
Flashback On
Sesuai mengikuti jadwal penerbangan, sore ini Kenzo akan tiba di tanah kelahirannya. Sudah 5 tahun sejak ia pergi ke luar negeri, baru sekarang ia bisa kembali setelah menyelesaikan pendidikan S2 nya. Jam 4 sore itu pesawat Kenzo telah tiba dengan sangat aman, ia pun bergegas turun dan segera mencari keluarganya yang sudah datang menjemputnya.
Sesaat setelah ia turun dari pesawat Kenzo merasa sedikit aneh melihat seorang wanita di depannya berjalan dengan sedikit sempoyongan. Kenzo berusaha tak peduli dan tetap berjalan. Namun tepat setelah berada di samping wanita itu. Kenzo dengan reflek menangkap tubuh sang wanita cantik yang akan jatuh karena tak sadarkan diri.
Kenzo merasa bingung, kedua matanya berusaha mencari seseorang yang mungkin adalah keluarga wanita itu namun hasilnya nihil. Karena tak kunjung menemukan keberadaan orang tua wanita itu. Kenzo pun segera meminta tolong pihak bandara untuk menangani wanita yang di dekatnya. Kenzo yang merasa tak kenal dan tidak tahu apapun akan segera beranjak meninggalkan sang wanita, namun sebelum sempat pergi pihak bandara menahannya meminta agar menemani wanita itu hingga sadar atau sampai keluarganya datang menjemput.
Setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya wanita itu siuman, ia nampak kebingungan dengan kondisinya sekarang dan ia menatap heran kea rah Kenzo yang duduk di sisi ranjangnya.
"Baguslah jika kamu sudah bangun, aku bisa pergi. Lain kali kalau sakit mending nggak usah sok naik pesawat." tutur Kenzo lalu bergegas meninggalkan wanita itu tanpa menunggu jawabannya.
“Haishhh... Ketus banget jadi cowok. Untung udah menolong aku. Jangan sampai ketemu dia lagi.” gumamnya yang melihat Kenzo pergi menjauh darinya.
"Sayang kamu tidak apa-apa ? Kok bisa bisa pingsan ? Kamu sakit ?" tanya seorang wanita yg tiba-tuba datang lalu memeluknya.
"Aku tidak apa-apa ma, Aura cuma kecapean saja. Mama sendirian kesini?" tanya si wanita yang ternyata anak dari wanita itu.
"Iya, papa kamu lagi sibuk di rumah sakit makanya mama yang jemput. Ya udah, ayo kita pulang. Mama sudah masakkin makanan kesukaan kamu."
"Ah... Iya Ma... Aku sangat merindukan masakan mama." Akhirnya mereka memutuskan Bberjalan sambil memeluk tangan mamanya dengan erat.
Flashback Off
Hari ini Kenzo akan mulai menggantikan ayahnya di perusahaan Richard. Sang ayah sudah menyiapkan segala keperluannya disana, ia hanya perlu datang dan mempelajari semua yang telah ayahnya siapkan dan akan ada Jino sebagai tangan kanan ayahnya yang membantu Kenzo nanti.
“Silahkan pak ini berkas-berkas yang telah pak Dandi minta saya siapkan. Bapak bisa langsung mempelajarinya. Jika butuh sesuatu, bapak bisa panggil saya," ucap Jino sopan di hadapan anak bosnya.
"Ah iya, terima kasih akan saya pelajari. Bapak bisa melanjutkan pekerjaan bapak sekarang." jawab Kenzo.
"Baik pak, saya permisi dulu." pamit Jino undur diri di hadapan Kenzo.
“Hmmm... Ternyata seperti ini. Ini harusnya bisa dimaksimalkan lagi jika ingin untung yang lebih besar.” gumamnya sambil memeriksa berkas itu dan sesekali menandai poin-poin penting di setiap lembarnya.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup memeriksa dan memahami kondisi perusahaannya saat ini, ia segera menghubungi Jino untuk memerintahkan setiap anggota divisi datang ke ruang rapat untuk membahas beberapa hal yang menurutnya perlu. Ia ingin sedikit merombak perusahaan ini, menjadikannya lebih baik dan terdepan. Karena setelah menguasai pasar di dalam negeri, ia berencana untuk pasar di dalam negeri, ia berencana untuk membuat perusahaannya juga dikenal sampai keluar negeri.
