
Di roof top sekolah seorang siswa sedang berbaring dan menatap langit biru dan awan putih yang bergerak mengikuti arah angin.
Hingga bel jam istirahat berdering dia masih berada di sana, semua teman-teman sekelasnya yang sudah sangat hafal dengan watak Rio pun menyusulnya kesana.
Dion, Boy dan Arga menghampiri Rio yang sejak tadi berada disana.
Rio tak memghiraukan keberadaan mereka bertiga yang mendekat padanya, dia masih terdiam membisu.
mereka bertiga pun duduk berjajar di samping Rio dan Rio tetap membisu dia kesal dengan kedua teman nya ini Boy dan Dion yang tadi ikut membela Azalea di kelas.
"Yo... " Dion mulai berbicara.
Tapi sama sekali tak dijawab oleh Rio.
Dan saat ini mereka berusaha membujuk Rio agar tidak marah dengan mereka bukan karena mereka takut dengannya tapi karena bagi mereka bila salah satu sahabat sedang bermasalah mereka tetap akan selalu ada untuknya begitu pun dengan mereka.
Tapi Rio yang sudah terlanjur kecewa dengan para sahabat ini terutama Dion dan Boy yang seharusnya mereka tahu apa yang di lakukan Rio semalam dengan Azalea di sana tapi malah ikut-ikutan tidak percaya dan bukan membela dikelas malah ikut memojokannya tadi.
"Jangan anggap gue temen kalian lagi" ucap Rio dingin.
"Ck ayolah Yo... kau tahu sendiri ucapan Azalea itu sudah seperti mantra yang dapat menghipnotis orang yang mendengar nya" Boy menjelaskan.
"Dan karena otak bodoh kalian itu mangkanya kalian bisa terpengaruh dengan nya begitu kan?! " Rio kesal.
"Kami memang salah tapi kami tidak bodoh yang bodoh itu kamu, kenapa kau tidak langsung keluar semalam saat Azalea mengurung mu di kamar nya, apa jangan-jangan semua yang dia katakan Azalea itu benar kalau kalian menghabiskan malam panas disana semalam?"ucap Dion sinis.
"Sialan kau" Rio emosi dan langsung memukul wajah Dion.
Dan terjadilah baku hantam di atas atap sekolah tiga lawan satu mereka menyerang Rio sendirian.
Dean yang ingin memastikan keadaan Rio di atap sekolah pun menyaksikan bagaimana Rio di keroyok oleh para sahabat nya.
"Berhenti.... apa yang kalian lakukan pada Rio" Dean berlari mendekati Rio yang sudah babak belur di pukuli oleh mereka.
Mereka bertiga pun berhenti saat mendengar teriakan Dean, tapi Rio menolak di tolong oleh Dean tangannya langsung di tepis oleh Rio saat Dean ingin membantunya berdiri.
Ketiga sahabatnya yang melihat itu jadi semakin geram dengan Rio hampir saja Rio terkena pukul lagi oleh Dion tapi Dean berhasil menghalanginya hingga Dean lah yang terkena pukulan Dion.
__ADS_1
"De... dasar bodoh kenapa kamu ngebelain dia sih dia itu udah nggak anggap kamu itu teman lagi?! " sentak Dion yang akhirnya membantu Dean berdiri karena terjatuh saat terkena pukulan Dion.
"Tapi aku masih menganggap Rio sahabat aku Dion" ucap Dean lirih.
Rio yang sedang melangkah ke pintu dekat tangga sempat menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Dean.
"Hueuh dasar bodoh" gumam Rio yang akhirnya meninggal para sahabat nya di atap sekolah.
Dion membawa Dean ke UKS untuk mengobati lukanya.
Dion menghela nafas dalam saat dirinya mengobati luka di wajah Dean.
"De... kenapa kamu jadi membela Azalea sih dan rela di musuhi oleh Rio sahabat terbaik mu" tanya Dion.
"Karena aku yakin ibu Lea bisa membimbing kita untuk menjadi generasi bangsa yang baik, dia orang baik Dion dia berbeda dari guru yang lain" jelas Dean dengan lembut.
