Wali Kelas F

Wali Kelas F
Bertemu Ayah Verel


__ADS_3

"Atau... kau hanya bisa bermain saja tapi tak bisa memilih stategi di lapangan? atau ada salah satu tim lawan dari sekolah lain yang menjadi saingan mu yang kau takuti dan tak ingin kau lawan begitu? " singgung Azalea dia berusaha menjatuhkan mental Verel kembali.


Verel terlihat kesal bahkan dia menatap tajam pada Azalea karena di remehkan oleh seseorang untuk pertama kalinya.


Verel geram dan mengepalkan tangannya kencang bahkan rahangnya mengerat kuat karena menahan kesal pada Azalea.


"Oke... akan aku buktikan pada mu kemampuan ku yang sebenarnya Azalea" ucap Verel geram.


"Bersiaplah kalian untuk kemenangan kalian, akan aku buktikan pada wanita ini siapa aku yang sebenarnya" ucap Verel sambil menunjuk telunjuknya ke wajah Azalea.


Verel akhirnya terpancing dan mau bergabung dengan tim basket, dia benar-benar tak Terima di remehkan oleh Azalea seperti itu.


"Nanti sore aku akan ikut latihan dengan kalian, dan akan ku buktikan pada wanita ini siapa aku sebenarnya" ucap Verel sebelum meninggalkan Azalea dan anggota tim basket.


Verel berjalan cepat menuju kelasnya, dia masih kesal dengan Azalea, bahkan saat sampai di kelas dirinya pun berjalan cepat ke arah kirsinha dan duduk dengan menjatuhkan bokongnya di kursi dengan kerasnya bahkan dia menendang mejanya hingga bergeser dan terdengar suara denctitan kaki meja yang menggeser di lantai.


Dean melihat kearah sahabatnya itu yang terlihat sekali sedang kesal dan Rio hanya tersenyum saja karena tahu sahabat nya itu pasti sedang kesal dengan wali kelas mereka.


"Kau baru tahu dia? " singgung Rio yang memang meja mereka bersejajar.


"Ya... tapi dia belum tahu siapa aku sebenarnya Rio, lihat saja akan aku perlihatkan siapa aku sebenarnya" Verel geram.


Rio hanya tersenyum saja melihat reaksi sahabatnya seperti itu, seolah dirinya berhasil membuat sahabatnya ini membenci Azalea dan pendukung nya bertambah.


Hingga sore menjelang.


Verel menepati janjinya pada klub basket, dia bersedia bergabung dan bermain dengan klub basket, tapi dia juga menarik Azalea untuk menjadi saksi dirinya atas kehebatan nya.


"Kapan kalian ada pertandingan? " tanya Verel sombong.


"Hari sabtu ini Rel" jelas ketua klub.


"Oke berarti sisa tiga hari lagi kita latihan dan sebaiknya kalian semua mempersiapkan sematang mungkin menjelang latihan" ucap Verel.


Sementara Azalea terlihat santai-santai saja, padahal di balik kesantaiannya, Azalea memperhatikan jiwa kepemimpinan dari seorang Verel Bastian.

__ADS_1


Dan setelah selesai latihan Verel pun kembali pulang menggunakan motor nya dan Azalea pulang menggunakan kendaraan umum yaitu bus, tapi malam ini Azalea tidak pulang ke rumah sewaannya tapi dia pulang ke apartemen yang satu gedung dengan Verel.


Azalea mengadakan pertemuan di apartemen tersebut dengan seseorang yang dia hubungi kemarin ditelpon.


Dan ketika Azalea menaiki Lift dia bertemu dengan seseorang di dalam lift, pria dewasa yang tampan dan gagah, namun wajahnya seolah tak asing bagi Azalea tapi entah kapan dia pernah bertemu dengan pria asing ini, tapi entah dimana, Azalea pun tak ingin ambil pusing siapa dan dimana dia pernah bertemu dengan pria ini.


Lift berhenti dan pintunlift itu pun bergeser dan terbuka, Azalea dan pria tampan itu pun keluar bersamaan dan saat keduanya melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari dalam lift, Tiba-tiba ada Verel yang sedang berdiri di depan lift.


"Hei.... sedang apa kau disini? " tanya Pria itu pada Verel.


Dan Azalea baru menyadari kalau wajah keduanya sangat mirip hanya berbeda versi saja.


