Wali Kelas F

Wali Kelas F
Disidang


__ADS_3

Kemenangan tim basket sekolah kemarin membuat daftar prestasi sekolah bertambah, namun ini adalah prestasi pertama bagi wali kelas F Azalea karena berhasil membimbing murid nya untuk bisa aktif di sekolah lagi.


"Selamat bu Lea... " ucap Pak Erwin dengan senyum sumringah saat berhadapan dengan Azalea di ruang guru.


"Ah Terima kasih pak Erwin, rencananya saya mau mengadakan pesta kecil-kecilan bersma anak kelas saya nanti di sebuah kafe, bila anda sempat datanglah ke kafe W yang letaknya di jalan B" Azalea mengundang Erwin untuk menghadiri pesta kecil. bersama anak-anak muridnya.


"Baiklah saya akan datang dengan senang hati" ucap Erwin tersenyum.


Setelah itu Azalea pun pamit pada Erwin untuk mengajar kembali dikelasnya.


Saat di lorong kelas dia melihat Verel yang bersandar di dinding lorong dan melipat kedua tangannya di depan dadanya, Verel memang menunggu Azalea disana dia menunggu Azalea karena dia ingin Azalea mengakui kalau dirinya memang hebat.


Dengan memasang wajah sombong Verel menaikan dagunya saat menatap Azalea, namun Azalea tetap bersikap dan berjalan santai saja, tak perduli dengan kelakuan anak ajaib itu.


Verel yang melihat itu merasa kesal pada wali kelasnya ini, hingga akhirnya dia mencegat jalan Azalea yang menuju ke kelas nya.


"Ayo masuk kelas" ucap Azalea santai.


"Tidak mau, sebelum kau akui kehebatan ku" ucap Verel sombong.


Azalea tersenyum miring.


"Baik aku akui kalian memang hebat" ucap Azalea santai.


Verel kesal karena Azalea bukan mengakui kehebatan dirinya tapi kehebatan timnya, dia tidak suka itu.


"Dasar guru pengecut, kau itu pengecut Azalea karena tidak mau mengakui kekalahan mu dari ku" ucap Verel ketus.

__ADS_1


"Sudah masuk kelas belum sudah berdering" Azalea masih santai hingga membuat Verel bertambah kesal karena Azalea sama sekali tidak terpengaruh dengan kata-kata nya.


Azalea menarik tangan Verel, Verel tertergun saat wali kelasnya menarik tangannya dia bahkan melihat tangannya yang di genggan oleh Azalea dan tanpa dia sadari langkah kakinya mengikuti langkah Azalea menuju kelasnya.


Bahkan Verel tak sadar kalau saat ini dirinya dan Azalea sudah tiba di kelasnya, bahkan para siswa dan siswi di kelas F ikut terbengonh saat melihat Azalea menggandenga tangan Verel sampai masuk. ke kelas.


Azalea melepaskan tangannya sementara Verel masih terbengong saat di kelas.


"Verel... kenapa kau tidak duduk di kursi mu? " tanya Azalea lembut.


Verel terbangun dari lamunan nya, dia lalu berjalan dan melewati meja Azalea sambil. bergumam.


"Dasar penyihir" gumamnya yang masih di dapat di dengar oleh Azalea.


Azalea yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggeleng pelan saja.


Verel berjalan ke arah mejanya dia melewati meja sahabatnya dengan wajahnya kusut seperti baju yang belum di setrika.


"Baiklah sebelum mulai pelajaran saya ingin mengucapkan selamat kepada Dean, Rio, dan Verel karena telah berhasil membawa tim basket sekolah kita menang di pertandingan antar sekolah, saya bangga dengan bakat kalian dan ke kompakan kalian sebagai timtim, beri tepuk tangan kepada mereka " ucap Azalea yang langsung membuat semua murid bertepuk tangan, tapi Verel masih saja cemberut.


"Saya harus mengakui kehebatan Rio sebagai play maker dan Dean sebagai manager tim yang tak pernah lelah memberikan suport kepada tim basket sekolah dan kedua sahabatnya" lanjut Azalea.


