Wali Kelas F

Wali Kelas F
Kelas F


__ADS_3

Bunyi Bel jam pelajan telah usai pun berdering, guru-guru yang telah selesai mengajar di kelas masing-masing pun keluar dari kelasnya termasuk Azalea, dia melangkah ringan menuju ruang guru.


Saat sampai di ruang guru dirinya di buat terkejut oleh pertanyaan semua guru yang terheran karena Azalea keluar dari kelas tersebut dengan keadaan baik-baik saja.


"Anda tidak apa-apa ibu Lea? " tanya Ibu Nadine seorang guru biologi.


"Apa tak terjadi sesuatu di kelas tersebut bu? " tanya ibu Silvi.


Azalea hanya tersenyum saja dan duduk di kursi mejanya.


"Tidak ada apa-apa kok bu tenang saja" ucap Azalea santai.


Semua guru saling pandang saat mendengar Azalea berbicara santai seperti itu.


"Apa dia ya yang bisa menjadi pawang kelas itu" bisik ibu Silvi.


"Kita lapor saja kepada kepala sekolah, tapi nanti saja deh kalau dia sudah mengajar di


kelas tersebut kita lihat kondisinya sama atau tidak" bisik ibu Silvi lagi.


Azalea hanya melihat heran kepada guru-guru yang sedang berbisik-bisik membicarakan nya, namun jiwa cueknya dan masa bodonya membuatnya tak peduli dengan apa yang di omongkan oleh para rekannya.


Hingga tiba saat jam pelajaran berikutnya, Azalea mulai melangkah keluar dari ruangan guru tapi saat dirinya ingin melangkah para guru memberikan semangat.


"Bu... semangat ya... bu... " ucap Ibu Silvi dan ibu Nadine.


"Pastinya" Azalea semangat dan berjalan dengan penuh semangat menuju kelas berikut nya yaitu kelas 2-F, Kelas yang ada di lantai dua gedung sekolah ini dan kelas yang berada di paling pojok di lorong tersebut.


Azalea berjalan menuju kelas tersebut dan melihat pintu kelas yang tertutup rapat dan tak ada kecurigaan sama sekali.


sepertinya kelas ini bukan kelas bermasalah tapi kenapa semua guru seolah memberi ku semangat seolah aku akan pergi ke medan perang saja.


Azalea membuka pintu kelas tersebut dan berjalan masuk ke dalam kelas, tak terjadi apa-apa semua murid disana tenang bahkan tak ada kekacauan seperti dikelas sebelumnya.


Azalea pun memperkenalkan dirinya sebelum mengajar, namun reaksi para murid dikelas tersebut hanya terdiam saja.


Dingin sekali kelas ini.

__ADS_1


"Baik saya akan meng absen kalian satu persatu agar saya kenal kalian" ucap Azalea namun tak ada yang menggubris nya.


Azalea mulai meng absen dan setiap. murid yang dia panggil namanya hanya mengangkat ✋ tangannya.


Mereka normal kok tapi kenapa para guru itu... ck aneh.


Dan saat Azalea memulai pelajaran dia mengambil spidol yang ada di meja tersebut.


beberapa murid langsung menatap sinis padanya dan saat Azalea membuka tutup spidol tersebut dirinya langsung tersengat listrik hingga spidol yang dia pegang itu tak bisa terlepas dari tangannya karena listriknya bertegangan tinggi.


Azalea langsung menggebrak tangannya di meja hingga meja tersebut patah menjadi dua, suara gebrakan meja tersebut sampai terdengar keluar bahkan ibu Silvi yang sedang memantau karena cemas ke kelas tersebut langsung terlihat panik.


"Aduh ibu Lea semoga baik-baik saja ya" gumam ibu Silvi cemas.


Trak.


spidol itu terlepas juga dari tangan Azalea, dia menatap kesemua murid-murid yang ada disana, di tatap nya beberapa murid laki-laki yang mentertawakan dirinya.


Namun bukan Azalea namanya bila tak bisa menjatuhkan mental orang yang sudah menyepelekan nya.


