
Malam hari di hotel W telah terlaksana acara, para tamu undangan pun datang menghadiri, dan Fedra dan kawan-kawan nya pun ikut menghadiri acara tersebut tapi mereka tidak bisa masuk karena tidak mempunyai undangan.
Fedra kesal hingga dia mengumpat Azalea.
"Dasar pembohong seharusnya kita tidak usah percaya pada kata-katanya grrrr awas saja besok disekolah akan aku buat perhitungan dengan nya" Ferdra geram hingga mengepalkan tangannya.
Kedua temannya pun menyalahkan Fedra karena percaya dengan ucapan Azalea dan Fedra yang tidak ingin disalahkan akhirnya beradu mulut dengan kedua temannya itu.
Dan orang yang menjadi bahan pertengkaran mereka pun akhirnya tiba, Azalea mengenakan dress dan sepatu flat dia nampak elegan meski kaca mata yang dia gunakan saat ini tak di lepaskan olehnya agar murid-muridnya ini mengenali dirinya tapi itu tak memudarkan kecantikannya sebagai seorang putri bangsawan.
Azalea berjalan dengan elegan mendekati Fedra dan kawan-kawan nya, dia berdehem saat jarak mereka sudah dekat.
"Ehm... "
Fedra dan kedua kawannya menoleh ke asal suara deheman itu, mereka nampak cengo saat melihat penampilan Azalea yang sangat berbeda dari biasanya.
"Kenapa malah ribut disini? ayo masuk" ajak. Azalea santai.
"Tapi kami tidak punya kartu undangan" protes Fedra.
"Kalian tinggal ikut bersama ku" Azalea mulai berjalan terlebih dahulu Fedra dan kedua kawannya mengikuti dari belakang.
Azalea menunjukkan kartu undangannya dan persilahkan masuk oleh petugas tapi petugas tetap tidak memperbolehkan Fedra dan kawan-kawan nya masuk.
"Ehm... mereka datang bersama ku" ucap Azalea dengan anggun.
Dia nampak berbeda sekali dari Azalea yang di sekolah begitulah fikiran Fedra dan kawan-kawannya.
Azalea berjalan dengan elegan saat di dalam pesta terlihat begitu banyak model dan artis yang terkenal dan juga tampan-tampan.
"Ternyata Azalea benar disini semua cowo-cowonya tampan-tampan dan keren-keren.
Azalea berjalan ke tempat meja yang berjajar kan minuman disana dan saat dia sedang menikmati soda ada yang menghampiri nya.
" Azalea selamat datang sayang... "ucap seorang desainer yang mengundang Azalea secara langsung.
" Hai... Nona Bella Terima kasih atas undangan anda"ucap Azalea sopan.
Mereka pun lalu berbincang-bincang dan tuba-tiba Ted datang mendekat pada mereka berdua dan memberi salam dan hormat juga pada Azalea, Fedra melihat itu pun jadi berfikir kembali siapa sebenarnya Azalea kenapa sepertinya dia sangat di kenal dan sangat di hormati oleh orang-orang yang ada di pesta kalangan atas seperti ini. begitulah fikiran Fedra.
Saat sedang memperhatikan Azalea dari jarak yang cukup jauh tiba-tiba saja ada yang menabrak batu Fedra hingga menumpahkan minuman yang di pegangnya dan mengotori dress yang di pakai Fedra malam itu.
Fedra yang tak Terima dress nya kotor pun akhirnya tak Terima dan marah-marah pada pemuda tampan yang ada di hadapannya ini.
Azalea melihat itu dan pamit permisi pada Ted dan Bella kemudian dia pun mendekati Fedra.
"Ada apa ini kenapa kamu marah-marah? " tanya Azalea lembut.
"Dia menumpahkan minuman nya di baju ku?!" ucap Fedra sewot.
__ADS_1
"Aku sudah minta maaf padanya tadi nona tapi dia tetap marah-marah" ucap pemuda tampan itu.
"Dia sudah minta maaf pada mu seharusnya kamu memaafkannya Fedra" ucap Azalea lembut.
Fedra dengan wajah angkuhnya membuang pandangannya ke arah lain sehingga Azalea membisikkan sesuatu padanya yang membuat gadis itu akhirnya berubah sikap mendadak.
"Bila sifat mu seperti ini tak ada pria yang mau jadi pacar mu" bisik Azalea tapi masih dapat di dengar oleh pemuda tersebut.
Azalea yang tahu ucapannya di dengar oleh pemuda tersebut pun akhirnya bertanya pada pemuda tersebut yang seorang model.
"Bukan begitu? " ucap Azalea pada pemuda itu.
"Ya... mana ada laki-laki yang suka dengan wanita kasar dan angkuh sepertinya" ucap pemuda itu lantang.
Fedra langsung menatap sinis pada pemuda itu, tapi. Azalea mencolek pinggul Fedra hingga Fedra menoleh ke arahnya.
"Jangan begitu sayang... itu tidak cantik dan elegan wanita seperti itu tidak cantik kalau kau tidak percaya tanya lah padanya" ucap Azalea lembut.
