Wali Kelas F

Wali Kelas F
Kelemahan Anak Ajaib


__ADS_3

Keesokan harinya, saat disekolah tiba-tiba terjadi kehebohan karena para siswi menatap penuh kagum dan cinta pada seorang pria dewasa yang gagah dan tampan yang berdiri di depan pintu gerbang sekolah.


Saat Azalea tiba di gerbang sekolah dirinya langsung di sambut oleh pria dewasa tersebut, Azalea mengenali pria dewasa tersebut itu adalah tuan Sebastian ayah dari Verel.


Azalea hanya tersenyum canggung saja pada ayah Verel, dan ketika dirinya bersikap canggung tiba-tiba pak Erwin muncul dari belakangnya dan mengajak nya berjalan masuk kedalam sekolah bersama. Pak Erwin menatap kesal pada tuan Sebastian.


Dan tuan Sebastian hanya tersenyum sinis saja pada pak Erwin.


Tapi tak lama tuan Sebastian ada yang menegur dia adalah Dean sahabat dari anak semata wayangnya.


"Pagi paman... " sapa Dean.


"Hei... Dean... pagi sayang" ucap Tuan Sebastian penuh sayang.


"Paman antar Verel kesini? " tanya Dean.


"Iya semalam paman ke apartemen nya dan sekalian paman antar dia kesekolah jarang-jarang kan dia minta diantar ke sekolah" jelas tuan Sebastian.


Padahal kenyataan nya bohong, Verel tidak minta di antar kesekolah melainkan menolak karena Verel tahu alasan ayahnya ingin kesekolah itu karena apa, karena ayahnya itu masih penasaran dengan Azalea.


Tapi tuan Sebastian mengancam Verel kalau dirinya tak menuruti ayahnyaayahnya, kalau Verel tidak membiarkan nya mengantar kesekolah maka tuan Verel akan masuk kedalam jaringan Verel hingga Verel tidak bisa merentas dan mencari uang sendiri lagi. karena tuan Sebastian juga adalah ahli IT dan bakat itu diturunkan nya pada Verel hingga Verel tidak bisa berbuat apa-apa karena boleh di bilang ayahnya ini kemampuannya melebihi dirinya.


Dan saat kehebohan itu masih terjadi di gerbang sekolah Verel yang tidak tahan karena ayahnya masih tebar pesona dengan siswi di sekolah nya akhirnya berjalan ke arah gerbang dan meminta ayahnya untuk segera kembali ke habitatnya.


"Ayah pergilah mau apa lagi bukan kah ayah sudah bertemu dengan Azalea"Verel geram dengan kelakuan ayahnya yang selalu tebar pesona itu.


" Hei dia itu guru mu seharusnya kamu memanggilnya ibu guru bukan hanya menyebutkan namanya saja"protes ayahnya.


"Terserah lah yang pe tinggi sekarang ayah pergi dari sekolah ku, kalau tidak para siswi ini tidak akan masuk kelas mereka ayah" Verel gemas dengan ayahnya.


"Ya... ya... baiklah aku akan pergi nanti siang aku jemput kau kembali" ucap ayahnya santai.


"Aku pulang sore ayah ada latihan basket" ucap Verel kesal.


"Basket? " tuan Sebastian mengernyitkan dahinya, karena baru kali ini dia mendengar anaknya ingin bergabung dengan tim basket sekolah.


"Kau bergabung dengan tim basket sekolah? " tanya tuan Sebastian ragu.


"Iya, dan ini semua karena Azalea dia meremehkan ku dia fikir aku tidak pintar dan tidak bisa membuat tim basket sekolah menang di pertandingan"


Tuan Sebastian langsung tersenyum lebar saat mendengar alasan anaknya bergabung dengan tim basket sekolah.

__ADS_1


Ternyata karena wanita itu kau mau bergabung, Verel sudah ku duga sejak pertama kali bertemu dengannya kalau dia bukan wanita biasa saja.


Batin tuan Sebastian.


"Baiklah ayah pergi ke kantor dulu, kau belajar lah yang baik" ucap tuan Sebastian mengusap kepala anaknya dan tak lupa saat dia ingin masuk ke dalam mobilnya dia masih sempat-sempatnya tebar pesona pada siswi yang sedang mengagumi dirinya.


"Ck ayah... " geram Verel saat melihat kelakuan ayahnya yang seperti itu.


Verel menatap sinis pada semua siswi yang menjadi penggemar ayahnya itu.


"Dasar ayah menyebalkan" gumam Verel.