"Hahaha becanda kalian boleh juga ya hahaha lain kali sekalian saja kalian pasang bom mini macam.... granat gitu kan lebih seru tuh jadi satu sekolah yang kena bukan cuma satu orang hehe" singgung Azalea.


"Saya tunggu kejutan berikutnya" ucap Azalea menatap tajam pada siswa tersebut sambil tersenyum sinis.


"Boleh juga guru ini" gumam siswa yang bernama Dion.


"Seharusnya kecerdasan kalian itu kalian gunakan untuk berprestasi bukan untuk menyakiti orang" singgung Azalea.


Dan Azalea mulai mengajar semua murid mengikuti pelajaran dengan baik dan tenang meja yang patah karena di pukul oleh Azalea masih tergeletak disana dan tak ada yang merapihkan.


Hingga jam pelajaran selesai Azalea keluar dari kelas dengan langkah ringan.


Beberapa siswa kelas F langsung loncat ke depan meja yang di patahkan Azalea menjadi dua.


"boys kayanya dia bukan orang biasa deh lihat nih gila meja setebal dan sekokoh ini dia patahin jadi dua pas dia kena setrum" ucap Rio.


"Iya sepertinya kita akan berhadapan dengan orang yang tangguh" ucap Hary.

__ADS_1


"Nggak ngaruh kelas kita itu nggak butuh guru, kita semua udah pintar bahkan tergolong jenius tapi kenapa harus ada guru segala sih ck dasar orang menyebalkan" gerutu Rio.


Sementara sebagian murid yang lain yang setuju dengan ucapan Rio pun hanya manggut-manggut saja.


Azalea berjalan menuruni tangga dan menuju ke ruang guru, sesampainya disana Azalea langsung di brondong pertanyaan oleh semua teman-teman gurunya.


"Ibu Lea anda tidak apa-apa? tadi saya dengar ada yang menggebrak meja sangat keras" tanya ibu Silvi cemas.


Azalea hanya tersenyum saja seolah tak terjadi apa-apa saat dirinya masuk ke kelas F.


"Saya baik-baik saja kok" ucap Azalea santai.


Ibu Silvi dan para guru yang lain menatap tak percaya pada Azalea, mereka menatap keadaan Azalea yang memang dalam kondisi baik-baik saja.


Saat para guru melihat ke arah Azalea seorang murid datang ke ruang guru dan melaporkan meminta meja baru karena meja guru di kelas mereka patah karena di gebrak oleh guru yang barusan mengajar.


Guru yang mendapatkan laporan tersebut langsung menatap ke arah Azalea, Azalea yang di tatap hanya cengengesan saja.


Bahkan Ibu Silvi dan yang lainnya pun menatap tak percaya pada Azalea.


"Aku harus lapor kepada kepala sekolah mengenai ini" gumamnya tapi masih bisa terdengar oleh Azalea.


Azalea yang merasa karirnya terancam karena ibu Silvi akan melaporkannya ke kepala sekolah karena mematahkan meja langsung menarik tangan ibu Silvi.


"Bu... bu... masa masalah meja patah ajah kepsek sampe harus tau sih bu hehe" ucap Azalea berusaha mecegah kepergian ibu Silvi.


"Ibu Lea tenang saja disini, saya harus menyampaikan berita penting ini ke kepsek" Ibu Silvi meminta dilepaskan tangannya oleh Azalea.


"bu Plis bu... plis.... " Azalea memohon.


Tiga orang guru yang ada di ruangan itu membantu ibu Silvi untuk melepaskan tangan Azalea yang memegang tangan ibu Silvi.


Azalea meronta karena tak mau melepaskan pegangan tangannya.


Murid yang melaporkan itu ke ruang guru tersenyum licik seolah mendapatkan kemenangan. karena ibu Silvi ingin melaporkan Azalea ke kepaek.


Pasti dia langsung di keluarkan setelah ibu Silvi melapor ke kepsek.

__ADS_1


Tangan Azalea akhirnya terlepas dari tangan ibu Silvi, Azalea langsung terlihat frustasi karena merasa karirnya akan berakhir hanya karena meja patah.dan menatap punggung ibu Silvi yang semakin menjauh dari pandangannya.


Bersambung.


__ADS_2