
Pagi ini Lea sudah bersiap pergi kesekolah swasta untuk menjadi guru magang disana,pagi ini dia sudah berpenampilan rapih dia memakai kemeja wanita berlengan panjang berwarna cream polos dengan aksen oita di dadanya dan memakai celana kulot berwarna coklat tua.
Rambutnya yang panjang sebahu dia kuncir ke atas,di pakainya kaca mata tebal itu,bukan kaca mata minus itu hanya untuk menyembunyikan jati diri aslinya saja,menutupi wajah cantiknya yang sebenarnya.
Setelah selesai Lea keluar kamarnya dan menguncinya dari luar dia membawa CVnya dan menggendong tas ranselnya.
"Semangat Lea ini hari pertama mu mengajar semoga menyenangkan"gumamnya saat berjalan menuju jalan besar untuk menaiki bus yang menuju ke arah sekolah tempat tujuan sekarang ini.
Lea menunggu bus bersama dengan beberapa orang di halte bus.tak lama bus yang di tunggunya tiba Lea dan para penumpang yang lain pun naik kedalam bus tersebut.bus padat Lea tak dapat kursi dia pun berdiri bersama beberapa orang yang baru saja naik.
Bus malaju dan dalam waktu 20 menit bus pun sampai di tempat tujuan Lea,dia pun turun dari dalam bus bersama beberapa murid berseragam SMA.
Lea berjalan menuju gerbang sekolah dia lalu bertanya pada penjaga sekolah tersebut ruangan kepala sekolah dan penjaga tersebut pun menunjukannya.
Lea berjalan menuju ruangan kepala sekolah dan menunggu di depan ruangan tersebut.tak lama Lea pun di panggil kedalam ruangan tersebut untuk wawancara dengan kepala sekolah.
Kepala sekolah mempersilahkannya duduk di depan meja kerjanya,dia pun melihat CV Lea.
"Azalea..."gumam kepala sekolah yang berusia paruh baya ini seorang pria setengah tua rambutnya bahkan sudah terlihat beberapa lembar berwarna putih.
Azalea.tak mencantumkan nama keluarganya baik itu di CV bahkan di ijazah sekolahnya dia tak mencantumkan nama keluarganya,bila dia mencantumkan itu indentitasnya akan segera terbongkar.
"Kau berprstasi dalam bidang bela diri juga ruapanya"ucap kepala sekolah.
"Iya pak"jawab Lea.
Lea memang melampirkan beberapa piagam penghargaan prestasinya saat mengukuti kejuaraan bela diri saat masih sekolah.
"Kau juga menguasi beberpa bahasa asing rupanya hemmm"kepala sekolah membaca CV Lea.
"Baiklah ibu Azalea anda saya tugaskan menjadi guru bahasa karena anda mengusai beberapa bahasa asing dan di ruang guru nanti anda juga mempunyai meja sendiri bersama rekan guru yang lain,dan saat ini anda akan menerima jadwal jam pelajaran di ruangan tersebut mari ikut saya"ajak kepala sekolah.
Lea pun mengukiti langkah kepala sekolah keruang guru,saat di ruangan guru kepala sekolah memperkenalkan Lea kepada guru-guru yang ada disana dan kepala sekolah pun menyerahkan Lea kepada ketua guru yang ada disana.
"Ibu Silvi tolong beri jadwal jam pelajaran pada ibu Azalea ya...anda bisa bertanya pada ibu Silvi disini dia adalah ketua komite guru dia yang mengatur jadwal palajaran di sekolah ini"ucap kepala sekolah.
"Baik pak"ucap Lea.
Kepala sekolah pun meninggalkan ruang guru dan kembali keruangannya.
__ADS_1
Sekarang Lea menerima arahan dari ibu Silvi dia memberikan jadwal pelajaran pada Lea dia mengajar bahasa dan saat ini sudah di mulai jam pelajarannya di lantai dua tepatnya di kelas 2-D.
"Ibu Azalea"tegur ibu Silvi.
"Ya bu,oia panggil saja saya Lea"ucap Lea ramah.
"Baiklah ibu Lea berhati-hatilah masuk ke kelas tersebut karena sebagian muridnya sulit di atur"ucap bu Silvi.
"Ooo iya terima kasih pemberitahuannya bu"Lea pun berjalan menuju lantai dua dan menuju kelas yang di maksud.
