Wanita Kesayangan CEO Posesif

Wanita Kesayangan CEO Posesif
Part 34


__ADS_3

Kicauan burung sayup-sayup terdengar merdu di telingaku, seakan-akan menjadi alarm pagiku yang sukses membuatku terbangun. Begitu kedua mataku terbuka, Kenzo adalah orang pertama yang ku lihat. Ia masih terlelap dengan tidurnya sambil memeluk erat tubuhku. Aku bersyukur Kenzo masih menghormatiku, tidak menyentuhku sebelum mendapat ijin dariku. Semalam karena lelah berdebat dengannya aku pun tertidur dan pagi ini terbangun bersamanya dalam satu ranjang.


Tanpa aku sadari, tanganku bergerak menyentuh wajahnya yang terlihat imut saat ia sedang tidur. Dengan perlahan ku sentuh pipinya, hidungnya dan terakhir bibirnya. Dia sungguh sangat tampan.


" Kenapa berhenti sayang ? " tegur Kenzo yang tiba-tiba terbangun saat tanganku berhenti menyentuhnya.


" Ah... Itu tadi ada semut diwajahmu, jadi aku bantu mengusirnya." kilahku. Aku sangat malu dan bisa-bisanya aku tertangkap basah saat diam-diam mengagumi wajah tampannya.


Cup!


" Morning kiss sayang, " ucap Kenzo begitu saja saat ia mencuri satu kecupan dibibirku.


Aku yang kesal langsung menghajarnya dengan bantal yang ku pegang, membuat ia berlari dan menghindar sambil terus menjahiliku.


" Kau... Berhenti disana ! " teriakku dengan kesal atas sikap Kenzo.


" Tangkap aku sayang, tapi kalau kau bisa,hahaha... " jawabnya sembari menjulurkan lidahnya mengejekku dan terjadilah kejar-kejaran ala tom and jerry. Baik aku maupun Kenzo sama-sama tidak menyerah untuk mendapatkan keinginan masing-masing. Sampai akhirnya aku merasa lelah dan jatuh terjerembab diatas tempat tidur.


" Hah... Hah... Aku lelah, larilah sesukamu, aku sudah tak berminat mengejarmu lagi, " ujarku pada Kenzo yang masih terkekeh melihatku jatuh.


" Baiklah, kamu mandi sama, aku siapin sarapan dulu buat kita, " ucap Kenzo menyudahi pertengkaran kami.


" Kamu bisa masak ? " tanyaku merasa penasaran. Aku sedikit tak percaya, jika pria terhormat sepertinya bisa memasak.

__ADS_1


" Tentu saja, calon suamimu ini bisa segalanya. " jawabnya sambil menyombongkan diri.


" Cih... Calon suami, mana ada ? Aku sudah bersuami Kenzo dan tidak berniat untuk melakukan poliandri. " jawabku ketus.


" Aku tak peduli, aku akan merebutmu darinya dan kau tahu sayang itu sangat mudah bagiku. Jika aku mau aku bisa membuatmu mengandung anakku, dengan begitu dia pasti akan menceraikanmu. " jelas Kenzo dengan tatapan seriusnya di hadapan Aura.


" Dasar gila! " umpat Aura merasa kesal atas perkataan Kenzo.


" Ya, kau yang membuatku gila dan kau harus bertanggung jawab ! " sahut Kenzo enteng.


***


Setelah berdebat dan sarapan bersama sesuai keinginannya. Kenzo beranjak pergi ke kantornya karena akan ada jadwal rapat penting nanti siang. Sedangkan aku, dia benar-benar mengurungku di dalam apartemen, menguncinya rapat dari luar dan sama sekali tak memberiku ijin untuk keluar sekedar jalan-jalan. Ah, sungguh ini membuatku gila, jika aku terkurung disini, lalu bagaimana dengan Alex. Aku ingin segera membalasnya dan secepat mungkin berpisah darinya.


***


Setelah malam itu aku memaksa Aura untuk tinggal bersama, setuju atau tidak kali ini aku harus mendapatkannya, sampai kapanpun tak akan ada lagi yang bisa merebutnya dariku. Sempat terjadi perdebatan di antara kami, dimana ia dengan kekehnya meminta dilepaskan olehku, ia menangis dan memohon agar aku membiarkannya pergi untuk balas dendam pada orang yang telah menjebaknya. Namun tentu saja aku tak mengijinkannya, setelah sekian lama menderita ditinggalkannya, mana mungkin aku bisa melepaskannya begitu saja.


