Wali Kelas F

Wali Kelas F
Tertangkap


__ADS_3

Tuan Rudolfo keluar dari ruang kepala sekolah dengan senyum ceria di wajahnya, Rio dan pak Erwin yang menyaksikan itu merasa geram hingga mereka hanya mengepalkan tangan dengan kuat.


Apa yang mereka bicarakan didalam sana kenapa ayah keluar dengn senyuman dan kenapa wanita itu terlihat tak ada rasa bersedih atau menyesal karena sudah berurusan dengan ayah ku.


Batin Rio.


Sedangkan batin pak Erwin yang bergemuruh karena cemburu pun hanya bisa berguman di dalam hatinya.


Dasar pria kurang ajar awas saja kalau kau berani menggoda Lea ku.


Batin pak Erwin.


Saat tuan Rudolfo berpapasan dengan Rio dia lalu meminta Rio untuk meminta maaf pada Azalea, hingga itu semakin membuat Rio membenci Azalea dan juga ayahnya.


"Aku tidak akan minta maaf padanya ayah" ucap Rio geram dan dia pun langsung pergi dari sana dengan perasaan yang sangat kecewa.


Rio begitu kecewa hari ini pertama dengan sahabatnya, kedua dengan ayahnya yang malah mendukung Azalea.


Rio berlari ke atas atap dan berteriak sekencang-kencangnya disana.


"AAAAAAAA aaaa hahhhhhahhhhah" Rio berteriak hingga dia kelelahan.


Brugh.


Lutut Rio terasa lemas hingga dia bersimpuh di dan menunduk menatap lantai disana.


Rio kecewa begitu kecewa pada kenyataan yang ada di hadapan nya saat ini.


Beberapa sahabatnya menghampiri nya ke atap dan mencoba memberikan suport pada Rio.


"Kawan... kau pasti kecewa saat melihat ayah mu keluar dari ruang Kepala sekolah dengan wajah yang penuh senyuman, kami pun sama" ucap Dion.


"Wanita itu sepertinya punya sihir sehingga dia mampu memikat laki-laki" Ucap Boy.


"Tapi dia memang bukan wanita sembarangan dan kita tidak bisa meremehkannya" ucap Regza.


Ketiga temannya yang mendengar Regza memuji Azalea langsung menatap tajam. padanya.


"Pergi kau dari sini jangan bergabung dengan kami bila kau ada di pihak nya" ucap Rio.

__ADS_1


"Bukan begitu Rio tapi aku hanya mencoba mengingatkan kalau dia bukan wanita sembarangan yang mudah di takluk kan contohnya saja lihat wajah kalian itu sudah... " ucapan Regza terhenti saat ketiga temannya menatap tajam padanya lagi dan tanpa banyak bicara dan tanpa aba-aba lagi Dion dan Boy langsung menarik kerah baju Regza dan menyeretnya ke arah tangga dan menyuruhnya turun.


"Pergi kau jangan bergabung dengan kami bila kau mendukung guru baru itu" ucap Dion kesal.


Regza pun akhirnya turun dari atap sekolah dan meninggalkan mereka bertiga disana. entah rencana apa yang akan mereka buat untuk menyingkirkan Azalea.


Di ruang guru para guru menatap takjub pada Azalea karena mampu mengendalikan emosi tuan Rudolfo, pujian pun membanjirnya dari.para guru namun itu tak membuat Azalea jadi sombong dia tetap menjadi sosok Azalea yang ramah.


Azalea duduk di kursi nya dan mencoba mengobati luka di wajahnya.


"Nih... " Pak Erwin memberikan sebuah salep pada Azalea.


"Eh... Terima kasih pak" Azalea menerima salep tersebut dia membukanya dan mengoleskan nya pada bagian luka di wajahnya.


"Kenapa harus berkelahi sih? apa tidak bisa di selsaikan dengan cara bicara baik-baik? "tanya pak Erwin.


" Mereka itu berbeda pak ucapan ku tak akan mereka dengar kan, aku sudah coba dengan cara baik-baik tapi tetap tidak di dengar juga dan mereka malah menantang ku hingga terjadilah perkelahian tadi"jelas Azalea.


