
Ke esok anda harinya.
Di mulailah kompetensi antara perwakilan Kelas F dengan triple S.
Triple S sungguh-sungguh ingin masuk dan menjadi bagian di kelas F karena mereka sangat mengagumi Azalea sebagai guru mereka.
Perwakilan Kelas F adalah Rio, Boy dan.... seseorang yang belum. muncul padahal bel sekolah sudah berdering.
"Siapa tekan. kalian satu lagi kenapa kalian hanya berdua saja? " tanya Azalea pada zeio. dan Boy.
"Itu dia datang" Rio menunjuk ke arah belakang Azalea.
Azalea menoleh kearah belakang nya dan berapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang baru saja datang dengan pakaian seragam sekolah nya dan mendekati Rio mereka lalu tersenyum pada Azalea.
"Kau? " tanya Azalea bingung.
"Ya saya adalah Verel Sebastian salah satu murid kelas F ibu Azalea" Verel menyapa Azalea ramah.
Azalea mencoba mengingat-ingat nama-nama para murid nya, dan akhirnya dia baru mengingat satu nama yang memang tidak pernah dia ketahui orangnya yang mana dan pagi ini barulah dia mengetahui muridnya yang selama ini tak pernah hadir di kelas.
Dan saat kehadiran Verel di antara Rio dan Boy Triple S nampak pucat bukan karena apa mereka sangat tahu Verel itu murid paling berbakat di kelas F, bukan hanya pintar dan Jenius dalam pelajaran tapi dia juga sangat jenius dalam olah raga, nilainya selalu sempit meski jarang datang kesekolah.
"Kenapa kalian menjadi pucat begitu? apa kalian ingin mundur? " tanya Azalea pada triple S.
"Bukan begitu bu... tapi lawan kami memang sangat berat" jelas Steven.
"Maksudnya? " Azalea bingung.
"Verel itu anak ajaib bu... tak ada yang bisa mengalahkan dia dalam segi apa pun juga di sekolah, bahkan murid berbakat seperti Rionaldo saja tidak bisa mengalahkannya" jelas Samuel.
"Oo ya... " Azalea lalu melihat ke arah Verel dan Rio yang sedang berbincang di seberang nya.
Apakah dia sama dengan yang lain? tapi saat semalam kami berbicara aku lihat kepribadian anak ini sedikit berbuat dari kebanyakan, dia cukup sopan di banding Rio.
Batin Azalea.
"Lalu gimana apa kalian mau lanjut atau mundur?" tanya Azalea pada triple S.
"Sebaiknya kita mundur saja lah Bu... karena kita tidak akan menang melawan squad mereka" ucap triple S.
"Tapi anda tetap akan mengajari kami kan bu meski kami bukan anak kelas F" tanya Steven.
"Tentu saja saya adalah guru saya berkewajiban untuk mengajarkan setiap siswa-siswi yang ingin belajar" jelas Azalea dia bahkan tersenyum ramah dan ceria pada triple S.
Dan senyuman itu di tangkap oleh Verel, baru kali ini dia melihat seorang guru yang tersenyum penuh ketulusan dan ceria seperti itu, meski yang di hadapinya bukanlah murid-murid yang bukan biasa.
Verel semakin penasaran dengan Azalea karena triple S adalah tergolong anak-anak nakal di sekolah, namun mereka meminta secara langsung pada Azalea untuk mengajar mereka bahkan nekat ingin masuk kelas F.
__ADS_1
Rio menepuk pundak Verel dan Verel terbangun dari lamunannya ketika menatap Azalea.
"Kenapa melamun? " tanya Rio.
"Eh... tidak apa-apa sekarang sebaiknya kita ke kelas saja lah, aku rindu bangku ku hahaha" Verel tertawa hambar.
Rio hanya menggeleng saja.
Saat mereka berjalan menuju kelas tubuh Verel ada yang menabrak dan memeluknya dari depan, Verel tersenyum saat tahu siapa yang memeluknya ini.
"Akhirnya kau datang ke sekolah juga Verel" ucap Dean dengan gembira saat memeluk tubuh Verel.
"Apa kau merindukan ku? " tanya Verel lembut bahkan dia menundukan kepalanya karena tinggi Dean lebih rendah darinya.
"Hem... aku rindu kamu" ucap Dean semangat.
Rio yang melihat itu nampak kesal.
"Hei... disini bukan tempat pacaran lagi pula. bila kau rindu dengannya bukankah kau bisa datang menemuinya di apartemennya kenapa pake peluk-pelukan di depan umum seperti ini?! " Rio sewot.
Verel sangat mengenal sahabatnya ini hingga dia tidak mendengarkan perkataan Rio dan malah menarik tangan Dean menuju kelas mereka.
Azalea yang melihat itu hanya tersenyum saja, diantara persahabatan ternyata ada persaingan juga fikirnya.
Dan entah kenapa jiwa isengnya pun meronta untuk meledek Rio yang sedang kesal pada kedua sahabat nya.
Azalea mendekati Rio dan berbisik di sisinya.
Rio langsung menatap Azalea sinis karena dia kesal di singgung seperti itu oleh wali kelasnya ini.
