
"Apa rencanamu?" tanya wanita seksi itu.
"Kau tak perlu tahu sayang, apa yang harus kau lakukan hanya patuh. Atau kau tak akan bisa melihat papa dan mamamu lagi setelah ini."
Dengan terpaksa akhirnya aku melakukan semua yang Alex perintahkan. Berdandan cantik dan mengikutinya pergi entah kemana. Hampir satu jam Alex melajukan mobilnya, melaju cepat melewati jalan yang sama sekali tak ku kenal.
"Kita sudah sampai tujuan," ucap Alex menyadarkan lamunanku.
"Kau , mengapa kau membawaku ke tempat seperti ini ? "
Tanpa menjawab pertanyaanku Alex langsung menarik tanganku memasuki tempat hina itu, berulang kali aku mencoba memberontak , namun tenagaku tak sebanding dengan pria tinggi dan kuat sepertinya.
" Lepaskan aku ! Lepas Alex ! Mengapa kau membawaku ke tempat hina ini ? Apa yang akan kau lakukan,hah! " teriakku sambil mencoba melepas genggaman Alex. Dia menarikku masuk semakin dalam, tempat itu sangat bising dengan musik yang menghentak, terlihat begitu banyak wanita seksi dan pria hidung belang yang menari bersama dan saling menggoda.
" Jadi ini yang kau janjikan Alex ? Hah... Ku akui dia memang sangat cantik. Ini imbalanmu. "
" Apa maksudnya ini ? Apa Alex telah menjualku ? Dengan mata kepalaku sendiri ku lihat Alex menerima satu amplop besar dari pria paruh baya di depanku ini."
"Selamat bersenang senang sayang. " setelah mengucapkan kata itu Alex langsung pergi meninggalkanku begitu saja. Sedangkan aku yang berusaha akan mengejarnya tertahan oleh pria tua tadi, ia menarikku kasar dan membawaku menjauh dari kebisingan itu.
Berulang kali aku berteriak meminta tolong pada mereka disana, namun mereka mengacuhkanku seolah tuli tak mendengar dan melihat ketidakberdayaanku.
__ADS_1
"Tolong aku Tuhan, ku mohon tolong aku... Hiks... Hiks... Kini aku berada di kamar hotel cukup mewah dikawasan club dimana Alex meninggalkanku." Aku dikurung, semua pintu dan akses untukku bisa kabur telah ditutup rapat oleh mereka . Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan padaku, setelah mengurungku, mereka pergi tanpa berkata apapun. Aku yang sedari tadi mondar-mandir tidak tenang tiba-tiba mendengar suara orang berbicara dibalik pintu.
Dengan hati-hati, aku pun mencoba untuk menguping dan mencari tahu apa yang mereka bicarakan.
" Sesuai janjiku tuan , kali ini aku menemukan barang baru, dan lebih istimewa karena dia masih perawan. Aku pastikan aku tidak akan mengecewakanmu malam ini, " ucap salah seorang pria disana.
" Baguslah, ini bayaranmu. Sekarang pergilah." jawab lawan bicara mereka.
"Sialan... Rupanya mereka ingin menjadikanku pelacur? Awas kau Alex, sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskanmu. Jika perlu akan ku seret kau ke neraka bersamaku." mendengar semua itu membuat pikiranku makin kacau, apa yang bisa ku lakukan sekarang ? Melawan pun sia-sia aku sama sekali tak pandai bela diri. Hah, sudahlah, jika nanti aku tak bisa menyelamatkan diri ataupun harga diriku akan lebih baik jika aku mati. Krena terlalu sibuk dengan pemikiranku sendiri, aku tak menyadari jika ada seseorang yang telah berjalan masuk ke kamar ini, ia berdiri tepat dibelakangku tanpa berkata apapun. Aku yang sudah sangat takut dan gemetar tidak sanggup menolehkan kepalaku untuk mengetahui siapa orang itu.
"Hai sayang... Sudah lama menunggu ?" ucap pria itu.