Semua siswi yang di lihati oleh Verel bergidik ketakutan karena tatapan Verel sungguh menakutkan bagi mereka, hingga mereka pun akhirnya memilih pergi dan masuk ke kelas mereka masing-masing.


Verel pun berjalan cepat ke arah kelasnya perasaan yang masih kesal dengan kelakuan ayahnya yang sangat menyebalkan dan playboy itu sungguh membuat nya tak pernah sepaham dengan ayahnya.


"Pantas saja ibu ku memilih meninggalkan nya dia seperti itu huft" keluh Verel kesal.


Verel duduk di kursinya, Dean melihat kearah nya dan bertanya.


"Kenapa? " tanya Dean.


"Biasalah" jawab Verel pelan.


Dan Verel hanya mengangguk saja.


Dean yang faham pun akhirnya terdiam dan kembali berbalik badan ke arah depan, tapi beberapa detik kemudian Dean di panggil lagi oleh Verel.


"De... " panggil Verel.


Dean menoleh.


"Kamu mau nggak jadi manager tim basket? mau ya... mau... plis... " paksa Verel.


Dean memiringkan kepalanya.


"Kamu seriusan gabung basket Rel? " tanya Rio.


"Iya gara-gara si Azalea itu dan gue akan buktikan pada dia kalau gue itu bukan hanya jenius di kelas tapi juga di lapangan" ucap Verel ketus.


Verel kemudian melihat ke arah Dean lagi dan dengan pandangan yang memohon dia memohon pada Dean untuk bergabung dengan tim basket, hingga Dean tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Aaaa thanks may girl muach" ucap Verel sambil memberikan kiss jauhnya dan itu membuat Rio kesal padanya.


"Nggak anak nggak ayah sama ajah suka tebar pesona" gerutu Rio.


"Hehe maklum lah namanya juga orang tampan ya wajar Tebar-teba r pesona hahaha" Verel mentertawai Rio yang kesal dengan tingkahnya pada Dean.


Hingga bel masuk sekolah berdering dan Azalea pun masuk ke dalam kelas F dan mengajar disana, hari ini tak ada yang berulah semua belajar dengan hidmat tak ada yang berulah dan tak ada yang bertingkah, semuanya mengikuti pelajaran layaknya murid sekolah biasa.


Dan ketika tiba bel istirahat berdering semua nya pun bubar dari kelas dan beristirahat, merelekskan otak mereka yang tadi dalam beberapa jam harus belajar.


Azalea melihat Dean berjalan sendiri dan dia pun memanggik Dean dan mengajak nya berbicara di bangku taman sekolah.


Mereka berdua duduk di bangku taman di bawah pohon rindang yang besar.


"Dean maaf saya ingin tanya, apa orang yang tadi pagi di depan itu benar ayahnya Verel? " tanya Azalea dia masih kurang percaya karena tuan Sebastian itu terlihat sangat muda dan lebih cocok menjadi kakak Verel dibanding menjadi ayahnya, entah karena awet muda atau memang orang itu menikah muda.


"Benar bu" jawab Dean polos.


"Ayah kandungnya begitu? " tanya Azalea ragu.


"Iya paman Sebastian memang ayah kandung Verel bu" jawab Dean polos.


"Tapi seperti nya dia masih terlalu muda untuk menjadi seorang ayah" ucap Azalea seolah tak percaya.


"Paman menikah di usia muda bu, saat usia beliau 16tahun dan bibi waktu itu langsung mengandung Verel bibi pun berusia muda sama seperti paman" jelas Dean.


"Apa?! " Azalea terkejut.


"Lalu dimana ibunya Verel sekarang? " tanya Azalea penasaran.


"Bibi dan paman sudah berpisah sejak Verel lahir, dan Bibi sekarang sudah menikah lagi dengan pria yang lebih dewasa dan mapan" jelas Dean.


Azalea yang mendengar cerita Dean sungguh tak habis fikir, seorang anak muda seperti Sebastian bisa menghasilkan anak sejenius Verel.


"Paman itu juga jenius bu kemampuan Verel itu menurun dari paman, bahkan paman lebih jenius karena lebih banyak pengalaman, mangkanya Verel agak takut dengan paman" Dean meneruskan cerita nya.


"Hah.... anak itu punya rasa takut juga rupanya? " tanya Azalea.


Dan Dean hanya mengangguk saja.


Hahaha anak ajaib akhirnya aku tahu kelemahan mu.

__ADS_1


Batin Azalea.


Bersambung.


__ADS_2