
Azalea menatap tajam kepada kedua muridnya yang sudah berbuat hal tidak senonoh di tempat umum seperti ini.
"Katakan sejak kapan kalian seperti itu? " tanya Azalea dingin.
Tapi keduanya tetap teridam, seolah tak mau memberi tahu kepada Azalea tentang hubungan yang sangat tabu itu.
Saat Azalea sedang kesal tapi tidak bisa menumpahkan kekesalannya keoada kedua siswinya itu, Tiba-tiba Pak Erwin keluar dari kafe mencari keberadaan Azalea, dan dilihatnya Azalea dengan wajah kesalnya berhadapan dengan kedua siswinya.
Erwin pun menghampiri Azalea dan kedua siswinya tersebut.
"Ibu Lea kenapa anda disini? " tanya Pak Erwin lembut.
Azalea menghela nafas dalam karena kesal tak tahu harus berbuat apa kepada kedua muridnya ini.
"Ada apa dengan mereka kenapa anda nampak. terlihat kesal begini? " tanya Erwin lagi.
Azalea lalu membisikkan sesuatu di telinga Pak Erwin, Pak Erwin yang mendengar itu langsung terbelalak saat mendengar perkataan yang di bisikan Azalea.
Pak Erwin lalu menatap ke arah keduanya dengan tatapan sulit di percaya.
Hingga akhirnya seorang siswi yang nampak gerah juga siswi yang tubuhnya lebih tinggi dari siswi ya g satunya lagi pun akhirnya angkat bicara, namun saat dia berbicara Azalea dan Pak Erwin pun dibuat terkejut lagi, pasalnya suaranya yang keluar bukan suara yang biasa Azalea dengar.
"Kenapa suara mu jadi berubah Micel? " tanya Azalea dia semakin pusing dibuatnya.
"Ini suara asli saya ibu guru" jelas Micel.
"Suara asli mu? " Azalea dan Erwin kebingungan bersamaan.
"Iya ibu Lea sebenarnya Micel adalah tunangan saya" jelas siswi yang satu lagi.
Azalea dan Erwin hanya memiringkan kepala mereka karena bingung bagaimana bisa mereka bertunangan benarkan orang tua mereka menyetujui hubungan terlarang seperti ini.
Erwin yang kebingungan, Tiba-tiba melihat Versi dan Rio yang baru saja keluar dari kafe dia pun menarik kedua siswa tersebut untuk membantu menjelaskan permasalahan kedua temannya ini.
"Eeeee ada apa sih pak? " tanya Versi dan Rio. yang di tarik Erwin tiba-tiba.
__ADS_1
"Ikut saya saya meminta bantuan kalian" ucap Erwin.
Verel dan Rio nampak kebingungan saat melihat keberadaan Micel dan Katrine yang berada disana.
"Ada apa lagi sih?! " tanya Rio sewot.
"Apa kalian tahu hubungan mereka? " tanya Azalea tiba-tiba.
"Ya tahu mereka bersahabat" ucap Rio. dan Verel santai.
"Bukan itu maksud ku, apa kalian tahu mereka punya hubungan terlarang dan di setuju keluarga mereka? " tanya Azalea frustasi.
"Hah... " Verel dan Rio terkejut berbarengan. kedua pun langsung menatap ke arah Katrine dan Micel.
Micel akhirnya angkat bicara lagi dan membuat kedua temannya itu pun shock saat mendengar suara Micel.
"Astaga apa yang baru saja aku dengar itu suara mu berubah Micel? " ucap Verel terkejut.
"Ini memang suara ku suara asli ku Verel, dan sebenarnya ini lah sosok ku yang sebenarnya" Micel lalu membuka wig dan sebuah plester yang berwarna sama persis dengan kulit lehernya, dan sebuah tonjolan pun terlihat di leher tersebut jakun milik. seorang laki-laki, dan potongan rambut layaknya seorang laki-laki bahkan saat ini Micel benar-benar terlihat seorang laki-laki tulen hanya saja dirinya memaki rok mini layaknya siswi yang lain.
"Kamu laki-laki" ucap mereka berbarengan.
"Ya aku memang laki-laki hanya saja kalian tak pernah menyadari nya" ucap Micel tersenyum miring.
