
Dandi semakin mengeratkan pelukannya pada Daisy.
"Aish ... Jangan ganggu aku Dandi, aku sedang memasak," ucap Daisy merasa kesal.
"Kenzo bilang dia minta adik, jadi sekarang lebih baik kita bikin saja cepet-cepat biar langsung jadi." sahut Dandi semakin menggoda Daisy dengan sesekali menyentuh bagian sensitifnya.
"Dandi stop!" bukannya berhenti ia malah semakin gencar menggoda Daisy, ia mencium pundak dan leher istrinya yang sudah berhasil membuat Daisy kwalahan.
"Ah... Dandi…Ah…Stop ! Aku sedang memasak, ah..." Dandi pun segera menggendong tubuh Daisy menuju ke kamar mereka dan terjadilah sesuatu hal yang sudah lama tidak dilakukan lebih dari 5 tahun saat Dandi dalam keadaan koma di rumah sakit.
Malam ini Dandi ingin menuntaskan rindu dan hasratnya pada Daisy. Ia melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk mempererat rumah tangga mereka.
"Ayah… Mama... Kalian di dalam?" teriak Kenzo sambil menggedor pintu kamar orang tuanya.
“Haishh, anak itu mengganggu saja.” gerutu Dandi yang merasa kesal karena Kenzo sudah mengganggunya pagi-pagi sekali.
"Ada apa sayang?" tanya Dandi dengan lembut.
"Bukannya kalian janji hari ini mau nganterin Kenzo pergi ke sekolah." jawab Kenzo polos dengan wajah bantalnya.
"Ah iya, Kenzo siap-siap dulu, ayah bangunin mama dulu. Setelah itu kita pergi ke sekolah sama-sama ya." sahut Kenzo.
"Baiklah ayah." balas Kenzo lalu pergi meninggalkan kamar Dandi untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Setelah mengantar Kenzo berangkat ke sekolah, Dandi pun bergegas untuk pergi ke kantornya. Sedangkan Daisy memilih untuk naik taksi karena tiba-tiba jadwal meeting Dandi ada yang dimajukan.
***
Di kantor Perusahaan Richard
"Maaf pak, jadwal meeting kita dengan Angie grup tiba-tiba dimajukan, ceonya beralasan harus segera berangkat ke Jepang setelah ini," ucap Jino merasa sedikit tak enak.
"Baiklah, kita langsung saja kesana." sahut Dandi.
Setengah jam perjalanan, akhirnya Dandi dan tangan kanannya sampai di gedung Angie grup. Dandi yang sudah lama tak berkunjung kemari sedikit dibuat takjub dengan kemajuan perusahaan ini yang mana bisa dibilang sangat cepat. Levelnya pun sekarang sudah tak jauh beda dengan perusahaan miliknya.
__ADS_1
"Ah kalian sudah datang, mari silahkan masuk." sapa Zico yang memang sudah menunggu Dandi sedari tadi.
“Hmmm... Bagaimana kabarmu ? Aku dengar kamu mencoba mendekati istriku selama aku sekarat ?" tanya Dandi sinis dan tatapan tertuju pada Zico yang duduk di hadapannya.
"Em itu... Hehehe... Ya siapa tahu saja dia mau." jawab Zico dengan menyenggir kuda, ia tak menyangka akan mendapat serangan mendadak seperti ini.
"Jika bukan karena kamu telah membantu menangani perusahaanku, aku pasti sudah memberi perhitungan padamu," ucap Dandi dengan nada mengancam.
"Ah... Iya maafkan aku, aku sudah berusaha melupakannya kok. Besok aku bakal tunangan di Jepang, makanya aku meminta untuk meeting lebih awal karena aku akan berangkat siang ini juga." jawab Zico jujur.
"Baguslah... Ya sudah lebih baik kita mulai meetingnya. Males sku melihat mukamu lama-lama," ucap Dandi enteng yang mendapat dengusan dari Zico.
Meeting itu berlangsung selama dua jam dan akhirnya mereka berdua akan tetap melakukan kerja sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Meskipun Dandi agak kesal karena Zico pernah mencoba mengejar istrinya, ia tetap proffesional dan tidak mencampur adukkan masalah yang tidak seharusnya terjadi.
***
"Iya mama, Lisa berangkat dulu ya, udah dijemput Mita di depan." pamit Lisa.
"Iya, jangan lupa nanti langsung pulang ya. Kita jemput kakak kamu." sahut mama Daisy.
