Wali Kelas F

Wali Kelas F
Roti Lapis dan Susu Coklat


__ADS_3

Ke esok anda harinya.


Di sekolah semua murid melakukan kegiatan seperti biasanya, begitu pun para pengajar di sana Azalea pun sedang mempersiapkan materi yang akan dia ajarkan nanti di kelasnya, kelas yang sebenarnya tak perlu dia ajari banyak materi yang perlu di ajari disana itu sebenarnya lebih mengutamakan ilmu moralitas yang baik untuk diri mereka.


Dan ketika Azalea keluar dari ruang guru, dia di kejutkan oleh siswanya yang sedang menunggunya diluar pintu.


"Eh.... Regza ada apa? " tanya Azalea bingung sebab tak biasanya muridnya ini berada di sekitaran ruang guru.


Regza langsung menunduk hormat pada Azalea.


"Pagi bu Lea... mari saya bantu anda untuk membawakan buku tersebut" tawar Regza menunjuk ke arah dada Azalea yang memeluk tumpukan buku di dadanya.


"Ooo boleh kalau kau tidak repot" Azalea memberikan setumpuk buku tersebut pada Regza.


Dan mereka pun berjalan beriringan ke arah kelas mereka, tapi saat di lorong ruang guru tiba-tiba Regza mengetakan sesuatu yang membuat Azalea bingung.


"Bu Lea... Terima kasih karena tempo hari anda menolong saya dan Cecil dan maaf karena waktu itu saya sama sekali tidak tahu diri karena tak mengucapkan Terima kasih pada anda" ucap Regza dengan penuh ketulusan.


Azalea nampak kebingungan tapi kemudian tersenyum pada muridnya itu.


"Tak masalah yang terpenting kau dengan Cecil baik-baik saja saat itu" Azalea menepuk. pundak Regza.


Azalea pun segera mengajak Regza berjalan ke kelas, dan tanpa mereka sadari pak Erwin tersenyum saat menyaksikan interaksi Azalea dengan muridnya itu.


ternyata kau menepati janji mu juga.


Batin pak Erwin dan dia pun masuk kedalam ruang guru.


Saat Azalea melangkah kan kakinya di anak tangga tiba-tiba dirinya di kejutkan oleh ketiga siswinya yang semalam di ajaknya ke sebuah acara di hotel.


"Ibu.... Lea... " pekik Fedra.


Azalea sampai loncat karena terkejut mendengar teriakan Fedra.


"Ada apa Fedra? " tanya Azalea bingung.


"Tolong ajari kami menjadi wanita yang berlelas seperti anda semalam, hingga pangeran Melvin pun mencari anda, apa anda mengenalnya? " tanya Fedra penasaran.


"Ooo itu... sedikit" jawab Azalea santai.


"Benarkah jadi anda kenal dengan pangeran Melvin? " tanya Fedra antusias.


"Ya siapa sih yang tidak kenal dengan pria tampan itu dia kan orang terkenal" jawab Azalea asal.

__ADS_1


"Ah... iya benar juga, tapi anda sudah janji pada ku kalau akan mengajarkan kami ilmu beretika" Fedra menagih janji Azalea.


"Oke baik aku akan memperkenalkan kalian pada guru yang akan mengajari kalian etika, nanti aku beritahukan tempatnya pada kalian" jawab Azalea santai dia pun langsung mengajak semua muridnya masuk ke kelas.


Saat bel masuk kelas telah berdering Azalea pun masuk bersama Fedra dan juga Regza mereka semua pun duduk di kursi mereka masing-masing, dan Regza sebelum duduk di kursi nya dia menaruh setumpuk buku di meja Azalea.


Azalea menatap kesemua sisi ruang kelasnya dia melihat ke meja yang terletak dekat jendela kelas masih kosong itu adalah meja Rio.


Apa dia tidak masuk hari ini?


"Apa Ada yang tahu Rio kemana, kenapa dia terlambat? " tanya Azalea.


Tak lama Azalea berhenti berbicara tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kelasnya semua mata langsung tertuju pada pintu kelas mereka dan terlihat lah orang yang di tanyakan Azalea baru tiba dan dengan santainya Rio berjalan memasuki kelas dan berjalan ke mejanya.


Azalea pun mulai mengejar, tapi saat dirinya sedang menerangkan pelajaran tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kelasnya kembali dan semua yang ada di kelas pun menoleh ke arah pintu dan ternyata itu adalah tipe S.


Mereka masuk kedalam kelas F dan memohon untuk bisa masuk kelas Azalea. Rio kesal dan menendang mejanya hingga hampir terjungkal.


"Kalian fikir kalian pantas menjadi bagian kelas kami hah, otak kalian saja hanya seujung kuku mau masuk kelas ini" sindir Rio ketus.


Azalea hanya menggeleng saja mendengar perkataan sombong dari Rio.


"Bila mereka bisa membuktikan kalau mereka pantas bergabung why not kan? " tantang Azalea.


