
" Ah jadi nona Aura adalah gadis yang sanggup merubahmu menjadi seperti ini ? sungguh hebat sekali. " sahut Niko dengan senyuman mengejeknya ke arah diriku.
" Sudah diamlah jangan mengejekku lagi ! Jadi, apa kau bisa membantuku ? "
" Tentu saja, aku akan meminta bantuan papaku disana, bahkan jika perlu aku yang akan turun tangan langsung dan terbang ke Singapura. "
" Terima kasih Niko, maaf selalu merepotkanmu. "
" Tak masalah, asal kau bisa jodohkan aku dengan adikmu yang manis itu, hahaha... "
" Sial... Benar-benar tidak ada yang gratis di dunia ini. " Aku merasa beruntung mengenal Niko dan om Ziko -- ayahnya. Mereka selalu saja membantu dan membuka tangan kala aku membutuhkan. Memang hubungan papa dan om Zico sedikit kurang baik karena masalah cinta segitiga mereka dulu dengan mamaku. Namun disisi lain, aku bersyukur karena meski tak pernah akur, mereka bisa saling mendukung dalam urusan bisnis dan pekerjaan. Selain itu Niko juga menaruh hati pada adikku satu-satunya. Sudah hampir dua bulan, ia berusaha keras mendapatkan perhatian adikku. Namun tetap saja diacuhkan. Niko yang kadang sangat kesal pun selalu saja datang menggangguku, memohon dan memaksaku untuk mencomblangkan mereka. Tapi apa daya, adikku itu sangat dingin dan keras kepala. Mereka berdua benar-benar membuatku jengah, satu memaksa dan satu lagi menolak.
" Sayang aku pulang! " ucapku saat membuka pintu apartemen dan memeluk tubuh Aura dengan erat.
" Lepaskan aku, Ken. " sahut Aura.
" Sebentar saja, aku lelah, biarkan aku memelukmu seperti ini. " Betapa nyamannya ini. Dulu aku selalu memimpikan untuk bisa memelukmu saat lelah, menatapmu saat resah. Semuanya terasa baik-baik saja asal kamu berada disisiku Aura.
" Sudah Ken lepas, lebih baik kau pergi mandi, baumu sangat busuk. "
" Tapi kau suka kan ? "
" Sudah sana! " .dengan sedikit dorongan dari Aura, aku pun mengalah dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriku. Dengan melihatnya memasang wajah cemberut dan marah sungguh menyenangkan, dia terlihat sangat imut dan sangat menggemaskan.
Setelah menyelesaikan ritual mandiku, aku bergegas kembali menghampiri Aura di kamarnya. Aku berniat mengajaknya turun dan makan malam bersama.
" Ken, kapan kau akan melepaskanku ? Aku rindu orang tuaku, " Ucapnya begitu melihatku datang.
" Maaf sayang, aku tidak bisa. Aku takut kamu akan lari lagi dariku. " jawabku.
" Baiklah, tapi bisakah kau memberiku ponsel ? Aku ingin menghubungi mereka. "
" Tak masalah, aku akan memberimu ponsel tapi dengan satu syarat. " lagi-lagi aku ketagihan menggodanya, dia sangat manis. Rasanya aku sudah tak tahan lagi ingin menyentuhnya.
" Apa syaratmu ? " tanyanya penasaran.
" Cium aku. " jawabku cepat.
" Tidak! Kamu pasti sedang mengerjaiku. "
__ADS_1
" Ya sudah, jangan harap kamu bisa menghubungi orang tuamu. " ancamku.
Cup!
Tanpa aba-aba, Aura langsung mengecup pipiku, tak ku sangka dia akan melakukannya. Padahal aku hanya bercanda dan ingin menggodanya. Aku yang merasa ada kesempatan, segera ku tarik tubuh Aura semakin merapat padaku, satu tanganku memeluk pinggangnya dengan erat dan satunya lagi menarik tengkuknya. Bisa ku rasakan manis dan wangi strawberry dari bibir mungil Aura yang kini sudah bersatu dengan milikku.
Sedangkan Aura, dia hanya diam tak membalas ciumanku. Dia berusaha mendorong dan melepas pagutanku.
" Umm... Umm... Lepas Ken! " ujarnya.
Mendengar hal itu aku tak peduli, kali ini aku benar-benar menginginkannya. Aku mencoba melanjutkan ciumanku, mencari kesempatan untuk dapat lebih memperdalamnya dengan sedikit menggigit bibir bawah Aura. Tentu saja Aura tak tinggal diam, dia semakin keras memukul dadaku dan mencoba melepaskan diri. Namun, jangan kira bahwa aku akan kalah dengan gadis mungil sepertinya.
