Wanita Kesayangan CEO Posesif

Wanita Kesayangan CEO Posesif
Part 9


__ADS_3

"Saya tidak kabur, saya hanya ingin jalan-jalan di sekitar villa ini, saya merasa bosan saat berada di dalam kamar terus.” sahut Firda memberi alasan yang tepat.


"Kalau kamu tidak percaya bisa mengawasiku, tuanmu pun sudah memberiku izin, jadi biarkan aku keluar."lanjut Firda lagi mencoba berharap diberikan dirinya jalan-jalan.


"Baiklah, saya akan menelpon tuan saya dulu untuk mengkonfirmasinya." jawab bodyguard itu. Ia merasa keadaan sudah aman dan bodyguard sedang menelepon, segera Firda melangkah keluar dari villa itu.


Baru dua langkah ia berjalan, tiba-tiba ia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang. Dengan langkah cepat orang itu menarik Firda dengan kasar dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


*Flashback on*


Ketika Firda tiba-tiba memeluk tubuh Dandi dengan erat, ia sempat berpikir bahwa wanita itu sedang merencanakan sesuatu. Namun, tidak dapat dipungkiri dirinya juga menikmati pelukan yang sudah lama tak ia rasakan lagi. Dengan cepat bahwa ia menyadarinya Firda akan mengambil sesuatu di belakang celananya.  Selama ini wanita itu tahu bahwa Dandi selalu menyimpan sapu tangan yang sudah diberi obat bius di kantongnya.  Tapi untuk kali ini Dandi sangat bersyukur karena melupakan kebiasaan buruknya itu. Dengan melihat Firda yang ternyata berhasil mengambil tangan itu, ia pun sadar dan berpura-pura pingsan saat hidungnya dibekap oleh wanita itu.


Dandi tidak habis pikir, tekad kabur Firda begitu besar. Namun hal itu tak menahan niatnya untuk tetap mengurung wanita itu tetap tinggal bersamanya. Setelahnya berlari keluar, segera ia berjalan menyusulnya dan berhasil menangkap dirinya kembali kemudian menarik paksa Firda ke dalam kamarnya.


*Flashback off *


"Kamu senang sekali ya menguji kesabaran saya ? Apa selama ini saya terlalu lembut padamu!" bentak Dandi sambil mendorong wanita itu ke tempat tidurnya.


"Saya mau pulang, saya benci di kurung seperti burung disini. Dasar psikopat gila." Umpat Firda lalu berusaha memberontak keras pada Dandi.


"Cukup! Cukup sudah kamu menguji kesabaranku, jangan salahkan aku jika kali ini aku benar-benar kehilangan kendali." ancam Dandi yang semakin dekat dan merengkuh tubuh Firda di bawah kungkungannya.  Di pegangnya erat tangan Firda yang sedari tadi berusaha menyakitinya.  Diciumnya dengan kasar bibir manis wanita itu, sedangkan tangan lain mencoba membuka paksa baju tidurnya dan melemparnya ke sembarang arah.  Tatapan matanya kini benar-benar menakutkan, terdapat amarah dan nafsu membara dari sana. Di jamahnya seluruh tubuh wanita itu dengan kasar hingga meninggalkan bekas-bekas kepemilikannya disana.

__ADS_1


Firda hanya diam, terus menangis memohon untuk tidak dilanjutkan.  Mungkin dirinya akan bunuh diri nanti jika sampai hal buruk itu benar-henar terjadi.  Setelah puas dan memberi tanda merah di sekeliling tubuh wanitanya. Dandi memutuskan untuk menghentikan kegiatan itu. la tidak ingin mengambil paksa hal berharga milik wanita yang ia cintai.


"Kali ini aku kamu hentikan... Tapi, jika nanti kamu memancing amarahku lagi, saat itu juga akan melanjutkan apa yang belum ku selesaikan tadi," ucap Dandi dengan dingin kemudian meninggalkan Firda yang menangis terisak.


“Apa salahku Tuhan ?  Mengapa kau pertemukan aku dengan pria jahat seperti itu? Apa dosaku hingga kau uji aku seperti ini.” lirih Firda dengan isak tangisnya.