Triple S terlihat sangat bahagia saat mendengar Azalea membela mereka.


"Kita adu kepintaran dan juga ketangkasan" ucap Rio meremehkan triple S.


Bukannya sombong tapi Rio memang sudah sangat tahu kualitas teman-teman sekelasnya, mereka semua bukan anak-anak biasa hanya saja moral mereka yang kurang baik hanya itulah yang perlu di benahi oleh kelas ini.


"Bagaimana apa kalian yakin bisa mengalahkan mereka? " tanya Azalea.


Azalea bukannya meremehkan triple S tapi Azalea sangat tahu betul lawan triple S ini bukanlah lawan sembarangan.


"Kami siap" ucap Triple S semangat dan kompak bahkan mereka sampai mengepalkan tangan mereka ndi depan dada mereka.


"Oke saya beri waktu kalian tiga hari untuk persiapan semuanya, mulai dari tes fisik dan juga materi juga harus kalian persiapkan" ucap Azalea.


"Baik bu kami akan berusaha semampu kami agar bisa menjadi bagian kelas ini" ucap Simon antusias.


"Ya kami akan berusaha agar bisa di ajar oleh anda bu" Samuel dan Steven juga tak kalah antusias nya dengan Simon.


"Bagaimana? " Azalea melihat ke arah Rio.

__ADS_1


Rio yang sedang duduk santai di kursinya bahkan melipat kedua tangannya di dadanya tertawa meremehkan triple S.


"Terserah" ucap Rio cuek.


Azalea pun tersenyum melihat itu, entah apa yang akan di rencanakan nya nanti untuk triple S dan juga para murid kelas F.


Dean melihat ke arah Rio saat triple S sudah pergi meninggalkan kelas mereka, Rio yang menyadari Dean melihat ke arahnya langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela dia berpura-pura melihat ke arah luar jendela melihat ke arah lapangan sekolah.


"Rio" gumam Dean.


Azalea pun meneruskan pelajaran yang sedang dia terangkan di depan kelas, hingga bel jam istirahat pun berdering, dan semua murid pun. berhamburan untuk beristirahat, ada yang memilih beristirahat di kantin sekolah untuk menikmati berbagai jajanan dan makanan disana, ada juga yang menghabiskan waktu istirahat di taman sekolah dan sebagian ada yang berkumpul di atap sekolah mereka tak lain adalah geng dari kelas F yang diketuai oleh Rio.


Saat mereka yang diantaranya adalah Dion, boy dan juga Arga sedang berkumpul di sana tiba-tiba Dean datang dia membawakan roti lapis keju coklat dan juga susu coklat kesukaan Rio.


"Rio... " panggil Dean yang langsung menghampiri Rio.


Ketiga temannya yang lain yang sudah sangat hafal dengan persahabatan mereka pun sedikit memberi jeda pada keduanya untuk berbicara.


"Ini untuk mu, kamu pasti belum sempat sarapan" Dean memberikan roti lapis dan susu di depan wajah Rio.


Rio menepisnua dengan halus, dia lalu melirik sinis ke arah Dean.


"Kau masih marah rupanya, tapi aku hanya ingin berterima kasih pada mu karena kemarin kau memberikan salep pada ku" ucap Dean lirih hingga dia menundukan kepala nya.


"Kalau Rio nggak mau buat aku saja ya De... kebetulan aku juga belum sarapan" ucap Dion tanpa dosa.


Rio melirik tajam ke arah Dion.


"Jangan ada yang berani menyentuh makanan itu" ucap Rio ketus.


"Kau pergi lah untuk apa kau bergabung disini,disini tempat anak laki-laki apa kau tidak lihat tidak ada anak perempuan disini, sana kau bergabung saja dengan Fedra" usir Rio.


Dean pun berlari ke arah tangga saat di usir oleh Rio.


Saat melihat Dean sudah menghilang dari pintu tangga Rio pun menyuruh ketiga temannya itu pergi meninggalkan nya.


"Kalian juga pergilah bukanlah kalian bilang kalian belum sarapan? " usir Rio.


Ketiga temannya pun hanya berdecak saja, dan memang kebetulan ketiga nya memang belum sarapan dan akhirnya mereka pun turun dari atap dan menuju kantin sekolah untuk sarapan.


Setelah ketiga temannya menghilang dari pandangan nya, Rio pun melirik ke arah roti lapis dan susu coklat tersebut dan dia pun membuka kemasannya dan mulai memakannya.


Tanpa dia sadari ketiga temannya dan juga Dean mengintip kelakuannya di balik dinding pintu tangga.

__ADS_1


"Dasar munafik" ucap Boy kesal namun dia hanya bisa berkata dengan suara kecil saja karena dia dan juga ketiga orang yang sedang mengintip ini tak ingin merusak mood Rio yang sedang menikmati roti lapis nya. hingga mereka berempat pun memilih turun dan meninggalkan Rio sendirian saja di atap sekolah.


Bersambung.


__ADS_2