
Di kantor Perusahaan Richard
"Hari ini kita ada pertemuan ya Jino?" tanya Daisy memastikan.
"Iya nyonya, hari ini kita ada pertemuan dengan perusahaan Carista. Pertemuan kali ini cukup penting karena akan membahas perpanjangan kontrak kita dengan mereka." jelas Jino menjelaskan pada Daisy.
“Baiklah, tolong siapkan berkas yang dibutuhkan.” sahut Daisy.
“Iya nyonya , kalau begitu saya izin dulu."
Tidak terasa sudah satu bulan Daisy bekerja, ia sudah cukup menguasai semua pelajaran yang diberikan oleh Jino. Kali ini ia sendiri yang akan mewakili perusahaan untuk bertemu langsung dengan wakil Carista group. Mereka melakukan pertemuan di gedung Carista, perusahaan yang tak kalah besar dengan keluarga Dandi. Ia sudah mendengar bahwa saat ini perusahaan itu dipimpin oleh seorang wanita cantik yang masih lajang. Tanpa menunggu lama, Daisy dan Jino segera memasuki ruang rapat gedung itu dan disana pun sudah ada yang menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang nyonya dan tuan silahkan duduk," ucap seorang wanita cantik yang sepertinya pemilik perusahaan Carista.
“Saya disini mewakili suami saya, beliau ada halangan sehingga tidak bisa hadir dalam pertemuan ini." sahut Daisy sopan di hadapan Fika.
Deg!
Beberapa saat dirinya termenung mendengar nama Daisy. Mungkinkah dia adalah Daisy si pemilik nama samara Firda yang dulu sangat dicintai Rico setelah dirinya mencari tahu identitas wanita yang dicintai oleh Rico itu. Setelah diperhatikan baik-baik wajah wanita di hadapannya ini memanglah sangat mirip.
"Maaf bisa kita mulai rapatnya?" tanya Daisy dengan sopan untuk menyadarkan Daisy yang masih melamun.
"Emmm… iya." jawab Fika cepat.
Pertemuan itu berlangsung selama dua jam, kedua orang penting yang melaksanakan rapat yang sedang berlangsung membahas kontrak kerjasamanya. Baik Daisy dan Jino sangat lega mendengar keputusan ini. Ia merasa telah berhasil melakukan pekerjaan kerjasama dan tak bisa menyembunyikan raut bahagianya sekarang.
__ADS_1
"Kalau begitu kami permisi dulu, senang sekali kami bisa melanjutkan kerja sama ini dengan nyonya. Sampai jumpa. " pamit Daisy sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Fika.
"Iya, saya juga senang bisa bertemu langsung dengan istri tuan Dandi. Oh ya, bolehkah kita berteman?" ucap Fika menerima uluran tangan Daisy.
"Tentu saja , jika kamu tidak merasa keberatan mainlah ke rumah kami. Akan ku kenalkan nanti pada putraku." sahut Daisy dengan antusias.
"Benarkah ? Pasti dia sangat lucu, aku jadi tidak sabar melihatnya." balas Fika tersenyum.
"Maaf aku harus pamit sekarang, masih ada pekerjaan. Sampai jumpa di lain waktu."
Setelah kepergian Daisy dan tangan kanannya, Fika kembali melamun mengingat kejadian 2 tahun yang lalu, dimana ia memilih untuk menolak Rico karena merasa takut kalau Rico tidak bisa melupakan wanita yang dicintainya. Kini ia merasa sedikit menyesal setelah melihat Daisy tidak bersama Rico.
Ternyata wanita itu bahagia dengan kehidupannya sendiri. Lalu, bagaimana dengan kondisi Rico sekarang.
“Dimana Rico sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Aku berharap kamu baik-baik saja kak dengan kehidupanmu sekarang. Jika masih ada kesempatan aku harap kita akan bertemu lagi nanti. Jujur saja, aku masih tidak bisa melupakanmu.” kata Fika dalam hati. Sudah dua tahun berlalu, Fika sama sekali tidak berkomunikasi dengan Rico. Pria itu seolah menghilang bagai di telan bumi, ya meski dari awal memang dirinya yang menginginkan hal itu. Namun tak dapat dipungkiri jika dihatinya masih tersimpan nama Rico disana.
"Iya, sebentar lagi, kamu pulanglah terlebih dulu, putramu pasti sedang menunggumu." jawab Jino sopan.
"Oh iya, ada yang mau aku ceritakan padamu, Jino" Daisy pun duduk di kursi yang berhadapan dengan meja kerja Jino. Ia menatap lekat pria itu seperti meminta penjelasan.
“Ada apa nyonya?” tanya Jino dengan penasaran.