Setelah menyelesaikan perbuatan jahatnya tadi, Dandi pergi ke rumah utama keluarganya.  la mendapat kabar bahwa mamanya sedang sakit. Jadi, mau tidak mau ia harus menemui mamanya itu di rumah utama.


"Apa kamu sudah lupa dengan mama, Dan?” tanya Dissa yang menatap anak semata wayangnya berjalan mendekati dirinya di ruang kamar utama.


“Tidak mama, aku hanya sedang banyak pekerjaan. Bagaimana keadaan mama ?" tanya Dandi dengan raut wajah cemasnya.


"Mama harusnya bisa menjaga pola makan dan emosi mama, jika tidak ingin kumat lagi seperti ini." tutur Dandi lembut.


"Itu semua karena Dandi, kamu tidak pernah mau menuruti perkataan mama, sudah mama bilang tolong lupakan masa lalumu dan hiduplah bahagia dengan istri dan anakmu kelak," ucap Dissa terdengar tulus.


"Sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakannya ma." sahut Dandi dengan tatapan sendunya ke arah mama Dissa.


"Apa kamu tidak kasihan sama mama sama papamu ? Kami berdua sudah tua Dan, seharusnya kamu sudah memberi kami cucu." balas Dissa.


"Mama tenang saja, Dandi akan segera membawa menantu mama kemari." jawab Dandi mantap.

__ADS_1


"Kamu sudah memiliki kekasih Dan?" tanya Dissa merasa penasaran dengan wanita apa pilihan hati Dandi karena selama ini ia tahu pasalnya sering kali menolak banyak perempuan yang akan dijodohkan dengannya.


"Iya bu, aku sudah mengurung dia di villa agar tidak bisa kabur dariku." jawab Dandi jujur.


"Apa kamu sudah gila nak ? Bagaimana bisa kamu menculik anak orang?" tanya Dissa merasa tak percaya dengan perubahan sikap anaknya.


"Aku tidak peduli mam, aku hanya ingin dia, mau dia disisiku, hidup denganku dan melahirkan anakku kelak." jawab Dandi.


"Dandi sayang, kamu tidak boleh egois, jangan mengikuti sesuai kehendakmu sendiri, apa kamu pikir dia akan bahagia nanti?" tanya Dissa lagi.


"Tidak sama sekali yang ada akan terluka sayang, jadi, ibu harap kamu bisa memberinya pilihan. Jika dia tidak bisa menerimamu maka jangan kau paksakan." lanjut Dissa lagi.


“Tapi, aku ingin memilikinya mam, aku mencintainya, awalnya aku hanya terobsesi karena dia sangat mirip dengan Daisy. Tapi, setelah satu bulan ini aku mulai sadar tentang perasaanku, aku merasa sedih setiap melihat ia menangis, aku pun sakit saat melihat ia terluka.  Aku sangat berharap agar sisa kehidupanku ini bersama dengan dia, ma." Jelas Dandi yang memeluk tubuh Firda dengan erat.


Sebisa mungkin ia tahan air mata yang terjatuh dari ujung matanya. Dissa tidak berpikir mengapa sikap anaknya bisa melakukan hal tidak masuk akal seperti itu, mengurung seorang wanita dan memaksanya untuk hidup bersama.  Selama ini Dandi yang dikenalnya sebagai pria yg baik, lembut dan penyayang. Tapi, tidak disangka dia bisa berubah menjadi seperti ini. Adanya rasa penasaran yang tinggi, Dissa memutuskan pergi ke villa Dandi untuk mengunjungi wanita itu.


Keesokan harinya, suasana villa di pagi hari ini terasa berbeda dengan kehadiran wanita cantik yang berumur tidak muda lagi.


"Nyonya, mengapa kamu kemari?" tanya seorang penjaga villa yang melihat Dissa yang tiba-tiba berkunjung.


"Apa saya tidak boleh mengunjungi villaku sendiri?” ucap Dissa kemudian segera masuk mencari keberadaan Firda yang berada di villa mewah anaknya. Ia tidak ingin Dandi berbuat nekat lagi pada wanita itu. Ia merasa kasihan pada wanita yang mirip dengan wanita kesayangan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2