" Zack, kamu selidiki apa yang telah Aura alami beberapa bulan ini! Selidiki juga Alex beserta keluarganya. "


" Baik bos, laksanakan! " Iya, aku mulai menyelidiki tentang masalah Aura, mencari tahu siapa yang sudah tega menjual dirinya ke tempak laknat itu. Karena bagaimana pun juga tak akan ku biarkan mereka yang telah menyakiti wanitaku hidup tenang setelah apa yang mereka lakukan. Aku menyuruh tangan kananku -- Zack untuk pekerjaan itu. Dia adalah kaki tangan sekaligus asistenku menggantikan tangan kanan papaku yang telah pensiun. Selain pintar, Zack juga seorang petinju juga mantan prajurit tentara yang dikeluarkan karena melakukan kesalahan yang lumayan fatal. Semenjak kejadian itu, Zack benar-benar terpuruk sehingga demi nelanjutkan hidup ia terpaksa menerima tawaran dari seseorang yang menjadikannya pembunuh bayaran


Beberapa kali Zack memang berhasil menjalankan tugas dan misi yang diberikan padanya. Namun suatu hari, ia mendapatkan serangan tak terduga hingga hampir merenggut nyawanya jika saja aku tak sengaja bertemu dengannya yang kabur saat itu dan membawanya ke rumah sakit. Zack merasa berhutang budi, akhirnya dia memutuskan untuk mengabdi dan ikut denganku menjadi asisten sekaligus orang kepercayaanku.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


" Masuk! " ucap Kenzo dari dalam ruangan kerjanya


" Silahkan bos, ini berkas yang anda minta. Semua informasi mengenai nona Aura ada disana." Zack menyerahkan beberapa berkas yang berisi informasi yang didapatkannya dari bodyguard yang disuruhnya untuk mengabulkan permintaan Kenzo.


" Baiklah, terima kasih. Sekarang kamu bisa pulang, ini sudah hampir malam. "


" Baik bos, saya pulang dulu. Bos juga segeralah pulang, nona pasti sudah menunggu bos. " Zack memang sangat bisa diandalkan, belum genap sehari aku memberinya tugas ini, namun ia sudah menyelesaikannya dengan baik.


Setelah mendapatkan berkas dari Zack, aku pun segera membuka berkas dan membacanya. Halaman perhalaman ku periksa dengan sangat teliti . Dan ya betapa terkejutnya aku dikala membaca beberapa informasi yang mengatakan bahwa Alex lah yang menjual Aura ke tempat itu. Suami macam apa yang tega melakukannya ? Benar-benar sangat biadab. Hah... Kau tunggu saja sayang, aku akan membalaskan semua rasa sakitmu padanya. Ternyata pria itu menikahi Aura hanya untuk balas dendam atas kematian adiknya, bahkan kemarin masih bisa ku lihat bekas merah seperti tamparan menghiasi pipi mulus Aura. Aku sangat yakin sebelum menjualnya, Aura pasti telah disiksa oleh pengecut itu.


Alex corp, aku pasti akan menghancurkannya! Aku akan mulai pembalasan Aura dari sana. Berani menyiksa wanitaku, jangan harap kalian bisa hidup dengan bahagia.


***


Tut... Tut... Tut...


" Ya, hallo tuan Kenzo ada apa ? "


" Maaf Niko, jika aku mengganggu waktumu, bisakah kita bertemu setelah ini? Ada yang ingin ku bicarakan, " ucap Kenzo terdengar serius melalui sambungan telepon di ponselnya.


" Tentu saja, tunggu aku di cafe depan perusahaanmu. 15 menit lagi aku sampai tujuan."

__ADS_1


Sesuai permintaanku, kami bertemu dicafe sederhana depan kantorku. Aku sengaja memanggilnya karena ingin meminta bantuan padanya. Rendio corp adalah perusahaan farmasi asal Singapura - Indonesia yang dimiliki oleh keluarga Alex. Adanya koneksi dan perusahaan Niko yang memiliki banyak kekuasaan disana, aku pun memutuskan meminta bantuannya untuk menelan habis perusahaan keluarga Alex itu.


__ADS_2