
Azalea telah selesai mengajar di jam pertama di kelas lain bukan kelas bermasalah, setelah selesai mengajar di jam pertama dia masih ada kelas lagi di kelas berikutnya namun itu nanti saat selesai jam istirahat.
Azalea menyempatkan waktu senggang nya untuk memeriksa data semua murid kelas f, yang dimana di kelas tersebut adalah memang bukan dari keluarga yang biasa saja rata-rata dari mereka berasal dari keluarga orang berpengaruh di negeri ini selain pengusaha ada juga anak pejabat di negeri ini, sungguh amat sulit bagi Azalea untuk menaklukan mereka karena tameng yang mereka punya bukan orang sembarangan.
Meski Azalea bisa saja meminta bantuan ayahnya untuk melawan mereka bila mereka cari masalah dengan nya tapi mengingat kejadian terakhir dirinya melakukan kesalahan fatal karena kabur dari istana hanya karena untuk mengejar cita-cita nya sebagai seorang guru.
Azalea membayangkan wajah ayahnya yang marah-marah di depan nya, sudah membuatnya menggelengkan kepala kuat-kuat karena omelan seorang tuan besar Erikstar pasti sudah bisa membuat guncangan hebat di seluruh istana.
Srek.
"Ibu Lea anda tidak apa-apa? " tanya pak Erwin saat duduk di meja sebelah nya.
"Eh... pak Erwin saya tidak apa-apa hanya sedang membaca data murid ini" Azalea lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung celananya.
Hap.
Sebuah permen lolipop masuk kedalam mulut Azalea dan disimpan nya di pipi. sebelah kanan Nya.
Erwin yang melihat itu hanya menggeleng kepala nya pelan dan tertawa pelan.
"Eh... ini" Azalea melihat beberapa data murid yang lain.
"Hem... begitu" Azalea hanya manggut-manggut saja membaca data berikutnya.
Ternyata tak semua murid disana anak pejabat atau anak orang kaya, sebagian ada anak-anak. yang dapat beasiswa karena prestasinya.
Azalea melipat kedua tangannya dan menaruhnya di dadanya, dengan senyuman sisnisnya dia seperti mendapatkan tantangan sebagai seorang guru.
"Baiklah kalau begitu" gumam Azalea dan langsung menutup berkas yang ada di mejanya.
" I Accept your challenge"ucap Azalea dengan penuh semangat.
Pak. Erwin yang berada di sebelahnya terlihat bingung dengan tingkah Azalea.
"Kenapa bu? " tanya pak Erwin.
"Haha tidak apa-apa pak hehe aaaaa" Azalea yang sangat bersemangat hampir terjengkang kebelakang kursi yang dia duduki.
Tapi untung saja kursi itu di segera di tahan oleh pak Erwin. hingga Azalea tidak jadi jatuh.
"Eh... pak Erwin terimakasih ya hehe maklum lagi semangat ini hehe" Azalea sebenarnya malu tapi dia menyembunyikan rasa malunya di balik tawanya.
__ADS_1
Pak Erwin hanya tersenyum dan menggeleng saja, melihat kesayangannya begitu bersemangat hingga hampir saja celaka.
Setelah mengucapkan terimakasih pada pak Erwin Azalea langsung berdiri dari kursinya dan berjalan keluar ruang guru dan menuju keruangan kepala sekolah.
Dia sudah memantapkan hatinya untuk menjadi wali kelas f.
akan aku ubah semua kelakuan mereka yang tak bermoral itu, menjadi anak regenerasi bangsa yang benar-benar berguna untuk bangsa ini, walau aku tak tahu akan berhasil atau tidak tapi mungkin ini memang sudah jalan ku yang telah aku pilih hingga Tuhan akhirnya mengirim ku kesini, bantu aku Tuhan untuk mengemban tugas ini.
Batin Azalea berbicara di setiap langkahnya menuju ruang kepala sekolah.
langkahnya berhenti di depan ruang kepala sekolah dia pun mengetuk pintu berwarna coklat tersebut, terdengar suara yang menyuruhnya masuk dan Azalea pun membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan kepala sekolah.
"Ada apa ibu Lea? " tanya kepala sekolah.
"Pak saya bersedia untuk menjadi wali kelas F" ucap Azalea dengan penuh percaya diri.
Wajah kepala sekolah terlihat berbinar saat mendengar hal itu.
"Anda serius bu? " mata kepala sekolah terlihat berkaca-kaca karena terharu.
Azalea mengangguk kuat.
"Iya Pak saya siap mengemban tugas ini" ucap Azalea tegas.