"Tunggu dulu, sepertinya aku sangat mengenali suara itu, wangi parfumnya pun aku merasa pernah menciumnya entah dimana. Dengan sisa-sisa tenaga dan keberanian yang ku punya, aku berusaha membalikkan tubuhku agar menghadap ke arah pria di belakangku ini. Begitu pandangan kami bertemu, aku sangat terkejut, lidahku terasa kelu hingga tak mampu berkata apapun mengenai siapa yang tak sengaja ku temui kali ini.
Sama sepertiku pria itu juga nampak shok melihatku, ia membelalakkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang telah ia lihat. Ia pun sama tak berkata apapun begitu melihatku.
" Ke-Kenzo! " sapaku dengan terbata-bata. Dia hanya diam mematung ditempat sambil terus menatap tajam ke arahku.
" Kita bertemu lagi Aura sayang, " ucapnya kemudian lalu berjalan mendekatiku dengan senyum miringnya.
" Ka-Kau... Mau apa ? "
__ADS_1
" Menurutmu ? "
Dia semakin dekat dan memperkecil jarak kami, aku yang sudah berada diujung ranjang dibuatnya tak berkutik. Tubuh kami hampir menempel satu sama lain, bahkan bisa kurasakan hembusan nafasnya tepat diwajahku.
" Ak-Aku mohon, lepaskan aku Ken, biarkan aku pergi. " mohonku padanya.
" Apa yang kau lakukan disini ? Apa kau menjual diri, hem ? " tanyanya sambil memainkan ujung rambutku.
" Kau salah Ken, sekalipun aku tak pernah berniat menjual diriku. Aku terjebak disini karena seseorang. Jadi ku mohon, biarkan aku pergi, " ucapku tanpa menatap matanya. Entahlah, aku merasa Kenzo bukanlah Kenzo yang dulu ku kenali. Dia yang sekarang lebih terlihat seperti badboy yang suka bermain-main perempuan. Terbukti dengan adanya dia di tempat ini, dimana dia telah membayar seseorang untuk bisa tidur dengan wanita yang diinginkannya.
" Apa kau lupa dengan apa yang pernah ku katakan dulu padamu ?" tanya Kenzo mendongakkan wajahku agar menatapnya.
" Baiklah, aku ingatkan lagi... Dulu sebelum kau meninggalkanku, aku pernah mengatakan ini padamu. Aku bilang bahwa jangan pernah muncul lagi di hadapanku karena jika itu terjadi, maka setelah itu aku akan mengurungmu selamanya dan tidak akan pernah melepaskanmu. Apa kau sudah mengingatnya sayang ?" tanya Kenzo membuat aku menelan salivaku dengan susah payah.
Sial... Aku melupakan soal itu. Tapi bagaimanapun juga aku tak pernah dengan sengaja untuk muncul di hadapannya. Aku bahkan tak pernah berharap akan bertemu dengannya lagi setelah aku menikah. Lalu bagaimana dengan sekarang ? Apa yang harus ku lakukan. Sepertinya Tuhan sedang mempermainkan ikatan takdirku, apa salahku, Tuhan ?
"Jangan bengong gitu dong sayang ! Jangan khawatir, aku akan memperlakukanmu dengan baik. " lanjut Kenzo yang tiba-tiba mendekap erat tubuhku.
" Aku sudah menikah Ken, jadi ku mohon biarkan aku pergi. " mohonku lagi dan berusaha melepas rengkuhan Kenzo.
" Cukup ! Aku disini hanya ingin memberitahumu Aura, bukan meminta persetujuanmu. Mau setuju atau tidak, aku akan tetap membawamu pergi dan mengurungmu untukku sendiri. Persetan dengan suami atau statusmu, aku tidak peduli, " ucap Kenzo tegas.
__ADS_1
"Ya Tuhan... Sebenarnya aku cukup senang bisa bertemu dengannya lagi. Tapi jika harus dikurung seperti itu tentu aku merasa keberatan. Aku masih memiliki keluarga, aku juga masih memiliki dendam yang harus ku selesaikan. Meskipun dulu aku pernah mencintainya, namun untuk bersama Kenzo rasanya tidak mungkin. Aku hanya ingin bebas dan kembali ke kehidupanku yang dulu, bahagia bersama mama dan papa tanpa takut ada pria yang akan menyakiti dan mempermainkanku lagi." kata Aura dalam hati.