Fedra melihat dan mendengarkan Azalea sungguh sangat berbeda saat Azalea di sekolah kata-katanya sungguh sopan dan tetata.
siapa sih dia sebenarnya.
Fedra semakin penasaran dengan Azalea.
"Maaf kami permisi dulu" Azalea pamit pada pemuda itu dan menarik. Fedra menjauh dari pemuda itu.
Azalea mengajak Fedra berbicara berdua saja di tempat lain.
Fedra menghentakan tangannya agar terlepas dari pegangan Azalea.
"Katakan siapa kau sebenarnya, kenapa kau bisa berada di kalangan seperti ini dan kenapa gaya bahasa mu cara bicara mu bahkan sikap mu sungguh sangat berbeda tidak seperti Azalea yang kami kenal" ucap Fedra ketus.
Azalea hanya tersenyum sinis saja saat muridnya sangat penasaran dengannya.
"Belum saatnya kau tahu siapa aku sebenarnya, tapi yang jelas aku adalah seorang guru dan wali kelas mu, bila kau ingin belajar kepribadian seperti diri ku akan aku perkenalkan kau dengan guru yang tepat hingga bisa merubah mu dari gadis bar-bar menjadi gadis bangsawan" jelas Azalea.
Fedra nampak berfikir saat Azalea mengatakan hal itu.
Tapi saat sedang berfikir Fedra melihat seseorang yang sangat di kagumi nya juga ada di acara tersebut.
"Astaga bukan kah itu pangeran Melvin" ucap Fedra dengan wajah yang berubah berseri-seri.
Berbeda dengan Azalea dia berubah menjadi pucat saat mendengar nama Melvin di sebutkan oleh Fedra.
Melvin oh tidak, jangan sampai aku bertemu dengannya.
batin Azalea.
"Fedra ayo kita pulang sepertinya suasana di sini sudah tidak nyaman" ajak Azalea.
__ADS_1
"Tapi bu idola ku baru tiba" Fedra menolak.
"Ck dasar anak kecil baru melihat pria seperti itu saja sudah terpesona seperti itu" gerutu Azalea.
Fedra menolak di ajak pulang karena masih ingin melihat Melvin dari dekat, sedangkan Azalea berusaha menghindar dari sana dan mengendap-endap untuk pergi dari acara itu secepatnya.
"Aku pulang duluan kau bila tak ingin pulang bersama ku terserah" bisik Azalea di belakang Fedra.
"Ya sudah pulang lah kau duluan aku masih mau melihat idola ku secara langsung ihhh tampan nya" Fedra benar-bernar seperti terhipnotis oleh pesona Melvin.
Azalea mengendap-endap seperti seorang maling saja, saat ingin keluar dari pesta tersebut.
Melvin mendekat pada Bella dia yang mengundang Azalea karena permintaan Melvin, sebenarnya Melvin berharap bisa berbicara secara langsung dengan Azalea dengan indentitas aslinya bukan sebagai penyamaran sebagai guru olahraga di tempat Azalea mengajar.
"Bella apa kau mengundangnya? " tanya Melvin pada Bella.
"Ya dia sudah datang tadi dan berbincang dengan ku tapi kemudian dia pamit, karena melihat keributan disana" tunjuk Bella kesebuah sudut yang dimana hanya ada tiga murid sekolahnya.
dia mengajak mereka? astaga apa yang ada di fikiran gadis itu sih.
Batin Melvin saat melihat Fedra dan kedua kawannya.
Tanpa banyak fikir lagi Melvin mendekat pada Fedra, Fedra yang merasa Melvin mendekat padanya seolah ingin pingsan saja karena sangat idola mendekat padanya.
Tapi saat mendekat Melvin bertanya pada mereka siapa yang mengajak mereka bertiga. dan. dengan polosnya mereka bilang di ajak. oleh wali kelas mereka.
"Lalu dimana dia? " tanya Melvin penasaran.
"Dia sudah pulang lebih dahulu karena bosan katanya" jelas Fedra dengan mata yang masih terpesona oleh kharisma Melvin.
"Ooo begitu, Rupanya dia mengindari ku" batin Melvin.
Melvin pun meninggalkan Fedra dan kedua temannya yang masih terdiam terpaku dengan ketampanan Melvin.
Melvin berlari ke arah pintu keluar dia berharap bisa menemukan Azalea dengan segera.
Azalea yang merasa keberadaan dirinya sedang tidak aman pun akhirnya bersembunyi terlebih dahulu di taman hotel tersebut sampai akhirnya dia sendiri pun melihat Melvin yang terlihat sedang menoleh kesegala arah.
Apa dia mencari ku.
Batin Azalea.
Dia pasti ingin marah-marah pada ku karena aku menolak lamanya, maaf kan aku Kak Melvin.
Batin Azalea menyesali perbuatannya pada Melvin dia pun tertunduk lesu di semak-semak taman tersebut.
Tapi saat dirinya lengah tiba-tiba ada sepasang sepatu pantopel berwarna hitam mengkilap berhenti di depannya.
"Akhirnya ku temukan dirimu Lea"
__ADS_1
Bersambung.