
Keributan yang di timbulkan di kelas F sungguh sangat membuat para guru tercengang, bagaimana tidak Azalea menghajar para muridnya hingga babak belur, dan sekarang mereka di larikan keruang UKS yang mendadak menjadi ruang IGD bagaimana tidak bukan hanya satu dua atau tiga orang saja yang di hajar oleh Azalea tapi tujuh orang murid laki-laki kelas tersebut yang note banenya memang pandai bela diri oleh karena itu Azalea tadi pun sempat kuwalahan saat menghadapi mereka namun ilmu bela diri Azalea jauh diatas mereka. hingga dia pun bisa melumpuhkan semua murid yang menyerangnya,
Azalea pun tak luput dari luka lebam di wajahnya karena beberapa murid sempat memukul wajahnya tanpa rasa takut, sudut bibir Azalea sobek dan pipinya pun lebam karena sebuah pukulan yang mendarat di wajahnya ketika mereka main kroyokan.
Para murid yang di hajar Azalea tak terima diri mereka di buat seperti ini hingga meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan Azalea dari sekolah.
"Kalau bapak tidak mau mengeluarkan guru baru itu dari sini maka kami akan memanggil orang tua kami untuk menuntut sekolah dan juga guru itu" ancam Rio sang ketua dari kelas F.
"Adukan saja, kami tidak takut kau fikir kau ini siapa hah, hanya seorang anak pejabat dan seorang pengusaha saja belagu, kau fikir aku tak tahu orang tua mu itu tak pernah tahu kelakuan anaknya selama ini kan? " Azalea menantang balik Rio.
Rio menatap tajam ke arah Azalea dia tak Terima Azalea berbicara seperti itu, hingga akhirnya dia menelpon seseorang untuk ke sekolah.
Azalea tertawa. saat melihat anak itu menelpon seseorang.
"Hahaha lihat yang mengangkat telpon mu saja asisten ayah mu, sebenarnya orang tua mu itu yang mana hingga mengangkat telpon dari anak sendiri saja tak ada waktu hahaha" ledek Azalea.
"Kau... " tunjuk Rio. kesal. sementara semua temannya mencoba menenangkannya.
Azalea sebenarnya sangat tahu lawannya kali ini memang tidak mudah di hadapi, dia pasti akan terkena masalah besar bila orang tua anak ini menuntutnya, tapi dia tak ingin dianggap remeh oleh bocah kemarin sore yang hanya mengandalkan tameng orang tua hingga mereka bisa berbuat sesuka hati mereka.
Moral mereka jadi carut marut karena mereka fikir masih ada orang tua mereka yang mendukung mereka meski pun mereka salah.
__ADS_1
Rio. yang kesal dengan perkataan Azalea langsung pergi dari ruang kepala sekolah dia menuju area parkir dan langsung masuk. kedalam mobilnya.
Azalea tidak perduli dengan itu dia lalu menatap murid yang lainnya yang babak belur.
"Kalian tidak ikuti dia? " tanya Azalea pada semuanya.
Mereka hanya menggeleng saja.
"Akan ku buat kau menyesal guru baru karena sudah berani menantang ku" ucap Rio dingin.
Seorang siswi menatap kepergian mobil Rio dengan wajah gelisah, dia pun mendatangi Azalea ke ruang kepala sekolah untuk berbicara dengan Azalea.
"Permisi bu Lea, bisa kita bicara? " tanya siswi yang bernama Dean.
Azalea mengikuti langkah Dean menuju atap sekolah mereka akhirnya berbicara bedua disana.
"Ibu Lea... maaf kalau aku mengajak anda berbicara disini karena menurut ku ini adalah tempat ternyaman untuk. kita berbicara saat ini" jelas Dean.
"Hem... tidak apa-apa oia apa yang ingin kau bicarakan? " tanya Azalea yang sedang mengemut permen lolipop di mulut nya.
