Y2H Pen

Y2H Pen
010. Arena (2)


__ADS_3

[Ruang Direktur]


Di ruang direktur, pertemuan antara rekan-rekan Yamato Iguchi diadakan. Banyak pujian yang diberikan pada direktur atas pencapaiannya dalam mengembangkan [NC]. Tentunya mereka tau akan rencana licik Iguchi, karena mereka juga memihak padanya.


"Ya~ kelihatannya gadis itu benar-benar memprovokasi. Mungkin akan kau suruh putriku untuk berhadapan dengannya nanti. " ucap seorang pria yang menaruh gelasnya di meja.


"Tuan, anda tau kalau anak itu punya rahasia bukan? "


"Hah! Dia cuma anak dari pria bangkrut dan orang berpenyakitan. Sehebat apapun dia pandai bertarung, dia tidak akan bisa mengalahkan putriku yang dilatih langsung oleh anggota FBI. "


.


.


.


.


.


[Arena bertarung]


"Akh!! "


Yuki berhasil membuat goresan di kaki lawannya, dengan tongkat yang terbelah dua, membuat sisi satunya tajam, Yuki hanya membutuhkan satu goresan untuk membuat luka.


"Hanya itu? " tanya Myungsoo.


"Aku hanya perlu melukainya bukan? Pergilah. " Yuki membuang kedua tongkatnya ke arah lemari tempat penyimpanan senjata tajam tadi, kemudian ia berbalik--berjalan menuju Sarang.


Melihat pertandingan yang terlihat bodoh di mata para preman, membuat sebagian orang menganggap kalau Yuki itu lemah dan payah. Tapi Yue berpikir sebaliknya, di mata Yue, Yuki adalah orang yang menyebalkan. Yue merasa terprovokasi dengan pertarungan Yuki yang tak sesuai dengan ekspektasinya, yaitu saling membun*h.


"๐˜›๐˜ค๐˜ฉ. ๐˜ ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช?!!! " Alis Yue nampak mengkerut.


"Tch. "


Yuki sedikit terbawa emosi saat berbalik badan, saat ia duduk, Sarang memberikan handuk pada Yuki. Sarang menyadari kalau Yuki ingin menangis disaat itu juga. Yuki berusaha menahan emosinya, mengelap wajahnya dengan handuk, duduk dengan posisi yang tak meyakinkan.


"Senior. " Miyano datang sembari membawakan air yang Sarang minta tadi. Yuki mengucapkan terimakasih dan meminum air tersebut.


"Kak Yuki.. "


"๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข.. ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜๐˜ฐ-๐˜š๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ. "


Pertarungan kedua dimulai, Sarang bersiap-


Disisi lain, Ryung hae berdiri dan berjalan ke arah arena, akan tetapi Ho-Seok dengan keras menolak hal tersebut!


"Aku yang maju. "


"Ryung hae! "


ฮฃ(ใ‚œใ‚œ) !


"Aku yang maju. "


"H-ha?!!! " ฮฃ(๏พŸะ”๏พŸ๏ผ›)


"Uh! "

__ADS_1


Sarang terdiam sesaat karena Yuki menarik tangannya. Yuki kembali bertanding, dan berjanji pada Sarang akan membiarkannya bertarung dengan kakaknya nanti.


"Dia benar-benar bertanding dua kali? "


"Yang benar aja.. "


Melihat aksi Yuki yang mendadak berubah pikiran, mengubah pola pikir mereka tentang Yuki. Tapi disisi terdalam yang sangat dalam, terhadap perasaan yang menyatu satu sama lain.


"Haneul jika kau tidak mau melawannya maka aku saja! "


"Kau tak mungkin menang melawannya. "


"HA?!! "


"Aku tau semuanya tentang kakak, melebihi dirimu."


"Kau-."


"Hei! Kalian itu saudara kembar jadi mengertilah! " ucap Myungsoo.


"Tch."


"Senior.. berjuanglah! " Miyano mendukung Yuki dari tempat duduk Yuki.


Yue menganggap kalau Yuki terlalu percaya diri sampai-sampai berani bertanding dua kali, terlebih lagi lawannya yang kedua adalah petarung terbaik dari anak-anak lapas.


"Aku tidak akan menahan diri. "


"Iya."


Dengan cepat Ho-Seok melesat dan melontarkan pukulan ke arah wajah Yuki, akan tetapi Yuki juga gak kalah cepatnya menepis serangan tersebut. Ho-Seok tidak mau kalah! Ia kembali melontarkan tendangan berputar yang akhirnya mengenai Yuki. Luka pada Yuki tak begitu serius karena ia berhasil menahannya.


"๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข.. ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ช ๐˜๐˜ฐ-๐˜š๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ญ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข-๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?! " tangan Yuki mulai gemetar karena bimbang.


"Ck. "


"Anggap saja tadi itu cuma pemanasan, sekarang cepat pilih senjata yang ada disisi kanan kalian masing-masing! " ucap Yue.


Mereka berjalan ke dua arah berbeda. Ho-Seok nampak percaya diri mengambil sebuah Knuckle yang biasa ia pakai.


"Fyuh~ " Myungsoo bersiul mencoba menggoda Ho-Seok.


"Sesuai dengan keahliannya. Tapi.. Ho-Seok mengambil Knuckle itu.. untuk balas dendam, atau apa? "


"Pastinya pilihan yang pertama. "


"Uh? "


"Habis Ho-Seok juga terlihat dendam bukan?.... Bagaimana menurutmu, Haneul? "


"Jangan tanya. Aku benci saat kau bertanya. " satu Haneul.


"Ya sudah.. "


.


.


.

__ADS_1


Yuki kembali ke arena. Betapa terkejutnya semua orang melihat Yuki yang hanya mengambil satu buat tongkat, itupun setengah dari tongkat tadi.


"Uh! "


Tidak ada yang bisa membaca rencana Yuki. Lalu Myungsoo berteriak dan mengatai kalau Yuki terlalu menahan diri dan terlalu memikirkan Sarang. Myungsoo tau kalau Yuki berusaha mempertahankan senjata yang ada untuk Sarang. Tapi.. apakah itu benar-benar pemikiran dari Yuki?


"Dasar bodoh! Jangan menahan diri, kau pikir aku ini apa?! " bentak Ho-Seok.


"Ho-Seok, Aku hanya perlu membuatmu mengeluarkan darah. "


"Uh! "


Nada menekan di bagian 'darah', seperti memberikan kode pada Ho-Seok.


"DIMULAI!! " ucap Yue dengan lantang.


Merekapun kembali bertarung. Yuki menepis setiap pukulan Ho-Seok dengan cepat! Pertarungan diantara dua bersaudara yang membuat orang-orang terpukau dengan kehebatan Ho-Seok dalam melakukan pukulan, dan Yuki dalam menepis pukulan.


Sayangnya pertarungannya jadi membosankan karena Yuki yang sedikit bertindak.


.


.


.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ. ๐˜“๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ง๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช.. ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ.


....


"Ugh! "


Yuki menggunakan ujung tongkat yang tumpul untuk memukul perut Ho-Seok. Tapi Ho-Seok mulai jengkel dengan Yuki yang tidak serius menanggapi dirinya.


"KALAU MEMANG KAU INGIN SERIUS SETIDAKNYA GUNAKAN BAGIAN YANG TAJAM!! APA KAU INGIN MATI? KAKAK SIALAN! " ucap Ho-Seok.


Mendengar Ho-Seok yang memanggil Yuki dengan sebutan kakak, membuat Yuki merasa lebih lega dari sebelumnya. Ia merasakan perasaan dimana Ho-Seok mulai menerima dirinya lagi.


"Aku tidak pandai menggunakan benda tajam. Kalau bisa mungkin aku sudah lama membunuh dia orang itu.. " ucap Yuki dengan Nada kecil.


"Uh! "


"๐˜‰๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ?!! ๐˜“๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ข ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข ๐˜›๐˜–๐˜— 10? " batin Yue yang tak percaya dengan apa yang Yuki katakan.


"Sejujurnya, aku agak kesulitan saat menggunakan pisau. Maka dari itu Aku sering bertukar senjata dengan Sarang. " jelas Yuki.


"Itu hanya dilakukan oleh seorang pecundang. " ucap Ho-Seok.


"Karena Aku memang pecundang, maka dari itu Aku menggunakannya. "


"Tch. Apa-apaan kau ini, kau pandai membuat perasaan orang luluh, apa? Sialan. "


Ho-Seok mulai tak percaya dengan pengakuan dari kakaknya. Yuki tau persis bagaimana sifat Ho-Seok, maka dari itu ia hanya perlu mengucapkan yang sebenarnya di hadapan Ho-Seok.


Yuki berjalan mendekat ke arah Ho-Seok, melihat matanya yang sekarang sudah tak sama seperti saat kecil dulu.


"Tidak masalah jika kalian membenciku, itu hal yang wajar dilakukan oleh sang adik. " ucap Yuki.

__ADS_1


"Uh! ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ.. ๐˜ค๐˜ช..? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ.. ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ..? ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ.. ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ? ๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜™๐˜บ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฐ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข? " batin Sarang.


๐•Š๐•–๐•๐•–๐•ค๐•’๐•š~


__ADS_2