
Hari terus berlalu hingga akhirnya, tibalah pertandingan basket antar sekolah, Azalea mendampingi murid-murid sebagai guru pembimbing, Dean berupa sebagai Manajer klub dan Rio pun ikut bergabung dengan klub basket hingga menambah kekuatan squad tim basket sekolah.
Dan hari ini Versi ingin membuktikan pada Azalea kalau dirinya itu. berkompeten bukan hanya dalam segi akademis tapi dalam segi oleh raga pun dia bisa.
Meski Versi dan Rio masih kesal dengan kejadian beberapa hari yang lalu karena memergoki Azalea bertemu dengan ayah-ayah mereka tapi pertandingan tetap harus di jalani.
Dia hari yang lalu saat malam hari setelah Verel dan Rio. selesai latihan basket di sekolah mereka berdua melihat Azalea masuk. kesebuah restoran yang dimana mereka berdua melihat mobil kedua ayah mereka, Verel dan Rio pun membuntuti Azalea dan ayah mereka.
Meski kesal dengan ayah mereka yang bpak akrab dengan Azalea namun mereka tidak bisa berbuat banyak karena mereka juga tak berani menantang orang tua mereka, karena urusannya bisa berbuntut tidak menguntungkan bagi mereka.
"Dasar wanita gatal lihat mereka bertemu di privat room, mau apa coba mereka" Rio geram.
"Dasar genit ayah aku benar-benar genit aku benci banget sama ayah ku" Verel pun begitu.
"Ck kenapa kamu malah benci sama paman bukan sama Azalea? " Rio bingung.
"Karena yang gatal memang Ayah ku bukan guru kita, aku tahu Azalea bukan wanita yang sembarangan" ucap Verel kesal.
"Kau yakin? " tanya Rio.
"Yakin karena kemarin aku lihat dia mengajak Fedra dan kawan-kawan nya untuk belajar adab dan etika di apartemen temannya yang orang asing itu" jelas Verel.
Rio nampak terlihat berfikir, apa iya Azalea seperti yang di katakan temannya ini.
Hingga hari ini saat pertandingannya di mulai pun Rio masih tidak percaya kalau Azalea itu wanita baik-baik, yang dia nilai Azalea itu wanita penggoda, menggoda ayahnya untuk bisa berpihak padanya.
Pertandingan pun di mulai dan Verel membuktikan kalau dirinya adalah point guard yang baik dan Rio sebagai play maker yang handal keduanya bersatu di lapangan hingga begitu banyak angka yang mereka cetak,selain menjadi point guard Verel juga mengatur strategi untuk bertanding meski lawan kali ini tergolong mudah hingga mereka bisa mencetak angka dengan mudahnya. dan memenangkan pertandingan dan maju ke babak berikutnya.
__ADS_1
Pertandingan berlangsung tiga hari, dan tim sekolah ini lolos ke final dan lawan kali ini memang agak sulit karena mereka adalah tim unggulan dan juara bertahan selama bertahun-tahun.
Sejak semalam Verel, Dean dan juga Rio sudah merancang strategi untuk melawan mereka, di pertandingan ini, Verel sudah mengikuti dan mengamati setiap. pertandingan yang mereka lakukan, selama pertandingan ini berlangsung hingga Verel bisa mengatur strategi untuk dapat mematahkan pertahan lawan kali ini.
Semua kawan satu tim telah Verel arahkan untuk bertanding di lapangan. hingga semuanya sudah mengerti strategi apa dan bagaimana cara mereka bertanding selama di lapangan nanti.
Azalea sebenarnya takjub dengan pemikiran si jenius ini tapi dia menutupinya dengan sikap yang biasa saja dan cuek saja. tapi di balik sikapnya yang seperti itu dia kagum dengan murid nya sendiri, dan hari ini hampir semua siswa di sekolah mereka menyaksikan pertandingan ini terutama kelas F.
Pak Erwin pun ikut menghadiri pertandingan ini, karena dia tak mau Azalea bertemu dengan ayah dari Verel karena yang di lihat dari tingkah laku tuan Sebastian seperti nya dia tertarik dengan Azalea, hingga membuat pa berani Melvin alias pak Erwin itu khawatir.
