
Hari ini Alang berada di SEA klub, karna hari ini adalah hari Minggu dan memang jam kerjanya. Bahkan di hari Minggu di butuhkan tiga mentor untuk mengawasi para anggota karna ramainya kolam dengan orang- orang yang ingin belajar renang. Namun karena musim dingin hanya sedikit yang datang ke klub walaupun kolam tersebut sudah di modif agar bisa di gunakan kapan saja.
Alang masih sibuk dengan kegiatannya tampa menyadari Jean dan Wiliam sedang menunggunya di pinggir kolam.
" Sampai kapan kita akan menunggu anak itu? ini sudah terlalu lama..."
Ucap Alang yang sudah merasa bosan. Hari ini sebenarnya mereka memiliki rencana untuk pergi ke pantai dan berlatih renang di sana. Alang tidak akan masuk, ia hanya akan ikut menemani mereka. Lagi pula ini rencana gila karna sudah memasuki musim dingin. Awalnya Alang menentang permintaan Meraka , namun kedua saingan itu tidak mendengarkan dan malah menyuap Alang makan gratis selama dua Minggu di kantin sekolah. Tentu saja Alang tidak akan menolak.
"Sebentar lagi dia akan selesai, bukanya banyak gadis di kolam? kau bisa menggodanya.."
"Hari ini aku tidak mood, kalau kau mau kau saja, kau tidak pernah pacaran kan... menyedihkan sekali..."
dengan santainya Wiliam melontarkan kata tabu itu di depan Jean, Wiliam tersenyum licik menggodanya.
"Apa orang berpacaran kurang dari lima kali kau sebut menyedihkan?! setidaknya aku tidak disamakan dengan buaya!"
" APA!!!! aku adalah singa! ingat itu baik- baik! dasar jomblo!!!"
keduanya saling menatap melontar benci, di kejauhan Alang hanya menghela nafas lalu segera membersihkan diri karna tugasnya sudah selesai.
beberapa menit kemudian Alang menghampiri kedua temannya yang tiba-tiba saja tertawa begitu akrab, membuat Alang menggelengkan kepala.
" Sepertinya kompor sudah padam"
Ujar Alang sambil melewati Jean dan Wiliam, masih dengan tertawa kedua tom Jerry itu mengikuti Wiliam dari belakang. Alang sebenarnya sudah tidak terlalu peduli, toh mereka sulit untuk di nasehati.
Ketiga sekawan itu pun segera pergi menuju pantai yang cocok untuk mereka berlatih berenang. Kurang lebih setengah jam mereka pun sampai ke pantai itu. Alang turun dan memandangi sekitar. jelas pantai yang mereka datangi ini bukan pantai wisata ataupun banyak di kenal orang. Tempat yang memang cocok untuk berlatih renang dengan tenang. Penjual pun tidak ada di sana, jadi mereka membeli makanan sebelum sampai ke pantai itu.
" Baiklah!!! mari kita turunkan makanan tadi!!"
Ucap Wiliam dengan semangat, ia angkat jajanan yang lumayan banyak dari mobil dan di letakkan di atas bebatuan. Segera setelah itu Wiliam membuka bajunya, bersiap untuk loncat kedalam air .
" Pemanasan dulu...pemanasan dulu....sudah berapa kali ku katakan kan?"
Ujar Alang dengan wajahnya yang menahan geram. William mengangguk dengan cepat, dia tidak mau harus menerima tendangan lagi dari Alang.
" Kau tidak mau mencobanya lagi?"
Tanya Jean sambil menunjuk laut, Alang menggeleng. Dia masih terlalu takut untuk masuk ke sana, Bahkan bayangan itu terbesit walau sekilas.
" Baiklah kalau begitu, aku akan masuk dan mengalahkan buaya itu. kau bisa berjalan-jalan tapi jangan jauh"
"OK"
jawab Alang singkat. Jean segera meninggalka Alang dan mendekati Wiliam yang sudah menunggu dengan wajah percaya dirinya. Sedikit ada keributan di sana, namun segera berhenti ketika mereka mulai beradu kecepatan.
Alang masih memperhatikan keduanya berenang, namun sebenarnya pikiran Alang tidaklah di sana. Ia malah memikirkan Carla yang telah lebih sebulan tidak muncul dalam mimpinya, Bahkan ia tidak tidur berjalan.
" Apa yang terjadi? apa aku sembuh?"
__ADS_1
Hati Alang sedikit gusar, seharusnya ia bahagia karna masa- masa menjalani mimpi kelam nya pergi. Namun Alang malah memikirkan Carla, bagaimana keadaan gadis itu, apa dia baik- baik saja, apakah di sudah tidak lagi di siksa, apakah dia sudah bebas. Semakin memikirkan nya hati Alang semakin tidak tenang. Ada apa dengan nya dia bertanya-tanya, apakah dia mencintai gadis itu? bagaimana mungkin. Tapi Alang takut jika tidak bertemu kembali dengan Carla. Alang menjatuhkan dirinya di tikar, dan menutup wajahnya.
" Sedang apa kau Carla?"
Alang berguman, dan akhirnya memejamkan mata yang membuat dirinya tertidur.
_______________________________
" Hari ini kau harus tersenyum dan menjadi gadis baik. Kita akan bertemu dengan ayah"
Ucap pria bermata satu sambil menarik kasar Carla keluar dari kurungan, di depan pintu seorang wanita berdiri sambil membawa baju dan handuk.
"Hari ini kau akan keluar bersama nyonya syerlin. kita harus cepat!"