Dengan cekatan aku memojokkan Aura tepat di dinding, lalu ku pegang kedua tangannya dengan kuat diatas kepalanya dan kembali menciumnya.
" Kali ini kau tak akan bisa kabur sayang. " bisikku tepat di telinganya.
Namun tiba-tiba saja, aku merasa sedikit ngilu di area terlarangku, gadis ini benar-benar luar biasa.
" Sudah ku bilangkan lepas ! Jadi, jangan salahkan aku jika menendang adik kesayanganmu itu. " ejek Aura yang nampak senang melihatku kesakitan.
" Kau keterlaluan sayang, ini masa depan kita. Jika kamu melukainya aku takut tidak bisa memberimu bayi yang lucu nanti. " jawabku.
" Hanya aku sayang yang boleh jadi ayah dari anakmu nanti, jika ada pria lain yang berani maka ia harus berhadapan denganku. " ancamku lagi.
" Sudah cukup ! Aku lapar. " sungguh sangat menyenangkan jika disetiap hariku bisa bertengkar dan beradu mulut dengan gadis cantik di depanku ini. Dia benar-benar membuat hariku berwarna.
" Berhenti menatapku Ken, aku ingin makan dengan tenang. "
" Kenapa ? Terserah mataku dong mau menatap apapun. "
" Dasar kekanakan. " gumamnya pelan.
" Baiklah, makan yang banyak ya. " kataku sambil menepuk pelan puncak kepalanya. Aku sangat menikmati kenangan-kenangan kebersamaan ini, setiap menit, detik yang ku lewati dengan Aura adalah hal terindah dalam hidupku. Bagiku ia adalah wanita ketiga yang sangat aku cintai setelah mama dan adikku. Wanita yamg ingin ku habiskan sisa waktuku bersamanya, melindunginya, menjaganya dengan segenap hatiku. Terima kasih Tuhan, kau telah mengembalikannya untukku.
Pagi ini polisi membawa paksa Alex pemilik perusahaan farmasi serta rumah sakit asal Singapura. Ia dituduh telah melakukan tindakan ilegal yang mana sudah merugikan banyak pihak, baik karyawan maupun masyarakat. Dalam lingkup bisnis Alex dikenal ambisius dan perhitungan. Dia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya dan menyingkirkan mereka yang berpotensi menghalingi jalannya itu.
*Flashback On*
25 tahun yang lalu Rendio bertemu dengan ayahnya Aura, dimana pada saat itu ayah Aura bekerja di rumah sakit milik Rendio sebagai dokter bedah Vip hanya melayani pasien kelas atas. Rendio begitu segan pada ayah Aura karena pria itu telah menyelamatkan istrinya yang hampir saja meregang nyawa ditembak oleh musuh bisnisnya. Mereka berdua menjadi teman baik dan membantu mendirikan klinik kecil yNg kini sudah berubah menjadi rumah sakit besar disana. Persahabatan mereka sangat erat hingga suatu hari ayah Aura tanpa sengaja menabrak putri kesayangan Rendio yang menyebabkan gadis kecil itu meninggal. Tentu saja membuatnya sangat murka dengan itu dan membabi buta menghajar ayah Aura membuat pria itu terbaring hampir setengah tahun dirumah sakit. Ayah Aura tentu amat sangat merasa bersalah bahkan sempat menyerahkan diri ke polisi setelah ia sembuh, namun niat baiknya untuk menebus rasa bersalahnya itu ditolak mentah-mentah dan memutuskan semua hubungan mereka setelah kejadian itu. Dan berpuluh-puluh tahun kemudian, keluarga Rendio tiba-tiba datang menemui ayah Aura dan istrinya, dengan gamblangnya mereka melamar putri tunggalnya yakni Aura untuk menjadi istri Alex. Ayah Aura sama sekali tak menaruh curiga dengan lamaran itu karena selama ini Aura mengenal baik Alex sebagai seniornya di kampus. Mereka terlihat akrab dan menyayangi satu sama lain. Itulah yang akhirnya membuat ayah Aura dan istrinya antusias dan langsung setuju dengan pernikahan mereka.
