Wanita Kesayangan CEO Posesif

Wanita Kesayangan CEO Posesif
Part 14


__ADS_3

Setelah hampir satu jam telah berlalu, Dandi mendapatkan notifikasi sambungan panggilan dari Jino.


"Hallo Dan, aku sudah mendapatkan informasinya. Dia pergi dengan pesawat di pagi tadi menuju pulau Bali. Dia bersama seorang pria bernama Rico," ucap Jino menjelaskan informasi melalui sambungan panggilan masuk.


"Sialan, beraninya dia pergi dengan pria itu. Sekarang kamu cari informasi tentang keluarga Rico beserta tempat tinggalnya. Aku memiliki rencana untuk mengambil wanitaku kembali.  Kali ini dia tidak akan bisa menolakku lagi." sahut Dandi setelah mengatakan itu tanpa mendengar jawaban dari tangan kanannya. Ia mematikan sambungan panggilan masuk secara sepihak.


Dandi memilih pergi menuju tempat yang direncakannya, ia sudah tidak sabar untuk mendapatkan wanitanya pulang bersamanya.


"Selamat siang dokter Risa,” ucap Dandi dengan senyuman sinisnya.


"Siang, maaf kamu siapa?" tanya Risa menatap seorang pria sudah duduk di dalam ruang kerjanya.


"Maaf mengganggu waktumu sebentar,  Perkenalkan saya Dandi Richard , pemilik perusahaan Richard grup sekaligus pemilik rumah sakit ini.  Saya ingin sedikit bernegoisasi dengan kamu," ucap Dandi dengan ekspresi wajah datarnya.


"Ah iya selamat siang pak, saya sama sekali tidak merasa terganggu karena pekerjaan saya sudah selesai.  Maaf mau bernegoisasi bagaimana yang kamu inginkan?


tanya Risa merasa penasaran.


"Kamu memiliki seorang putra bernama Rico, bekerja sebagai dokter bedah di rumah sakit Historian dan memiliki kekasih bernama Firda. Benar begitu?" ucap Dandi.


"Benar, kamu mengenal putra saya?" tanya Risa lagi.


"Tidak, tapi saya kenal dengan Firda.  Dia adalah calon istri saya. Putramu sudah lancang membawanya kabur.  Sekarang saya minta kamu menghubunginya dan menyuruhnya pulang. Jika dia masih berani membawa Firda, dengan senang hati saya akan menghancurkan karir dan mengakhiri hidupnya yang pastinya tak akan pernah tenang." ancam Dandi yang memberikan tatapan tajam pada Risa.


Risa yang mendengar perkataan Dandi membuat dirinya sangat terkejut. Bukankah Firda menjadi calon istri pria lain setelah bertunangkan dengan anaknya Risa berpikir bahwa Firda sengaja meninggalkan anaknya dan mencari cara agar bisa menikmati kekayaan dan harta pria itu.


"Baiklah, akan saya hubungi anak saya sekarang.  Saya minta maaf sekali atas perbuatan putra saya. Saya mohon, kamu bisa mengampuninya dan melepaskannya,” ucap Firda dengan memohon.


"Saya akan memaafkannya nanti setelah ia mengembalikan Firda padaku." sahut Dandi dingin dan segera pergi meninggalkan Risa di ruangannya.

__ADS_1


Di pagi hari itu Firda mengajak Rico untuk pergi jauh bersama dengannya, namun ia sama sekali tidak memilikia arah tujuan yang jelas karena ia merasa bingung. Akhirnya  Rico memutuskan untuk mengajak Firda pergi ke Bali, mereka akan tinggal di rumah Rico untuk sementara waktu  dan disinilah mereka berada di rumah besar yang sederhana khas Bali.


Suasana tempatnya terasa nyaman dan sejuk. Lokasinya dekat dengan wisata pantai yang indah.  Kedatangan Rico disambut langsung oleh nenek dan kakeknya.  Mereka sedikit terkejut, pasalnya sangat sulit untuk membujuk Rico agar mau mengunjungi mereka di pulau ini.  Apalagi saat ini ia mengajak seorang wanita cantik bersamanya.


"Rico!" teriak neneknya dengan berjalan menghampiri Rico lalu segera memeluknya.


"Tumben kamu mau datang menemui kami." sindir kakek yang berdiri di belakang mereka.


"Hehehe... Maaf kakek, nenek, aku baru bisa berkunjung sekarang," ucap Rico dengan senyum dengan menampilkan gigi putihnya.


