Walking Dream

Walking Dream
Layar Lebar


__ADS_3

" LEPASKAN DIA!!!"


Carla terus berteriak sambil menangis, namun Carlos tidak melihat nya sama sekali. Setelah memukul Alang beberapa kali, Carlos membuka bajunya, mendekati Alang dengan ekspresi yang menjijikan. Ia belai wajah Alang lembut, lalu melirik Carla dengan senang.


" Lihat dengan hati-hati sayang."


Ucap Carlos lalu membelai dada Alang dengan erotis, ia angkat kedua kaki yang berusaha memberontak itu dan membuatnya mengangkang.


" Ku mohon!! Alang kembalilah!!! kumohon...."


Carla terlihat begitu putus asa, namun Alang tidak akan menyerah, ia terus memberontak walaupun ditendang beberapa kali. Samar ia mendengar seseorang memanggilnya, dan entah hanya perasaannya, ia merasa ruhnya tertarik karena panggilan itu.


" ALANG!! BANGUN!!!"


kali ini suara yang terngiang di telinga Alang semakin jelas, Alang memejamkan mata sejenak,lalu mengambil napas dalam.


" Tunggulah Carla aku akan kembali."


Alang merasakan ruhnya tertarik dalam bundaran, tubuhnya terasa sakit karena tarikan itu, ia berusaha Manahan nya sebisa mungkin.


"HAHAHHHHhh"


Alang Manarik napas kuat dan tersengal, sekali lagi Will terperanjat namun dengan harapan yang terkabul.


" ALANG!!! syukurlah..., Ku pikir kau tidak akan bangun lagi."


setidaknya Will dapat tersenyum sedikit lega, dibantunya Alang yang berusaha untuk bangkit.


" Kau berdarah.."


" Aku tau, kita tertangkap...."


Ucap Alang sambil mengelap darahnya, napasnya masih tersengal dan tubuhnya terasa begitu sakit.


" Dimana Jean?"


" Kami bertemu didalam rumah itu, para pengawal Carlos mengepung Erik dan Jean disana. Beruntung hanya Jean yang menyadari keberadaan ku dan melempar alat dan USB itu padaku."


" Jadi mereka tertangkap?!"


Tanya Will frustasi, Aline mengangguk cemas.


" Aku akan kembali kesana! Will!! kau harus menayangkan Vidio itu sekarang!!"


" Kau akan tidur lagi?"


" Tidak aku akan ke sana tepat ketika kehebohan terjadi."


" Dan aku akan menelpon polisi setelah itu."


Tambah Aline sambil menggenggam ponselnya, ketiganya mengangguk setuju.


" Baiklah!! aku akan memulainya dan semoga ini berhasil. Tapi kau tidak memberitahu ku bahwa USB ini termasuk dari rencana."

__ADS_1


" Tayangkan USB itu terlebih dahulu, tidak perlu memeriksanya, itu adalah jackpot! kau pun akan terkejut."


Will mengangguk dan mulai mengotak Atik benda elektronik didepannya, wajahnya begitu serius, sangat berbeda dengan kepribadiannya. Dua orang lainnya menunggu Will dengan serius, bahkan Alang sudah siap ketika Vidio itu akan di mulai.


" ok!! ok!!! aku akan menekan enter dan...Booomm!!!"


Dengan antusias Will menekan enter dengan keras, ketiganya lalu menoleh pada layar lebar yang berada di hadapan para tamu, Carlos memang menyediakan nya untuk menunjukan pertunjukan yang menyenangkan, yang pasti itu bukanlah tentang kejahatannya Carlos.


Will sangat senang karena memiliki keahlian di bidang IT, Ia tidak menyesal sama sekali mengikuti komunitas aneh walaupun sering dimarahi ibunya. Dan sekarang ia berhasil meretas sesuatu.


Di tempat lain para tamu undangan secara otomatis mengalihkan pandangan, menonton layar lebar yang mereka pikir datang dari Carlos.


Mereka bergumam bingung karena layar tersebut menunjukan hal aneh, Pertama ditampilkan beberapa tamu bertopeng yang sebagian asyik berbincang, dan sebagian lain yang fokus pada sesuatu di luar kaca yang lebar. Vidio itu berhenti sejenak, lalu terdengar suara MC acara yang melengking di luar kaca, para tamu bertepuk tangan dengan meriah, senyum mereka lebar dan sebagian tertawa.


" Apa maksud nya dengan perkataan MC itu? bukankah seharusnya Vidio menyenangkan yang akan ditampilkan?"


" Aku juga tidak mengerti, katanya dia akan menayangkan Vidio kejutan tentang jalinan hubungan kerja antara kita dan dia."


Para tamu yang melihat Vidio itu mulai terlihat bingung dengan Vidio yang masih diputar, sebagian yang lain terlihat pucat, mungkin mereka para tamu yang ada di Vidio itu.


Vidio terus berjalan hingga akhirnya menunjukan sesuatu yang seharusnya tidak diperlihatkan, para tamu menjerit histeris, mata mereka terpaku pada layar tidak percaya.


" Apa ini sungguhan?! atau dia hanya membuat sebuh film pendek bertema?"


Orang-orang yang menghadiri tahun baru di rumah Carlos tidak dapat mempercayai apa yang mereka lihat, itu tontonan gila yang sangat mengerikan.


" Apa maksudnya Vidio ini?!