"Lalu kenapa kamu menyamar menjadi wanita? " tanya Verel.
"Agar aku bisa selalu dekat dengan Katrine dan bisa menemani nya kemana pun" jelas Micel dirinya menatap kearah Katrine dengan tatapan lembut dan penuh cinta.
Azalea menepuk jidatnya karena kelakuan muridnya ini.
"Tunggu apa orang tua kalia tahu kalau hubungan kalian itu sampai sejauh seperti yang tadi kalian lakukan? " tanya Azalea.
"Tidak" Jawab Katrine polos.
"Astaga" gumam Azalea.
__ADS_1
Verel dan Rio saling berpandangan maksud Azalea apa hubungan sejauh apa? memang nya apa yang mereka lakukan.
Begitulah pemikiran yang ada di kepala Rio. dan Verel.
"Bawa kami menemui orang tua kalian, kalian harus segera di nikahkan" ucap Azalea.
"Apa?! menikah?! " Rio dan Verel yang terkejut mendengar perkataan Azalea.
"Memang nya apa yang mereka lakukan hingga harus segera di nikahkan bu guru? " tanya Verel penasaran.
"Mereka berbuat mesum di toilet tadi, saya takut Katrine dan Micel melakukan itu lagi" jelas Azalea.
Rio dan Verel langsung bengong melihat kearah Katrine dan Micel, mereka seolah tak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini, karena Senakal-nakalnya mereka, mereka berdua memang tidak pernah berbuat macam-macam pada lawan jenis.
"Ayo bawa kami kerumah kalian" ajak Azalea.
Micel pun melangkah santai dia menggenggam tangan Katrine dengan mesranya menuju mobilnya, Rio dan Verel yang tadinya tidak mau ikut akhirnya ikut juga karena di paksa oleh Pak Erwin. mereka diminta ikut untuk menjadi saksi agar segera mungkin Katrine dan Micel di nikahkan meski mereka masih sekolah.
Katrine terlihat khawatir saat di dalam mobil, tapi Micel berusaha menenangkan Katrine.
"Tenanglah aku akan bertanggung jawab atas semua ini, kau mau kan menikah dengan ku sayang? " ucapnya lembut.
Verel dan Rio langsung meraba tangkuk. met masing-masing karena merinding mendengar perkataan sahabat sekelas mereka yang seperti itu, kenapa mereka merinding itu semua karena mereka memang sangat tabu dengan hal yang seperti itu, jadi menurut mereka itu sangat menyeramkan.
"Kenapa kita harus keluar dari kafe tadi hingga kita akhirnya terlibat dalam situasi seperti ini Rio" gumam Verel geram apa lagi saat ini mereka berdua duduk tepat di belakang dua sejoli yang sedang memadu kasih dengan tidak tahu malunya di hadapan teman dan guru mereka, kedua rasanya ingin cepat-cepat keluar dari mobil ini tapi aura mencekam lebih menakutkan telah di keluarkan oleh Pak Erwin hingga mereka berdua pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah guru mereka, dan menjadi saksi untuk pernikahan sahabat mereka ini.
Mobil pun tiba di depan gerbang sebuah rumah mewah, mobil masuk kedalam gerbang tersebut, dan saat sampai di depan pintu utama mereka berenam pun turun dari dalamnya, Micel membawa mereka kesebuah ruangan di rumah mewah tersebut dan memanggil ibunya yang memang sedang berada di rumah untuk menemui gurunya.
Sang nyonya rumah pun akhirnya berjalan ke ruang tengah rumahnya tempat dimana Azalea, Pak Erwin dan kedua teman sekolah Micel sedang menunggu mereka, Katrine menyambut nyonya dengan hangat dia bahkan memeluk tubuh nyonya dengan manja dan di sambut sayang oleh nyonya.
Saat melihat ada guru anaknya dan juga teman-teman anaknya nyonya Brenda nama ibu Micel langsung bertanya apa tujuan mereka datang kerumah ini dan ingin menemui nya.
Azalea dan Erwin saling tatap. sementara Verel dan Rio menatap ke sembarang arah mereka berdua ingin sekali cepat keluar dari situasi yang tidak menguntungkan bagi mereka berdua.
Bersambung.
__ADS_1