Apa?! dia hanya mengakui kehebatan Rio dasar guru sialan.


Verel kesal dan akhirnya bangkit dari kursinya dia sudah ingin meninggalkan kelas.


"Tapi saya harus mengakui kehebatan seseorang yang terbukti hebat dalam segala bidang yaitu Verel Bastian seorang murid jenius dan berbakat, saya akui kau hebat Verel saat bertanding kemarin kau tidak egois dan selalu bekerja sama dengan tim, kau tahu bagaimana harus bertindak dan kau juga tahu bagaimana caranya tim agar mencetak angka kepemimpinan mu patut saya acungkan jempol, hebat 👍👍"ucap Azalea yang tersenyum di depan kelas dan mengacungkan kedua jari jempolnya.

__ADS_1


Verel yang melihat itu jadi salah tingkah hingga dia duduk lagi di kursi nya, Dean yang melihat itu pun tersenyum, karena Azalea mampu mengambil hati satu sahabatnya ini.


" Dan untuk merayakan keberhasilan Verel maka kita di undang dan di traktir Verel nanti saat pulang sekolah di kafe W dan kalian bisa memesan apa saja yang kalian mau disana"


"Asik.... " ucap. semua murid kecuali Rio.


Sedangkan Verel hanya bengong saat mendengar perkataan Azalea yang seenaknya sendiri, pasalnya ini tidak ada di dalam rencananya.


Ketika Verel ingin protes Azalea tersenyum miring padanya seolah meledek.


"Sialan dasar penyihir.... " Verel geram dengan wali kelasnya ini karena dia tahu isi fikiran Azalea bila dia protes nantinya pastinya Azalea akan menjatuhkan harga dirinya di depan teman-temannya hingga dia yang bergengsi sebesar gunung Everest itu akhirnya memilih terdiam dan bersiap-siap isi kartunya di kuras habis siang ini oleh Azalea dan kawan-kawan nya.


Hingga waktu berlalu dan waktunya sore hari saatnya pulang sekolah pun tiba, semua murid kelas F pun menuju kafe W untuk merayakan pesta kemenangan yang di menangkan oleh tim basket kemarin, wajah Verel sudah terlihat kurang bersemangat saat mengikuti langkah teman-temannya. bahkan saat di kafe dirinya hanya mojok saja di meja paling pojok, ditemanu oleh Rio sementara Dean bergabung dengan yang mainnya, Pak Erwin pun ikut memeriahkan pesta kemenangan tersebut.


Saat semuanya sedang asik menikmati makanan dan minuman sambil sesekali mengobrol dan sesekali juga tertawa, Azalea tiba-tiba ingin ke toilet dia pun akhirnya meninggalkan murid-muridnya dan berjalan kebelakang kafe mencari toilet.


Tapi saat dirinya berjalan ke arah toilet dirinya mendengar suara yang sangat membuat bulu kuduk merinding di dalam sebuah toilet, Azalea melihat ada sepasang kaki bersepatu sekolah, Azalea gemetar kesal karena sepertinya itu adalah salah satu muridnya.


Azalea pun akhirnya mendobrak pintu toilet tersebut dan benar saja Azalea mendapati kedua siswinya berada di dalam satu toilet bersamaan dan bahkan yang satunya sudah berantakan bajunya bahkan kancing seragamnya sudah terbuka semua.


"Apa yang kalian lakukan? " Azalea menekan semua kata-kata nya.


Siswi yang bajunya terbuka menyembunyikan wajahnya di belakang siswi yang sedang berdiri tepat menghadap ke pintu toilet. keduanya masih terdiam.


Azalea akhirnya menarik satu siswi yang memang lebih tinggi darinya bahkan tubuhnya setinggi Rio dan Verel.


"Rapih kan dirimu" ucap Azalea pada murid yang berantakan tersebut.

__ADS_1


Setelah rapih Azalea membawa mereka keluar dari kafe dan duduk di sebuah taman keduanya akan di sidang oleh Azalea.


Bersambung


__ADS_2