"Aku tidak menyangka, anak kita sudah dewasa ya ma," ucap Dandi sambil merangkul pundak istrinya.
"Iya yah, rasanya baru kemarin aku lahirin mereka. Tiba-tiba sudah dewasa saja. Kok mama merasa nggak rela ya," ucap Daisy menangis haru dipelukan Dandi.
Tidak terasa sudah 20 tahun pernikahan Dandi dan Daisy, mereka memiliki 2 orang putra dan putri yang sangat tampan dan cantik. Mereka tak menyangka jalan berliku-liku yang mereka lalui selama ini akan berakhir dengan sangat bahagia. Seperti hari ini putra mereka yang kini berusia 24 tahun akan pulang dari studinya diluar negeri. Diusianya yg masih muda pria itu sudah berhasil lulus S2 dengan predikat terbaik comload di kampusnya.
Dandi berencana akan segera membawa putranya itu untuk menggantikan posisinya di perusahaan. Sama halnya dengan kakaknya, putri Dandi pun tak kalah hebat dan cerdas. Diusianya yang masih 21 tahun ini sudah memasuki universitas yang mana sedang menjalani semester terakhir S1 nya dan akan lanjut ke S2 mengikuti kakaknya. Mereka memang terlampau cerdas hingga dapat mengikuti program akselerasi yang diadakan di sekolah mereka.
***
Di area bandara
"Mama, kakak mana sih kok belum kelihatan dari tadi?" dengan celingukan mencari Kenzo yang akan tiba dibandara sore ini.
"Iya kok lama ya, harusnya sudah sampai satu jam yang lalu. Semoga saja dia baik-baik saja." jawab Daisy sama bingungnya.
__ADS_1
"Nah itu dia," ucap Lisa.
"Kakak sebelah sini." teriak Lisa sambil melambaikan tangannya.
"Ah... Kakak. Aku sangat merindukanmu." Lisa langsung berlari memeluk kakaknya.
"Aku juga." jawabnya singkat lalu membalas pelukan sang adik.
"Sudah-sudah nanti dilanjut di rumah ya, kasian kakak kamu capek." sahut Dandi menyudahi drama mereka.
"Ya sudah, ayo sayang." Daisy menggandeng tangan Kenzo dan Lisa secara bersamaan dan meninggalkan Dandi di belakangnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, keluarga itu pun sampai di rumah mereka. Mereka sangat bahagia bisa berkumpul kembali seperti sekarang. Berada jauh dengan keluarga memang terasa tidak lengkap dan serba khawatir karena tak bisa saling bertemu setiap saat.
"Kak, kenapa tadi telat ? Bukannya pesawatmu itu tiba satu jam lebih awal ya?" tanya Lisa yang kini menempel pada kakaknya.
"Tidak apa-apa, tadi ada sedikit masalah." jawab Kenzo singkat.
"Memangnya ada masalah apa Ken?" sahut Dandi bertanya pada anak laki-lakinya.
"Sebenarnya tadi itu begini..." Kenzo pun bercerita kejadian yang dialaminya tadi.
Flasback On
“Kenapa wanita ini aneh sekali?” Kenzo menangkap seorang wanita yang tiba-tiba pingsan di hadapannya. Kenzo yang merasa bingung, ia segera memanggil pihak bandara untuk menangani wanita itu. Namun saat ia ingin pergi menuju pihak bandara meminta dirinya untuk menemani wanita itu sampai keluarganya datang. Jadi mau tidak mau akhirnya Kenzo pun menunggu wanita itu sampai siuman.
Flashback Off
"Oh, jadi begitu ceritanya. Cantik gak wanitanya kak?” tanya Lisa dengan iseng.
“Apaan sih, kakak nggak lihat wajahnya." Jawab Kenzo cuek.
"Masa iya sih udah jagain gak bisa lihat wajahnya, kakak ada-ada saja." sahut Lisa merasa binggung.
"Sudah dek, jangan gangguin kakakmu terus, lihat tuh mukanya udah merah gitu," ucap Daisy yang ikut menggoda anak pertamanya.
__ADS_1
"Apa sih mama nih." sahut Kenzo membuat Lisa, Daisy dan Dandi tertawa lepas saat melihat Kenzo yang seperti malu-malu kucing. Mereka semua tahu selama ini Kenzo tak pernah terlihat dekat dengan perempuan. Di masa remajanya, ia hanya menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar, berbeda dengan remaja lainnya. Sehingga terkadang mereka takut jika pria itu ada sedikit kelainan yang menyebabkan dirinya tidak tertarik dengan wanita.