
Di malam tahun baru yang meriah dengan kembang api, Terdapat rumah besar nan mewah yang di penuhi dengan mobil polisi, suasana di sana begitu ramai, ada beberapa yang di tahan, ada beberapa yang saling berbincang tidak percaya dengan apa yang telah di lihat, Sebagian lagi terlihat begitu marah sambil memaki nama Carlos yang ia percayai sebelumnya.
" Apa kau lihat penjara-penjara itu? Ku pikir kejahatannya hanya satu, tapi ternyata diluar dugaan."
" Benar, setelah ini saya akan langsung memutus hubungan kerja dengannya. Benar-benar tidak bisa dipercaya.."
Orang-orang sibuk menyinggung keburukan Carlos, hingga akhirnya semua terdiam ketika pria itu keluar dari pintu besar nya, Ia tertunduk sambil menangis.
Orang-orang bahkan tidak berbicara dan hanya melihat pria itu lewat dan masuk ke dalam mobil, mungkin mereka bisa merasakan betapa mengerikannya aura yang di bawa oleh Carlos, mereka menahan napas dan hanya berbisik di dalam hati, atau mungkin berdoa agar tidak bertemu dengan orang-orang seperti Carlos.
Setelah kejadian malam itu, Sidang pun di adakan dua hari setelah nya dengan alang serta teman-teman nya sebagai saksi, sekaligus bukti-bukti yang mereka bawa. Sesuai dengan rencana, Rian adalah orang yang memberikan bukti-bukti itu dengan memasang alat pengawas, Mereka menyerahkan semua bukti dan polisi menggeledah semua sarang yang di bangun Carlos untuk kesenangan nya.
Tidak ada yang ingin menjadi pengacara Carlos, kalau pun ada ia pasti akan kalah karena hal tersebut benar-benar tidak dibutuhkan. Harta yang melimpah milik Carlos pun di bagi secara merata kepada para korban-korban nya, Walaupun itu tidak senilai dengan apa yang di lakukan Carlos.
Pada akhirnya Carlos dihukumi hukuman mati pada tanggal yang ditentukan, ia tidak bisa mati begitu saja, Karena ia harus merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan.
" Sekarang kau punya banyak waktu untuk merenungi setiap perbuatan mu, Aku akan berkunjung dan menyiksa mu dengan kata-kata dan kau akan merasa bersalah hingga ingin mati. Itulah hukuman yang harus kau rasakan untuk sekarang."
Ucap Carla di balik kaca tebal yang memisahkan antara ia dan Carlos, Matanya begitu banyak mengisyaratkan sesuatu. Carlos terdiam sambil menunduk, Ia tidak tau harus berbuat apa karena pikirannya yang Ambu radul.
Carla mengambil sesuatu dari sakunya, Lalu menyerahkannya pada Carlos melalui lubang kecil. Mata pria itu membulat ketika melihat sebuah foto dihadapannya, matanya bergetar dan mulai berair. Ia pandang foto ia bersama ibunya saat ia masih kecil dan tersenyum begitu polosnya.
" Ini masih awal dari hukuman ayah...Aku akan datang dengan hukuman yang lain, Tapi tenang saja... aku akan membawa kan mu makanan enak saat berkunjung seperti yang ku lakukan sekarang, Kau pasti tidak suka dengan makanan disini."
" Ap apa kau memaafkan ku?"
" Aku tidak bisa memaafkan mu, aku hanya kasihan pada mu."
Setelah itu Carla bangkit dari duduknya dan berlalu pergi, meninggalkan Carlos yang semakin menangis tersedu sendirian.
_________________________________
" Akhirnya....laki-laki bejat itu terkurung selamanya..."
Ucap Will sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil, Erik yang sedang menyetir di samping nya mengangguk setuju.
" Sekarang aku ingin balas dendam dengan makan makanan yang enak..."
Ucap Erik sambil melirik Aline yang duduk di belakang, di sampingnya ada Lean dan Carla yang sibuk melihat keluar mobil.
" Apa kita makan di pantai saja?"
Pada akhirnya Jean menyahut di belakang, lalu mengikuti lengan Alang yang tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
" Apa?"
" Katakan saja -iya benar-"
Ucap Jean sambil berbisik.
" I-iya !! benar sekali!!"
Aline tersenyum, pada akhirnya Aline menyetujui rencana makan meraka dan meminta Erik untuk mengantarkan para gadis untuk berbelanja.
" Kalian siapkan peralatannya di pantai, kami akan menyusul dengan Taxi."
Ucap Aline lalu berlalu pergi di ikuti Carla dan Lean, Semu terlihat antusias dengan acara makan-makan ini.
