
"Uh! "
"Aku yang mengajak Sarang kemari. " ucap Yuki.
"Ah.. setelah ini aku akan butuh penjelasan darimu Ryung hae sialan. " ucap Ho-Seok.
"Ha?! "
"Semuanya berkumpul..! "
"Uh! "
Pandangan mereka terarah pada lantai atas, dimana Yue sudah berdiri di sana dengan beberapa bodyguard dibelakangnya.
Yuki menatap ke arah atas, wajah Yue penuh dengan kepuasan akan rencana dari atasannya yang menurutnya berjalan dengan lancar. Ditambah lagi melihat wajah Yuki yang tampak murung, membuat Yue semakin percaya diri sehingga tak dapat menahan kepuasan pada wajahnya.
"Ini adalah perintah dari bos! Mulai besok, kelompok penulis dan kelompok petarung akan bertanding untuk memperebutkan gelar terbaik. Ini akan jadi penentu, layak atau tidaknya kelompok kalian hadir disini! " jelas Yue.
Menjadi seorang berandalan, dan seorang penulis, memang dianggap enteng. Karena itulah [NC] membangun sebuah sistem mengenai gelar terbaik antara penulis dan petarung. Yang menang akan mendapatkan gelar tersebut, dan dipastikan akan mendapat haknya. Sementara bagi yang kalah akan dianggap sebagai sampah.
"๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ช๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ญ๐ช๐ด, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข. ๐๐ค๐ฉ. "
"Huh.. organisasi bodoh. "
"UH! "
Kata-kata yang keluar dari mulut Yuki terdengar sangat jelas meski suaranya tidak terlalu keras.
"Apa kau bilang?! "
"Kubilang organisasi kalian itu bodoh. Kalian mempermainkan perasaan seseorang, lalu ingin menghancurkan mimpi orang lain, kalian pikir kalian itu dewa?!! "
"Tch! Seorang pembunuh sepertimu tak pantas bicara soal perasaan..!! Kau harusnya sadar akan apa yang kau lakukan! "
Yue menghidupkan video CCTV yang terhubung ke sebuah layar besar yang berada di belakang mereka. Semuanya melihat kearah belakang yang memperlihatkan aksi Yuki dan Sarang yang membunuh orang-orang yang berada di lorong gedung [NC].
"Lihat! Seorang pembunuh sepertimu tak berhak bicara soal perasaan!! Setelah membunuh semua anggota TOP 10, kau bahkan masih berani untuk bicara lancang seperti itu! "
"Uh! ....kau yang membunuh mereka! "
Yuki mulai terbawa emosi, membuatnya ingin menghajar Yue saat itu juga--Sarang segera menahan tangan Yuki untuk mencegah adanya kesalahpahaman seperti sebelumnya.
"Apa maksud ini semua? Kakak.. kau.. "
"Itu-. "
"Monster. "
*DEG! /tegang/
Umpatan kasar yang keluar dari mulut Ho-Seok membuat seisi ruangan bergema.
__ADS_1
"Ho-Seok-! "
"Kau monster! "
"Kalau begitu kau apa?!! "
"Uh! "
"haah.. haah.. haah.. membunuh orang lain, bukankah itu pekerjaan kalian juga? " ucap Yuki yang tak sanggup berkata-kata lagi.
"Ck. Kami tidak membunuh orang. "
"Uh-huh! "
"Meskipun kami terlihat sangar, kami tidak pernah membunuh orang! Kau benar-benar monster, bahkan setelah membunuh mereka kau masih bisa membicarakan orang lain. Sama seperti wanita sialan itu!! "
*Plak!
/tamparan/
Tamparan yang diberikan Yuki mengenai pipi kiri Ho-Seok.
"Uh! Ho-Seok, aku-. "
"Plak.
/menepis tangan/
"Hentikan, itu menjijikkan. Aku membencimu. "
Yuki teringat dengan masa lalunya..
Di sebuah rumah yang lumayan luas, ibunya duduk di kursi roda sementara Yuki yang saat itu masih kelas 1 SMP terdiam menunduk dengan tangan yang gemetar. Nampak sang ibu yang frustasi karena melihat Yuki dihadapannya.
๐๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐๐ข๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ-๐๐ฆ๐ฐ๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ฐ๐ณ๐ฆ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ.
๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ญ๐ช๐ค๐ช๐ฌ.. ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฐ๐จ๐ฐ๐ฌ ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ท๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฐ ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด-๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ช๐ฃ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ณ ๐ท๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฐ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ.
