
Akhirnya ku temukan dirimu Lea"
Azalea langsung mendengak ke atas melihat si pemilik sepatu hitam mengkilap, Azalea langsung memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya.
"Matilah aku... " gumam Azalea.
"Kemarilah" Melvin mengulurkan tangannya di depan wajah Azalea.
Azalea hanya cengar-cegir saja dia pun berdiri dari posisinya dan menunduk hormat pada Melvin.Azalea tak membalas uluran tangan Melvin.
"Hehe kak Melv apa kabar? " Azalea basa basi.
"Kenapa kau bersembunyi disini? menghindari ku? " tebak Melvin.
Azalea hanya cengar-cegir saja.
"Maaf kak... bukan maksud aku begitu tapi... " belum sempat Azalea meneruskan kata-katanya tangannya langsung ditarik oleh Melvin dan dia pun membawa Azalea ke dalam mobilnya.
"Kita mau kemana kak? " tanya Azalea bingung.
"Sudah ikut saja, pak jalan" perintah Melvin.
Azalea pu hanya terdiam saja tak ada rasa takut dalam dirinya, karena dia tahu Melvin bukanlah pria yang jahat, dia pria yang sangat baik dimata Azalea oleh karena itu Azalea tak percaya kalau Melvin melamarnya, sebab Melvin dan Azalea saling mengenal Melvin sangat tahu kebrutalan Azalea bila di luar istana, jadi mana mungkin Melvin akan melemarnya sebagai istri nya mereka semua pasti salah, begitulah fikiran Azalea saat menerima pemberitahuan lamaran dari ayahnya.
Mobil yang di kendarai oleh supir pun melintas membelah angin malam ini, mobil mewah itu akhirnya berhenti di sebuah pantai dimana sudah ada meja yang telah di tata sedemikian rupa suasana di sekeliling meja pun di buat sangat romantis ada lampu-lampu dan juga bunga-bunga segar disana.
Melvin menggandeng tangan Azalea dan mengajaknya duduk disana dan Azalea hanya menurut saja.
"Aku tahu suasana seperti ini tidak terlalu kau sukai tapi aku hanya ingin kau merasa pertemuan kita ini berkesan itu saja" ucap Melvin lembut.
"Hem... ada apa kakak mengajak ku kesini dan kenapa kakak datang sendirian ke acara itu tidak dengan pasangan kakak? " tanya Azalea.
"Kata siapa aku datang sendirian? " ucap Melvin penuh tanda tanya.
"Kau datang bersama seseorang dan saat ini kau mengajak ku kesini?! " Azalea sewot.
Melvin malah tertawa melihat Azalea seperti itu, dan itulah yang di sukai Melvin dari Azalea karena Azalea tidak pernah berpura-pura manis di hadapan nya tak seperti wanita yang sering dia temui meski pun mereka juga adalah wanita-wanita bangsawan seperti dirinya.
__ADS_1
"Kenapa kakak malah tertawa apa yang lucu?!"Azalea masih sewot.
" Kamu... kamu lucu Lea hahaha "Melvin masih tertawa.
" Ck... kau ini kebiasaan, oia sekarang mana pasangan mu? apa kau meninggalkan nya di pesta tadi? "tanya Azalea.
" Tidak aku mengajaknya kesini"ucap Melvin santai.
Azalea celingukan mencari dimana pasangan Melvin.
"Mana dimana pasangan mu kak, nanti dia bisa salah faham pada ku karena aku duduk disini bersama mu"Azalea celingukan dia memutar kepala nya ke kanan dan ke kiri.
" Ini pasangan ku"Melvin mengulurkan tangannya di hadapan Azalea.
Azalea melihat ke arah Melvin dia lalu menepis tangan Melvin dan mencebik.
"Ck kau ini selalu saja bercanda" Azalea kesal.
Melvin pun kembali duduk di kursinya dan akhirnya mengobrol dengan Azalea.
"Bagaimana pekerjaan mu, apa menyenangkan? " tanya Melvin.
"Ya.... sangat menyenangkan semua murid-murid ku anak-anak baik" jelas Azalea.
"Maaf waktu itu aku kabur dari rumah dan tidak menemui mu lebih dahulu, jujur aku belum siapa untuk menikah, lagi pula aku juga tahu kalian semua pasti salah bukan aku kan yang ingin kalian lamar? " tanya Azalea.