_________________________________
" HAHAHAHA!! itu sangat konyol! bagaimana bisa kau langsung memasukkan daging panas ke mulut mu!! lihat! itu di keluar lagi dari mulut mu!"
ucap Erik dengan terbahak melihat Will yang berusaha mendinginkan lidahnya yang terbakar, yang lain tertawa melihat tingkah konyolnya, Will memang mahir menghangatkan suasana walaupun tidak di sengaja.
mereka mengelilingi api unggun, dan angin pantai serta suara ombak yang menyenangkan menemani kegembiraan mereka, Jean terlihat malu-malu menatap Lean karena tepat setelah peristiwa itu ia menyatakan cinta kepadanya, Dan ia beruntung karena cintanya terbalas.
" Hey..Jean, saat kita pulang..apa kau bisa membawa ku ke tebing itu? Aku ingin mengatakan sesuatu pada Carla."
" Karena ini malam aku ingin mengatakannya."
" Baiklah, aku akan menunggu di tepi jalan."
" Terimakasih"
" Apa-apaan kau ini!! kita kan teman, tidak perlu berterimakasih."
Ucap Jean dan merangkul Alang sambil menyodorkan nya jagung bakar.
" Tapi hanya kau dan Will saja yang mengantar ku."
" Tenang saja..."
_________________________
💙💙💙💙💙💙❤️
" Kau akan membawa ku kemana?
__ADS_1
Tanya Carla bingung ketika Alang menarik tangannya ke luar mobil dan memasuki jalan setapak kecil.
" Kau tau Carla, jalan ini adalah lah jalan yang sangat ku benci karena mimpi buruk itu...."
Carla terdiam tidak menjawab perkataan Alang, ada rasa bersalah di dalam hatinya hingga ia tidak bisa berbicara.
" ...Saat aku bermimpi, aku akan datang kesini dan berakhir di ujung tebing itu..."
Alang menunjuk tebing yang hampir membuat nya mati saat tertidur, keduanya mendekat dan berdiri di sana. Alang menggenggam tangan Carla dan menatapnya penuh arti.
" Dulu aku memaki tempat ini, padahal jika sore hari, di sinilah tempat paling indah untuk melihat matahari terbenam. Namun karena mimpi itu aku membencinya, bahkan kamu.."
" M-maaf ...maaf kan aku"
Ucap Carla tertunduk, Alang menggeleng sambil tersenyum dan mengangkat dagu Carla, memastikan gadis itu menatap wajahnya.
" Tapi dari sini semuanya di mulai, dari mimpi itu kita dapat bertemu walaupun hanya sekedar bayangan ruh..."
Alang memegang lembut rambut Carla yang terhembus angin.
" Tapi sekarang aku benar-benar dapat melihat mu...aku benar-benar dapat menyentuh mu? Dan aku... benar-benar dapat mencintai mu tanpa ketakutan, aku bisa mencintai tanpa perlu melihatmu menderita dan menangis.."
Suara lembut Alang jelas terdengar di telinga carla, gadis itu menangis sambil tersenyum dan menyentuh wajah Alang, memastikan sekali lagi ia tidak bermimpi.
" Padahal telah berlalu dua hari..dan aku...dan aku takut itu hanya mimpi.., aku takut kau tetap membenciku.. Aku takut saat terbangun..."
Tiba-tiba Alang memeluk Carla, ia benamkan wajahnya pada rambut Carla yang lebat.
" Bukankah ini lebih terasa hangat dari biasanya?...Aku mencintai mu Carla, aku mencintai mu..."
Ucap Alang menguatkan pelukannya, Carla membalas pelukan itu sama eratnya, keduanya menitikkan air mata bahagia karena telah terbebas dari ikatan yang rumit, mereka akhirnya dapat bertemu di dunia nyata, mereka dapat pergi bersama tanpa harus tertidur lebih dulu dan merencanakan hal menyenangkan bersama.
" Alang...Aku cinta kamu...terimakasih...karena mencintai ku juga.."
Alang melepas pelukannya, lalu mengusap air mata Carla dengan lembut. keduanya saling bertatapan penuh arti, Keduanya dapat merasakan hembusan napas masing- masing, Dengan berani namun pelan, Alang mencium bibir Carla, gadis itu tidak terkejut, ia pejamkan matanya dan membalas lembut ciuman itu, keduanya masih tenggelam dalam kerinduan di bawah sinar bulan purnama dan iringan musik dari ombak yang menderu. Di dalam hati yang terdalam, yang tidak di dengar oleh masing-masing pasangan itu mereka bersumpah dengan janji yang sama.
" Aku akan berada di sisimu, selamanya. Aku akan mencintaimu meski di kehidupan selanjutnya."
Malam hari dengan bulan purnama dan bintang, dua insan yang bertemu di alam mimpi itu pun benar-benar dapat menyatakan cinta satu sama lain. Di kejauhan Jean melihat mereka dengan senyum bahagia, bahkan Will hampir menangis bercampur iri karena adegan romantis yang mengharukan. Keduanya bahagia karena pada akhirnya,Alang berhenti bermimpi buruk dan menyatakan cinta pada gadis yang telah ia sukai sejak lama.
...^^^"TAMAT"^^^...
...terimakasih...
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🌸🌸🌸❤️❤️❤️❤️❤️❤️