๐๐ฆ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ช๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ธ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฌ๐ญ๐ข๐ณ๐ช๐ง๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช. ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฐ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฎ, ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ซ๐ฆ๐ฅ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ค๐ถ๐ญ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ค๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ณ๐ถ๐ต. ๐๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ต๐ณ๐ฆ๐ด๐ด ๐ฅ๐ช๐ต๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ฆ๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข. ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ต๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ณ๐ข๐ช๐ข๐ฏ.
๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ณ๐ข๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ข๐ด๐ถ๐ฉ ๐๐ฐ-๐๐ฆ๐ฐ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฏ๐ฆ๐ถ๐ญ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ?
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ข๐ธ๐ข๐ญ.. ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐ ๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ข ๐ ๐ถ๐ฌ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข.. ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.. ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ.
๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ถ๐ญ๐ช๐ต ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐บ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ณ๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ถ๐ด๐ช๐ข๐ฌ๐ถ 7 ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ, ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ด๐ถ๐ฌ๐ด๐ฆ๐ด ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ฐ๐ฃ๐ฃ๐บ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ค๐ถ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ช๐ฃ๐ถ, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด-๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช.
Pada akhirnya sidang memutuskan untuk memberikan hak asuh Yokohama Ho-Seok dan Yokohama Haneul diberikan pada ayahnya, sementara Yokohama Yuki ditaruh di panti asuhan.
Tiga bulan kemudian, sang ibu dinyatakan meninggal dunia karena kanker, meski begitu Yuki tetap datang ke pemakaman sang ibu. Ia juga disambut hangat oleh keluarganya dari pihak ibu, dan bibinya yang saat itu sedang menggendong bayinya, menceritakan tentang ibu Yuki yang begitu senang saat menggendong Yuki dulu.
"๐๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฎ๐ถ, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐บ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ. "
__ADS_1
Kata-kata yang tidak akan pernah Yuki lupakan, meski ia tak tau itu benar atau tidak. Karena Yuki sangat menyayangi ibunya, ia sangat menyayangi keluarganya.
Maka dari itu Yuki memulai kariernya sebagai seorang penulis novel, untuk mencurahkan seluruh emosinya pada sebuah cerita yang ia buat. Bertahun-tahun ia tidak melihat ayah dan kedua adiknya, meski dihantam oleh rasa rindu--Yuki tetap berusaha untuk melupakan mereka.
"๐๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ง๐ช๐ญ๐ด๐ถ๐ง ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ซ๐ถ. " ucap seorang nenek yang menjaga sebuah toko bunga yang Yuki datangi.
.
.
.
.
.
"Ho-Seok, apa yang kau lakukan?!! " Haneul menarik bahu Ho-Seok.
"Cerewet! "
"Apa kau masih menganggap kakak sebagai kakakmu?!! "
"Uh-huh! " (*Yuki syok)
"KENAPA KAU LEMAH SEKALI?!! Apa karena nasehat bodohnya itu kau jadi mudah terpengaruh?!! "
"Ho-Seok apa kau tidak mengerti?!"
"Aku tidak peduli! Jika dia memang menyayangi kita kenapa dia malah pergi?!! Apa kau bisa menyebut dirimu kakak setelah berani meninggalkan adik-adikmu?!! "
"Apa kau menyindir ku?!! " ๐ข (*Ryung hae)
"B*c*t! "
"Uh! ๐๐ฑ๐ข.. ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช..? " Miyano tiba di aula karena diperintahkan oleh premna-preman yang menjaga tempat mereka, bersama dengan para penulis lainnya.
Disaat yang bersamaan ke-100 anak-anak lapas juga datang, membuat mereka syok sekaligus terkejut. Yue yang berdiri di atas tersenyum licik.
"Apa ini? "
"Woy! Kenapa disini?! "
Teriak dari anak-anak lapas yang dipaksa bangun saat jam istirahat mereka.
"Dengar semuanya! Ini perintah dadakan. "
"Uh?! Miyano..? " Sarang menoleh ke arah belakang dan melihat Miyano juga para penulis lainnya yang berdiri di dekat pintu.
"PERTANDINGAN ANTARA PENULIS DAN PETARUNG, AKAN DIMULAI! " ucap Yue dengan lantang.
๐๐๐๐๐ค๐๐~
__ADS_1