
Azalea di panggil ke ruang kepala sekolah. perasaannya sudah tidak enak saat melangkah melawati lorong sekolah menuju ke ruangan kepsek.
"Oh astaga Lea kau ini apes sekali baru hari pertama mengajar kau langsung kena masalah dan pasti akan segera dikeluarkan dari sekolah ini huft, aku harus bersiap. mencari sekolah berikutnya ini" gumamnya saat melangkah ke ruangan kepsek.
Azalea tiba di depan ruang kepala sekolah, sebelum dirinya masuk dia mengetuk pintu dahulu sampai terdengar suara pria paruh baya itu dari dalam, kemudian Azalea pun masuk.
Azalea mengangguk kepada kepala sekolah sebelum dirinya di persilahkan duduk, disana juga masih ada ibu Silvi.
Azalea bingung karena melihat wajah ibu Silvi yang terlihat sangat senang seolah baru memenangkan undian lotre.
sepertinya dia senang sekali aku kena masalah.
Batin Azalea.
"Ibu Lea silahkan duduk" ucap kepala sekolah.
dan Azalea pun duduk di depan meja kepala sekolah.
"Ibu Lea apa yang sebenarnya terjadi di kelas F hingga anda sampai mematahkan meja guru? " tanya Kepala sekolah tegas.
"Ehm... itu refleks pak" jawab Azalea jujur.
"Maksud ibu? " tanya kepala sekolah.
"Jadi tadi itu ada murid yang pintar dia membuat alat setrum yang bentuknya sama persis dengan spidol, saat saya melepas tutup spidol tangan saya kesetrum dan alat itu menempel di tangan saya karena tegangannya cukup tinggi agar saya bisa melepaskannya makan saya membenturkan tangan saya ke meja tapi saya lupa mengontrol tenaga saya hingga akhirnya meja itu patah jadi dua"jelas Azalea.
Kepala sekolah dan ibu Silvi hanya bengong mendengar penjelasan Azalea.
__ADS_1
"Sungguh menakjubkan ibu Lea anda benar-benar wonder women di sekolah ini" ucap Ibu Silvi dengan mata berbinar.
"Maksud ibu Silvi itu apa sih? " Azalea kebingungan.
"Ibu Lea welcome to sekolah ini, dan jadilah bagian dari sekolah kami" pinta ibu Silvi.
"Hehe ibu kenapa sih saya baru Sehari jadi guru magang disini" Azalea masih bingung.
"Jadi begini ibu Lea" kepala sekolah mulai menjelaskan hal yang sebenarnya.
Kepala sekolah menjelaskan kalau sebenarnya sekolah sedang mencari wali kelas yang tepat untuk kelas F karena kelas tersebut sangat bermasalah, bukan karena muridnya nakal saja tapi karena kejenuisan para murid yang ada disana jadi tak ada yang bisa membimbing mereka ke arah yang benar, hingga sekolah mencari wali kelas yang tepat untuk kelas tersebut.
Sudah beberapa guru baru yang langsung mengundurkan diri saat baru masuk kekelas tersebut, ada saja yang mereka lakukan mulai dari di ajak berdebat tentang ilmu dan dikerjai seperti ibu Lea dan ada saja kasus yang di timbulkan oleh murid-murid kelas tersebut hingga para guru tak ada yang mau mengajar disana, karena tanpa di ajar pun nilai semua murid disana di atas rata-rata hanya saja ya begitu tetap saja murid tetap membutuhkan kehadiran seorang guru bukan hanya untuk memberikan ilmu tapi untuk membimbing mereka agar tidak salah jalan dan memperbaiki moral untuk regenerasi bangsa.
Bukan hanya otak saja yang pintar tapi moralitas juga di perlukan agar masa depan mereka juga baik, meski masa depan mereka sudah jelas jadi orang sukses tapi bukan hanya sekedar sukses tapi juga menjadi orang sukses dengan moral yang baik.