"Ya aku tahu dia orang baik meski sangat brutal saat marah hehe"
Dean pun tetawa saat mendengar ucapan Dion.
Saat mereka sedang tertawa pintu UKS terbuka dan munculah Rio dari pintu tersebut dengan wajah yang lebam dan terlihat tidak suka dengan keberadaan mereka berdua.
Dion hanya tersenyum miring saja.
"Kenapa kamu nggak suka lihat kita berduaan? kami cemburu? " singgung Dion.
"Cemburu heuh apa tidak ada kata yang lebih bagus lagi selain itu bodoh, kau tahu aku dan dia berteman sejak kecil kenapa aku harus cemburu dengan mu bodoh" maki Rio.
Meski kata-kata makian yang terlontar dari mulut Rio tapi Dean sangat senang karena mendengar Rio masih menganggap nya teman kecilnya.
Dan hampir saja keributan dan baku hantam bagian kedua terjadi di ruang UKS, saat Rio sudah ingin memukul Dion tiba-tiba terdengar suara orang berdehem di ambang pintu.
"Ehm... " suara orang berdehem.
Dion dan Rio menoleh ke arah suara tersebut dan ternyata itu adalah Azalea dia bersandar di kusen pintu sambil melipat tangannya di dada.
Azalea masuk kedalam UKS dan mendekat pada Rio dan Dion.
__ADS_1
"Ini UKS bukan ring tinju" singgung Azalea.
Dean tergelak saat mendengar Azalea berkata seperti itu seolah membalikan kata-kata Rio yang tadi bilang kalau ini UKS bukan tempat pacaran.
Rio menatap sinis pada Azalea.
Tapi Azalea malah semakin senang meledek nya.
"Kenapa melihat ku seperti itu? kau terpesona dengan ku? sebegitu cantik kah aku di mata mu? " goda Azalea.
Dean tergelak kembali saat melihat reaksi Azalea seperti itu karena sudah jelas-jelas Rio menatap sinis karena benci dengan nya tapi Azalea malah bilang kalau Rio terpesona oleh nya, hingga membuat Rio semakin kesal pada Azalea dan memilih pergi dari UKS sambil mengantungi tangannya di kantung celananya.
"Bye calon anak tiri" ucap Azalea meledek hingga semakin membuat Rio geram pada wali kelasnya itu.
Melihat itu Azalea jadi semakin bersemangat untuk tetap membuat Rio semakin kesal karena itu semakin membuat Rio menunjukan kelemahannya dan Azalea semakin bisa mengendalikannya.
Azalea hanya menggeleng pelan saja saat melihat kondisi wajah Dean dan juga Dion yang sudah memar-memar.
"Apa sekolah ini seharusnya menjadi sekolah para petarung hingga setiap hari harus ada yang baku hantam seperti ini hem? " ucap Azalea santai.
"Seperti nya setelah kedatangan anda ke sekolah kami sepertinya memang pelajaran petarungan dan petualangan harus di masukan kedalam materi pelajaran bu hihi" Dean terkikik.
Sementara itu seorang pemuda yang mengantongi tangannya di saku celana seragamnya menggenggam sesuatu di dalam sana, dan mengeluarkan nya dari sakunya.
Sebuah botol salep pereda nyeri dia letakan di meja seorang siswi.
Maaf.
batinnya.
Dia pun berjalan kembali keluar kelasnya dan berapa terkejut nya dirinya saat ingin keluar kelas ternyata di ambang pintu ada Azalea yang bersandar seperti tadi di UKS.
"Dasar manusia tak bertulang kerjaan mu hanya bersandar di mana-mana" ucap Rio ketus.
Azalea tersenyum miring dan menggeleng pelan saja saat tahu apa yang baru saja di lakukan Rio.
Sebenarnya Rio ke UKS tadi ingin memberikan salep itu pada Dean tapi saat di UKS entah kenapa niat itu di ubah saat melihat Dean tertawa bersama Dion.
__ADS_1
Bersambung.