Wali Kelas F

Wali Kelas F
Guru Baru


__ADS_3

Seorang pria tinggi berdiri di depan Azalea dan menendang pisau yang yang ditodong kan di depan wajah Azalea.


siapa dia.


batin Azalea.


Anak laki-laki remaja yang tadi sudah di pukuli langusng menghampiri teman perempuannya yang tadi di ganggu oleh para brandalan itu.


Para brandal yang tidak terima karena di kalahkan oleh seorang pria misterius dan akhirnya menantang pria itu bertarung, tapi Azalea tidak tinggal diam dan ikut bertarung juga dengan para berandalan tersebut Azalea langsung melumpuhkan satu brandal dengan sekali tendangan ke arah wajah hingga gigi brandalan itu rontok dan hidung brandalan itu pun patah.


sementara yang dia orang mereka berdua melawan pria misterius itu Azalea tidak tinggal diam dan membantu pria tersebut dengan cara bekerja sama melumpuhkan kedua orang brandalan tersebut.hingga kedua nya berhasil melumpuhkan para brandalan tersebut.


Azalea melihat ke arah dua remaja itu ternyata itu adalah murid di tempat nya mengajar.


"Hei... bagaimana keadaan kalian? " tanya Azalea saat menghampiri mereka berdua.


"Iya kami tidak apa-apa bu" jawab. seorang siswi.


"Kalian kenapa bisa berurusan dengan para brandal itu? " tanya Azalea.


"Em.... itu.... " sang siswi menunduk dan *******-***** jarinya sendiri.


"Ibu tidak perlu tahu, ayo kita pulang" ucap siswa tersebut dan mengajak temannya pulang bersamanya.


"Hei... Hei... " Azalea memanggil. mereka berdua.


Azalea yang ingin mengejar mereka berdua ditahan oleh pria misterius tersebut.


"Diam lah tak usah dikejar sepertinya mereka masih belum tahu caranya berterimakasih" ucap pria misterius tersebut.


"Ah... iya anda benar oia Terima kasih karena sudah membantu ku" ucap Azalea pada pria misterius tersebut yang belum jelas wajahnya karena terhalag topi yang di kenakannya.


Azalea pamit pada pria misterius tersebut dan berjalan kembali ke arah rumah sewanya.


aku akan selalu melindungi mu Lea.


batin pria misterius tersebut.


Pria misterius tersebut lalu menelpon seseorang dan memberikan perintah kecil pada orang yang di telponnya dia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada seseorang yang sudah tidak tahu diri.


"Kita lihat sampai mana kau mau ber sombong diri anak muda" ucap pria misterius tersebut.


Dan beberapa menit itu kemudian.


Seorang pria berjaket kulit hitam, mengenakan topi dan kaca mata hitam berjalan ke sebuah gudang yang ada di dermaga pelabuhan kota tersebut, saat dirinya berjalan ke dalam gudang terdengar suara teriakan seorang pemuda yang meminta di lepas kan dari tawanan beberapa orang yang menculiknya.

__ADS_1


Beberapa orang yang berpakaian seperti body guard menundukkan kepalanya saat melihat sang pangeran masuk ke gudang tersebut.


"Bagaimana? " tanya Pangeran Melvin.


"Dia masih terus berteriak meminta di lepas kan pangeran" jelas Jim seorang body guard yang biasa mengawasi Azalea.


Melvin mendekat pada pemuda tersebut melihat wajahnya sudah memar karena di pukuli oleh brandal tadi dan saat ini dirinya disiksa lagi oleh Melvin, dia kesal karena saat dia tahu Azalea di hina begitu saja oleh bocah kemaren sore.


"Hei... anak ingusan" Melvin memukul pelan pipi anak remaja itu.


Pemuda itu menatap tajam kearah Melvin.


Melvin yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya tertawa sinis.


"Kenapa kau tidak suka aku berbuat seperti ini hem? " Melvin mencengkram rahang pemuda yang terikat tersebut.


"Aku akan mengajari mu sopan santun hem..."ucap Melvin dingin.


" Seharusnya bila kau sudah di tolong orang kau harus berterima kasih mengerti?! "Melvin tetap menatap pemuda itu dengan tatapan dingin.


" Aku tahu kenapa kau bisa dikejar brandalan tersebut, karena kau telah membobol situs judi online hingga sang bandar mearas rugi dan kau bersama teman mu itu akhirnya dikejar mereka untuk mengembalikan uang mereka kan? "jelas Melvin.


"Hah bagaimana kau tahu itu? siapa. kau sebenarnya? " tanya remaja itu.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku yang jelas kau harus berjanji pada ku untuk meminta maaf pada guru mu tadi dan jangan lupa ucapkan terimakasih kasih kalau tidak... "


"Heuh tanpa guru pun kami sudah pintar untuk apa guru lagi hahaha"


"Kau bilang kau pintar hem? justru kalian itu sangat bodoh karena tak menyadari kalau guru. kalian itu sangat hebat" jelas Melvin.