"Seharusnya aku yang bertanya pada ayah kenapa ayah berduaan dengan nya di dalam lift? " tanya Verel ketus.


Aaaa jadi mereka ayah dan anak pantai sangat mirip tapi tunggu-tunggu dia benar-benar ayahnya, tapi sepertinya dia masih sangat muda.


batin Azalea dia juga melirik kearah mereka berdua.


"Kau kenapa melihat seperti itu?! " tanya Verel kesal karena dirinya di lihatin seperti itu.


"Iya kau tak salah dengar dia memang ayah ku kenapa memang nya? " ucap Verel ketus.


"Verel... jangan bicara kasar begitu dengan wanita" ucap ayah Verel bijak.


"Perkenalkan saya Bastian saya ayahnya Verel apa kau penghuni baru di sini? " tanyanya.


"Heheh sebenarnya bukan saya tapi temen saya yang tinggal disini tuan" jelas Azalea lembut.


"Ck sudahlah ayah jangan sok baik, dia itu wali kelas ku yang baru" jelas Verel.


"Hah... wali kelas mu? " ayah sebastian bingung.


"Iya tuan saya wali kelas anak anda, nama saya Azalea" Azalea memperkenalkan dirinya penuh sopan.


"Sudah lah ayah... jangan dekat-dekat dia, dia itu siluman" Verel langsung menarik ayahnya ke dalam unitnya, dia tidak jadi pergi yang tadinya ingin keluar dari apartemen ini untuk mencari makanan tiba-tiba dirinya jadi hilang selera karena melihat Azalea bersama ayahnya.

__ADS_1


Di dalam unitnya, Verel marah-marah pada ayahnya karena dia tidak suka melihat ayahnya dekat dengan Azalea.


"Ayah tidak sengaja naik lift bersamanya Verel, kami bukan berdua-duaan tapi... guru mu itu memang boleh juga hehe"


"Ayah... aku sudah menduga kalau ayah akan seperti itu, ayah pasti akan tertarik dengan siluman itu" Verel kesal.


"Kenapa kau mengatai nya siluman dan kenapa kau sepertinya tidak suka dengannya apa kau di kalah kan olehnya? " Sebastian tahu kalau anaknya ini sangat dan paling tidak suka di kalah kan apa lagi dengan wanita.


"Bukan begitu ayah.... lagi pula ayah ngapain sih kesini?! " tanya Verel ketus.


"Ayah kan rindu pada anak semata wayang ayah yang tampan ini" ucap Sebastian dengan memeluk tubuh Verel.


Verel yang di perlakuan seperti anak kecil langsung memberontak melepaskan pelukan ayahnya dia sangat merasa risih dengan perlakuan ayahnya ini.


"Ish.... ayah.... hentikan" Verel kesal tapi Bastian tidak melepaskan pelukan itu malah semakin erat.


Sementara itu di unit apartemen yang lain, Azalea masuk dengan santainya dan ternyata disana sudah ada temannya yang sejak kemarin dia hubungi.


Azalea meminta seorang guru etika untuk memeberikan pelajaran privat kepada muridnya nanti yaitu Fedra dan kawan-kawannya.


Mereka pun berbincang-bincang, guru tersebut mengenal Azalea sebagai putri bangsawan dia sendiri pun tak menyangka kalau Azalea saat ini telah menjadi seorang guru, dia sangat bangga bisa berkerja sama lagi dengan Azalea.


"Terima kasih sekali miss Selena anda karena bersedia memenuhi undangan saya untuk membantu mengajar murid-murid saya" ucao Azalea dengan lembut dan sopan.


"Tidak masalah tuan putri, saya merasa senang dan bangga karena bisa membantu Anda" ucap mis Selena.


"Maaf mis saya ada permohonan pada anda, bila di hadapan semua orang terutama di depan murid saya anda jangan memanggil saya dengan sebutan putri, karena saya merahasiakan indentitas asli saya mis" jelas Azalea.


"Ooo baiklah anda memang berbeda tuan putri, oleh karena itu saya begitu senang membantu Anda" jelas mis Selena.


"Terima kasih mis Selena atas kerja sama dan pengertian anda pada saya" ucap Azalea.


Selesai berbincang-bincang Azalea pun pamit pada mis Selena dia akan pulang ke rumah sewanya yang sempit dan pengap itu karena dia tidak mungkin tinggal di apartemen mewah ini meski apartemen ini adalah milik nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2