
Semua yang telah pria itu perbuat pada Aura akan ia balas berkali-kali lipat.
Kring... Kring...
Kenzo mengambil ponselnya untuk menerima sambungan ponsel dari saku celananya.
" Iya, hallo, " ucap Kenzo menerima sambungan telepon dari ponselnya.
" Ma-maaf tuan, nona Aura kabur. "
" Apa? Sialan.. Sekarang kalian cari dia! Jika tidak ditemukan, maka bersiap-siap saja dengan hukuman kalian. "
Tut... Tut...
" Ada apa kakak ipar ? " tanya seseorang yang menerima sambungan telepon dari Kenzo.
" Aura kabur, bantu aku cari dia. " jawab Kenzo cepat.
" Baiklah, kau tenang saja. Dia pasti akan segera ditemukan. " begitu mendengar kabar itu Kenzo langsung bergegas pergi dari ruangannya, ia mulai menelusuri jalan dan tempat-tempat favorit Aura. Ia berharap akan menemukan wanita itu disana. Tempat taman, danau, restoran, kampus, semua sudah Kenzo datangi, namun nihil. Bahkan ia juga sempat mencari di kediaman orang tua Aura. Namun tetap saja tak menemukannya.
Satu jam kemudian, Kenzo menerima sambungan notifikasi panggilan masuk dari ponselnya.
" Hallo Kak, aku menemukannya. Dia saat ini sedang di rumah gadis bernama Lily di perumahan elit no 5, sepertinya lokasinya itu tak jauh dari rumah pribadimu. "
" Baiklah, terima kasih Niko. " sahut Kenzo.
***
Malam itu setelah melihat mobil Kenzo keluar dari rumah, Aura tiba-tiba mendapatkan celah untuk kabur. Dimana saat seorang pelayan masuk ke kamarnya untuk mengantar makanan, dengan sigap ia memukul kepala pelayan itu hingga pingsan. Sebenarnya ia sangat takut melakukan itu, namun tekad dan niatnya untuk balas dendam pada Alex lebih besar. Bagaimana pun juga ia harus keluar dari rumah Kenzo dan pergi mencari Alex.
Setelah berhasil memukul si pelayan, Aura segera melucuti pakaian pelayan itu dan mengenakannya untuk mengubah penampilannya menjadi pelayan untuk mengelabuhi semua penjaga rumah itu. Dan rencananya berhasil. Dengan sangat lancar ia bisa keluar dari rumah Kenzo dan mencari tempat tinggal untuk dirinya.
" Maaf Mi, aku merepotkanmu hanya saja untuk saat ini aku tidak bisa kembali kerumahku atau suamiku dan tolong jangan tanyakan alasannya, suatu saat aku pasti akan menceritakannya padamu disaat aku siap. "
" Hmm... Baiklah apapun yang kamu lakukan aku akan mendukungmu. Jadi, jangan sungkan lagi ya untuk meminta bantuan padaku. "
" Terima kasih Miya. "
Berbeda dari hari sebelumnya, Aura kini terlihat lebih semangat dengan seulas senyum mengembang di pipinya. Ia kembali bisa merasakan udara segar diluar, menikmati hangatnya mentari nan semilir angin yang lembut menerpa wajah cantiknya. Saat ini ia tengah memikirkan banyak hal, ia masih berencana untuk kabur dari Kenzo untuk mencari Alex untuk membalaskan rasa sakit hatinya dan segera melakukan perceraian. Lalu, setelah itu mungkin ia akan melanjutkan pendidikan Magisternya sebelum ia akhirnya nanti membantu orang tuanya untuk mengurus perusahaan.
Sebenarnya Aura merasa berat untuk berpisah lagi dengan Kenzo. Tetapi, untuk kembali membuka hal baru, ia juga masih belum siap. Dirinya merasa ada trauma tersendiri dengan pernikahan. Dan ia akan lebih baik jika ia pergi sementara waktu l, menyembuhkan luka hatinya dan melanjutkan kembali pendidikan magisternya.
Ketika Aura masih sibuk dengan dunianya sendiri, tiba-tiba ada lengan kokoh yang sudah bertengger di perutnya, memeluknya erat sambil mencium lembut puncak kepalanya.
" Sudah waktunya sarapan, kita sarapan dulu ya, " ucap Kenzo dengan lembut.