"Siapa wanita ini nak? Cucu menantu nenek kah?" tanya Nenek dengan penasaran sambil menatap ke arah Firda dari ujung kepala hingga kaki.


"Iya nek, ini tunangan Rico namanya Firda." jawab Rico langsung mengenalkan Firda kepada mereka.


"Kenalkan saya Firda nek, kek," ucap Firda sopan lalu bergantian mencium tangan nenek dan kakek Rico.


Mereka memiliki banyak bicara dalam menceritakan kisah Rico dan Firda. Dari tujuan mereka yang tiba-tibe kemari. Rico hanya beralasan ingin berlibur sementara disini akarena ia tak mungkin menceritakan yang sesungguhnya bahwa mereka sedang melarikan diri dari seseorang.  Ya, Firda telah menceritakan semua yang telah ia alami selama ia menghilang.


Rico yang mengetahui hal itu membuatnya marah besar dan ia ingin menyerang Dandi karena perbuatan bejatnya. Namun Firda menolak karena ia tahu bahwa Dandi adalah orang yang tidak mudah untuk dilawan.


Firda merasa takut jika Dandi akan berbuat buruk pada Rico nantinya.


"Ya sudah kalian lebih baik istirahat dulu, pasti merasa lelah. Nanti nenek bangunkan kalau sudah waktu makan siang." tutur nenek.


"Ayo sayang kita istirahat dulu." ajak Rico lalu menggandeng tangan Firda agar  mengikuti langkah kakinya.


"Baiklah, terima kasih kakek, nenek, Firda permisi dulu." pamit Firda.


Rico yang merasa lelah langsung merebahkan dirinya di atas kasur yang cukup luas itu.  “Arghh… Akhirnya bisa rebahan juga.” gumam Rico merilekskan tubuhnya.

__ADS_1


"Kak, kita sekamar?" tanya Firda dengan menyerhitkan keningnya merasa binggung.


"Memangnya kenapa? Kamu takut?" tanya Rico balik.


" Eng-enggak… Takut kenapa juga." jawab Firda dengan ekspresi wajah memerah malu.


"Fird, kesini dulu," ucap Rico dengan senyuman menyeringainya.  Ia merasa gemas melihat wajah Firda yang merah merona. Menambah kesan cantik pada wanita itu.


"Apa?" tanya Firda singkat dan duduk di samping ranjang dekat Rico.


Dengan cepat Rico langsung menarik tangan Firda hingga terjatuh ke dalam pelukannya. Rico langsung memeluk tubuh Firda dengan erat, ia mencium aroma manis wanita yang selama ini sangat ia rindukan.


"Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah tinggalin aku lagi ya," ucap Rico lembut.


Kini posisi tubuh Firda berada di atas tubuh Rico, ia sangat terkejut Rico tiba-tiba saja menarik tubuhnya dan memeluknya. Firda yang merasa malu dan refleksi ia sembunyikan wajahnya yang merah merona itu di dada bidang Rico.


"Aku sangat mencintaimu juga, kak." jawab Firda pelan namun tetap bisa terdengar jelas oleh Rico.


Dengan cepat Rico merubah posisi mereka dan Firda kini berada di bawahnya.  Di pandanginya wajah Firda yang wajah cantik dan selalu hadir di dalam mimpinya.  Diusapnya lembut kelopak matanya, hidungnya, pipinya dan bibir mungilnya.  Dengan perlahan ia mencium bibir pink soft itu dengan lembut, ia menyalurkan kerinduan yang selama ini ia pendam.


Firda melakukan hal yg sama, ia membalas ciuman itu, entah bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Rico.  Ia hanya merasa aman dan nyaman berada di dekat pria itu. Cukup lama mereka saling berciuman satu sama lain. Rico yang sudah terlena pun beralih mulai bergerak akan membuka kancing baju Firda.


Namun Firda yang menyadari hal itu akhirnya berhasil meraih tangan Rico.  la tak ingin melakukannya sebelum menikah.


"Ah... Maafkan aku Firda, hampir saja aku khilaf," ucap Rico merasa bersalah dan bangkit dari posisi tidurnya.


"Iya kak, maaf juga aku belum bisa memberikannya. Aku hanya ingin melakukannya nanti setelah menikah." jawab Firda.


"Tidak apa-apa, aku menghargaimu. Sudah sepantasnya aku menjaga dirimu karena aku mencintaimu. Kalau begitu aku tinggal di kamar sebelah ya, takutnya nanti aku khilaf lagi kalau lama-lama berasa disini sama kamu," ucap Rico sembari mengelus puncak kepala Firda dan segera beranjak pergi menuju ke ruang kamar sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2