Kelas 2-D terpampang jelas di depan pintu kelasnya,saat Lea akan masuk ke kelas tersebut Lea melihat ada sesuatu yang janggal karena pintu kelas tidak tetutup rapat mau pun terbuka.
"Ck...heuh...kebiasaan kuno"gumamnya.
Lea berjalan ke arah kelas tersebut dan menendang pintu tersebut lalu melompat mundur dan benar saja saat pintu kelas tersebut bergerak jatuhlah sebuah ember berisi air kotor yang beisi kecap dan saus.
Azalea masuk kedalam kelas dengan senyum meledek pada semua murid di kelas tersebut.
"Heeh trik kuno"gumamnya.
"Oia bisa kalian bereskan kekacauan ini"ucapnya saat menuju meja guru.
Para murid bengong melihat kedatangan Lea ke kelas mereka lebih bengong lagi saat tiga murid laki-laki paling nakal menghampiri Lea dan bersimpuh di hadapan Lea.
"Suhu...maafkan kami,kami tak tahu anda seorang guru di sekolah kami "kata mereka bertiga kompak dan bersimpuh di hadapan Lea.
"Kalian...murid sekolah ini?"tanya Lea bingung.
"Iya...suhu,woi...beresin ini semua bikin kotor ajah elu pada"tunjuk seorang dari ketiga murid itu pada seluruh teman sekalasnya.
"Ck...nggak usah nyuruh-nyuruh seperti bos begitu kalau kamu bisa ya kamu saja yang kerjakan"ucap Lea santai.
"Baik suhu siap"ucap anak itu patuh.
"Oia jangan panggil saya suhu saya bukan suhu,saya guru bahasa disini"ucap Lea santai.
"Baik bu "anak itu patuh.
"Nah begitu lebih baik hehe"Lea menuju meja guru dan memulai mengabsen nama-nama murid di kelas itu.
__ADS_1
Sedangkan ketiga anak nakal itu masih sibuk membersihkan lantai kelas yang kotor.
"Samuel..."Lea mengabsen.
"Saya bu"ucap salah satu anak nakal itu.
"Simon...."masih lanjut mengabsen.
"Saya bu..."ucap anak nakal yang satu lagi.
"Stiven..."lanjut mengabsen.
"Saya bu..."ucap anak nakal yang terakhir.
Lea bengong bisa-bisanya ketiga anak nakal ini satu barisan nama dan berawalan huruf S semua.
"Astaga apa kalian bersaudara?"tanya Lea terkejut.
"Tidak bu nama keluarga kami berbeda"ucap Sam sambil menggosok lantai dengan kain pel.
"Mereka itu triple S bu satu sekolah pun mengenal mereka"ucap salah satu murid perempuan yang duduk paling depan terlihat cantik tapi sombong.
"Ooo begitu...ya sudahlah bila itu sudah bersih kembalilah ke meja kalian dan kita mulai pelajaran"ucap Lea pada triple S.
"Siap Bu"ucap Triple S kompak.
Semua murid di kelas pun bingung kenapa triple S sangat patuh pada guru baru ini padahal biasnya triple S yang selalu membuat guru baru bukan guru baru saja bahkan guru yang sudah senior di sini pun tak tahan dengan tingkah laku nakal mereka yang sangat sulit di atur apa lagi patuh.
Triple S kembali ke kelas setelah menaruh perlengkapan kebersihan di tempatnya semula,para guru pun heran melihat ke arah pergelangan tangan mereka melihat waktu sudah lebih dari lima menit tapi Azalea belum keluar juga dari kelas 2-D tersebut.
"Biasanya guru nggak sampai 5 menit sudah keluar dari kelas tersebut tapi ini sudah 15 menit ibu Lea masih bertahan disana dia nggak kenapa-kenapa kan?"gumam ibu Silvi sambil celingungakan ke arah tangga lantai dua.
"Baik...tadi saya sudah absen kalian dan kita mulai pelajarannya ya..."Lea mulai mengambil spidol.
Tapi pergerkannya terhenti ketika Azrael salah satu murid di kelas tersebut mengangkat tangannya.
"Ibu...guru...anda belum memperkenalkan diri anda"ucapnya.
"Oo iya saya lupa sangking semangatnya mengajar Hehe"Lea cengengesan.
__ADS_1
"Perknalkan nama saya Azalea panggil saja saya Lea"Lea memperkenalkan dirinya di depan kelas pertamanya.
Bersambung.