Rio hanya bisa mengepalkan tangannya saja kuat-kuat karena kesal pada Azalea, dia tidak berani melawan Azalea karena yang ada guru ini makin jadi meledek nya dan membuat nya semakin malu saja nantinya. hingga dia memilih untuk diam saja.
Azalea pun masuk kedalam kelas dan melihat tidak ada kursi kosong lagi di kelas tersebut kursi di pojokan dekat jendela tepatnya di belakang kursi Rio kininsudhs terisi oleh seorang siswa yang nampak santai di dalam kelas bahkan dirinya tak membawa tas atau peralatan sekolah untuk dirinya belajar di sekolah, hingga di pertengahan pelajaran Azalea mencoba mengetes nya untuk mengerjakan soal fisika di depan kelas.
Rio tersenyum penuh kemenangan saat Azalea menantang Verel, dan Verel hanya berjalan santai saja ke depan white board untuk menyelesaikan soal yang di berikan Azalea.
Dan dengan mudahnya Verel menyelesaikan soal tersebut.
"Apa tidak ada soal yang lebih sulit? " tantang Verel.
Azalea nampak takjub dengan kemampuan Verel, hingga dia tersenyum dan menatap Verel penuh takjub.
"Kau benar-benar anak ajaib? benarkah itu? " tanya Azalea.
"Tidak juga aku tetaplah manusia biasa" jawab Verel santai dan berlalu dari Azalea dan berjalan santai ke arah mejanya.
Verel duduk di kursi nya dengan santai bahkan dia bersandar di kursi nya dengan santainya.
__ADS_1
Dean menatap Verel dan tersenyum pada Verel, tapi terlihat sekali kalau Rio tak suka melihat interaksi mereka berdua, bahkan Verel sengaja menggoda Dean dengan mengidipkan mata genitnya pada Dean hingga Dean semakin gemas melihat sahabat nya itu.
Di fikiran Dean dan Verel itu hanya lelucon saja tapin berbeda di difikiran Rio yang kesal melihat hal seperti itu, dia fikir Dean dan Verel saling menyukai hingga dia fikir itu adalah hal yang sangat norak di mata nya.
"Dasar norak" gumamnya kesal sendirian.
Verel yang mendengar itu hanya tergelak saja.
Hingga jam istirahat pun tiba, semua siswa dan siswi beristirahat dengan melakukan kegiatan masing-masing, hari ini ada klub basket yang mengadakan latihan di lapangan karena akan bertanding minggu ini pertandingan antar sekolah.
Klub basket yang melihat kehadiran Verel di sekolah langsung memintanya untuk membantu Squad sekolah mereka, karena mereka tahu kemampuan Verel seperti apa.
Verel menolak dia tak mau berurusan dengan kegiatan sekolah, meski dia sangat hebat dalam hal apa pun.
Saat Azalea berjalan di lorong sekolah bersama pak Erwin bola basket tiba-tiba melayang ke arah mereka berdua, pak Erwin dengan sigap langsung menepis bola basket tersebut dia berusaha melindungi Azalea.
"Siapa yang melemparkan ini?! " bentak pak Erwin.
Para anggota klub basket tak ada yang mengaku.
"Oke... kalau tidak ada yang mau mengaku saya akan hukum kalian" ancam pak Erwin.
Azalea langsung mencegah pak Erwin menghukum mereka.
"Tahan pak Erwin, mungkin mereka tidak sengaja saat kita lewat tadi, jangan langsung menghukum dahulu, lagi pula kita berdua tidak kenapa-kenapa kan" ucap Azalea tegas.
Verel melihat itu dan memang melihat Azalea memang sangat berbeda dari guru kebanyakan.
Azalea mengambil bola basket yang ada di tangan Pak Erwin dan mendribelnya menuju lapangan, dengan senyum ceria dia mengajak para tim basket untuk berlatih bersamanya, bahkan dia juga mengajak pak Erwin untuk ikut masuk kelapangan dan bermain basket dengannya dan para anggota tim basket.
"Sepertinya kita kurang orang, Verel bisa kau bantu kami ikut bergabung dan bermain disini" ucap Azalea yang melihat Verel berada disana.
"Dia mana mau bu... gabung dengan kita" ucap salah satu anggota klub basket.
"Ooo...iya... " Azalea sebenarnya tahun kalau murid nya itu memang sedang di bujuknokeh tim basket untuk bergabung tapi dia tak mau bergabung.
Hingga akhirnya Azalea memperlihatkan skill. bermain basketnya yang boleh dibilang tidak biasa sebagai seorang guru.
Azalea mendrible bola dan memperagakan beberapa atraksi dan akhirnya dia menembak bola ke dalam ring basket yang tinggi itu dengan melakukan dunk.
Semua yang ada di sana tertegun melihat kemampuan Azalea, tubuh Azalea memang kecil tapi dia sungguh lincah bahka dia mampu melompat setinggi itu untuk melakukan dunk.
Tim basket bahkan sampai mangap. melihat aksi Azalea.
Verel yang melihat itu hanya tersenyum meremehkan, Azalea menatapnya dan mengacungkan tangannya untuk menantang Verel untuk masuk kedalam lapangan.
"Ayo anak ajaib" tantang Azalea.
__ADS_1
Verel hanya tertawa sinis pada Azalea.
Bersambung.