
Sebuah mobil berhenti di sebuah basement apartement mewah, seseorang pemuda pun turun dari dalamnya dan berjalan dengan santai ke arah lift, dia kemudian menekan tombol lantai yang akan dia tuju.
Saat telah tiba di lantai yang dia tuju dia pun keluar dari dalam lift dan berjalan ke sebuah unit apartemen, tanpa menekan belum dia lalu menekan kata kunci pintu apartemen tersebut dan pintu pun terbuka.
Pemuda itu berjalan santai memasuki apartemen tersebut dan lihat nya ada seseorang yang sedang asik dengan komputer rakitan nya yang berjajar di mejanya.
"Woi... " sapanya.
"Hem... ngapain kamu tumben banget? " tanya pemuda yang sedang asik dengan komputer rakitannya itu.
"Besok bisa dateng ke sekolah? " tanyanya santai sambil duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan itu.
"Kenapa? memangnya sudah mau ujian ya? " tanya pemuda tersebut.
"Ck bukan tapi ada wali kelas reseh yang mau masukin murid kelas lain ke kelas kita dan dia ngadain kompetensi, aku mau kamu bantai triple S biar mereka nggak masuk kelas kita"
"Dengan triple S saja kamu takut hahaha" ucap pemuda itu meremehkan.
"Bukan masalah itu masalahnya triple S itu sangat mengagumi guru baru itu, dan pasti mereka berusaha keras untuk bisa menang, dan cuma kamu yang bisa melibas mereka karena kalau mengandalkan yang lain kita kurang kuat dari segala aspek, aku mau buat kelompok yang kuat seperti biasa biar nggak ada yang meremehkan kelas F"
"Memang nya seperti apa sih guru baru itu sampe triple S nekat mau masuk kelas kita? " tanya pemuda itu penasaran.
"Dia wanita tapi sepertinya bukan wanita biasa, kelihatannya memang lemah tapi dia itu kuat banget" jelasnya.
"Hehe seorang Rio mengakui kekuatan wali kelas nya gitu? " singgung pemuda itu.
"Verel kamu belum. berhadapan dengannya bila sudah berhadapan dengan nya baru kamu akan tahu wali kelas kita yang satu ini, ucapan ku saja sudah tidak di dengar oleh kawan-kawan"
Verel nampak berfikir memikirkan perkataan Rio, dia pun tersenyum seolah tertarik. dengan cerita Rio, Verel adalah murid terpandai di sekolah, kemampuannya tidka di ragukan lagi meski jarang masuk. kesekolah namun sekolah tidak pernah menghukumnya, karena Verel termasuk aset sekolah kebanggaan sekolah bahkan dirinya di nyatkaan anak jenis sejak usia 4tahun namun. karena dia terlahir dari anak. brokenhome jadi lah dia malas-malasan bersekolah, tapi itu tidak mengurangi kecerdasan nya karena, meski dirinya berikan diri di dalam. apartemen nya dirinya bisa menghasilkan uang dari komputer nya bahkan melebihi penghasilan seorang pengusaha sekali pun.
"Dimana dia tinggal? " tanya Verel.
"Di pemukiman padat penduduk di jalan S, dia tinggal di kamar kost yang sangat sempit dan pengap" jelas Rio.
"Hemmm disana apa dia semiskin itu? " tanya Verel.
__ADS_1
"Sepertinya dia memang dari keluarga yang miskin, tapi aku heran kata Regza dan Fedra dia itu kenal dengan orang-orang bukan dari kalangan biasa, bisa kau selidiki dia? " tanya Rio.
"Siapa namanya nanti aku lacak dia" Verel. nampak tertarik dengan cerita Rio.
"Nama nya Azalea"
Verel pun langsung mengutak-atik komputer nya dan ada beberapa nama Azalea keluar di komputer nya.
"Yang mana orang nya? " tanya Verel yang berhasil merentas beberapa data tentang orang-orang yang bernama Azalea.
Di scroll lah oleh Verel semua data dari atas hingga ke bawah, data tersebut menampilkan sebuah foto dan juga data lengkap pemilik nama Azalea.
Rio juga ikut mencari dan dia menemukan sebuah foto yang tak asing baginya itu foto Azalea, dan dilihat lah datanya oleh Verel data Azalea, yang memang tidak pernah mencantumkan nama keluarga nya, Azalea pun kuliah di tempat yang biasa saja bukan tempat elit seperti kebanyakan anak-anak bangsawan.
"Ck... dia memang orang miskin ternyata" Rio berdecak saat tahu indentitas Azalea.