Ucap wanita itu dengan kasar, lalu segera melangkah sambil mengisyaratkan Carla untuk mengikuti dari belakang. Keduanya berjalan di lorong gua itu dengan lampu yang remang, kurang dari sepuluh meter ada pintu kayu lain di sana. Keduanya segera memasuki pintu itu, mereka berjalan melewati beberapa pintu yang jarak diantara pintu- pintunya lumayan luas. Carla hanya berjalan dengan datar mengikuti wanita yang biasa mengurusinya dengan buruk. Mereka sampai di sebuah pintu dan memasukinya. Di sana Carla melihat gadis lain
sedang mengenakan baju yang lebih rapi dari biasanya. Bahkan ada anak perempuan berumur sembilan tahun di sana.
" Cepat bersihkan diri mu dan kenakan pakaian ini!!"
ujar wanita itu, memberi kasar baju yang akan di kenakan Carla.
setelah beberapa waktu kemudian Carla siap, wanita kurus tadi mengarahkan Carla. Carla sedikit senang karena sebentar lagi ia melihat dunia luar, namun rasa itu langsung melebur ketika ia sadar apa tujuan ia dibawa keluar.
mereka berhenti di depan pintu melengkung yang sangat besar. wanita tadi mendekatkan wajahnya di sebuah alat sensor di samping pintu. Perlahan pintu itu bergeser membuat celah. tidak sepenuhnya, pintu besar itu hanya terbuka tidak lebih dari satu meter. Carla segera melangkahkan kaki keluar, berusaha menutupi mata nya yang silau karena matahari . Seorang perempuan sudah menunggunya di depan gua, gayanya begitu elegan dan mewah , dan mungkin sedikit berlebihan.
" oh! kau yang namanya Carla. benar-benar gadis yang cantik dan manis. Jadi...apa rambut mu ini yang membuat mu spesial?"
" Anda pasti sudah tau peraturan nya nyonya"
" Ah, benar juga! tapi tenang saja sebentar lagi aku akan mengetahuinya"
Ucap wanita itu acuh tak acuh. Ia memandangi Carla dengan seksama dari ujung kaki sampai kepala, lalu menggeleng kesal.
" Apa kau akan mengenakannya pakaian ini untuk pertemuan penting?!! Hahhhh...yang benar saja!!"
wanita kurus itu hanya menunduk.
" itu baju terbaiknya nyonya"
" Ah, sudahlah aku akan mendandaninya di salon! untuk gadis yang lain perlakukan seperti biasa! mereka sudah siap kan? langsung bawa mereka ke sana, gadis ini biar aku yang urus."
wanita itu hanya mengangguk lalu meninggalkan Carla bersama nyonya syerlin.
" baiklah sayang...kau ikut aku"
Carla hanya mengikuti langkah wanita itu. Keduanya menaiki mobil mewah berwarna hitam mengkilat.
" Kau sudah tau bukan bagaimana bersikap di depan para tamu! bersikap baiklah dan jangan melakukan hal yang merugikan dirimu"
__ADS_1
" Baik.."
_______________________________
" Akhhh...kepala ku pusing!!!!"
William mengeluh di dalam mobil sambil merapatkan selimut yang sudah ia persiapkan.
Alang yang berada di belakang tidak berkomentar. Saat ia terbangun dari tidur ia melihat kedua temannya masih berendam di air, Alang berteriak menyuruh mereka keluar tapi tidak di dengar. Sebab ulah mereka,
celana Alang sedikit basah karena harus menyeret duo menyebalkan itu keluar.
" Apa sebaiknya kita ke cafe? sambil menghangatkan diri. Ada cafe yang menyiapkan tempat untuk keadaan kita sekarang"
Jean menawarkan sambil menyetir mobil. Alang dan Wiliam langsung serentak berkata "ya". Dan akhirnya mereka tidak kembali ke rumah. setiba di sana ketiganya langsung memesan kopi dan makanan hangat berkuah.
" Wahh...inilah yang dinamakan makanan luar biasa!!"
" Will! kecilkan suara mu itu"
" hehehe maaf...maaf, dimana Alang? makanannya akan dingin"
" Katanya ia mengganti celana yang basah tadi"
William hanya ber " oh" dan kembali melanjutkan makan. Di luar cafe , Alang sudah Mengganti celananya dan segera masuk sebelum akhirnya sang ibu menelpon.
" iya Bu?"
" Kau pulang kapan? ini sudah sore?"
" apa ibu pikir aku seorang gadis?"
" bukan begitu, malam ini kita makan- makan karena nenek mu datang."
" oh, sebentar lagi aku akan pulan-"
Wiliam menghentikan percakapan ketika sesuatu yang familiar melintas di penciuman nya bersamaan dengan seseorang yang lewat dari arah belakang. Alang berbalik mencari asal bau itu, Bau itu bau lavender khas yang biasa ia cium didalam mimpi. Bau harum khas Carla yang jelas tercium membuat langkah Alang mengikuti kemana asal bau itu datang. Sambil berfikir apakah ia di alam mimpi? apakah dia masih di pantai? langkah Alang terhenti ketika ia tepat berada di depan sebuah salon.
" Carla-"
" Hey!! apa yang kau lakukan di sini. apa kau mau berdandan!"
Wiliam datang sambil menepuk pundak Alang.
" Makanannya akan di dingin!"
" tapi aku harus mengikuti bau lavender-"
" apa yang kau bicarakan! ayo kembali!!"
__ADS_1
Dengan kasar Wiliam merangkul Alang dan menyeretnya kembali kedalam cafe. Sekali lagi Alang menoleh ke belakang. Dan tersadar bahwa salon itu menggantung tanda " TUTUP" di sana.
" ah, mungkin hanya perasaan ku saja" guman Alang dan segera melepaskan rangkulan Wiliam yang membuat lehernya sakit.