__ADS_1
Namun hal yang sebenarnya terjadi adalah Rendio dan keluarganya terutama Alex, mereka semua hanya ingin menggunaka pernikahan itu sebagai alat balas dendam. Mereka masih merasa sangat sakit hati karena kehilangan putri kecil mereka. Bertahun-tahun ini mereka merencanakan hal itu, menikahi Aura lalu membuatnya menderita seumur hidupnya.
*Flashback Off*
Kring... Kring... Kring...
"Ya , hallo ma, ada apa ? "
" Papamu dibawa polisi Lex, kamu segera datang kesini, mama nggak tahu lagi harus gimana... Hiks... Hikss... "
" Apa ? Baiklah ma, Alex segera kesana, mama tenang ya, tunggu Alex.
Mendapat kabar buruk dari mamanya, Alex pun segera mencari tiket penerbangan untuk kembali ke Singapura. Ia yang pada saat itu tengah melakukan negoisasi dengan partner bisnisnya harus menyerah. Prioritasnya sekarang adalah masalah sang papa. Alex benar-benar dirundung banyak masalah beberapa minggu ini, bisnisnya sendiri kini tengah mengalami masa sulit dan kini ditambah pusing lagi dengan masalah papanya yang harus berurusan dengan hukum. Ia tak menyangka jika perbuatan ilegal sang papa yang telah terjaga dengan rapi selama ini akhirnya ketahuan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, Alex pun sampai di bandara internasional Singapura. Sesampainya disana ia sudah dijemput oleh supir pribadi keluarganya dan segera menuju kantor polisi untuk menemui papanya.
" Papa tenang saja ya, Alex pasti akan cari cara buat keluarin papa, tapi untuk saat ini maaf papa harus tinggal ditempat ini sampai putusan persidangan keluar. Alex jamin setelah itu papa bisa keluar dari sini dengan selamat. "
" Baiklah, papa percaya padamu. " Setelah pertemuan itu Alex benar-benar berusaha mati-matian, ia kalang kabut mencari bantuan untuk bisa membela papanya dipengadilan nanti, segala upaya dilakukannya. Namun siapa sangka, diantara semua partner bisnis, rekan dan keluarganya tidak ada satu pun yang bersedia membantunya. Mereka semua seakan menutup mata dengan apa yang dialami papanya . Bahkan partner bisnis serta investor perusahaan telah menarik semua modal mereka dari perusahaannya.
"Mengapa jadi begini? Arghhh... "
Beberapa hari kemudian telah berjalan dengan semestinya.
" Dengan ini kami memutuskan saudara Rendio dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda senilai 30 milyar. "
Tuk... Tukk... Tuk... ( Bunyi palu hakim )
Akhirnya Rendio mau tak mau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Baik istrinya maupun Alex hanya bisa pasrah, mereka sudah tak memiliki kuasa dan kekuatan lagi untuk melawan. Bahkan kini Alex pun tengah dihadapkan dengan situasi yang sama sulitnya. Sore ini juga ia harus kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan bisnisnya yang hampir gulung tikar. Ya, hari itu benar-benar menjadi mimpi buruk untuk Alex. Semua ini terjadi dengan sangat tiba-tiba, tanpa rencana, tanpa persiapan. Apa ini hukuman untuknya ? Dan apakah ini yang disebut sebagai karma ?
Di tempat yang lain dan waktu yang berbeda. " Terima kasih Niko, kau sudah sangat membantuku. Aku berhutang banyak padamu. "
" Tak masalah kakak ipar, calon adik iparmu ini dengan senang hati bisa membantumu. "
" Stop memanggilku dengan sebutan itu, aku rasa kamu tidak layak. " sahut Kenzo dengan kedua bola mata malas ke arah Niko.
" Baiklah, aku bawa kabur saja adik kesayanganmu itu... Huh. " Niko hanya mengiyakan perkataan Kenzo karena ia tidak ingin keinginannya tidak mendapat restu dari Kenzo.
" Emm... Kau sudah berani rupanya ? "
__ADS_1
" Hahaha... Tidak-tidak, aku hanya bercanda. " Malam itu di restoran cukup mewah Kenzo bertemu dengan Niko, mereka berdua merayakan keberhasilannya telah menghancurkan keluarga Rendio. Ya, dalang dibalik semua itu adalah Kenzo dan Niko, dengan koneksi dan kekuasaan yang keluarga mereka miliki, mampu menggulingkan Rendio corp dalam sekejap mata. Tapi, semuanya tentu tidak berakhir disini karena setelah ini, Kenzo sendirilah yang akan turun tangan untuk menghancurkan Alex tanpa sisa.