
[Ruang Direktur]
Di ruang direktur, pertemuan antara rekan-rekan Yamato Iguchi diadakan. Banyak pujian yang diberikan pada direktur atas pencapaiannya dalam mengembangkan [NC]. Tentunya mereka tau akan rencana licik Iguchi, karena mereka juga memihak padanya.
"Ya~ kelihatannya gadis itu benar-benar memprovokasi. Mungkin akan kau suruh putriku untuk berhadapan dengannya nanti. " ucap seorang pria yang menaruh gelasnya di meja.
"Tuan, anda tau kalau anak itu punya rahasia bukan? "
"Hah! Dia cuma anak dari pria bangkrut dan orang berpenyakitan. Sehebat apapun dia pandai bertarung, dia tidak akan bisa mengalahkan putriku yang dilatih langsung oleh anggota FBI. "
.
.
.
.
.
[Arena bertarung]
"Akh!! "
Yuki berhasil membuat goresan di kaki lawannya, dengan tongkat yang terbelah dua, membuat sisi satunya tajam, Yuki hanya membutuhkan satu goresan untuk membuat luka.
"Hanya itu? " tanya Myungsoo.
"Aku hanya perlu melukainya bukan? Pergilah. " Yuki membuang kedua tongkatnya ke arah lemari tempat penyimpanan senjata tajam tadi, kemudian ia berbalik--berjalan menuju Sarang.
Melihat pertandingan yang terlihat bodoh di mata para preman, membuat sebagian orang menganggap kalau Yuki itu lemah dan payah. Tapi Yue berpikir sebaliknya, di mata Yue, Yuki adalah orang yang menyebalkan. Yue merasa terprovokasi dengan pertarungan Yuki yang tak sesuai dengan ekspektasinya, yaitu saling membun*h.
"๐๐ค๐ฉ. ๐ ๐ถ๐ฌ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช?!!! " Alis Yue nampak mengkerut.
"Tch. "
Yuki sedikit terbawa emosi saat berbalik badan, saat ia duduk, Sarang memberikan handuk pada Yuki. Sarang menyadari kalau Yuki ingin menangis disaat itu juga. Yuki berusaha menahan emosinya, mengelap wajahnya dengan handuk, duduk dengan posisi yang tak meyakinkan.
"Senior. " Miyano datang sembari membawakan air yang Sarang minta tadi. Yuki mengucapkan terimakasih dan meminum air tersebut.
"Kak Yuki.. "
"๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข.. ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐๐ฐ-๐๐ฆ๐ฐ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ญ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ. "
Pertarungan kedua dimulai, Sarang bersiap-
Disisi lain, Ryung hae berdiri dan berjalan ke arah arena, akan tetapi Ho-Seok dengan keras menolak hal tersebut!
"Aku yang maju. "
"Ryung hae! "
ฮฃ(ใใ) !
"Aku yang maju. "
"H-ha?!!! " ฮฃ(๏พะ๏พ๏ผ)
"Uh! "
__ADS_1
Sarang terdiam sesaat karena Yuki menarik tangannya. Yuki kembali bertanding, dan berjanji pada Sarang akan membiarkannya bertarung dengan kakaknya nanti.
"Dia benar-benar bertanding dua kali? "
"Yang benar aja.. "
Melihat aksi Yuki yang mendadak berubah pikiran, mengubah pola pikir mereka tentang Yuki. Tapi disisi terdalam yang sangat dalam, terhadap perasaan yang menyatu satu sama lain.
"Haneul jika kau tidak mau melawannya maka aku saja! "
"Kau tak mungkin menang melawannya. "
"HA?!! "
"Aku tau semuanya tentang kakak, melebihi dirimu."
"Kau-."
"Hei! Kalian itu saudara kembar jadi mengertilah! " ucap Myungsoo.
"Tch."
"Senior.. berjuanglah! " Miyano mendukung Yuki dari tempat duduk Yuki.
Yue menganggap kalau Yuki terlalu percaya diri sampai-sampai berani bertanding dua kali, terlebih lagi lawannya yang kedua adalah petarung terbaik dari anak-anak lapas.
"Aku tidak akan menahan diri. "
"Iya."
Dengan cepat Ho-Seok melesat dan melontarkan pukulan ke arah wajah Yuki, akan tetapi Yuki juga gak kalah cepatnya menepis serangan tersebut. Ho-Seok tidak mau kalah! Ia kembali melontarkan tendangan berputar yang akhirnya mengenai Yuki. Luka pada Yuki tak begitu serius karena ia berhasil menahannya.
"๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข.. ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ช ๐๐ฐ-๐๐ฆ๐ฐ๐ฌ ๐ข๐ต๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐๐ข๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ญ. ๐๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช?! " tangan Yuki mulai gemetar karena bimbang.