Suasana mulai begitu riuh, terlebih ketika mereka melihat dengan jelas ada Carlos disana! Satu-satunya orang yang tidak mengenakan topeng, dan duduk di lobi kaca lain dengan senyum bahagia. para pengawal yang ada di luar memandang layar terkejut, Meraka ikut bingung apakah ini disengaja atau tidak.


Salah satu pelayan yang terlihat seperti kepala berjalan pucat kedalam rumah.


" Kau ingat kan Will harus mengirim semua file bukti kemana?!"


" Tentu saja, tenang.... aku akan langsung mengirimkannya untuk berjaga-jaga. Sekarang giliran mu! Cepat pergi dan bawa teman kita kembali!!"


Alang mengangguk, ia membuka pintu mobil dan segera melewati para tamu yang riuh, memasuki rumah Carlos di pintu yang kurang diawasi, berlari sekuat mungkin walaupun harus menahan rasa sakit.


Alang kembali menuju lorong yang menyebalkan itu, ia mendengus kesal karena pengawasan yang semakin ketat, ia bersembunyi sambil mengamati, matanya tajam mengawasi seorang pengawal yang kebutuhan berperawakan seperti dirinya, pengawal itu berjalan sendiri melewati Alang tanpa menyadari ada ancaman dibelakangnya.


Beberapa menit kemudian pengawal itu telah terkulai pingsan disudut lorong dengan tubuh telanjang boxernya, Alang berjalan dengan wajah serius berpura-pura sebagai suruhan Carlos.


________________________________


" Tuan ..."


" APALAGI!!!"


Wajah Carlos terlihat begitu kusut dengan emosi yang meluap-luap, tubuhnya dipenuhi percikan darah dengan rambut yang berantakan, tangannya masih kuat memegang cambuk, di bawah kakinya ada Jean dan Erik yang tidak bisa bergerak.


Belum selesai dengan hilangnya Alang, ternyata ada dua cecenguk lain didalam rumahnya.


" Ada masalah diluar tuan.."

__ADS_1


" Bukankah kau bisa mengurusnya?!! kenapa harus memberi tahuku!!"


" Pertunjukan ruang bundar ditayangkan di layar lebar."


Wajah si pelayan terlihat begitu pucat dan takut, ia tidak mendengar suara tuannya sama sekali dan hanya mendengar deru nafas yang berat.


" Hahahaha!!! Bocah itu...berani sekali dia!!"


Suasana diruangan terasa begitu mencekam, Carlos semakin erat memegang cambuknya.


" APA YANG KAU LAKUKAN TANGKAP BOCAH ITU DAN KOMPLOTAN NYA!! mereka pasti disekitar sini. ARRRGHHH SIAL!!"


Pelayan itu menunduk dengan takut dan sesegera mungkin meninggalkan ruangan, dengan cepat menginterupsi para pengawal untuk mencari orang-orang itu.


" Sial!! sial!!! Ku pikir aku akan dibunuh!! bagaimana bisa orang-orang di monitor begitu ceroboh!!"


Pelayan yang sebenarnya ketua pelayan itu meraih ponsel dan segera menghubungi seseorang.


" Hey mata satu!! cepat kesini! ada beberapa masalah yang harus kau selesaikan."


" Tapi aku hanya bekerja di bawah tanah."


" Apa kau mencoba membantah!! itu tidak penting sekarang, atau kau ingin kehilangan adik mu hah!!"


" Aku kesana."


Panggilan ditutup, si ketua pelayan kembali berjalan dengan marah menuju ruang monitor.


" Hey..hey..apa yang kau lakukan! apa kau tidak mendengar perintah untuk melakukan pencarian?"


Pelayan itu kembali berhenti dan menahan seseorang yang berjalan berlawanan.


" Bagian ku ada disana, karena ada kemungkinan mereka bersembunyi didalam rumah, saya hanya telat bergabung dengan kelompok."


" apa maksud mu!"


" saya menemukan pengawal yang pingsan di ujung lorong, pasti seseorang telah menyusup."


" Argghhh...ini semakin gila! baiklah teruskan tugas mu dan pastikan mereka tertangkap!!"


pelayan itu kembali berjalan dengan menggerutu, Alang puas dengan aktingnya dan segera berlari untuk menyelamatkan Jean, Erik dan Carla, dan tentu saja semua yang menjadi korban Carlos.


Alang terus berjalan hingga sampai di tempat Carlos menyandra nya, ia bisa mendengar suara batuk Jean yang kesakitan. Alang mengembuskan nafas berat, sebelum ia membuka pintu dengan bodohnya, mata Alang teralihkan dengan pajangan mengkilap di samping pintu, ia raih benda itu dan menggenggamnya erat.


Prangnnkk!!!


Alang menjatuhkan patung besar hingga membuat nya pecah, suara gaduh dibalik pintu berhenti dan terdengar teriakan Carlos memerintahkan pengawalnya untuk memeriksa, cepat-cepat Alang bersembunyi.


Dua pengawal yang Alang lihat didalam ruangan keluar dari ruangan , mata mereka awas melihat patung yang pecah.


" Kita harus periksa kesana."


Kedua pengawal itu berjalan menjauhi Ruangan, tidak membuang kesempatan Alang berlari dengan cepat lalu masuk kedalam ruangan dan menguncinya, tangannya dengan erat menodongkan pedang antik yang tidak terlalu panjang.

__ADS_1


" Menjauh dari mereka!!!"


Ucap Alang, Ia melangkah pelan mendekati Carlos yang hanya menatapnya datar, walaupun banyak emosi yang ia simpan.


__ADS_2