"Hem... tapi sepertinya dia cukup berprestasi di kampusnya" Verel ikut memeriksa data Azalea dia juga jadi ikut penasaran dengan guru baru yang menjadi wali kelasnya itu saat mendengar cerita Rio.
"Oke kau pulang lah serahkan semua ini pada ku, aku akan mengurus nya nanti" ucap Verel santai. dia lalu. menyadarkan punggungnya di. sandaran kursi kerjanya.
Verel hanya mengangguk saja, dia lalu menatap komputer nya kembali. dan membiarkan Rio pergi dari apartemen tersebut, bukan hanya Rio yang tahu tentang kode kunci apartemen Verel tapi Dean juga tahu itu semua karena mereka adalah sahabat sejak kecil, oleh karena itu Verel sangat percaya pada mereka berdua.bagi mereka apartemen yang di tinggali Verel adalah rumah kedua mereka, apartemen Verel mereka jadikan tempat untuk mengusir kepenatan saat suasana dirumah tidak sedang baik-baik saja.
Dan setelah 30menit Rio pergi meninggalkan apartemen Verel, Verel pun memutuskan untuk keluar dari apartemen nya dan ingin menyelidiki Azalea, dia pun berjalan di lorong unit apartemen nya menuju lift, tapi saat menunggu pintu lift terbuka dirinya bertemu dengan seseorang orang yang baru saja keluar dari dalam lift yang akan dia masuki.
Verel berusaha menajamkan penglihatannya, saat melihat siapa yang baru saja keluar dari dalam lift tersebut, orang tersebut terlihat sedang menerima telpon dan berjalan ke sebuah unit apartemen yang berada di lantai yang sama dengannya.
"Azalea" gumamnya saat melihat seorang wanita yang keluar dari dalam. lift tersebut sangat begitu mirip dengan foto yang baru saja dia lihat di komputer tadi.
Verel memperhatikan Azalea yang bejalan kesebuah unit dan masuk ke dalam unit tersebut dengan percaya dirinya seolah dirinya lah pemilik unit tersebut.
"Bukan kah dia tinggal di pemukiman padat penduduk ya, lalu kenapa dia berada disini? apa orang ini hanya mirip saja dengan Azalea yang di maksud Rio itu" Verel jadi berspekulasi sendiri dia jadi menunda kepergiannya dan malah berdiri di dekat unit yang Azalea masuki tadi.
Tapi saat Verel sedang mengamati tiba-tiba Azalea keluar dari unitnya dan berjalan santai ke arah lift lagi, dirinya masih menerima telpon dari seseorang dan Verel mendengar Azalea menggunakan bahasa asing dan sangat formal dan sopan, Azalea seolah berbicara seolah dia bukan dari kalangan biasa.
Siapa dia sebenarnya benarkah dia Azalea yang dikatakan oleh Rio, atau memang hanya orang yang mirip saja.
__ADS_1
Batin Verel.
Dan karena penasaran Verel pun mendekati Azalea dia menabrak Azalea dan berkata bahasa asing bahasa yang sedang Azalea gunakan.
"Perdonami" ucap Verel.
"Ah... va bene" jawab Azalea dan dia masih berbicara dengan seseorang ditelpon tersebut dan melangkah menuju lift.
Verel yang penasaran dengan Azalea pun akhirnya mengukuti Azalea ke masuk kedalam lift tersebut. dan terus mendengarkan pembicaraan Azalea yang m mang dia mengerti.
Verel mendengar beberapa perkataan Azalea yang meminta seseorang untuk datang mengajar etika untuk beberapa muridnya.
Siapa yang mau di ajari etika olehnya, dan sepertinya guru yang akan di kirim kan itu bukan orang biasa.
Batin Verel.
Azalea pun menyudahi sambungan telepon dan tersenyum pada Verel, Verel pun tersenyum padanya dan memberanikan diri bertanya pada nya.
"scusa ma abiti qui? " tanya Verel.
"No, ma il mio amico vive qui" jawab Azalea.
"oo sì presenta il mio **** è Verel"Verel mengulur kan tangannya untuk berkenalan.
" Ehm... Nama saya Lea"Azalea membalas uluran tangan Verel.
"Lea? jadi anda bisa berhasa lain? " tanya Verel.
"Iya tadi saya hanya sedang berbicara dengan temen saya yang orang asing, yang kebetulan tinggal disini nanti" jelas Azalea.
"Ooo begitu, sepertinya dia memang bukan wanita yang biasa-biasa saja, ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya.
Batin Verel.
Bersambung.
__ADS_1