Dan pertandingan pun di mulai pertandingan benar-benar sengit dan menguras tenaga, angka yang di cetak kedua tim sungguh sulit di dapat kan, Verel benar-benar bisa membaca setiap gerakan dan strategi yang di rancanh oleh pelatih mereka.
"Sial mereka kuat juga terpaksa kita harus memakai pemain terbaik kita" gumam pelatih lawan.
Sang pelatih meminta time out dan mengganti salah satu pemain di lapangan dengan pemain rahasia mereka.
"Dia pemain andalan dan jarang di turunkan, bila dia sudah di turunkan berarti kita siap-siap kalah" jelas kapten tim.
"Heuh bodoh jangan kalah sebelum berperang bodoh, sehebat apa pun dia pasti bisa kita kalahkan aku paling ga suka kalah"ucap Verel dengan dinginnya.
" Akan aku buktikan kalau kita bisa menang"ucap Verel sambil meneguk air mineral di botol.
"Aku nggak mau kalah dan nantinya kekalahan ini membuat Azalea semakin meremehkan ku" gumamnya.
Dan pertandingan pun di mulai lagi dan memang membutuhkan kerja keras antar tim untuk mengalahkan tim lawan yang memang tidak bisa di remehkan, saat Verel berhadapan dengan pemain rahasia itu keduanya sama-sama bertatapan saling merendahkan.
"Kau yakin dengan kemampuan mu yang seperti itu bisa mengalahkan kami" ucap pemain andalan itu.
__ADS_1
"Heuh... jangan sombong kau, aku bisa mengalahkan mu dengan mudah sialan" ucoa Verel ketus.
Dan pemain andalan itu pun mendribke bola ke arah ring dan melewati Verel hingga Verel terjatuh karena lantai yang licin.
"Sial... " Verel yang tahu lawan nya melewati nya langsung mengejarnya dengan cepat agar lawan tak mencetak angka, para anggota yang lain pun sudah di jaga oleh setiap pemain tak ada celah untuk mengoper ini sudah seperti pertandingan antara Verel dan pemain andalan tersebut.
Saat sedang menghadang pemain tersebut yang melompat tinggi dan seperti nya akan melakukan dunk Verel pun terjatuh, dan pemain tersebut pun mencetak angka dengan kerennya hingga para gadis yang melihat pertandingan tersebut berteriak histeris menyebutkan namanya.
Verel kesal tapi tiba-tiba dari bangku penonton terdengar suara teriakan Azalea.
"Ayo anak-anak ku kalian pasti bisa membalasnya balas.... balas... balas.... " teriak Azalea hingga membuat semua murid yang ikut menonton pun ikut menyoraki teriakan yang sama.
Balas... balas... balas....
"Ayo Verel.... Rio dan semuanya kalian pasti bisa" teriak Dean dari kursi pemain.
Senyum kecil tergambar di wajah Verel dan Rio keduanya lalu melakukan tos dan saling menatap yakin.
"Kita pasti bisa" ucap keduanya bersamaan.
Dan tanpa perlu berlama-lama Verel segera merebut bola dari pemain andalan tersebut meski dirinya sudah sangat lelah saat ini karena sejak awal pertandingan dirinya sudah berada di lapangan dan tak ada yang bisa menggantikan posisinya saat ini sebagai point guard.
Saat berhasil merebut bola, Verel langsung mengoper nya ke arah Rio dan Rio pun dengan cepat dan lincah nya berlari ke arah ring lawan saat sampai di depan Ring lawan sudha berkumpul disana dan menghadang agar Rio tak memasukan bola, tapi tiba-tiba Rii mengoper bola ke bagian belakang tepat di luar garis Tri point ada Verel yang menerima bola dan langsung melemparkan bola tersebut dari posisi tersebut dan angka tercetak tiga angka dan mereka unggul satu angka dari pihak lawan.
sorak sorai terdengar saat Verel berhasil memasukkan bola ke ring lawan dengan sempurna.
Dan akhirnya meski dengan susah payah pertanda yang sengit tersebut membuahkan kemenangan bagi tim basket sekolah yang Azalea ajar.
__ADS_1
Bersambung.