
Deru ombak pantai yang merdu melamunkan gadis kecil manis yang tengah duduk di atas bebatuan. Rambut panjangnya tergerai dan bergoyang-goyang terhembus angin. Warna jingga di langit sebentar lagi akan menghitam, namun si gadis kecil tidak beranjak dari duduknya. Ia bersenandung riang sambil berimajinasi bagaimana rasanya hidup di bawah air dengan bebas.
" CARLA!!!CARLA....!"
Teriakan seorang wanita membuyarkan lamunan Carla kecil, ia menoleh dan mendapati ibunya menghela nafas lega karena anaknya baik-baik saja.
"oh, sayang...apa yang kau lakukan disini? ibu kan sudah bilang berbahaya jika Carla kecil sendirian di luar saat petang?"
Ibunya bertanya lembut sambil memeluk anak kesayangannya. Namun ia hanya bisa tersenyum ketika Carla menunjukan wajah yang bahagia.
"Tapi langit sore benar-benar indah..."
" Kalau begitu ajak ibu untuk melihatnya ok? padahal jika ibu pergi dengan Carla pasti akan membawa manisan.."
wanita itu berusaha membujuk Carla, mata Carla berbinar senang.
" sungguh?!"
" Tentu saja..."
ibunya mengelus rambut Carla lembut. Dengan begitu bahagia Carla melompat ke pelukan Yasmin. Sambil bergandengan tangan keduanya melangkah kembali ke rumah.
_____________________________________
Hari ini Carla kecil bermain di pinggir pantai seperti biasanya, sendiri ia bermain dan membuat istana pribadinya. kerena siang hari orang tuanya akan bekerja, dari pada tidak melakukan apapun lebih baik ia bermain di pinggir pantai di dekat rumah.
Umur Carla saat ini enam tahun, dan dia belum bersekolah, atau lebih tepatnya tidak bersekolah sebagaimana orang biasanya. Ibu Carla, Yasmin adalah seorang guru menengah keatas, dan Yasmin lah yang memberi pembelajaran pada anaknya. Tentu saja Yasmin memiliki alasan kuat tidak menyekolahkan anaknya. Carla adalah gadis kecil yang sedikit berbeda dengan kebanyakan anak-anak lainnya. Ia memiliki sesuatu yang apabila orang-orang melihatnya akan membuat Carla dalam bahaya. Bagi Yasmin pilihan untuk tidak menyekolahkan anaknya adalah hal yang benar.
Carla masih asyik bermain, kali ini ia pergi mencari kerang-kerang cantik dibalik batu- batu karang, kaki mungilnya pun tengelam di dalam air setinggi lutut. wajah nya tampak begitu ceria dan berseri, wajah polos yang biasa dimiliki anak-anak kecil yang bahagia.
"Haloo!!! "
Sebuah suara mengalihkan perhatian Carla dari batu karang, ia menoleh dan mendapati bocah kecil yang sedikit lebih tua melambaikan tangan. Carla menatap bingung seperti berkata " apa dia memanggil ku?". Carla menunjuk dirinya, bertanya apa yang dimaksud bocah itu adalah dia. Si bocah mengangguk kuat dengan wajah yang sedikit pucat. Carla memberi tanda -" tunggu! aku akan ke sana"- lalu berjalan mendekat sambil mengangkat sedikit rok birunya.
"Kenapa?"
Carla bertanya dengan kebingungan, melihat bocah asing itu menatapnya dengan cemas.
" A-aku dimana?"
Carla mengernyit semakin bingung dengan perkataan bocah itu.
" tentu saja di pantai, di pantai Sapphira! apa kau pengunjung?"
" pengunjung? tidak tadi aku baru saja tertidur di kasur ku"
bocah yang tidak lain adalah Alang itu masih kebingungan dan cemas. Carla menepuk pundak bocah itu sambil tersenyum.
" mungkin kau memang tertidur, tapi orang tua mu membawamu kemari saat tidur, jadi kau tidak sadar.."
" Apakah itu mungkin?!"
"hemmm? bagaimana jika menunggu orang tuamu datang menjemput?aku akan temani disini"
" benarkah? kau mau menemani?"
__ADS_1
Carla mengangguk, akhirnya Alang kecil dapat bernapas lega. Tiba-tiba Carla meraih tangan Alang.
" kalau begitu bagaimana kalau kita bermain? ayo buat istana bersama!"
wajah Alang berbinar senang, ia mengangguk dan akhirnya mereka bermain dengan riang. bahkan Alang lupa bagaimana ia bisa di sana.
_____________________________
" Bagaimana ini...orang tuaku belum datang menjemput"
Hari semakin gelap, namun orang tua Alang masih belum datang menjemput. Hati Alang gusar sembari menggosok- gosok pinggiran bajunya. Carla pun ikut khawatir dan tentu saja tidak tahu harus berkata apa.
" eee...bagaimana jika menunggu di rumahku? tenang saja orang tua mu pasti datang , ok"
Carla mencoba menenangkan Alang yang semakin gusar, Alang menoleh menatap Carla dengan ragu.
" Tapi orang tua ku akan bingung mencari, apa kau mau menunggu sebentar lagi?"
Alang bertanya, namun Carla tidak tidak memperhatikan dan malah peduli dengan kaki Alang.
" hey, apa kau mendengar ku?"
Carla menatap Alang dengan wajah tidak percaya
" K-kaki mu!!!"
Alang kebingungan dengan tingkah aneh gadis kecil di depannya. Ia pun beralih melihat kakinya dan terkejut. Kakinya mulai mengabur seperti akan hilang. Alang panik begitu pula Carla. Perlahan seluruh tubuh Alang mengabur.