Dalam rapat itu banyak yang menyukai rencana perubahan yang akan Kenzo lakukan, namun ada juga beberapa orang yang merasa keberatan karena posisi mereka akan berpindah tangan. Kenzo tidak peduli, toh ini demi kepentingan perusahaannya, asalkan dia tak merugikan orang lain, ia akan tetap berada pada pendiriannya. Sedangkan untuk mereka yang posisinya dicopot atau diganti itu karena kesalahan mereka sendiri yang memang kurang berkontribusi pada perusahaan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kantor Richard grup selalu kedatangan mahasiswa magang dari beberapa universitas ternama di kotanya. Mereka menganggap akan sangat beruntung jika bisa magang ditempat itu, mengingat ketenaran dan kemajuan perusahaan yang kini menduduki nomor satu di negaranya dan peringkat perusahaan terkaya nomor dua di dunia.
Saat ini Kenzo tengah memeriksa beberapa berkas dan laporan dari para bawahannya. Kali ini ia harus lebih banyak mengerjakan pekerjaannya sendiri karena sekertaris yang biasa membantunya tengah cuti menikah dan belum sempat untuk mencarikan pengganti sementara.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk," ucap Kenzo.
"Selamat pagi pak, saya mau menyampaikan hari ini kita kedatangan mahasiswi magang dari universitas Youn, setelah saya periksa data diri mereka ada salah satu yang sepertinya cocok menggantikan sekertaris bapak yang sedang cuti sementara. Jika bapak berkenan saya akan membawanya kemari,” ucap Jino sopan.
"iya boleh, tolong bawa dia kemari." sahut Kenzo tanpa memalingkan pandangan dari berkas yang menumpuk di mejanya.
Beberapa saat kemudian, Jino datang membawa seorang wanita cantik.
"Permisi pak, ini orangnya," ucap Jino memperkenalkan mahasiswi di hadapan Kenzo.
"Pagi pak, perkenalkan nama saya Aura dari universitas Youn," ucap wanita itu memperkenalkan diri di hadapan Kenzo.
Kenzo yang mendengar wanita itu berbicara, ia sejenak menghentikan aktifitasnya dan menatap ke arah Aura. Diamatinya wajah wanita itu yang sepertinya tak asing baginya. Seperti pernah bertemu.
"Sepertinya saya tidak asing denganmu," ucap Kenzo dengan mengernyitkan dahinya masih menatap ke arah Aura.
“Aduh, ternyata dia. Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Kemaren saja ketus banget. Bagaimana nantinya?” kata Aura dalam hati, ia sedikit melamun memikirkan pria di hadapannya. Ia tersadar dari lamunannnya yang ternyata Pak CEO itu adalah orang yang kemarin lalu yang menolongnya saat dirinya sedang pingsan di bandara.
"Oh iya pak, Bapak pernah menolong saya pingsan di bandara." Jawab Aura jujur di hadapan Kenzo yang menatap dingin ke arah dirinya.
"Oh, baiklah di depan itu adalah meja kamu, sekarang kamu duduk di sana, disitu sudah ada desk job kamu dan jadwal saya. Pelajari segera dan selesaikan tugas sekertaris yang sebelumnya belum terselesaikan!" perintah Kenzo.
"Baik pak, saya permisi," ucap Aura mengikuti perintah Kenzo.
“Huftt... Selamat, kirain bakal diketusin lagi kayak kemarin. Tapi, tetap saja mukanya datar, sayang banget gantengnya jadi mubazir gak pernah tersenyum.” gumam Aura dengan mempelajari apa yang Kenzo sampaikan tadi.
__ADS_1
Ketika Aura tengah sibuk belajar di meja kerjanya, datanglah seorang pria tampan menghampirinya.
"Hai cantik! Sekertaris baru ya?" ucapnya dengan genit menatap ke arah Aura.