"Siapa saja yang menyerang mu? " tanya Pak Erwin.


akan ku buat mereka menyesal karena telah membuat calon istri ku terluka.


Azalea hanya tersenyum getir saja.


"Mereka Anak-anak ku dan aku yang akan mendidik mereka dengan cara ku sendiri" ucap Azalea dengan senyum yang dingin.


Pak Erwin yang melihat reaksi Azalea yang seperti itu hanya mengangguk saja.


"Semangat ibu Lea" pak Erwin memberikan semangat pada Azalea hingga gadis itu tersenyum pada pak Erwin.


Malam hari tiga orang pemuda memantau sebuah kontrakan kumuh dan lusuh di daerah padat penduduk.


"Kau yakin dia tinggal disini? " bisik Rio.


"Iya tadi siang orang suruhan gue ngasih tahu gue kalau dia tinggal disini" jawab Boy dengan nada berbisik juga.


"Ck pantas dia sangat gila dia tinggal di lingkungan yang seperti ini" gerutu Rio.


"Ayo kita lancarkan rencana kita" bisik Boy yang mengendap-endap menaiki anak tangga yang terbuat dari besi tersebut.

__ADS_1


"Ih astaga besinya sepertinya sudah sangat tua apa ini aman? " tanya Rio.


"Aku nggak yakin" Jawab Dion.


"Ck kau ini payah sekali, dan kenapa sih dia memilih tinggal di tempat seperti ini" keluh Rio.


"Mungkin uang sewanya murah jadi dia memilih tinggal disini" bisik Boy.


"Ah kau benar juga dia kan wanita begajulan pasti tidak ada laki-laki yang mau dengannya mangkanya dia tinggal di tempat seperti ini karena tidak ada laki-laki yang mau membantu kehidupan nya hihi" Rio terkikik.


Saat mereka hampir sampai di lantai tempat Azalea tinggal sebuah pintu kamar terbuka dan keluarlah seorang wanita muda yang hanya memakai kaos bertali spageti dan celana ketat pendek. dan itu adalah Azalea dia melepaskan kaca matanya dan pergi ke kamar mandi yang letaknya dekat tangga.


Tanpa mereka sadari ketiga pemuda itu terkesima melihat sosok lain Azalea, lekuk tubuh Azalea terlihat jelas hingga membuat laki-laki yang melihat itu menjadi traveling kemana-mana.


"Hei... apa yang kalian lakukan disana? " tanya Azalea yang menyadari kalau ada yang mengawasinya dari tangga.


Menyadari Azalea menegur mereka mereka bertiga pun ingin segera kabur dan cepat-cepat menuruni tangga tapi Azalea mampu menahan satu dari tiga orang tersebut dia berhasil menangkap Rio. karena dia yang berada paling depan.


"Mau kemana kamu" ucap Azalea dia pun menarik kerah baju anak itu dan membawa nya masuk ke kamar nya.


Fikiran Rio sudah ber traveling kemana-mana saat melihat penampilan Azalea yang sangat seksi ditambah lagi Azalea membawanya ke kamar nya.


"Bu... anda mau apa? " tanya Rio yang menelan slivanya karena melihat tampilan Azalea yang sangat seksi ini.


Tubuh kecil dan berisi Azalea telihat jelas di mata Rio.


"Main apa kau datang kemari? " tanya Azalea yang langsung memakai kaos longgar nya hingga menutupi tubuh nya yang tadi sangat seksi itu.


Rio langsung membuang wajahnya dan memasang sinyal permusuhan pada Azalea.


"Jangan bilang kau ingin berdamai dengan ku? " tanya Azalea lagi.


"Cih... akun tak akan mengibarkan bendera putih pada mu aku dan teman-teman ku tetap mengibarkan bendera merah pada mu" ucap Rio ketus.


"Oo ya... mana teman-teman mu Hem, kenapa mereka lari di saat kau membutuhkan bantuan mereka, apa itu yang di sebut teman? " tanya Azalea kembali.


Pertanyaan Azalea membuat Rio terbungkam dia membenarkan perkataan Azalea kalau kedua temannya itu memang tak pantas di sebut teman karena membiarkan nya tertangkap oleh Azalea begitu saja.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2