Pemuda tersebut tetap tidak. mau berterima. kasih pada Azalea hingga Melvin terus menyiksa nya dengan menggelitik kakinya hingga pemuda itu lemas karena terus tertawa.


Hingga akhirnya pemuda itu menyerah karena sudah kelelahan karena tertawa, Melvin tak melakukan kekersan untuk menyiksa pemuda ini karena hal. seperti itu tidak akan disukai oleh Azalea, jadi dia menggunakan cara lain untuk. menyiksa pemuda yang bernama Regza ini.


"Baik baik aku akan minta maaf pada ibu Lea besok dan berterima kasih karena sudah menolong ku" ucapnya dengan nafas yang terengah-engah karena kelelahan.


"Good boy, tepati janji mu karena aku akan selalu mengawasi mu kapan pun di mana pun mengerti"


"Bagaimana kau mengawasi ku heuh dasar pembohong" ucap Regza meremehkan.


"Karena mulai besok aku pun menjadi guru di. sekolah mu" ucap Melvin santai.


Regza hanya bengong saat mengetahui kalau orang yang di depannya ini juga akan menjadi guru di sekolahnya besok.


"Bersiaplah tuan muda" Melvin menepuk pipi Regza.

__ADS_1


"Bersiap lah kamu dan kawan sekelas mu berhadapan dengan dunia yang baru dan lebih bermoral" ucap Melvin. sebelum pergi meninggalkan Regza sendirian di gudang tersebut dengan tangan yang masih. terikat di kursi kayu tersebut.


Melvin dan semua bodyguard nya meninggalkan Regza sendirian di gudang membiarkan pemuda itu ketakutan dan berteriak-teriak pada Melvin.


Hingga ke esok anda harinya.


Pagi yang menyingsing fajar semua orang mulia beraktivitas di pagi ini termasuk Azalea, dia pergi kesekolah tempatnya mengajar, dirinya masih belum memutuskan untuk menerima tawaran menjadi wali kelas F karena dia masih ingin melihat semua data para murid di kelas tersebut.


Azalea menaiki bus kota menuju kesekolah dan setelah sampai disana, Azalea bingung karena begitu banyak murid yang berkumpul di depan ruang kepala sekolah, dia akhirnya bertanya pada seorang siswi yang sedang ikut berdesakan di sana.


"Ada apa kok rame bener? " tanya Azalea.


"Ada guru cowo baru bu ganteng deh" ucap siswi tersebut seolah terkesima dengan guru baru tersebut.


Azalea hanya tersenyum saja saat mengetahui sesuatu yang heboh di pagi hari di sekolah ini.


Azalea berjalan menuju ruang guru dan menaruh tasnya disana.


saat diri nya sedang menyiapkan materi untuk mengajar dirinya di panggil ke ruang kepala sekolah oleh ibu Silvi.


Azalea pun akhirnya berjalan ke ruang kepala sekolah dan akhirnya bertemu dengan seorang guru baru tersebut, seorang pria berkaca mata dan brewokan memang tampan tapi bukan tipe Azalea.


Kepala sekolah memperkenalkan Azalea dengan guru baru tersebut sebelum membahas tujuannya memanggil Azalea ke ruangan nya.


setelah berkenalan kepala sekolah akhr bertanya kembali kepada Azalea untuk ketersediaannya untuk menjadi wali kelas F.


"Maaf Pak tapi apa boleh saya meminta data para murid hingga saya bisa tahu kelebihan mereka dan bagaimana saya akan mendidik mereka dan berbaur dengan mereka nantinya" jelas Azalea.


"Oh baiklah ibu Lea nanti akan saya cari dahulu data siswa kelas F dan tolong antar pak Erwin menuju ruang guru"


"Baik pak, mari pak Erwin" ajak Azalea.


Erwin pun akhirnya mengikuti Langkah Azalea menuju ruang guru.


"Oia pak Erwin nanti mengajar apa? " tanya Azalea saat mereka berjalan menuju ruang guru.


"Saya akan mengajar olahraga dan fisika" jelas nya.


"Ooo begitu ah kita sudah sampai ke ruang guru pak dan itu ibu Silvi ketua komite guru disini" Azalea menujuk ibu Silvi yang langsung menghampiri mereka.


Ibu Silvi pun memberikan jadwal tugas pada pak Erwin dan ternyata meja pak Erwinin dan meja Azalea bersebelahan karena ya hanya dua meja itu saja yang sedang kosong saat ini.


pak Erwin alias pangeran Melvin menatap kearah Azalea yang sedang mempersiapkan materi untuk di kelas nanti.


Aku akan. selalu mendampingi mu sayang dalam meraih cita-cita mu.

__ADS_1


Ucap Melvin. saat menatap kepada Azalea yang sedang berkonsentrasi pada bukunya.


Bersambung.


__ADS_2