"Ibu terima kasih karena ibu bersedia menjadi wali kelas kami, ini pertama kalinya ada guru yang bersedia menjadi wali kelas kami. selama setahun ini" jelas Dean.
__ADS_1
Hingga akhirnya Dean mulai bercerita tentang asal muasal kenapa kelas F menjadi seperti itu, karena sebenarnya kelas F adalah kelas special dimana semua murid yang ada di kelas tersebut adalah murid yang kepintarannya diatas rata-rata.
Namun Rio sangat ketua kelas saat itu merasa kecewa pada saat dia dan beberapa temannya ingin ikut lomba sains, saat dirinya menciptakan alat yang luar biasa guru mereka yang juga wali kelas mereka kala itu tak meluluskan ide mereka, dan Rio berserta kelompok nya tidak bisa ikut serta tapi siswa dari kelas lain lah yang didaftarkan oleh guru tersebut padahal penemuan Rio lebih bagus dari siswa tersebut.
Rio kesal tapi kami masih mau menerima wali kelas kami sebagai wali kelas, hingga suatu hari Rio mengikuti wali kelas kami di luar sekolah, hal ini bahkan kepala sekolah pun tak tahu ternyata wali kelas kami menjual perempuan Rio kesebuah perusahaan dan perusahaan tersebut sangat menyukainya dan membelinya dengan harga tinggi dan sekarang alat yang ditemukan Rio itu sudah ada dimana-mana, Rio kesal tapi kami sebagai sahabat mencoba menenangkan dia hingga dia pun masih Terima di perlakukan curang seperti itu.
Tapi saat Rio tahu kalau wali kelas kami yang seorang laki-laki dewasa itu memanfaatkan kepolosan teman kami yang bernama Queen hingga Queen hamil dan dia tidak mau tanggung jawab dan akhirnya Queen bunuh diri, Rio sangat terpukul saat tahu penyebab bunuh dirinya Queen hingga saat itu Rio memberikan ulitamtum pada kami jangan percaya orang dewasa, jangan percaya guru, dan kita tak perlu guru untuk mengajar kita karena otak dan kemampuan kita di atas rata-rata, dan kami pun setuju dengannya.
Hingga setiap ada guru yang masuk ke kelas kami kami akan buat guru itu tak bertahan lama dengan kelas kami hingga guru itu pun tak ingin mengajar di kelas kami.
"Rio sebenarnya anak yang baik bu, hanya saja dia memang kurang perhatian dari orang tuanya hingga dia selalu ingin membuktikan pada orang tuanya kalau diirnya itu bisa menjadi orang hebat tanpa embel-embel orang tuanya, tapi sejak kejadian itu Rio yang minta bantuan orang tuanya untuk menjebloskan wali kelas kami kepenjara membuatnya semakin terikat dengan orang tuanya, dia pun harus mau meneruskan bisnis ayahnya saat telah selesai sekolah nanti"jelas Dean.
Azalea mendengarkan dengan seksama bagaimana sejarahnya kelas itu jadi seperti itu.
"Lalu kenapa kau bercerita ini pada ku? bukan kah aku pun sama seperti orang dewasa lainnya? bukan kah aku juga seorang guru yang kalian benci? " tanya Azalea pada Dean.
"Tapi anda berbeda bu... aku yakin anda berbeda anda tidak sama seperti guru yang lain yang ada di sekolah ini, dan aku yakin anda bisa m ngembalikan kelas kami seperti dulu lagi kelas yang normal" jelas Dean.
Azalea hnaya tersenyum saja saat salah satu siswi nya sudah percaya dengannya.
Di sisi lain karir Azalea terancam karena Rio. mendatangi kantor ayahnya dan memgadukan tentang kekerasan yang di lakukan Azalea padanya dan juga teman-temannya, ayah Rio marah saat melihat wajah anaknya lebam-lebam dan langsung menyuruh asisten nya untuk membawanya ke sekolah dan menuntut Azalea.
__ADS_1
Bersambung.