Tanpa menjawab perkataan Kenzo, Aura langsung melepas pelukan Kenzo dan masuk ke dalam rumah lalu duduk di meja makan, diikuti Kenzo dibelakangnya. Melihat sikap Aura yang acuh, Kenzo tak ambil pusing, selama gadis itu menurut dan tidak kabur-kaburan lagi, maka ia juga tidak perlu menanggapinya. Ia akan tetap bersikap lembut seperti biasanya dan ia berusaha meluluhkan hati Aura kembali.
" Aku kerja dulu ya sayang, kamu baik-baik di rumah. Sebentar lagi dendammu akan terbalaskan. Aku akan membawa dia di hadapanmu. " pamit Kenzo di hadapan Aura.
" Terserahmu saja. " sahut Aura dengan bosan.
" Baiklah, aku pergi. " Kenzo melangkah pergi dari hadapan Aura untuk bekerja.
__ADS_1
Malam ini Kenzo akan memberi kejutan pada gadis kesayangannya dan menyelesaikan semua hubungan di antara mereka. Meskipun saat ini Aura sudah berada di tangannya, namun statusnya masihlah istri orang lain. Akan lebih baik jika memutuskan hubungan mereka secepat mungkin dan setelah itu ia bisa menjadikan Aura miliknya satu-satunya. Membayangkan hal itu sukses membuat Kenzo senyum-senyum sendiri, senyuman yang selama ini luntur dari wajahnya seakan kembali bahkan lebih bersinar.
Tanpa Kenzo sadari, ada sepasanga mata yang terus memandangnya dari tadi. Ia nampak heran namun ia juga merasa senang bisa melihat putranya itu bisa tersenyum kembali.
" Ehem... " ucap pria itu mencoba menyadarkan lamunan Kenzo.
" Ah... Papa, sejak kapan kau disini ? " teriak Kenzo yang terkejut dengan kehadiran Dandi secara tiba-tiba.
Pletak... Pletak...
" Dasar anak nakal ! Apa kau lupa masih punya orang tua, hah ? Kapan kau akan pulang ? " umpat Dandi merasa kesal sambil memukul kepala putranya.
" Auh... Jangan lakukan itu lagi pa, Ken ini ceo loh disini, apa kata karyawanku nanti jika melihat kepalaku dipukul begini olehmu l. " gerutu Kenzo.
" Kasian mama kamu, Ken. Dia sangat merindukanmu. Malam ini kau harus pulang! Kalau tidak pulang, aku akan mengambil alih perusahaanku ini. " ancam Dandi.
" Besok , besok aku akan pulang. Nanti malam aku sibuk pa. " tolak Kenzo cepat.
" Sibuk dengan jalangmu lagi ? Benar begitu ?" teriak Dandi yang semakin kesal dengan anaknya suka bermain-main dengan wanita.
" Sudah tidak lagi pa, aku sudah menemukan cintaku. Besok akan ku perkenalkan pada kalian. "
" Hm... Baiklah , papa harap kamu bisa merubah sifat burukmu itu dan segeralah menikah. "
" Tentu saja Pa, terima kasih sudah mempercayaiku. " sahut Kenzo tersenyum tulus di hadapan Papa Dandi.
Begitu semua pekerjaan selesai, Kenzo langsung begegas pulang ke rumah pribadinya. Ia ingin menyiapkan segala sesuatu yang mungkin nanti dibutuhkan saat bertemu dengan Alex. Sesampainya di rumah pun Kenzo tak langsung memberi tahu Aura perihal kedatangan Alex. la ingin membuat kejutan padanya, dengan begitu ia berharap Aura tidak akan lagi bersikap acuh dan dingin terhadapnya. Katakanlah ia egois, namun bagi Kenzo memiliki raganya saja tidak cukup. Bagaimana pun caranya ia harus bisa memiliki raga maupun hati Aura dengan seutuhnya.
Tepat jam 7 malam bel rumah Kenzo berbunyi dengan nyaring. Aura yang mendengar bel rumah berbunyi itu ia ingin segera beranjak dan membuka pintunya. Namun sebelum sempat meraih gagang pintu, Kenzo sudah mencegahnya, meminta dia untuk pergi ke dapur saja dan menyiapkan suguhan untuk tamunya nanti.
" Iya malam, masuklah, " ucap Kenzo dingin.
" Terima kasih atas undangannya tuan, bisa langsung saja, ini adalah proposal kerjasama yang ingin saya tunjukkan pada anda. " tanpa membalas perkataan Alex, Kenzo langsung menerima berkas itu dan berpura-pura untuk memeriksanya.