"Separah itulah kelas tersebut? " gumam Lea yang berbaring kepanasan di kamar sempitnya ini bahkan saat ini dirinya hanya mengenakan kaos dengan tali spagetti dengan celana ketat pendek.
"Aku harus cari informasi tentang semua. murid dikelas tersebut" Azalea bangkit dari posisi tidurnya dan mengambil kaos gimbrang dan celana training nya, dia ingin keluar dan mencari makan karena tadi siang dirinya belum sempat makan.
Azalea berjalan ke sebuah mini market yang agak jauh dari tempat tinggalnya, dia mencari sesuatu yang memang tidak ada di warung dekat kamar yang di sewanya. hingga harus berjalan agak jauh untuk ke mini market tersebut, dirinya yang asik. berjalan sendirian tak sadar kalau ada seorang pria bertopi yang sedang mengawasi dan mengikuti kemana langkahnya berjalan.
Setalah selesai berbelanja dan membayar di kasir Azalea mengeluarkan sesuatu yang dia beli di mini market tersebut.
Srek...
"Yam... Hem... dah beberapa hari nggak makan ini jadi kangen heheh permen lolipop favorit ku" ucap Azalea yang berbicara pada permen lolipop yang di pegangnya. membuat orang yang mengikuti nya menahan tawanya melihat kelakuan konyol Azalea.
__ADS_1
Saat dirinya sedang berjalan dan melihat kedalam plastik yang dia bawa minuman kaleng yang ada di kantong plastik tersebut malah terpleset dari tangannya dan Menggelinding hingga masuk ke kolong kursi sebuah taman.
Azalea berusaha mengambil kaleng minumannya tapi saat dia sudah meraih kaleng tersebut, dirinya mendengar keributan di taman tersebut, Azalea mencoba melihat apa yang terjadi di taman tersebut dan melihat tiga orang brandal sedang menodongkan pisau pada seorang anak laki-laki remaja,bahkan wajah anak. remaja itu sudah memar-memar bahkan terlihat luka sobek disudut bibirnya.
Azalea tidak bisa tinggal diam entah kenapa jiwa penolongnya itu selelu bergelora bila melihat orang lain di tindas di depan matanya.
Tangan Azalea yang sedang memegang minuman kaleng yang belum dibuka tersebut spontan langsung melemparkannya ke salah satu preman brandalan hingga tepat terkena kepala salah satu diantara mereka.
Bletak.
"Akh.... siapa yang berani ngelempar ini?! " teriak brandal itu marah. Azalea berjalan tanpa dosa kearah brandal tersebut dan tanpa rasa takut dan malah berpura-pura bodoh mengakui kalau dialah yang melemparkan benda tersebut ke kepala brandal tersebut.
"Ah... aku... aku yang melemparnya hehehe" ucap Azalea tanpa dosa.
"Gadis ini berani betul kau hah?! " bentak brandal yang terkena lemparan Azalea.
"Wuuuu marah ceritanya nih hehe" Azalea seolah menantang brandalan tersebut.
Orang yang mengikuti Azalea pun tidak tinggal diam saat melihat Azalea akan di serang oleh Brandal tersebut.
Tapi saat brandal tersebut ingin memukul Azalea tanpa ragu Azalea langsung menendang kepala brandal itu dengan tendangan memutar nya.hingga brandal tersebut jatuh tersungkur ke tanah.
Wajah polos Azalea yang tadi muncul berubah menjadi bengis setelah menendang brandal tersebut.
"Ibu Lea" gumam remaja yang sedang di todong oleh brandal tersebut.
"Sialan serang dia" teriak brandal tersebut dan kedua temannya yang sedang memegang pisau pun akhirnya menyerang Azalea dan saat pisau mengarah kepada Azalea tiba-tiba pisau itu terpental jauh karena tiba-tiba ada orang yang muncul di depan Azalea dan menendang pisau tersebut hingga melayang ke atas langit dan entah mendarat dimana.
__ADS_1
Bersambung.