...🌸🌸🌸...
Keesokan harinya tugas pertama Azalea di mulai di jam pertama dia sudah berjalan menuju lantai dua dan menuju kelas F.
Saat diri nya masuk ke kelas tersebut sama seperti hari sebelumnya suasana di kelas tersebut begitu dingin, Azalea menatap keseluruh kelas dan setiap wajah di kelas tersebut.
Azalea menaruh bukunya di meja dan dia berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Mohon perhatian semuanya perkenalkan nama saya... "
Perkataannya langsung terputus saat seorang murid menyelannya.
"Kami sudah tahu nama anda bu" celetuk Rio murid yang duduk dekat dengan jendela.
"Ah... iya kau benar aku lupa, aku hanya ingin memberi tahu kalian kalau mulai saat ini aku yang menjadi wali kelas kalian" ucap Azalea santai.
"Apa?! " teriak semua murid bersamaan.
__ADS_1
Azalea hanya tersenyum sinis saja dia lalu mengeluarkan lolipop kesukaannya dari kantung celananya dan memakannya dengan sangat santai.
Tak lama ada tiga murid lain yang merangsek masuk ke kelas tersebut bahkan mereka sampai tersungkur ke lantai. Azalea yang terkejut dengan kedatangan ketiga murid tersebut sampai mengangkat satu kakinya.
Lebih terkejut lagi saat ketiga siswa itu bersimpuh di depan Azalea.
"Suhu kami mohon Terima kami jadi murid anda juga, jadikan kami bagian kelas ini juga suhu" ucap triple S dari kelas D.
"Oh ya ampun sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku suhu" Azalea geram
"Hei... triple S jangan macam-macam kelas kalian di sana bukan disini, disini bukan tempat orang-orang norak kaya kalian" ucap Dion ketus.
"Wah... berani ya lu sama kita" Stiven bangun dari posisi bersimpuh nya dan bersiap mengajak Dion berkelahi.
"Oh astaga woi... ini kelas bukan ring tinju kalau kalian ingin berkelahi sana ke lapangan" omel Azalea.
"Oke... kalau begitu" bukan nya takut para murid itu malah beranjak dari kursi dan ingin kelapangan.
Azalea kesal karena menghadapi murid-murid yang kurang ajar tidak ada takutnya.karena pihak sekolah tidak mungkin mengeluarkan mereka semua karena bagaimana pun. mereka adalah aset berharga bagi sekolah.
Krek... pyar...
Mata tripel S dan sebagian murid disana terbelalak saat melihat Azalea dengan mudahnya menghancurkan vas bunga hanya dengan sekali remat bagai meremat kerupuk saja.
"Berani kalian berbuat rusuh maka kalian akan merasakan pijatan tangan ku ini hahaha" ucap Azalea seperti seorang psikopat dengan wajah menyeramkan. hingga membuat sebagian murid merinding ngeri terlebih triple S dan juga Regza yang pernah menyaksikan langsung kehebatan Azalea dalam bertarung.
"Maaf kan kami bu... " tripel S bersimpuh lagi.
"Lari keliling lapangan 50 kali dan kalian juga yang tadi mau ikut berkelahi di lapangan semuanya turun kelapangan dan ikut lari bersama mereka kalau tidak maka jangan salahkan aku kalau otot dan tulang kalian akan berpindah dari posisinya" ancam Azalea.
Tapi yang lari keluar kelas dan keliling lapangan hanya triple S tidak dengan murid kelas F. Azalea tahu ancaman seperti itu tak akan berhasil pada murid kelas ini.
Azalea tersenyum sinis menatap ke arah para murid nya. dan para murid tersebut pun hanya memandang remeh ke arah Azalea.
"Heuh... kalian fikir aku takut dengan kalian? " ucap Azalea dingin.
Azalea melepas kemejanya dan kini dia hanya memakai kaos ketat yang membentuk tubuhnya.
"Oke maju kalian semua" tantang Azalea.
"hahaha dia fikir bisa mengalahkan kita begitu saja, kau akan tahu akibatnya bila berani menyentuh kami meski hanya sehelai rambut" ucap Rio dengan sombong.
__ADS_1
"Heuh.... kau fikir aku takut ancaman mu itu? aku tahu semua tentang kalian, dan aku sudah siap menerima resiko yang akan terjadi pada ku bila mencari masalah dengan kalian karena aku bukan hanya menggunakan otot saja untuk menghadapi kalian tapi dengan otak juga, puh"Azalea membuang permen lolipop itu sembarangan dengan menyemburkan nya dari mulutnya.
Bersambung.