Sementara di tempat yang berbeda, Aura yang tengah menyiapkan suguhan di dapur telah selesai dan bersiap mengantarkannya ke ruang tamu.
Alex yang tengah sibuk memperhatikan Kenzo pun tak menyadari keberadaan Aura. Barulah disaat Aura menyuguhkan makanannya tepat di depan Alex, keduanya sama-sama terkejut. Alex menatap Aura dengan tatapan herannya, berbeda dengan Aura yang menatap Alex dengan tatapan mata tajam dan emosi yang membara.
" Aura ! " ucap Alex tanpa sadar.
" Hah... Akhirnya kita bertemu lagi suamiku, " ujar Aura dengan senyuman miringnya.
" Apa yang kau lakukan disini, hah? " teriak Alex.
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Alex hingga muncullah warna merah di pipinya.
" Kau! Berani sekali kau menamparku! " umpat Alex sambil memegangi pipinya yang terasa ngilu.
Mereka berdua sama-sama emosi, tatapan tajam bak elang antara satu sama lain hingga melupakan bahwa masih ada Kenzo yang duduk disana.
Byur!
__ADS_1
Kali ini satu mangkuk sub panas yang terbang membasahi wajah tampan dan baju Alex. Adanya kejadian secara tiba-tiba itu dia pun tak sempat mengelak dan membuatnya basah kuyup dengan noda orange di kemeja putihnya.
" Sialan! " umpat Alex mulai geram dengan tindakan Aura yang kelewatan batas kesabaranya.
Baru saja, Alex ingin mengangkat tangannya di hadapan Aura. Namun dengan sigap Kenzo menangkap tangan itu dan menghempaskannya dengan kasar. Sama seperti Alex, Kenzo pun tak pernah membayangkan jika Aura akan bersikap brutal seperti itu. Alex hanya tahu Aura adalah sosok gadis yang lemah lembut dan tak pernah sekalipun terlihat mengangkat tangan untuk melawan orang lain.
" Dasar pria brengsek ! Teganya kau menjualku! Aku ini istri sahmu Alex! Kau bisa melakukan apapun untuk membalas kematian adikmu. Tapi tidak dengan melecehkanku seperti itu! " teriak Aura yang sudah sangat marah. Kemarahan yang sudah lama ia pendam akhirnya bisa ia luapkan begitu saja. Jika diijinkan ingin sekali ia memukuli pria itu hingga lumpuh, mematahkan tulang-tulangnya merontokkan giginya. Semua yang ada di tubuhnya ingin sekali ia hancurkan sekarang.
" Kau jahat Alex! Aku menyesal telah mempercayaimu, bahkan menyayangimu layaknya saudara... Hiks... Hiks... " ucap Aura lalu menangis histeris membuat Alex merasa bingung dengan situasi saat ini.
Di satu sisi, Alez sangat marah karena merasa dipermalukan oleh Aura di depan calon investornya, namun disisi lain ia juga harus bisa menahan dirinya untuk tidak membalas Aura karena takut Kenzo akan berpikiran buruk padanya dan menolak proposal yang dia ajukan.
" Hmm... Jadi seperti ini perangaimu Tuan Alex, " ucap Kenzo dengan senyuman mengejeknya.
" Tidak Tuan, anda salah paham, dia itu hanya mantan istriku yang tidak tahu diri karena dia selingkuh makanya aku yang meninggalkan dia dan dia tidak terima dengan keputusanku itu. " jawab Alex sengaja bersilat lidah untuk melindungi dirinya sendiri.
" Hah... Kau punya bakat acting rupanya. "
Bug!
Satu kepalan tangan Kenzo mendarat tepat di perut Alex, membuat sang empunya tertunduk kesakitan.
Bug! Bug! Bug!
Lagi-lagi tinjuan keras berkali-kali Kenzo layangkan pada Alex. Mendengar alasan klasik Alex yang dengan sengaja merendahkan Aura membuatnya emosi dan emosinya naik ke ubun-ubun.
Kenzo benar-benar menghajar Alex tanpa ampun hingga babak belur.
" Tanda tangani ini! " perintah Kenzo sambil menyerahkan selembar kertas putih beserta bulpoinnya.
Alex yang sudah terkapar pun menuruti kemauan Kenzo, jika pria itu tetap melanjutkan pukulannya. Maka detik itu juga jiwa Alex akan meninggalkan tubuhnya dengan mengenaskan.