" Tolong aku!!!!"
Carla masih terpaku dengan wajahnya yang kebingungan.
" Carla!!! ya ampun ibu kan sudah bilang...lihat! langit sudah gelap"
Tiba-tiba Yasmin datang dan memeluknya. Carla masih terdiam dan hanya mengangguk ketika Yasmin menasihatinya. keduanya kembali dengan pikiran Carla yang bercampur aduk.
_______________________
Dua hari berlalu dan Carla masih menunggu Alang yang mungkin datang. Tentu saja karena ia penasaran dan menuntut jawaban "apa yang telah terjadi dengan bocah laki- laki itu ?". setiap sore ia akan datang ketempat ia pertama kali bertemu dengan Alang, sambil bermain pasir dan mencari- cari kerang yang cantik.
Seperti sore ini, Carla dengan setia masih menunggu, berharap bocah itu kembali. Sesekali ia melihat kearah dimana Alang menunjukkan batang hidungnya. Namun tetap saja si bocah tidak datang. Dengan hati kecewa Carla bangkit dari duduknya dan melangkah pergi kembali ke rumah. Namun ketika ia mulai menjauh dari pantai, suara hentakan kaki yang kuat membuat Carla berhenti, suara itu mendekatinya seperti orang yang sedang berlari. Carla menoleh ke belakang dan terbelalak kaget ketika melihat Alang berlari kencang ke arahnya sambil melambaikan tangan.
"Hey!!! aku kembali!!!"
Saat itu Carla tidak mengetahui bagaimana perasaan senangnya benar- benar meluap. Ia berlalu mendekati alang.
" Bagaimana kau bisa di sini? dan saat kau menghilang...!?"
Alang tersenyum.
" Ternyata aku di dalam mimpi! bukankah itu keren!!!"
Carla memiringkan kepalanya tidak mengerti, apa maksudnya dengan mimpi? Carla tidak bisa mencerna ucapan Alang barusan. Alang menghela nafas, tau bahwa ini sulit untuk dipercayai.
" Saat ini aku sedang bermimpi bertemu dengan mu! aku ada di dunia mimpi!!!"
__ADS_1
Carla masih tetap tidak mengerti.
" Tapi aku tidak di dunia mimpi, aku ada di dunia nyata!!" Ucap Carla, tidak terima bahwa ia hanya khayalan semata.
" Tapi saat aku menghilang aku kembali terbangun dan ada di kamarku! bahkan sekarang aku sedang tertidur!"
Carla tidak bisa menjawab karna Alang benar- benar menghilang waktu itu.
" Jika ia ini memang mimpi, bukannya kau tidak bisa mengontrol mimpi?! dan saat kau menghilang aku seharusnya juga ikut menghilang? dan sekali lagi! aku ini bukan dari dunia mimpi!!"
Keduanya terdiam cukup lama, saling melirik barangkali ada pemikiran yang lain.
" Baiklah!!! anggap saja kita bertemu di mimpi! dan sekarang aku sedang tertidur dan kau tidak!. Jadi sekarang kau sedang berbicara dengan roh ku!"
Ucap Alang dengan yakin. karena hanya itu saja kemungkinan yang pasti. Karena ia tidak tahu juga mengapa ia bisa bertemu gadis ini.
" Jadi hanya kau yang bisa mendatangiku?"
" Mungkin..."
" Baiklah aku akan menerimanya"
Ucap Carla sambil tersenyum, selama ia bisa bermain dengan Alang ia akan menerimanya. Carla tidak memiliki teman karena ia tidak sekolah, tentu saja Alang yang menjadi teman pertama nya tidak akan ia lepaskan.
" ayo, kita bermain!!!"
Alang mengangguk, keduanya pun bermain di pantai itu selayaknya bocah. Dan itu terus berlanjut di hari-hari berikutnya tampa peduli mengapa hal aneh ini bisa terjadi. Mimpi yang di alami Alang tidak terjadi terus menerus, namun berselang walupun bisa di katakan sering. Mereka akan selesai bermain jika tiba-tiba Alang menghilang seperti sebelumnya.
" Hey, kau mau jadi teman ku selamanya?"
Ucap Carla, menatap Alang penuh harap di hari yang entah keberapakalinya mereka bertemu. Namun hari ini Carla tidak banyak tersenyum, dia hanya mengikuti apa yang ingin di mainkan Alang dan tidak banyak berkomentar seperti biasanya.
" Tentu saja ! kita kan teman selamanya!!!"
Ucap Alang dengan penuh yakin. Carla tersenyum bahagia mendengarnya. namun beberapa detik kemudian Alang menggaruk rambutnya dan bertingkah tidak nyaman.
" Eeee.... selama ini a- aku hanya memanggilmu bakpao!!! hehehe, aku t-tidak tau nama aslimu...ehehehe."
Ucap Alang salah tingkah sekaligus tidak enak. Tentu saja itu membuat Carla terkejut, ia berdiri dari duduknya dengan wajah tidak percaya.
" APA?!! BAGAIMANA BISA?! AKU BAHKAN TAU NAMAMU ALANG!!"
Carla berteriak sangking tidak percayanya.
" hehehe maaf...."
Carla mendengus kesal dan menyilang kan tangannya.
" ingat ya namaku itu CARLA!!!"
Ucap Carla dengan begitu jelas.
" Aku tidak bisa mendengar mu!"
ujar Alang yang kebingungan, padahal ia melihat Carla yang berteriak. Ia tatap tubuhnya yang mulai kabur dan melebur. " ah, pasti karna ini" ucap Alang dalam hati. Saat itu Carla hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
" baiklah...pertemuan selanjutnya akan ku beritahu"