"Ck. "
"Anggap saja tadi itu cuma pemanasan, sekarang cepat pilih senjata yang ada disisi kanan kalian masing-masing! " ucap Yue.
Mereka berjalan ke dua arah berbeda. Ho-Seok nampak percaya diri mengambil sebuah Knuckle yang biasa ia pakai.
"Fyuh~ " Myungsoo bersiul mencoba menggoda Ho-Seok.
"Sesuai dengan keahliannya. Tapi.. Ho-Seok mengambil Knuckle itu.. untuk balas dendam, atau apa? "
"Pastinya pilihan yang pertama. "
"Uh? "
"Habis Ho-Seok juga terlihat dendam bukan?.... Bagaimana menurutmu, Haneul? "
"Jangan tanya. Aku benci saat kau bertanya. " satu Haneul.
"Ya sudah.. "
.
.
.
__ADS_1
Yuki kembali ke arena. Betapa terkejutnya semua orang melihat Yuki yang hanya mengambil satu buat tongkat, itupun setengah dari tongkat tadi.
"Uh! "
Tidak ada yang bisa membaca rencana Yuki. Lalu Myungsoo berteriak dan mengatai kalau Yuki terlalu menahan diri dan terlalu memikirkan Sarang. Myungsoo tau kalau Yuki berusaha mempertahankan senjata yang ada untuk Sarang. Tapi.. apakah itu benar-benar pemikiran dari Yuki?
"Dasar bodoh! Jangan menahan diri, kau pikir aku ini apa?! " bentak Ho-Seok.
"Ho-Seok, Aku hanya perlu membuatmu mengeluarkan darah. "
"Uh! "
Nada menekan di bagian 'darah', seperti memberikan kode pada Ho-Seok.
"DIMULAI!! " ucap Yue dengan lantang.
Merekapun kembali bertarung. Yuki menepis setiap pukulan Ho-Seok dengan cepat! Pertarungan diantara dua bersaudara yang membuat orang-orang terpukau dengan kehebatan Ho-Seok dalam melakukan pukulan, dan Yuki dalam menepis pukulan.
Sayangnya pertarungannya jadi membosankan karena Yuki yang sedikit bertindak.
.
.
.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ. ๐๐ถ๐ฌ๐ข ๐ง๐ช๐ด๐ช๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ญ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข.
๐๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช.. ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ.
....
"Ugh! "
Yuki menggunakan ujung tongkat yang tumpul untuk memukul perut Ho-Seok. Tapi Ho-Seok mulai jengkel dengan Yuki yang tidak serius menanggapi dirinya.
"KALAU MEMANG KAU INGIN SERIUS SETIDAKNYA GUNAKAN BAGIAN YANG TAJAM!! APA KAU INGIN MATI? KAKAK SIALAN! " ucap Ho-Seok.
Mendengar Ho-Seok yang memanggil Yuki dengan sebutan kakak, membuat Yuki merasa lebih lega dari sebelumnya. Ia merasakan perasaan dimana Ho-Seok mulai menerima dirinya lagi.
"Aku tidak pandai menggunakan benda tajam. Kalau bisa mungkin aku sudah lama membunuh dia orang itu.. " ucap Yuki dengan Nada kecil.
"Uh! "
"๐๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ข๐ฏ?!! ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ข ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ฐ๐ต๐ข ๐๐๐ 10? " batin Yue yang tak percaya dengan apa yang Yuki katakan.
"Sejujurnya, aku agak kesulitan saat menggunakan pisau. Maka dari itu Aku sering bertukar senjata dengan Sarang. " jelas Yuki.
"Itu hanya dilakukan oleh seorang pecundang. " ucap Ho-Seok.
"Karena Aku memang pecundang, maka dari itu Aku menggunakannya. "
"Tch. Apa-apaan kau ini, kau pandai membuat perasaan orang luluh, apa? Sialan. "
Ho-Seok mulai tak percaya dengan pengakuan dari kakaknya. Yuki tau persis bagaimana sifat Ho-Seok, maka dari itu ia hanya perlu mengucapkan yang sebenarnya di hadapan Ho-Seok.
Yuki berjalan mendekat ke arah Ho-Seok, melihat matanya yang sekarang sudah tak sama seperti saat kecil dulu.
"Tidak masalah jika kalian membenciku, itu hal yang wajar dilakukan oleh sang adik. " ucap Yuki.
__ADS_1
"Uh! ๐๐ฆ๐ฏ.. ๐ค๐ช..? ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ.. ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ..? ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ.. ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ? ๐๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐บ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ฆ๐ฐ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข? " batin Sarang.
๐๐๐๐๐ค๐๐~