan para siswa kelas Foto yang memang selalu iseng bila ada guru yang mereka tidak suka.
"Hem... jadi begini bu... pak... saya akan menjelaskan semua ini kepada kalian" Azalea mulai menjelaskan tentang kebenarannya.
"Jadi yang ada di dalam foto itu adalah memang saya dan itu di ambil secara diam-diam oleh mereka yang berkunjung semalam ke kostan saya, saya memang mengenakan pakaian seperti itu bila sedang tidur karena udara di kamar saya itu sangat pengap dan panas" jelas Azalea.
"Jadi ini benar-benar anda bu? astaga anda sungguh berbeda sekali anda bentuk tubuh anda sungguh menggoda bu anda seksi dan berisi bagaimana anda bisa membentuk tubuh seperti ini bu karena saya juga ingin punya body yahud kaya ibu ini" ucap Ibu Silvi.
Gubrak...
para guru yang ada di ruangan tersebut rasa nya ingin terjatuh saat mendengar perkataan ibu Silvi.
"Lantas siapa yang semalam ke tempat mu? " tanya pak Erwin.
"Biar aku yang urus mereka bapak tenang saja" ucap Azalea yang berjalan keluar dari ruang guru dan menuju kelas F.
Tapi Lea ini keterlaluan ini tidak bisa di biarkan aka aku buat perhitungan pada mereka yang mencemarkan nama baik mu, kau seorang bangsawan Azalea.
Batin pak Erwin geram.
Azalea melangkah santai menuju kelas F dengan langkah yang ringan seringan kapas tanpa beban.
"Pagi semua... " sapa Azalea kepada semua muridnya.
Dan seperti biasa semua murid yang ada di kelas itu hanya terdiam hanya satu orang yang menjawab dengan ceria sapaan Lea.
__ADS_1
"Pagi bu Lea" Dean tersenyum ceria pada Azalea bahkan dia sampai berdiri dari kursi nya.
Azalea tersenyum pada nya,dan dia melihat ke arah Rio dan Rio menatap sinis pada Dean.
Tuk... tuk tuk.. tuk.. tuk... tuk.. tuk.
Dean di lempari gulungan kertas oleh teman-temannya saat diri nya menyapa Azalea.
Azalea melihat itu dan menyandarkan pinggangnya di meja guru dia melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Hei... apa ini cara kalian berteman Hem? " ucap Azalea santai.
"Kalian memusuhi dia karena dia menjawab sapaan ku dan kalian langsung melempar kan kertas ke arahnya hahaha dasar kampungan" ledek Azalea.
"Apa kau bilang?! " Rio kesal dan berdiri dari kursi nya.
Azalea tersenyum meledek padanya.
"Kenapa? kau merasa diri mu kampungan? "tanya Azalea dengan nada meledek.
Rio kesal dan mengepal tangannya erat.
" Bukan aku yang kampungan tapi kau ******?! "ucap Rio ketus.
" Rio jaga mulut mu itu dia itu guru kita wali kelas kita"Dean mengajukan protes.
Rio menatap tajam ke arah Dean dirinya tak Terima kalau Dean berpihak pada Azalea.
"Heuh benarkah aku ******? lantas kau sendiri itu apa? bukan kah yang ada di foto tersebut itu kamu, lantas sebenarnya apa maksud mu menyelinap ke kamar ku semalam Hem? apa kau lupa apa yang terjadi diantara kita berdua saat malam panas itu? " ucap Azalea santai.
semua murid melihat ke arah Rio dengan tatapan tak percaya, padahal maksud Azalea malam panas itu adalah suasana panas yang ada di kamar yang pengap.
Azalea berjalan mendekat pada Rio, Rio Melihat kesemua teman-temannya yang menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Kau lupa kita sama-sama keringatan karena menikmati malam panas itu Hem? " Azalea berbicara dengan nada yang menggoda.
"Wah... pantas saja kau lama sekali berada di kamar nya waktu itu" celetuk Boy.
Azalea tersenyum penuh kemenangan.
"Bukan begitu bodoh aku dan dia sama sekali tidak melakukan apa-apa?! " Rio geram.
Semua teman-temannya melihat ke arah Rio dengan tatapan sinis dan tak percaya kalau Rio mampu melakukan hal itu dengan Azalea.
Rio terlihat putus asa karena kehilangan kepercayaan teman-temannya.
"Hehe satu sama" bisik Azalea di telinga Rio bahkan Azalea berakting seolah ingin mencium telinga Rio.
"Wah... ternyata kalian terlibat agar antara guru dan murid" celetuk Regza.
Rio kesal dan akhirnya membanting mejanya dan pergi keluar dari kelas.
"Ada yang mau ikutan keluar? silahkan bila kalian ingin tulang dan urat di tubuh kalian berpindah seperti kemarinnya" ucap Azalea santai dan saat mendengar ancaman Azalea para murid yang sudah tahu rasanya pukulan Azalea tak ada yang berkutik dari kursi mereka dan memilih diam ditempat.
Bagus...
__ADS_1
Azalea tersenyum penuh kemenangan, dan Dean pun tersenyum ceria ke arah Azalea.
Bersambung.