"Ah, tidak pak, saya mahasiswi magang. Cuma sementara gantiin sekertaris pak Kenzo yang cuti.” jawab Aura apa adanya. Rasanya ingin sekali Aura tidak memperdulikan orang di depannya ini, namun tidak bisa. Aura sebagai anak magang, ia harus bersikap baik dan sopan santun pada karyawan disini, jika ingin lulus dengan nilai yang baik.
"Siapa namamu ? Kenalin aku Rangga sebagai manajer keuangan," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Aura." jawab Aura singkat yang terpaksa menerima uluran tangannya.
Tanpa disadari ternyata sedari tadi ada pasang mata yang mengawasi interaksi mereka, dia terlihat sedikit kesal melihat kedua orang itu yang sepertinya akrab. Entah kesal karena mereka mengobrol saat jam kerja atau karena hal pribadi. Hanya empunya yang maha tahu.
"Apa ini yang kalian kerjakan saat jam kerja berlangsung ? Mengobrol dan bersantai ?" tegur Kenzo menghampiri keduanya. Sudah sejak tadi ia mengawasi bawahannya ini dari dalam ruangannya karena memang meja kerja Aura tepat di depan ruangan Kenzo yang mana ruangan itu terbuat dari kaca tembus pandang.
"Ah iya pak maaf, tadi saya hanya ingin menyapa saja," ucap Rangga sedikit takut pada Kenzo.
"Iya pak, maafkan saya." sahut Aura sama takutnya.
"Kamu kembali ke ruanganmu!" Kenzo menunjuk Rangga dengan spontan.
"Dan kamu ikut saya, setelah ini akan ada meeting di luar kantor. Kamu yang temani saya," ucap Kenzo lagi lalu bergegas kembali ke ruangannya tanpa mendengar jawaban dari Aura.
“Benarkan kumat lagi ketusnya. Arghhh... Yan benar saja mesti ketemu kulkas kayak dia tiap hari, tahu begini mending magang tempat mama saja.” gerutu Aura setelah bosnya pergi. Ya, sebenarnya Aura adalah putri dari salah satu pengusaha besar yang tak kalah dengan perusahaan milik Kenzo ini, namun ia bersikeras untuk belajar mandiri dan berusaha sendiri tanpa bantuan kedua orang tuanya. Karena jika ia memilih magang di tempat mamanya, pasti disana ia akan mendapat perlakuan khusus karena dia putri CEO. Sedangkan Aura, dia ingin dikenal atas usahanya sendiri, bisa merasa bangga dengan hasil jerih payahnya tanpa menggunakan nama baik keluarganya.
Di sebuah cafe yang cukup ramai, Kenzo dan Aura sedang menunggu rekan meetingnya, mereka akan bertemu dengan wakil perusahaan Woing grup untuk membahas kerja sama. Perusahaan itu cukup besar dan diperhitungkan di negara itu, ada gosip yang beredar jika CEO perusahaan itu saat ini adalah seorang wanita muda yang sangat cantik dan lajang. Setelah menunggu lebih dari setengah jam, datanglah seorang wanita yang sedari tadi membut Kenzo amat kesal karena telah menunggu lama. Dia terlihat sangat anggun dan elegan, mampu menarik perhatian hampir seisi cafe kecuali Kenzo. la sama sekali tak nampak tertarik dengan sosok wanita cantik di hadapannya ini.
"Selamat siang, maaf pak Kenzo saya telah membuat anda menunggu lama. Tiba-tiba tadi ada sedikit masalah di jalan," ucap wanita cantik itu.
"Baiklah ini pertama dan terakhir. Saya paling tidak suka dengan orang yg tidak disiplin. Jika bosnya saja tidak disiplin bagaimana dengan karyawannya." sindir Kenzo.
"Ah… Iy-Iya tentu." jawabnya gugup. Wanita itu merasa tak percaya jika ada laki-laki yang sanggup menolak pesonanya karena selama ini hanya dengan sedikit saja senyuman darinya mampu membuat laki-laki berlutut.
Tapi berbeda dengan Kenzo, ia bahkan merasa jika pria itu enggan memandangnya. Melihat sikap Kenzo yang acuh membuat wanita itu semakin penasaran, merasa semakin tertantang untuk memilikinya.
__ADS_1