" Ingat ini Tuan Alex, kau telah berani melecehkan bahkan melukai wanitaku. Jadi mulai detik ini, jika kau masih berani menampakkan diri, maka saat itu juga jiwamu akan terlepas dari tubuhmu! " ancam Kenzo dengan tatapan membunuhnya di hadapan Alex.
"Uhukk... Uhukk... Ma-maafkan aku Tuan Alex. Aku tidak akan berani melakukan seperti itu. " jawab Alex dengan sisa-sisa tenaganya.
Setelah kejadian itu anak buah Kenzo membawa Alex pergi entah kemana. Semua yang Kenzo inginkan sudah tercapai. Jika saja membunuh itu tak dilarang, mungkin tadi ia tak akan menahan diri dan memukulinya hingga tewas.
" Sudah... Dia sudah ku bereskan, jangan menangis lagi ya, " ucap Kenzo berusaha menenangkan Aura yang masih terisak.
" Bisakah kau tanda tangani ini ? " lanjut Kenzo lalu ia menyerahkan selembar kertas putih yang sama seperti Alex.
Aura yang terlalu sedih dan menangis terus, tanpa menjawab dan mengatakan apapun Aura langsung menuruti kemauan Kenzo dan membubuhkan tanda tangannya di kertas putih itu.
" Terima kasih sayang, sudah ya jangan menangis lagi. " hibur Kenzo lalu menarik tubuh Aura agar masuk di dalam pelukannya.
Cinta pertama adalah cinta yang sama sekali tak akan pernah hilang dari kenangan setiap orang. Pertama kali jatuh cinta, pertama kali merasakan cemburu, pertama kali patah hati , semua serba pertama. Cinta pertama adalah cinta yang sederhana, murni dan tanpa paksaan. Hanya dengan melihatnya saja, mendengar suaranya, berinteraksi dengannya, sesederhana itu namun mampu membuatmu merasa bahagia. Seperti itulah yang dirasakan oleh Kenzo. Aura adalah cinta pertamanya. Hanya dengan melihatnya, menyapanya, tertawa bersamanya, hal-hal kecil itu mampu membuat Kenzo sangat bahagia. Hingga hari itu pun tiba, ketika ia telah yakin dengan perasaanya dan berniat menyampaikannya dengan benar, ia harus kehilangan kesempatan itu karena Aura memilih untuk bersama pria lain dan menikah dengannya. Membuat bunga merekah dihati Kenzo mati bahkan sebelum berkembang. Namun tampaknya takdir berkata lain, lagi-lagi Kenzo dipertemukan kembali dengan Aura. Mereka dipertemukan di tempat dan waktu yang tak terduga. Dua hati yang sama-sama terluka akhirnya bertemu kembali. Mengenang masa lalu dan berusaha memperbaikinya dengan baik.
"Aura, aku akan selalu menjagamu dan mencintaimu hingga akhir hayatku. Tak ku biarkan siapapun yang berani menyakitimu lagi. Aku jodohmu, pria yang akan mencintaimu setulus hatiku," ucap Kenzo terdengar tulus.
Sementara di sudut ruangan rumah Kenzo, disana terlihat seorang sepasang suami istri lebih tepatnya Dandi dan Daisy yang ingin mengunjungi rumah anaknya untuk memberi kejutan setelah menerima informasi menarik dari tangan kanan pribadi Kenzo. Wanita Kesayangan anaknya telah kembali dan terkurung di rumah mewah anaknya. Mau heran tapi nyata tapi kelakuan Dandi menurun pada Kenzo yang terobsesi pada wanitanya. Tapi, tak masalah karena Kenzo sangat mencintai Aura. Mereka tampak bahagia melihat anaknya telah berubah menjadi pria baik dan setia mencintai wanita yang diinginkannya. Walaupun cara liciknya sedikit mainstream karena menculik anak perempuan orang dan tidak diketahui oleh kedua orang tua Aura. Untung saja, Dandi dengan cepat mengabari orang tua Aura. Jadi, mereka berharap Aura bahagia hidup bersama Kenzo setelah menikah nanti.
"Aku harap cinta kita akan abadi sepanjang waktu. Aku akan menjagamu dan mencintaimu hingga maut memisahkan kita, Daisy," ucap Dandi yang menatap tulus ke arah Daisy yang tersenyum senang dan memeluk tubuh kekar suaminya.
__ADS_1
*Tamat*