“Apakah suamiku sudah tahu jika aku adalah Daisy?" tanya Daisy menatap Jino dengan serius. Sebab, dirinya tahu nama samarannya adalah Firda.
Jino yang mendengar pertanyaan itu ia langsung berhenti dari kesibukannya dan menatap ke arah istri bosnya.
__ADS_1
"Iya, sebenaranya tuan sudah lama mengetahui hal ini. Namun ia menyembunyikan ini dari nyonya untuk menunggu nyonya akan mengingat semuanya." jawab Jino menjelaskan yang sejujurnya.
"Baiklah, jelaskan saja padaku, apa yang sebenarnya terjadi dari awal hingga aku bisa hidup sebagai Firda!" akhirnya mau tak mau Jino menjelaskan semua yang telah ia ketahui. Semua hasil penyelidikannya selama ini yang mana itu adalah perintah dari Dandi.
Flasback On
Disaat hari yang dimana Daisy dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit karena kecelakaan maut yang dialaminya. Mereka berhasil menipu Dandi dengan membawa mayat seorang wanita yang memakai cincin sama dengan milik Daisy. Akhirnya mau tidak mau Dandi merasa tidak percaya dengan hal itu. Ia sangat sedih dan syok hingga tak memeriksa jasad itu langsung dengan mata kepalanya sendiri. Ia kemudian segera memakamkannya dan percaya bahwa Daisy memang telah meninggal. Namun faktanya, Daisy masih hidup. Ia terbaring koma selama 3 bulan di bawah pengawasan dokter yang bernama Rico. Ya. dia adalah Rico, teman semasa kecil Daisy yang telah menyimpan perasaan cintanya sedari kecil.
Rico sangat terobsesi ingin memiliki wanita itu, ia menyembunyikan Daisy selama ia tak sadarkan diri. Beruntungnya lagi disaat wanita itu terbangun, dirinya mengalami amnesia. Betapa bahagianya Rico akan hal itu. Ia memanfaatkan amnesia Daisy untuk menipunya. Ia memberi identitas baru dengan nama Firda, bahkan juga mengaku bahwa Rico adalah kekasih dari Firda. Hingga suatu hari sosok Firda itu ditemukan oleh Dandi.
Dandi berusaha sangat keras untuk mengetahui identitas wanita itu, cukup lama memang mendapatkan informasi itu, namun akhirnya ia mengetahui fakta Firda adalah Daisy si wanita yang dianggapnya telah mati satu tahun yang lalu.
Tentu saja, Dandi sangat marah, rasanya ia ingin membalaskan dendam pada pria bernama Rico itu. Namun niatnya itu diurungkannya karena pada saat itu Dandi akan memaksa Daisy untuk menikah dengannya. Jadi, ia pikir biarlah waktu yang akan membalas semua kejahatan yang dilakukan oleh Rico. Sedangkan Dandi lebih memilih fokus untuk melanjutkan kehidupan barunya dengan Daisy. Ia tak peduli wanitanya nanti akan memakai nama yang mana karena yang terpenting adalah bisa bersamanya kembali hingga maut memisahkannya.
Flashback Off
"Aku sungguh tak menyangka kak Rico bisa berbuat sejahat itu. Selama ini ia selalu menjagaku dengan baik, tak pernah membuatku merasa kecewa. Ternyata selama ini aku membenci orang yang salah." sesal Daisy dengan menghela nafas kasarnya setelah mendengar fakta yang sebenarnya.
"Sudahlah nyonya, yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting sekarang nyonya sudah tahu semuanya, nyonya hanya harus terus memberi semangat dan doa pada suami nyonya. Saya yakin kalian memang bersemangat untuk hidup bersama," ucap Jino terdengar tulus.
"Iya, terima kasih. Sudah hampir malam, aku pulang dulu ya. Kamu bisa pulang juga." pamit Daisy lalu melangkah pergi dari hadapan Jino.
"Baik nyonya, hati-hati di jalan.” sahut Jino menatap kepergian istri bosnya.
"Aku turut lega melihat masalah di antara mereka berakhir. Dandi pasti akan sangat bahagia jika tahu istrinya telah mengingat masa lalu mereka. Ya, semoga saja ia secepatnya sadar dari masa komanya,” ucap Jino.
__ADS_1
Tak bisa menyangkal bahwa selama ini ia juga merasa senang melihat perjuangan Dandi untuk menjaga wanita yang dicintainya. la sangat salut dengan kegigihan pria itu, meskipun caranya agak sedikit mainstream. Namun kini perjuangan itu tak sia-sia. Jika memang berjodoh, sekeras apapun dipisahkan, pasti akan bersatu kembali.