"Kalau bukan kamu lantas siapa lagi? " tanya Melvin yang membuat Azalea bingung.
"Bukan kah ayah ku punya dua putri kalian pasti salah seharusnya yang kalian lamar itu kakak ku Helga bukan aku ya kan mana mungkin juga kau menyukai ku, bukan kah kau sangat tahu kepribadian ku yang sangat brutal bila di luaran sana kak, mana mungkin kau suka dengan wanita berantakan seperti aku" ucap Azalea panjang lebar.
"Kau mungkin berantakan, kau mungkin juga brutal tapi kau selalu menjadi diri mu sendiri dan itulah yang membuat aku suka pada mu Azalea Ericstar" ucap Melvin lembut.
Azalea menatap Melvin tak percaya dia tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, seorang Melvin Thompson menyukai dirinya yang berantakan.
"Hahaha kakak bercanda kan kak? hahaha sudahlah bercandanya nggak lucu, aku mau pulang saja, sudah terlalu malam besok aku masih harus bekerja dan mempersiapkan tenaga ekstra karena murid-murid ku itu sangat-sangat energik, hingga aku harus menguras kesabaran dan juga tenaga untuk mengajar kelas itu" Azalea bangkit dari kursinya.
"Aku antar kau pulang"
__ADS_1
"Tak perlu" tolak Azalea.
"Tapi bagi ku itu perlu aku tak ingin kau kenapa-kenapa di jalan dan tak ingin kau di goda oleh laki-laki lain" jelas Melvin.
Itu membuat Azalea tersenyum tapi dia tak menolak tawaran Melvin untuk menganrarnya, karena dia tahu Melvin tak akan membiarkannya berjalan sendirian di makan seperti ini dan mau menolak berkali-kali pun tak ada gunanya.
Azalea dan Melvin berjalan beriringan ke dekat mobil dan mereka pun masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
"Kak jangan beri tahu ayah ku ya tempat tinggal ku dimana saat ini" pinta Azalea.
Melvin tergelak saat mendengar ucapan polos Azalea.
"Lea apa kau yakin ayah mu tak tahun kalau kau itu bersembunyi dimana Hem? " tanya Melvin.
Azalea mencebik lagi karena dia tahu, mana mungkin ayahnya tidak tahu keberadaan nya saat ini dimana dan bagaimana, hanya saja yang dia herankan itu kenapa ayahnya melepaskan nya begitu saja meski sudah tahu keberadaan nya.
"Apa ayah sudah tidak menganggap aku anak ya... hingga dia diam saja dan tidak bertindak seperti biasanya" fikir Azalea.
"Bukan begitu ayah mu telah mendukung cita-cita mu Azalea oleh karena itu dia membiarkan mu di luar sana" jelas Melvin.
"Serius ayah mendukung cita-cita ku? " tanya Azalea antusias.
Melvin hanya mengangguk saja.
Azalea tersenyum kegirangan dan menepuj kecil kedua tangannya karena senang, Melvin pun hanya tersenyum saja melihat tingkah Azalea yang seperti anak kecil itu.
Mobil yang di tumpangi Azalea pun akhirnya sampai ke tempat tujuan, Azalea turun dari dalam mobil agak jauh dari daerah tempat kostnya, karena gang sempit tempat Azlea tinggal saat ini tak bisa di lewati mobil hanya bisa kendaraan motor satu arah saja.
Sebelum Melvin pergi pun Melvin berpesan agar Azalea pindah dari kawasan padat penduduk itu dan pindah ke apartemen milik Melvin yang jaraknya tidak terlalu jauh juga dari tempat mengajar Azalea.
"Nanti aku fikirkan lagi ya kak" ucap Azalea sebelum mobil itu meninggalkannya sendirian di ujung gang sempit itu.
Azalea pun berjalan memasuki gang sempit itu tanpa dia sadari ada sepasang mata yang memperhatikan nya.
"Ternyata dia memang kenal dengan orang itu, ku fikir itu hanya gurauan semata, tapi dia memang bukan wanita yang biasa" gumam seorang pemuda yang mengawasi Azalea di sekitaran rumahanya.
Bersambung.
__ADS_1